Kepada Tiran Kita Mengaji


Para filsuf, motivator masa lalu, orang suci, guru sufi, nabi, avatar, dan kaum bijak bestari adalah kepada mereka kita berterimakasih telah mengajar mengucap Haleluyah, Alhamdulillah, Namo Tassa Buddha, ataupun segala bentuk pujian kepada yang diagungkan. Kemudian – tanpa mengurangi rasa hormat -, terima kasih itu harus kita bagi-sisihkan pula kepada para penemu, ilmuwan, teknolog, inovator, dan siapapun yang berjasa besar di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebab merekalah yang menyadarkan kita betapa bernilainya akal manusia.


Uang dan Uang.

Namun sepertinya peradaban justru tak akan berjalan bila di dunia hanya berisi kebaikan. Kebaikan akan berhenti bila tak ada yang perlu diperbaiki, dan pengetahuan manusia tak berkembang bila tak menemu persoalan. Maka apakah perlu kiranya kita sampaikan juga terima kasih kepada agen kejahatan dan bencana yang diciptakannya?

Jawabannya; Tidak!, Dan tidak perlu ragu mengatakan itu.

Adalah karena mereka punya satu niat utama, yaitu menguasai. Oleh sebab itu mereka bisa melakukan apa saja untuk tiba di sana sembari menciptakan paradoks-paradoks budaya. Dengan santun mereka menyusupkan agendanya di dalam buku suci dan ajaran agama. Dan dengan cerdik mereka menyelipkan programnya di dalam proporsal proyek penelitian ilmiah. Lembut dan bersahaja hingga tiba waktunya, dunia dan sejarah tercekat saat menyadari keterlambatannya. Tercekat karena heran sendiri bagaimana ajaran moral justru menyuguhkan pembantaian sesama manusia. Tercekat karena kecolongan bagaimana bisa teknologi yang seharusnya memudahkan kehidupan malah menciptakan genosida.

Siapa agen kejahatan itu? Mudah ditebak; Kaum modal alias mereka yang berlambar kapitalisme. Kapitalisme adalah ideologi yang amat licik dan berdaya bunuh tinggi. Dia rela bersimbiosis dengan negara berideologi apapun sejauh bisa mengatur dompet pemerintahnya.

Beri saya kewenangan mengontrol aliran dana sebuah negara, maka saya akan (bisa) cuekin sesiapapun pembuat hukumnya“.

Mayer Amschel Rothschild, Pendiri Perbankan Dinasti Rothschild

Apa yang dikatakan Mayer sejatinya tak jauh beda dengan apa yang pernah disatirkan Francois-Marie Arouet dalam meledek tabiat kapitalistik bahwa;


Kalau sudah bicara uang, agama/ideologi semua orang sama


Arouet yang lebih dikenal dengan nama pena Voltaire adalah seorang filsuf Perancis dan aktivis pejuang kebebasan kemanusiaan yang dibastillekan karena pernyataan-pernyataan pedasnya kepada para bangsawan.

Undang-undang

Kekejian tak melulu tampil berupa pedang dan pertempuran, namun bisa berwujud pena dan loby, atau undang-undang dan debat di parlemen. Apabila uang sudah di tangan, segala perundangan bisa dimainkan. Itu barangkali yang dimaksud dan dihendaki Mayer. Undang-undang ciptaan mahluk semacam ini tidak pernah melindungi, tapi justru menjadi perangkat pasung rakyatnya sendiri. Tidak memberi ketenangan, namun malah menjelma tentara taat – anjing penjaga kekuasaan.

Betul, saya bicara fasisme. Barangkali fasisme adalah nama lain untuk kekejian tiada tara yang tertata. Fasisme adalah manajemen kekejaman resmi ideologi – ideologi besar dunia. Ketika berwajah tentara, mereka mengarahkan senjata keluar pagar, namun ketika berupa undang-undang, peraturan, TOS, atau apapun lah namanya, bayonetnya bisa memutilasi anggota tubuh keluarga sendiri. Maka waspadai dan lawan setiap potensi fasistik yang merayap, entah dari luar pagar ataupun dari dalam rumah sendiri. Syukur-syukur membuat Sang Tiran sadar dan melakukan tobatan-nasuha di depan massanya:


—————————————————————————————————————————


Tulisan ini diunggah untuk turut memberi semangat perlawanan bloger REPUBLIK MULTINESIA ANTI PENYENSORAN terhadap upaya serakah kaum kapitalis-fasis membuat internet yang menyenangkan menjadi membosankan.

