Sekali Lagi, HAM Bukan BURGER!

HAM Bukan BURGER!” Itu naskah dalam poster saya yang menjuarai Lomba Poster Humor bertema Hak Asasi Manusia (HAM) Majalah Tempo dan Lembaga Humor Indonesia (LHI) pada Desember 1993. Lima tahun kemudian, poster saya redesain untuk kaos dan dipakai demo para aktivis 1998. Desember 2008, gambar tadi saya unggah di blog pribadi; martoart.multiply.com. Dengan sedemikian panjang perjalanan poster tadi, bolehlah saya merasa bangga menjadi satu dari banyak pejuang HAM, teriring selangit harapan bisa mengubah orang menghormati HAM.

Tahun 2012, saat Anda membaca tulisan ini, saya kembali menyertakan gambar yang sama. Namun dengan suasana yang beda. Saya di gigir tebing keputusasaan. Atau agar tidak tampak lebay, saya ganti; Berada di ambang pertanyaan, “Apa cara terampuh menegakkan HAM?”. Dan haqul-yaqin ini juga pertanyaan banyak orang pengidap galau akan nasib HAM. Bagaimana tidak? Upaya penegakan hak yang secara fitrah ini malah dikerat sendiri oleh manusia. Ketika para promotor HAM tertatih berdarah lantaran cadas yang dihadangkan musuhnya, yaitu para penelikung HAM, mereka ini justru dilapangkan gerakannya. Taruhlah penyelamat lingkungan hidup GREENPEACE, direcokin dengan urusan gugatan berkantor di lokasi yang konon tidak buat perkantoran, setelah sebelumnya para pengganggu gagal mengusik dengan alasan antek asing zonder nasionalisme, dan cap teroris lingkungan penghambat investasi.

Kasus mutahir adalah pelabrakan wilayah arus pemikiran, ruang kebebasan berserikat, berkumpul, dan berpendapat; Irshad Manji diusir dari Salihara, LKiS, dan UGM oleh penjaga moralitas, yang hingga kini POLRI tidak pernah menyatakan secara resmi menolak tuduhan milisi Islam itu hasil training mereka. Semacam K9. Kemudian contoh terakhir, sebut sajalah Right to Be Happy. Hak mendapat penghiburan ini tergerus oleh ancaman ketidakamanan dari FPI andai Lady Gaga jadi tampil. Polisi tidak memberi rekomendasi Si Lady, tapi lebih memilih mengakomodasi niat FPI. Di sini kejahatan terjadi karena ada yang punya niat dan ada si pemberi kesempatan. Waspadalah!

Tahun 2012, saat Anda membaca tulisan ini, bacalah dengan sepenuh kesadaran bahwa kita pada saat yang sama tengah ditertawai oleh para pelanggar HAM, dan kita makin terpinggir di ujung tebing kegelisahan, hingga selalu kembali bertanya formula paling sempurna menegakkan HAM, atau kemudian berharap kiamat 2012 nyata adanya.

Saya acap mengingatkan gagasan tidak popular di mata sesama promotor HAM. Tak begitu orisinal, namun sudah cukup dituduh sebagai penyemai kekerasan. Yaitu melakukan perlawanan setiap laku kekerasan dengan kekerasan yang setara. Batas dan mekanisme harus dibicarakan bersama lebih matang, sehingga kita memiliki alasan layak ketika melakukannya. Saya coba kembali menawari di sini sebagai alternatif klasik dengan poin-poin untuk diperbincangkan. Saya menyebut gerakan ini sebagai Jihad FisabililHAM:

  1. Kekerasan hanya sah dilakukan kepada pihak yang lebih kuat. Kekerasan seperti ini disebut perlawanan.
  2. Kekerasan pada poin satu hanya boleh dilakukan untuk penegakan HAM.
  3. Karenanya, poin dua harus berhenti pada ambang batas di mana lawan mengalami penurunan kekuatan/kekuasaan sehingga memiliki kesejajaran martabat kemanusiaan.
  4. Apabila pada poin tiga tidak berhenti, maka kekerasan yang Anda lakukan sudah bergeser menjadi penindasan.
  5. Jikalau poin tiga menemukan porsi seimbang, maka segala bentuk kekerasan harus kembali disimpan agar tidak mengusik permusyawarahan yang setara.

Kelima poin di atas cukup berpeluang untuk dibincang, maka saya sertakan beberapa hal yang layak dijadikan sandaran pemikiran.

