Ngayogyakarta Anarkiningrat

Undangan pameran seni rupa bertajuk “Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat” yang hendak digelar di Jogja Nasional Museum (JNM) dari 13 hingga 27 April 2012 itu membuat diri saya tidak percaya, sekaligus juga membuat tidak percaya diri. Ini harus diatasi.

Entah kesambet apa para panitia pameran itu, sehingga di dalam undangan tersebut nama saya terpilih menjadi salah satu peserta bersama 42 seniman ternama. Sebut saja Djoko Pekik, seniman Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) pendiri sanggar Bumi Tarung yang lukisannya berjudul “Ngoyak Celeng (Berburu Celeng)” bernilai satu milyar rupiah. Heri Dono dan Eddi Hara, senior saya di kampus yang turut mengenalkan mazab Copenhagen~Brusel~Amsterdam (Cobra), Agus ‘Kenthu’ Suwage, jagoan nggambar yang pameran di manca negara ibarat ritual solat lima waktu. Yustoni Volunteero, Bob ‘Sick’ Yudhita, S Teddy D, dan seniman aktivis Taring Padi lain yang mereka yunior saya, namun kepiawaian dan militansinya membuat saya susah berjalan tegak. Ugo Untoro dan Agung ‘Leak’ Kurniawan kawan seangkatan saya di Gampingan, yang membuat sadar betapa saya amat telat berkesenirupaan. Mella Jaarsma dan Nindityo Adi Purnomo, pasangan pendiri Galeri Cemeti, galeri dimana setiap penulisan sejarah seni rupa tak layak dikatakan valid tanpa menyebut kehadirannya. Tita Rubi, Wara Anindyah, dan seniman perempuan lainnya, yang menyadarkan siapapun bahwa seni rupa tak berkelamin. Dan banyak perupa lain, yang sekali lagi membuat saya merasa kalau toh ini bukan kesalahan panitia, pastilah sebuah fenomena awal agar saya mempercayai kiamat 2012 memang benar adanya.

Seni Berekspresi

Untuk menghadapi kenyataan itu – bahwa karya saya akan bersanding dengan karya para seniman hebat, maka sesegera mungkin saya mengelola keriangan agar tidak mblandang menjadi uforia. Hal pertama yang saya lakukan adalah merencanakan dan merancang sebuah karya rupa yang berkonsep sesuai tema dari panitia yaitu “Peringatan Satu Abad Sri Sultan HB IX Yogyakarta dan Dua Setengah Abad Ngayogyakarta Hadiningrat”. Dari kajian keyogyaan yang saya pahami, akhirnya saya mengirimkan konsep karya lukis posteral berikut ini kepada panitia;

Berbagai benturan dan tanggung jawab telah diujikan kepada Yogya, Sultan, dan Rakyatnya, sejauh ini dengan mudah mereka atasi. Bagaimana itu bisa terjadi, saya mencurigai Sultan Yogyalah figur sentral yang layak dicermati dalam kronika politik dan gerak budaya Negeri Ngayogyakarta ataupun Indonesia. Sejarah dan dinamika yang digerakkannya begitu kuat, membuat saya meyakini bahwa Yogyakarta memungkinkan bisa hadir tanpa Indonesia namun tidak bisa sebaliknya. Tatanan manunggaling kawula klawan gusti yang terbangun secara kultural membuat segala arus mudah dikelola menjadi energi di tangannya. Ordo Ab Chao!

Hal berikutnya adalah tidak terlalu menganggap serius ajang ini, sehingga jikalau karya lukis saya ternyata tampak tak layak pajang di dinding JNM, bukanlah menjadi hal yang akan membuat murung. Yang harus dianggap serius adalah justru menyiapkan seluruh pemahaman teori seni untuk mempertahankan konsep seni lukis posteral saya di hadapan kurator dan para seniman lain. Mereka tak sekadar jago gambar, tapi juga amat paham teori seni. Selain itu mereka tak kenal ampun di forum pertanggungjawaban karya. Tak apa, saya pernah lumayan sukses di forum yang mirip, saat kawan-kawan meminta pertanggungjawaban akan karya tulis saya yang ditasbih sebagai terbaik di lomba Lustrum ISI I. Namun yang harus paling diseriusi adalah agenda reuni dengan para mahluk lawas Gampingan.

Alasan terakhir itu adalah cara tersahih mengatasi ketidakpercayaan-diri tersebut. Katakanlah itu temuan saya, seni berekspresi saya. Cerdas bukan?

Berekspresi Seni

Kemudian saya mengurai hal yang membuat tidak percaya kenapa bisa menjadi salah satu yang terpilih. Di bagian ini ada kemungkinan-kemungkinan. Saya menyingkirkan kemungkinan pertama bahwa ada sedikit dari jajaran panitia yang mengenal saya. Meski itu benar, saya tak yakin mereka ingat, karena rekaman memorinya pastilah tertimbun oleh nama-nama seniman ternama. Dan tentulah akan menjadi taruhan yang sungguh berbahaya bagi keprofesionalitasan mereka. Kemungkinan berikutnya adalah mereka pernah menemukan dan membaca tulisan saya di blog dan/atau media alternatif tentang seni, kajian budaya, khususnya tentang Yogyakarta. Bagian ini lebih mendekati kemungkinan kiraan saya, karena cukup banyak yang berhimpit dengan tema pameran. Kemungkinan terakhir adalah adanya agenda tersembunyi panitia dengan menunggangi acara utama yang sebenarnya untuk mengadakan reuni para mahluk lawas Gampingan. Kemungkinan terakhir ini kembali memperlihatkan betapa saya sesungguhnya cukup jenius dalam menganalisa.

Baiklah, akhirnya saya mengirimkan karya lukis posteral ke Yogya. Pengertian klasik posteral adalah karya rupa yang dibuat dengan menggunakan warna-warna tajam dan pesan kuat. Rancangan seperti itu disengaja untuk menarik perhatian massa agar membaca pesan yang ada secara cepat. Karenanya poster sering dipakai untuk medium propaganda dan/atau iklan. Niatan demikian dikatakan mengurangi nilai kemurnian berekspresi seni, sehingga seni rupa dibelah dalam dua kategori mengambang yaitu seni terap dan seni murni. Seni rupa yang diniatkan untuk kepentingan di luar dirinya – sebagaimana poster, masuk di dalam seni terap, sedang yang niatnya untuk seni sendiri – misal lukis, dimasukkan ke dalam seni murni. Para seniman penganut mazab pakem fundamentalis selalu mengalami kegelisahan dalam menjaga kemurnian pakem dari benturan seni alternative-experimental. Mereka susah menerima bahwa kesenian bisa dan amat memungkinkan untuk saling berbelit, melebur, sinkretik, bahkan eklektik. Bagi mereka seni terap yang dicampur dengan seni murni haram hukumnya.

Dan saya termasuk penyuka yang haram-haram. Meskipun saya menyebutnya sebagai karya lukis posteral, bukan berarti batasan tersebut tidak begitu saja bisa mereka pakai untuk mengeliminasinya dari kategori lukisan. Saya memilih istilah ini sekad
ar untuk mengantisipasi mereka yang bisa saja akan secara sederhana berpendapat bahwa pakem seni lukis adalah karya seni rupa yang dibuat dengan menyapukan warna secara langsung di atas media dwimatra. Sementara saya cukup ramban berbagai materi citra yang tersedia sebagai public domain di internet, kemudian melakukan olah visual menggunakan perangkat lunak photoshop dan tetikus, lantas memindahkan hasil yang tampak di layar komputer ke atas kanvas dengan teknik cetak digital. Untuk membenahi beberapa yang kurang, saya sapukan cat akrilik sebagai sentuhan akhir. Saya tumbuh bersama para pelabrak pakem di Gampingan. Menolak pakem adalah tradisi Gampingan. Jadi rasanya tak akan ada yang memprotes pilihan ini, kecuali dari para pakemis yang tetap saja masih ada meski sebagai minoritas.

Atau bisa jadi justru dari kurator yang salah memahami konsep karya saya. Namun kemungkinan itu kecil mengingat mereka begitu mumpuni dalam bidangnya, dan juga bukan jenis mahluk pengidap exspressophobia, istilah yang saya buat untuk mereka yang anti ekspresi seni.

Ah, lihat saja nanti.

This entry was posted in Anarkonesia and tagged , , . Bookmark the permalink.