Misalnya pilihan kekerasan pada poin satu saya berkiblat pada nash Quran “Telah diizinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya” (Al Hajj:39).

Poin ke dua seperti sebuah kalimat contraditio-interminis, namun sesungguhnya justru kekerasan atas nama HAM lebih manusiawi daripada nonviolence atas nama penindasan. Penguasa mengelola sikap non kekerasan itu justru untuk memberi jarak aman. Jarak aman antara penguasa dengan yang dikuasai. Anda boleh demonstrasi seliar apapun, asal tidak merusak fasilitas umum. Destruktifitas akan menambah belanja negara, dan masyarakat akan digiring untuk mencerca aksi Anda. Penguasa memberi ruang berteriak, hingga suara Anda habis, orasi Anda tertimbun deru truk dan metromini, lantas sirna tanpa perubahan apapun. Persoalannya adalah para aktivis justru seperti tanpa sadar telah terkelola oleh penguasa dengan irama non kekerasan ini.

Poin ke tiga ini adalah poin yang sangat bersuasana filosofis. Poin dimana dibutuhkan kepekaan kita dalam mengukur kekuatan lawan, baik secara matematis ataupun perasaan. Poin inipun saya sandarkan pada slogan “Tega sakitnya, namun tak rela kematiannya”. Sebab kematian lawan, sesungguhnya juga membunuh kita sendiri. Konon kita tidak bisa berkembang tanpa sparing partner, sedang membuat lawan sakit adalah salah satu upaya bargaining. Contoh sederhana dapat kita lihat pada aksi mogok buruh pabrik di Tangerang ataupun para sopir truk di Prancis. Membuat roda perekonomian tidak berputar dengan mogok kerja ibarat memberi tahu kekuatan tawar kaum pekerja, namun para pekerja itu juga tak ingin tempatnya mencari uang tutup karena bangkrut.

Poin ke empat adalah poin yang amat riskan bagi para pejuang HAM dan aktivis sepanjang masa. Semangat tiada tara ketika menjadi aktivis mahasiswa, teriakan perlawanan paling membahana semasa muda, tiba-tiba sirna bahkan berbalik corong suara tatkala mendapat kuasa. Entah di Senayan atau istana. “Seorang revolusioner segera menjadi konservatif di hari dia memenangi revolusi” demikian kalimat sinis dari perempuan filsuf yang saya lupa namanya. Begitulah, mengendalikan semangat perlawanan, mengelolanya secara bijak, adalah juga merupakan kecerdasan emosi tersendiri. Iman terkadang bisa nyungsep jauh lebih dalam dari sangkaan kita. Seorang yang dulu ketua lsm paling anti kekerasan, tiba-tiba berbalik menjadi panglima fasis laskar garis kekerasan. Kisah yang hanya saya percaya ada di Starwars, saat Anakin berubah menjadi Darth Vader.

Poin ke lima adalah poin non kekerasan yang tetap saya sisakan sebagai bentuk penyelesaian paling dialektis dan ideal, namun sejauh ini belum menjadi milik kita, melainkan mainan milik pengampu kuasa. Saya tak perlu membahasnya, cukup menyampaikannya dengan poster. Poster bertema HAM yang entah kapan layak menempel di jiwa setiap manusia Indonesia.

This entry was posted in Seni and tagged , . Bookmark the permalink.

86 Responses to Sekali Lagi, HAM Bukan BURGER!

  1. martoart says:

    Ini baru lomba!Temanya mantabs, pesannya bagus dan sejalan ma paham gw, lembaganya keren, jurinya kredibel, .. dan yang penting…. ga butuh akun FB Choy!Lomba ini didelenggarakan oleh http://hamblogger.org/.

  2. sepakat, kata mbah Gandhi …An eye for an eye only ends up making the whole world blind :)keren mas posternya… kalau bikin kaos lagi begini aku mau donk pesen satu..