107 Responses to Ngayogyakarta Anarkiningrat

  1. martoart says:

    1. Setelah tahap awal pemilihan 42 seniman, panitia membuka pendaftaran peserta berikutnya. Pada situsnya, juga terjadi perubahan peserta awal, sehingga menjadi berjumlah 123 seniman. http://www.jogja-istimewa.net/2. Ulasan lukisan rencananya akan aku posting tersendiri, sebagai sequel dari Freemartory.3. Postingan ini belum dibuka untuk umum, karena tidak boleh memublikasikan karya sebelum dan selama pameran berlangsung, sebagai salah satu syarat dari panitia4. Postingan ini juga semacam woro-woro ngundang lihat pameran sekaligus kopdar buat kontak MP yg sempat. Piye choy?5. Kayaknya perlu mencurigai bbrp teman yg ngeshare tulisanku ttg Yogya di media lain, sehingga sempat terbaca oknum panitia. Salah satunya Tampah. Trims mas dab.Tapi sing penting….

  2. seblat says:

    markosib. dadi kangen nesu mulih :))

  3. ohtrie says:

    seblat said: markosib. dadi kangen nesu mulih :))

    Kapan tekan ngomah…?Tak enteni balimu suuu….!!!To mBah MArto:Karena event-nya adalah di JNM yang sekaligus exs ISI Nggampingan, kayane mang beneran moment sampean iki mBah. Buat balik kampung, balik kampus…..Sluman Slumun Slamet mBahh…… (tolak sawan bali ndalankampus wisss)🙂

  4. seblat says:

    jik betah nang depok je, cluk.. :))

  5. ohtrie says:

    seblat said: jik betah nang depok je, cluk.. :))

    April ra ana agenda mulih kulakan mbako pa..?🙂

  6. seblat says:

    di usahakne. pengen kulakan teh :))

  7. damuhbening says:

    Nama2 tenar diawal tulisan bukan nama asing lagi ketika aku ada dijogja, bahkan beberapa sempat ku”temui”/bertemu ala kadarnya. Jadi bisa dipastikan hal itu bukan momen penting :)sayangnya aku di Bali, jadi gak iso mlototi hasil reka visualmu, cak.Apa yg cak Marto lakukan belakangan ini sering kulakukan untuk desain artwork hotel, jadi kadang “pakem” memang hanya ada di Jogja…wakakaka….Dan alasan2 seperti analisa terakhirmu sering juga kujadikan pembesar hati tiap kali menghadiri undangan yang membuatku ingin menghilang dari peredaran…Jadi…selamat ya Cak, semoga sukses

  8. Selamat yo…eh, aku sik penasaran karo gambar ala lucifer kuwi :)yo wis, aku tunggu postingane.

  9. agamfat says:

    Mantabsssss sayang ane ke makassar tgl itu mbah

  10. liamahyudin says:

    Wajar diundang, orang lukisannya keren kok :)Congrat ya Mas.

  11. Taelaaah om freemartory kereeen euy diundang booo!Btw itu gambar lucifer amat hahahhaaBtw kok aku baru tau om marto suka lukis plaaaaakksss kemane ajeee neeenggg?!?!!!!Jangan malu2in ponakan yaksYg kereeeenn yaaaa😀

  12. renypayus says:

    Lukisane keren. Pelukisnya juga dikirim ke Jogja, ga?

  13. martoart said: Postingan ini juga semacam woro-woro ngundang lihat pameran sekaligus kopdar buat kontak MP yg sempat. Piye choy?

    Aji told me that you’ll arrive at Yogya in April 10, and he will try his best to get to Yogya. I’ll depart to Probolinggo in April 6 and proceed to Semarang, and will be in Yogya in April 12. Will you two still be there by then?

  14. wayanlessy says:

    Wow. Berarti karya Cak Marto bakal berdampingan dengan nama-nama seniman ternama lainnya.Keren banget Caaak..Selamat ya. Semoga sukses!

  15. rirhikyu says:

    udah berhasil mengatasi ngga percaya dirinya?Semangat en congratz *tepuk2 bahu cak marto

  16. damuhbening said: sayangnya aku di Bali

    As my t-shirt says,Bali Wae Nang Jogja<!–

  17. srhida says:

    wehh.. kudu mulih kih…

  18. bimosaurus says:

    Kayaknya jika njenengan diletakkan di Afghanistan di jaman Thaliban pasti njenengan akan jadi termasuk golongan The Pashtun[1] Johann Sebastian Bach atau Gabrieli.. Dimana JSB tersebut termasuk golongan orang yang memberontak pembatasan pikir dan ekspresi di jaman sebelum Renaissance, meskipun akhirnya orang-orang macem ini kadang akan dicap sebagai orang-orang Liberal[2] Dimana mereka dianggap sebagai orang yang menola pembatasan.. bahkan kadang oleh negara dan agama.Namun bagaimanapun orang-orang macem ini, aliran listrik di syaraf otaknya juga tidak akan terbatasi oleh apapun, sehingga orang macem ini memang bisa dikataan : CERDASProklamasikan saja paham Freemartory… tak melu

  19. bimosaurus said: Kayaknya jika njenengan diletakkan di Afghanistan di jaman Thaliban

    …he’ll be dead…

  20. bimosaurus says:

    edwinlives4ever said: …he’ll be dead…

    Pasti hahahaha…. Dan ID MP nya berubah jadi Mart-no-art

  21. itsmearni says:

    wah lukisannya….*menunggu reaksi penonton terhadap lukisan itu nantinya saat dipajang

  22. karonkeren says:

    kayaknya kok gua bakalan tau sapa yang protes sama poster ini … jelasnya bukan sultan dan kerabatnya … bukan juga seniman seniman jogja … tapi kemungkinan besar 2 kelompok di jogja yang selama ini sering berdiri berseberangan dan saling melawan satu sama lain … hahaha

  23. Or those who don’t understand the original meaning of anarchy.

  24. martoart says:

    edwinlives4ever said: till be there

    Yep! Horeeeeeee….!!!

  25. martoart says:

    damuhbening said: “pakem” memang hanya ada di Jogja..

    Sudah pasti itu. Beberapa temen sempat tinggal di sana. Dirawat. he he..

  26. martoart says:

    afemaleguest said: wah!congratz Kang!

    Trims

  27. martoart says:

    fightforfreedom said: Selamat yo…eh, aku sik penasaran karo gambar ala lucifer kuwi :)yo wis, aku tunggu postingane.

    trims bung! he he.. aku udah tebak.

  28. martoart says:

    agamfat said: Mantabsssss sayang ane ke makassar tgl itu mbah

    Ngapain Gam? ngeksploitasi bumi lagi? ha ha ha..

  29. martoart says:

    liamahyudin said: orang lukisannya

    kurang ‘Dan’.Trims.

  30. martoart says:

    cinderellazty said: Jangan malu2in ponakan yaks

    Siap Pon!

  31. martoart says:

    renypayus said: Pelukisnya juga

    yoai…

  32. martoart says:

    wayanlessy said: seniman ternama lainnya

    di postingan, aku hilangan kata ‘Lainnya’, karena aku belum terhitung di dalamnya sbg ternama. he he..trims Lessy

  33. martoart says:

    rirhikyu said: udah berhasil mengatasi ngga percaya dirinya?

    semoga. lihat aja ntar kalo kawan2 itu pada ngoceh di forum. trims supportnya sist.

  34. martoart says:

    srhida said: wehh.. kudu mulih kih…

    ojo numpak ojek…

  35. martoart says:

    anotherorion said: he gambare mantep

    tengkiyu bro..

  36. martoart says:

    seblat said: kangen nesu mulih

    pasangan itu udah meninggal. sedih dab. semoga keduanya ketemu kawan2 Gampingan yg juga udah meningal. he he..

  37. martoart says:

    ohtrie said: Karena event-nya adalah di JNM yang sekaligus exs ISI Nggampingan, kayane mang beneran moment sampean iki mBah. Buat balik kampung, balik kampus…..Sluman Slumun Slamet mBahh……

    tengkiyu Trex.. ngumpul yuk.

  38. martoart says:

    bimosaurus said: Mart-no-art

    Wakakakakakaka….. Ngumpul yuk mas dab!

  39. martoart said: Yep! Horeeeeeee….!!!

    I’ll bring the wine.

  40. martoart says:

    itsmearni said: menunggu reaksi penonton terhadap lukisan itu nantinya saat dipajang

    Sama. mo nunggu juga.

  41. martoart says:

    edwinlives4ever said: I’ll bring the wine.

    Kenapa yg haram2 itu nikmat?*Oma Irama is the best!

  42. martoart says:

    edwinlives4ever said: Or those who don’t understand the original meaning of anarchy.

    xactleee….

  43. martoart says:

    karonkeren said: tapi kemungkinan besar 2 kelompok di jogja yang selama ini sering berdiri berseberangan dan saling melawan satu sama lain … hahaha

    Jangan bro.. ntar Gampingan digrebeg lagi ma mereka untuk ke dua kalinya.