  3. darnia says:

    mba poin 2 kok ya miris ya :|sadar gak sadar emang kayaknya isu apapun jadi adem sendiri dan cenderung dilupain. Dan bener, kita stuck aja gitu dengan kondisi kayak gini. Ibarat, trimo gak trimo kudu trimo…Tulisan ini kok ya mbikin gimanaaaa gitu. Kayaknya HAM udah gak punya nyawa lagi di Indonesia…*btw, iya..itu poster kalo dibikin kaos, mau satu :> *

  4. martoart says:

    womeninfreedom said: sepakat, kata mbah Gandhi

    nah, kalo gitu, sila baca tulisanku sebelum ini.😉

  5. martoart says:

    darnia said: Kayaknya HAM udah gak punya nyawa lagi di Indonesia…

    Hak Asasi Mayat dong..😉

  6. rengganiez says:

    ini lomba ak taunya pas rame2 sopa pipa….ngasi lali…mantabbbsss kalo mbah Marto melu..kudune sampeyan dadi juri, mbah… *moco ah*

  7. darnia says:

    Jadi kepikiran ki, Cak…kenapa sih HAM bisa gak jalan di Indonesia?Soalnya, kayak poin 3 itu….kalo orang memperjuangkan HAM-nya sendiri, yang ada biasanya malah makin kehilangan banyak hal….

  8. martoart says:

    rengganiez said: ni lomba ak taunya pas rame2 sopa pipa….ngasi lali..

    Asyeeek… berkurang satu saingan!Aku tahunya baru semalem. Wakakaka… (kalo ga gitu males ngeblog aku).

  9. martoart says:

    darnia said: Jadi kepikiran ki, Cak…kenapa sih HAM bisa gak jalan di Indonesia?

    Sumpah, aku pas nulis ini semalem juga tengah nandang galaw HAM. Bahkan sempat berpikir agak rasis terhadap diri sendiri, bangsa sendiri. Teoriku yg amat katro dan aku takut memikirkannya; Kedewasaan ras.

  10. darnia said: kenapa sih HAM bisa gak jalan di Indonesia?

    Because there is no M in Indonesia.The people are only considered as V (voters) and J (jemaah), and none of those has any right except to give the vote or to listen without asking.

  11. martoart says:

    edwinlives4ever said: Because there is no M in Indonesia.

    There is M in Indomie.;)

  12. martoart said: There is M in Indomie.;)

    Not anymore. They’ve already replaced it with an upside-down W, because McDonald sued them.

  13. martoart says:

    edwinlives4ever said: Not anymore. They’ve already replaced it with an upside-down W, because McDonald sued them.

    Wekeke…

  14. Nice. Now make one for Humanitarian.

  15. rawins says:

    sudah tahu isi kepala orang beda bedakenapa masih ada yang pengen menyeragamkanpadahal pake sandal kanan semua juga ga nyaman

  16. rengganiez says:

    martoart said: Asyeeek… berkurang satu saingan!Aku tahunya baru semalem. Wakakaka… (kalo ga gitu males ngeblog aku).

    khan terakhirnya besokkk…..tinggal masukin link saja hahahaTapi kalo dipikir2 terkait kasus teraktual, ak salut ama manajemen Lady Gaga yang gak mau takluk ama urusan sensor pake embel2 harus memakai pakaian sesuai dengan kebudayaan Indonesia. Daripada ekpresi dikekang ya mending batalin konser sekalian…Dan yang jelas untung kemarin gak ada yang mengiyakan taruhan, gak jadi kalah taruhan deh🙂

  17. sepunten says:

    Benturan idealisme itu keniscayaan diera terbuka, dimana teknologi membuka/mempertemukan eksistensi dari mulai hegemoni penguasa hingga eksistensi terkecil dikamar-kamar sempit…Disinilah ideal bagi si A akan bertemu ideal bagi si B. Latarbelakang, primodialisme, ideologi dll terkoreksi dengan sendirinya… masalahnya adalah waktu.PM Inggris pernah pidato di Jakarta, kira-kira maksudnya begini… “Beruntung anda melewati masa transisi/reformasi demokrasi cukup cepat, di barat masa itu dilewati dalam hitungan abad…” tentunya dg harga, pengorbanan yg lebih besar, tidak seperti era informasi spt sekarang, yg semua lekas teridentifikasi & lekas dicarikan jalan tengah, dialektikanya…Intinya tingkat kesadaran, awalnya dari pendidikan. Sedang pendidikan rata-rata negara ini masih tertinggal…

  18. martoart says:

    rengganiez said: harus memakai pakaian sesuai dengan kebudayaan Indonesia.

    Apa susahnya? Pilih kostum ala Papua, atau Bali classic beres! Atau mereka pikir Papua udah merdeka? Juga Bali?

  19. martoart says:

    edwinlives4ever said: manitarian

    kanibal! pangunjuk mani!

  20. martoart says:

    rawins said: kenapa masih ada yang pengen menyeragamkan

    orang2 fasis pengidap obsessive compulsive, semua harus dalam barisan rapi, shaf yang rapat terisi.

  21. Iklan itu pernah aku lihat di Majalah Humor…pas aku masih SMABURGER HAM 100% HARAM

  22. martoart says:

    sepunten said: “Beruntung anda melewati masa transisi/reformasi demokrasi cukup cepat, di barat masa itu dilewati dalam hitungan abad…”

    Iya Sir, tapi dengan begitu Anda punya Chelsea, Teknologi yang keren, dan masyarakat yang tidak membanggakan buang sampah seenaknya.

  23. martoart says:

    bambangpriantono said: Iklan itu pernah aku lihat di Majalah Humor…pas aku masih SMABURGER HAM 100% HARAM

    Iklan gimana to? Orang itu karya posterku yang juga dimuat di HumOr kok?!

  24. martoart said: Iklan gimana to? Orang itu karya posterku yang juga dimuat di HumOr kok?!

    Kan aku belum ngerti hahahahahaa..Maklum masih Ababil jaman itu

  25. rengganiez says:

    martoart said: Apa susahnya? Pilih kostum ala Papua, atau Bali classic beres! Atau mereka pikir Papua udah merdeka? Juga Bali?

    bukan soal pakainnya, mbah…. Kalo kata lady gaga, pakaian itu ya bagian dari ekspresinya dia, ini mirip kalo ada pelukis disuruh masang hasil lukisannya dengan cara dibalik atau sama seperti kalau kita nulis, tapi diatur2 harus begini dan begitu..dan pilihannya memang berdamai dengan keiginan yang memaksa atau memilih untuk mundur. Lady Gaga memilih untuk mundur..

  26. martoart says:

    rengganiez said: bukan soal pakainnya, mbah….

    iya, itu bercanda bulik kriwillll….

  27. rengganiez says:

    martoart said: iya, itu bercanda bulik kriwillll….

    hahahahahaa…..asemmm tambah nggliyeng🙂

  28. liamahyudin says:

    Posternya keren, tulisannya juga keren😀

  29. martoart says:

    liamahyudin said: Posternya keren, tulisannya juga keren😀

    AlHAMdulilah

  30. itsmearni says:

    *nongol lagi buat komen, tadi ngintip bentar doang*itu poster perjuangan terhadap HAM sudah dirilis sejak 2003dan sampe sekarang di tahun 2012bukannya membaik kesadaran itu yang ada malah terjadi kemunduranHAM oh HAM makin lama makin terkikis oleh kepentinganbeginilah jadinya ketika terjadi perselingkuhan antara politik, agama dan ekonomi😦

  31. orangjava says:

    Ngomong² HAM mbah….apa di RI ada???

  32. martoart says:

    itsmearni said: itu poster perjuangan terhadap HAM sudah dirilis sejak 2003

    1993 Arni.. dan hasilnya Surya Dharma Ali kemaren ngelindur di siang bolong: “Indonesia adalah negara yang paling tinggi di dunia dalam soal toleransi kebebasan beragamanya!”

  33. nonragil says:

    Numpang baca, sam. Nggak bisa ngomentar’in tulisan cak Marto, terlalu berat untuk ngasih komentar isi tulisannya.

  34. aguskribo says:

    Hormati hak asasi manusia Karena itu fitrah manusia Kita semua bebas memilih Jalan hidup yang disukai Tuhan pun tidak memaksakan Apa yang hamba-Nya lakukan Terapkan demokrasi Pancasila Sebagai landasan negara kita Janganlah suka memperkosa Kebebasan warga negara Karena itu bertentangan Dengan perikemanusiaan Kebebasan beragama (itu hak asasi) Kebebasan berbicara (itu hak asasi) Kita bebas untuk melalukan segala-galanya Asal saja tidak bertentangan dengan Pancasila Kebebasan berusaha (itu hak asasi) Kebebasan ‘tuk berkarya (itu hak asasi) Kita bebas untuk melalukan segala-galanya Asal saja tidak bertentangan dengan Pancasila

  35. martoart says:

    orangjava said: RI

    Negara Kesatuan syaRIat ahlan wa syialan..

  36. martoart says:

    nonragil said: Numpang baca, sam. Nggak bisa ngomentar’in tulisan cak Marto, terlalu berat untuk ngasih komentar isi tulisannya.