  44. bimosaurus says:

    martoart said: Wakakakakakaka….. Ngumpul yuk mas dab!

    OKEY tenan ketoke :Dtak siapkan ndan!!

  45. martoart says:

    bimosaurus said: tak siapkan ndan!!

    ga perlu dandan dab.

  46. orangjava says:

    Pingin lihat fotonya….

  47. orangjava said: Pingin lihat fotonya….

    Why don’t you just take a leave and go to Yogya? That way you’ll be able to see the real thing and not only a picture.

  48. orangjava says:

    edwinlives4ever said: Why don’t you just take a leave and go to Yogya? That way you’ll be able to see the real thing and not only a picture.

    I can not fly

  49. martoart says:

    orangjava said: I can not fly

    take some drugs..

  50. orangjava said: I can not fly

    But you can swim, I assume?

  51. orangjava says:

    martoart said: take some drugs..

    Got a get HIGHER Mbah……….but not fly away…..

  52. orangjava says:

    So far a way………show me how??

  53. orangjava said: So far a way………show me how??

    Ask Marto, he’s the swimming expert. He can dive to the bottom faster than anybody else.He simply hasn’t learned how to resurface.

  54. martoart says:

    edwinlives4ever said: He simply hasn’t learned how to resurface.

    Ga perlu. I have Allah the Savior!

  55. orangjava says:

    edwinlives4ever said: Ask Marto, he’s the swimming expert. He can dive to the bottom faster than anybody else.He simply hasn’t learned how to resurface.

    No Way…..he can only style 69….

  56. duabadai says:

    selamat cak! sudah siap menjadi ternama?🙂

  57. martoart says:

    duabadai said: selamat cak! sudah siap menjadi ternama?🙂

    never😉

  58. ganesth says:

    Pede aja to.. Ente bisa jadi basquiat endonesa kok.. Gw doain ente jadi kayaraya.. Amiiiiiiiiin.

  59. martoart says:

    ganesth said: Ente bisa jadi basquiat endonesa

    gw ga tahu dia jadi tajir apa ga, tapi gw tahu doi mokat over dosis heroin bro..Meluncur ke Yogya yuk bro.

  60. ohtrie says:

    martoart said: tengkiyu Trex.. ngumpul yuk.

    Selalu siap asal Lik Bimo gak ngajak keluar kota garap sesuatu…:)

  61. ohtrie says:

    edwinlives4ever said: I’ll bring the wine.

    Sing akehh……..!!!:))

  62. agamfat says:

    berarti sejajar dg para pelukis miliaran rupiah dong

  63. karonkeren says:

    marto calon jutawan baru oi … sekarang aja udah jadi eksptariat kemang … hihihi

  64. martoart says:

    agamfat said: berarti sejajar dg para pelukis miliaran rupiah dong

    Yo aiii..!!!

  65. martoart says:

    karonkeren said: kemang

    Kemang? uh.. kecil itu chuy!*dada membusung, mata memandang remeh

  66. agamfat says:

    Spesialis ekspatriat hehehe

  67. moyjiko says:

    Baru ngeh, judulnya “Anarkiningrat” :)Lukisan dan judul yang keren hehe

  68. martoart says:

    moyjiko said: “Anarkiningrat”🙂

    :)Trims Moy

  69. dekmaniezt says:

    Itu lukisanmu yang dikirim ya? Begitu liat, aku langsung keingetan koleksi tarotku. Duh, kartu apa ya namanya *lagi ga bawa tarot* kartu mayor arcana sih, mungkin “magician”. Hihii, tapi lucu tuh kalo punya koleksi tarot dari gambarmu yg kaya gini, hahaa..Welcome to Jogja ya cint, titidije.

  70. karonkeren says:

    selamat bereuni bareng alumni gampingan … jangan lupa oleh oleh wine dan vodkanya … hehehe

  71. martoart says:

    dekmaniezt said: “magician”

    Apapun itu, aku ambil figur Bafomet dalam amiabha wisdom position dengan pran mudra jemari tangan kanan dan apana mudra semari tangan kiri.*Sekalian mengoreksi kawan2 yang mengira ini figur Lucifer.