    Waduh diajeng Helene. Sampeyan ngintip aja udah bikin aku meleleh loh..

  37. martoart says:

    Untung Oma Irama ga ikut lomba…. ampun Bang Hajeeee…

  38. aguskribo says:

    martoart said: Untung Oma Irama ga ikut lomba…. ampun Bang Hajeeee…

    Wkwkwkkkkk… Ther-La-Lhuu

  39. orangjava says:

    martoart said: Negara Kesatuan syaRIat ahlan wa syialan..

    Wekekekek

  40. itsmearni says:

    martoart said: 1993 Arni..

    hihihi iyaaaaaaaaaa saya salah ketikwaduh ini otak sama jari saya ndak nyambung😀

  41. darnia says:

    martoart said: 1993 Arni.. dan hasilnya Surya Dharma Ali kemaren ngelindur di siang bolong: “Indonesia adalah negara yang paling tinggi di dunia dalam soal toleransi kebebasan beragamanya!”

    hahhahahah…NGELINDUR!!!Lha wong jelas-jelas kemaren dikritik habis-habisan sama UN soal kebebasan beragamanya😄

  42. wikan says:

    mantap mas marto!

  43. ohtrie says:

    martoart said: Kasus mutahir adalah pelabrakan wilayah arus pemikiran, ruang kebebasan berserikat, berkumpul, dan berpendapat; Irshad Manji diusir dari Salihara, LKiS, dan UGM oleh penjaga moralitas, yang hingga kini POLRI tidak pernah menyatakan secara resmi menolak tuduhan milisi Islam itu hasil training mereka. Semacam K9. Kemudian contoh terakhir, sebut sajalah Right to Be Happy. Hak mendapat penghiburan ini tergerus oleh ancaman ketidakamanan dari FPI andai Lady Gaga jadi tampil. Polisi tidak memberi rekomendasi Si Lady, tapi lebih memilih mengakomodasi niat FPI. Di sini kejahatan terjadi karena ada yang punya niat dan ada si pemberi kesempatan. Waspadalah!

    Tulisanmu tentang HAM iki kok ya sebelas-duabelas karo tulisanku tadi malem (29 May, 2012 @ 1:18 by Maztrie Utroq) sing ku scheduled suk kemis jam 9.00 (AutoPublished) yaitu mengenai penelikungan Hak dengan alasan moralitas dan doktrin “budaya timur. Berikut salah satu kutipannya:Lebih parahnya, ada wacana “lucu” yang digulirkan oleh beberapa pihak, baik itu pihak pengancam -pembubaran- pun Polisi sendiri. Bahwa kedatangan Irsyad Manji pun Lady Gaga itu di tengarai mampu memberikan dampak negatif bagi perkembangan moral masyarakat Indonesia, mereka tidak cocok pun sesuai dengan ‘budaya timur‘Hemmm, pertanyaannya, sejak kapan Polisi menjadi aparat penjaga moral juga…? Lalu, “budaya timur” seperti apa yang diperjuangkan..?Ketika sampai pada pokok bahasan ‘budaya timur’ ini secara pribadi saya memaknainya pada pemahaman kita yang ‘mampet’ lantaran telah terbelenggu pada doktrin kerdil yang bertempat di otak pun pola pikir sendiri. Doktrin bahwa timur adalah moral.Akan tetapi, benarkah timur -yang didefinisikan sebagai moral- itu cukup menjadi modal kita guna menutup diri…? Harga matikah “ketimuraan” itu sehingga mampu membuatnya “menutup mata” pada arah mata angin selain timur..?”

  44. ohtrie says:

    martoart said: Kekerasan hanya sah dilakukan kepada pihak yang lebih kuat. Kekerasan seperti ini disebut perlawanan.Kekerasan pada poin satu hanya boleh dilakukan untuk penegakan HAM.Karenanya, poin dua harus berhenti pada ambang batas di mana lawan mengalami penurunan kekuatan/kekuasaan sehingga memiliki kesejajaran martabat kemanusiaan.Apabila pada poin tiga tidak berhenti, maka kekerasan yang Anda lakukan sudah bergeser menjadi penindasan.Jikalau poin tiga menemukan porsi seimbang, maka segala bentuk kekerasan harus kembali disimpan agar tidak mengusik permusyawarahan yang setara.

    Nice…! Layak diaplikasikan, dengan catatan “dilakukan secara tertib…!”Tambahi Lagune Iwan ahh…Aku MenyayangimuLirik: KH. Mustofa Bisri (Gus Mus)Lagu: Iwan FalsAku menyayangimu karena kau manusiaTapi kalau kau sewenang wenang kepada manusiaAku akan menentangmuKarena aku manusiaAku menyayangimu karena kau manusiaTapi kalau kau memerangi manusiaAku akan mengutukmuKarena aku manusiaAku menyayangimu karena kau manusiaTapi kalau kau menghancurkan kemanusiaanAku akan melawanmuKarena aku manusiaAku akan tetap menyayangimuKarena kau tetap manusiaKarena aku manusia

  45. Bagaimana pendapat Bung Marto bila ada seorang tokoh negeri ini bilang:”HAM di Indonesia belum jelas kelaminnya. Apakah dia humanisme seperti yang dianut Gandhi, yaitu my nationality is my humanity, atau westernisme. Artinya semua yang dari barat harus diterima dan yang menolak dicap melanggar HAM” ?Kalo frekuensinya dah sama, sepertinya 5 poin jihad fisabiliHAM yg sampeyan tawarkan bisa (bahkan wajib) dijadikan kredo para penegak HAM.

  46. ohtrie says:

    martoart said: Ini baru lomba!Temanya mantabs, pesannya bagus dan sejalan ma paham gw, lembaganya keren, jurinya kredibel, .. dan yang penting…. ga butuh akun FB Choy!

    Ealahh….melu lomba taaa… nembe reti ik…Hihi,aku ngliat dewan jury-nya kok malah ketawa yaa…. Sampean mustinya ada di kolom itu, bukan di kolom peserta mBahhh…..!

  47. afemaleguest says:

    ngintip aja Kangkangen baca tulisanmu yang menggigitbikin anuku senit-senit:-P

  48. martoart says:

    fightforfreedom said: Bagaimana pendapat Bung Marto bila ada seorang tokoh negeri ini bilang:”HAM di Indonesia belum jelas kelaminnya. Apakah dia humanisme seperti yang dianut Gandhi, yaitu my nationality is my humanity, atau westernisme. Artinya semua yang dari barat harus diterima dan yang menolak dicap melanggar HAM” ?

    Saya ga tahu apa maksudnya Hasyim Uzady menyatakan itu. Menurut saya, dia mencoba menyastrakan pernyataan rezim Orba dulu ketika mengelak untuk menerima HAM dihormati akibat tekanan Luar (dan dalam) negeri.Menurut saya sih Hak Asasi Manusia itu bersifat universal, dia fitrah kemanusiaan yang terlepas dari ras, agama, atau apapun selain untuk menghormati kemanusiaan. Karenanya, HAM itu tak mengenal kelamin, tak mengenal barat dan timur.Orang NU tak semuanya scerdas Gus Dur bung.

  49. martoart says:

    afemaleguest said: ngintip aja Kangkangen baca tulisanmu yang menggigitbikin anuku senit-senit:-P

    Ini bagian dari Right to be happy, tapi kalo kebaca fpi, ntar jadinya senut-senut.. ;))

  50. renypayus says:

    Seorang yang dulu ketua lsm paling anti kekerasan, tiba-tiba berbalik menjadi panglima fasis laskar garis kekerasan.——–WHAIKI Busuk banget! Idealisme hilang. Gek gek idealismenya itu cuma senjata. Cuma kedok. #ngosngosan

  51. martoart says:

    renypayus said: Busuk banget!

    dah pernah cipokan po Ren ma orangnya?

  52. martoart says:

    wikan said: mantap mas marto!

    tengkiyu Wikan

  53. martoart says:

    Lagune klop Trex. Gus Mus memang asyoy.

  54. duabadai says:

    mas dulu bikin posternya manual? atau pake windows 3.1?

  55. martoart says:

    duabadai said: mas dulu bikin posternya manual? atau pake windows 3.1?

    Manual. Termasuk Tuisan utama. Tulisan yg kecil pake word atau apa, yg penting bisa diprint n tempel.

  56. duabadai says:

    martoart said: Manual. Termasuk Tuisan utama. Tulisan yg kecil pake word atau apa, yg penting bisa diprint n tempel.

    salut . kagum .