  72. dekmaniezt says:

    Searching bafomet malah dapet kartu tarot “devil” hihii…malah pengen jadi hidden hadirin di forum pertanggungjawaban karya, hiks😦

  73. t4mp4h says:

    buwajingan ….. aku marai san saya kebelet mulih …

  74. t4mp4h says:

    martoart said: 5. Kayaknya perlu mencurigai bbrp teman yg ngeshare tulisanku ttg Yogya di media lain, sehingga sempat terbaca oknum panitia. Salah satunya Tampah. Trims mas dab.

    makanya itu akun twitter’e dipake ben payu dodolan cangkem hahahahaha

  75. inyong says:

    nambah mumet mbaca tulisanmu cakmendem wae yukkkk kapan… please call me

  76. ohtrie says:

    inyong said: mendem wae yukkkk kapan…

    wakakkakak..

  77. ohtrie says:

    addicted2thatrush said: aku wes salim..

    Wis tean ngomah..

  78. rawins says:

    apalah artinya pakem yang cuma bikinan manusiatuhan saja tidak otoriter dengan firman-firmannyakalo budaya sudah tidak mengikuti perkembangan kemanusiaan apa ya masih bisa disebut budi daya#asal masih ono gandhung, gampingan akan tetap jaya, mbah…

  79. martoart says:

    rawins said: kalo budaya sudah tidak mengikuti perkembangan kemanusiaan apa ya masih bisa disebut budi daya

    Manteb nih!#Salam dari The Immortal Gandung

  80. lifevolution says:

    sangat iluminati hahahaha

  81. martoart says:

    lifevolution said: sangat iluminati hahahaha

    He he.. welcome back home sist!

  82. martoart says:

    Tanggal 27 April 2012 adalah tanggal penutupan pameran, karena itu pada hari ini, Sabtu, 28 April 2012, maka saya putuskan untuk mengubah status postingan menjadi For Everyone.

  83. Wah! Om MartoArt itu di Yzogyza toh? Aku baru tau. *sungkem*

  84. musimbunga says:

    Wuidih keren dah..

  85. martoart says:

    malambulanbiru said: di Yzogyza toh?

    udah mulih mbetawi jeng… he he

  86. martoart says:

    musimbunga said: Wuidih keren dah..

    trims

  87. martoart says:

    bambangpriantono said: WOWWWWWWWWWWW

    ngopo mbangng,… ngaceng?

  88. sukses yo mbah…aku pikir kenapa ga liat postingan ini sebelum dibuka buat epriwan, oh ternyata pas aku melahirkan yo postingnya hihihi

  89. martoart says:

    srisariningdiyah said: sukses yo mbah…

    trims Ari.. kembali cengmangat yo..

  90. cambai says:

    martoart said: Entah kesambet apa para panitia pameran itu, sehingga di dalam undangan tersebut nama saya terpilih menjadi salah satu peserta bersama 42 seniman ternama.

    pada pikun gak cak panitianya? atau salah nama.. pastiin dan cross ceck cak.. xixixixi

  91. cambai says:

    gambar itu bikin cak marto kah?

  92. martoart says:

    cambai said: gambar itu bikin cak marto kah?

    ho oh.

  93. cambai says:

    saya gak gitu faham adat dan budaya jawa…boleh dijelasin gak arti gambar itu? ada kata2 ditangan kiri kanan serta huruf A dalam lingkaran.. itu maknanya apa cak?8saya buta banget soal mengartikan lukisan yang maknanya kudu dicari seperti ini… bisanya yang jelas2 gitu..:)

  94. martoart says:

    cambai said: dijelasin gak arti gambar itu?

    Eingsyaloh deskripsi lebih lanjut karya ini aku posting tersendiri.

  95. sepunten says:

    pingin denger lebih banyak reaksi dari pengunjung yg melihat karyamu iki mbah.😀 ada yg mekrok ora?… :))karya ini udah sangat Postmodernism, artinya mengandung; ekletisme, deskontruksi, kistch, doublecoding…😀

  96. martoart says:

    sepunten said: reaksi dari pengunjung yg melihat karyamu iki

    Nanti coba aku sertakan bbrp foto mereka, tapi aku tak mendapat info ttg reaksinya.

  97. dollantefran says:

    Your works looks more friendly in my eyes. And I can feel the creator’s sense of humor in it.

  98. martoart says:

    dollantefran said: Your works looks more friendly in my eyes. And I can feel the creator’s sense of humor in it.

    tapi tetep bergaya resmi ya Tef.. he he.. Trims

  99. mutitem says:

    martoart said: ni harus diatasi.

    Ya, tul.

  100. mutitem says:

    martoart said: bergaya resmi ya

    He … heeh …Baru ni ku dengar da humor resmi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s