  57. finding3mo says:

    wow sungguh posternya keren.. dan emang dr dulu eneg sama HAMburger,,

  58. bbbnshoes says:

    Ga mo komen, baca di bb belibet mataku, di desktop gak pernah bisa buka..say haaiii ajaaaa .. (^,^)/

  59. martoart says:

    bbbnshoes said: say

    oke Say..;)

  60. karonkeren says:

    gue termasuk penganut pemikiran … genocide atau nggak sama sekalikarena para pelanggar HAM itu sama saja dengan pembunuh berencana … buat gue pembunuh berencana, apalagi kalo massal … mulai dari ngerusak alam yg berarti membunuh kehidupan satwa liar dan anak cucu manusia, lalu pembunuhan terhadap kebebasan berpikir dan berserikat yg sama artinya dengan pembunuhan berencana terhadap kemanusiaan, termasuk juga dalam hal ini pembunuhan terhadap hak untuk bersenang senang … mereka harus digenosida, jangan berdebat dengan argumentasi kemanusiaan kalo mereka sendiri gak punya kemanusiaan … genosida atau nggak sama sekali (nggak sama sekali dalam artian … cuek bebek masa bodo biarin aja indonesia hancur lebur kiamat mati mampus)

  61. martoart says:

    karonkeren said: mereka harus digenosida, jangan berdebat dengan argumentasi kemanusiaan kalo mereka sendiri gak punya kemanusiaan …

    Sekadar mengingatkan brooo… membunuh bukan saran tulisan gw broo.. sayangilah meski kemanusiaan mereka pupus. Meski yg bukan manusiapun. Bukankah anjing kurap yg mo mokat di comberan petamburanpun wajib kita sayang?

  62. karonkeren says:

    Gw lbh sayang anjing liar dan kucing kampung timbang manusia fasis … Terlupa oleh siapa, tp gw setuju kata2nya, the good fascist is the dead one🙂

  63. karonkeren says:

    Btw dari dulu penasaran sama poster itu, ternyata elu yg bikin … Keren cuy hehehe

  64. martoart says:

    karonkeren said: Btw dari dulu penasaran sama poster itu, ternyata elu yg bikin … Keren cuy hehehe

    Tengkiyu Bro…

  65. martoart says:

    karonkeren said: the good fascist is the dead one🙂

    alone!

  66. martoart says:

    Kawans, minta sedikit keluangan untuk mengisi petisi di sini, maaf oot, tapi penting:http://www.avaaz.org/en/syria_will_the_world_look_away_c/?cl=1831697264&v=14728Trims

  67. cahyoichi says:

    saya jadi ingat sebuah dialog di salah satu film kartun seperti ini”ketika orng melampiaskan dendam dengan menyakiti orng lain, lalu orang lain itu membalas untuk mndapatkan apa yg dianggapnya sbg “keadilan”, itu akan berkelanjutan dan mnciptakan apa yg disebut “rantai kebencian”.”apakah seperti itu keadaannya?

  68. karonkeren says:

    This is not a matter of chain of hate … Its about justice and humanity … Gw yakin ga ada yg dendam ketika Nazi dibasmi pada PD 2 … Demikian juga semestinya dgn para pelanggar HAM ini

  69. wayanlessy says:

    Gambarnya keren..simbolik sekali…OOT:Untung aku amat sangat jarang makan yang namanya Hamburger dan bukan tergolong penggemarnya…kalo enggak….wueleh…bisa kehilangan selera deh..lha wong itu ada gambar badan nggantung keluar dari himpitan rotinya gitu….ergh..langsung inget pernah HAMPIR makan roti yg ternyata ada cicak masuk ke diantaranya dan kecemet….lalu pas mau kulahap buntutnya menjuntai gitu kipit kipit……kyaaa…

  70. wayanlessy says:

    Tertarik sekali dengan poin ke 3.Adakah contoh dalam kepemimpinan modern yang mengaplikasikan poin ke 3 ini?Atau alternatif klasik ini masih dalam tatanan ide yang belum pernah teruji pelaksanaannya?

  71. martoart says:

    cahyoichi said: saya jadi ingat sebuah dialog di salah satu film kartun seperti ini”ketika orng melampiaskan dendam dengan menyakiti orng lain, lalu orang lain itu membalas untuk mndapatkan apa yg dianggapnya sbg “keadilan”, itu akan berkelanjutan dan mnciptakan apa yg disebut “rantai kebencian”.”apakah seperti itu keadaannya?

    Semoga Anda tidak mendengarnya dari kartun semacam ToM n Jerry yg isinya kepruk2an terus😉 . ‘Rantai Kebencian’ itu jargon klasik pemelihara non kekerasan. Saya setuju jargon itu dengan beberapa catatan, yang setidaknya telah saya tulis dalam lima poin kronologis pada tulisan ini.Mendiamkan kekerasan dilakukan oleh orang/organisasi kepada pihak yang lemah, adalah sebentuk sikap kekerasan sendiri.Mayoritas bisu di indonesia ini adalah mayoritas pengidap masochism, suka dianiaya. Dan penganiayaan itu akan berlangsung terus, rantai kekerasan tak pernah putus dengan atau tanpa kekerasan. Kita mau pilih keadaan yang mana?Trims telah berkunjung dan komen.

  72. martoart says:

    wayanlessy said: Tertarik sekali dengan poin ke 3.Adakah contoh dalam kepemimpinan modern yang mengaplikasikan poin ke 3 ini?Atau alternatif klasik ini masih dalam tatanan ide yang belum pernah teruji pelaksanaannya?

    Rasanya ada contoh, tapi agak berbalut fiksi. Adalah ketika Salahudin Al Ayubi duel sama Richard the Lion Heart. Mereka hanya mau berantem kalo pihak lawan sehat. Saat duel ada yg tersungkur, mereka tunggu bangkit lagi, begitu seterusnya.Jadi, bahkan mau saling bunuhpun mereka pake etika. Sikap manusiawi memang aneh. Karena itu seksy. mereka yg takut keseksyan, biasanya kurang manusiawi.😉

  73. martoart says:

    karonkeren said: Gw yakin ga ada yg dendam ketika Nazi dibasmi pada PD 2 …

    emm.. mungkin Neonazi. Tapi bisa jadi bukan alasan dendam mereka numbuh.

  74. karonkeren says:

    Neonazi bukan karena dendam, lha wong anggota2nya lbh banyak yg non arya jerman. Contoh Neonazi di Inggris isinya pengangguran anglo saxon yg benci kaum imigran pakistan dan india. Neonazi Amrik era 80an tumbuh krn ada kulit putih yg nganggur dan termarjinalkan di area yg dihuni mayoritas kaum kulit berwarna

  75. seblat says:

    wis tau nduwe kaos bergambar burger diatas..😛

  76. cenilhippie says:

    martoart said: “Seorang revolusioner segera menjadi konservatif di hari dia memenangi revolusi”

    sepertinya sekarang memang banyak yang berubah seperti ini…-____-“

  77. cenilhippie says:

    martoart said: Bahkan sempat berpikir agak rasis terhadap diri sendiri, bangsa sendiri.

    nah

  78. cenilhippie says:

    edwinlives4ever said: The people are only considered as V (voters) and J (jemaah), and none of those has any right except to give the vote or to listen without asking.

    agree

  79. cenilhippie says:

    martoart said: hasilnya Surya Dharma Ali kemaren ngelindur di siang bolong: “Indonesia adalah negara yang paling tinggi di dunia dalam soal toleransi kebebasan beragamanya!”

    liat dari sisi mana yaaaaaa pa’e……..

  80. cenilhippie says:

    ohtrie said: Doktrin bahwa timur adalah moral.

    doktrin yang aneh -____-“

  81. cenilhippie says:

    mau klo bkn kaos lagi, pesen satu ukuran S🙂

  82. martoart says:

    Herrr… tuh ada setidaknya tiga kawans yg mo kaos! piye?

  83. martoart said: Herrr… tuh ada setidaknya tiga kawans yg mo kaos! piye?

    Rada primordialism dikit, dibaliknya ada logo “Multinesia” bisa buat theme kaos ultah MPID 2012.🙂

  84. martoart says:

    Malam ini datang di acara pengumuman pemenang tulisan HAMBLOGGER di Museum Nasional, Jakarta.Pemenang Penghargaan Kategori Umum IHRBA 2012Yudha P Sunandar dengan judul tulisan Budi is Different….Pemenang Penghargaan Kategori Khusus IHRBA 2012Ricky Mardiansyah dengan judul tulisan Jangan Renggut Hak Asasi Manusia untuk MencintaiSelamat untuk para juara. Keep on fighting for human rights!

  85. fajli says:

    Izin minta gambarnya untuk dibuat kaos di izinkan atau tidak? Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s