Pemuatan video dengan lisensi standar dari Youtube.com di dalam kolom blog saya untuk pertamakalinya ini adalah juga sebuah pernyataan perlawanan sebagai bloger terhadap sebuah RUU anti pembajakan yang bernama PIPA (The Protect IP Act) dan SOPA (Stop Online Piracy Act) yang tengah digulirkan di kongres Amerika. Silakan resapi pidato Charlie Chaplin yang memarodi Hitler dalam film “The Great Dictator” ini. Trims buat Youtube.

Bersama ini, saya mengajak Anda untuk berada dalam barisan yang sama dengan memberi dukungan sebagai warga dunia yang merdeka, atau menambah suara sebagai pengguna internet yang bebas.

TETAP MELAWAN!
This entry was posted in Social Media and tagged , , . Bookmark the permalink.

107 Responses to Kepada Tiran Kita Mengaji

  1. martoart says:

    Terima kasih kepada Bung Iwan FFF untuk pelajaran IT-nya.Silakan klik setiap link yang saya tautkan untuk tahu isinya,dan segera dukung sebelum tanggal 24 Januari 2012

  2. karonkeren says:

    gue udah ikutan petisi onlinenya dari kapan ari …

  3. rikejokanan says:

    Kula tumut, Pakdhe…

  4. afemaleguest says:

    terbangun di waktu menjelang subuhingin membaca tapi masih ngantukbobo lagi aja dulu aaahhhbacanya nanti2 ajahzzzzzzzzzzzz

  5. wayanlessy says:

    Sejak dini hari td baca tulisan ini, tapi krn on the go jd sepotong2 terus…blm bs komen sepadan u tulisan bermutu ini. Cm bs wondering, tata aturan yg bagaimanakah yg mewujud dlm undang undang yang aman dari tunggangan orang2 fasis kapitalis?Dalam keterpasungan maupun dalam kebebasan, kurasa manusia nggak bisa dipisahkan dari sifat jahat dan jumawa seberapapun kadarnya.

  6. papahende says:

    Mas Marto, menurut saya selama untuk tujuan sosial, pemuatan video, lagu, kutipan dsb-nya – dengan menyebut sumbernya – sebaiknya dibebaskan dari istilah pembajakan. Sebagaimana beberapa antivirus, bisa menggunakan yang free (sosial) dan ada juga yang perlu membayar. Sampai sekarangpun, membuat tulisan ilmiah juga harus mengutip sana-sini. Kalau ini disebut pembajakan, berabe juga. Setuju MELAWAN!

  7. Yes.. We Must All Stand United And End Capitalism & Fascism.Beberapa situs juga telah melakukan perlawanan, menyusul situs yang lain. Mereka melakukan perlawanan dg cara menggelapkan tampilan pada tgl 18 Januari 2012, pk 8 pagi.Silakan lihat di sini: http://sopastrike.com/Jadi, jangan heran kalo menemui situs yang tampilannya gelap, gak kelihatan apa – apa.

  8. penuhcinta says:

    martoart said: namun ketika berupa undang-undang, peraturan, TOS, atau apapun lah namanya, bayonetnya bisa memutilasi anggota tubuh keluarga sendiri.

    Jadi, kita harus menemukan cara untuk “memanusiakan” aturan ya? Bukan berarti aturan dibuang ke luar jendela. Tapi ya itu tadi, kalau sudah ditunggangi kapitalisme, ya susah. (suka deg2kan kalau komen di lapakmu Cak… maluuu)

  9. karonkeren says:

    gue kadang suka ngerasa lucu lho sama yg suka koar koar anti pembajakan …di Amerika, seringkali staff produksi dari Hollywood sendiri yang ngebajak film dan diedarkan secara gelap via onlinetrus soal lagu lagu … di Indonesia malahan pernah gue nemu orang label yg memproduseri cd cd bajakan buat distribusi di Glodokgue pikir mestinya dari industrinya aja yg diberesin dulu sebelum berkoar koar soal anti piracy law … hehehe

  10. pertanyaannya, kita melawan dengan apa? membentuk sekumpulan koloni yang berteriak-teriak ‘lawan’? bukannya itu terdengar seperti orang demo di depan gedung DPR tapi ga pernah dipeduliin sama orang-orang ‘penting’ di dalamnya. atau, kita membentuk sebarisan orang-orang seperti dalam partai yang punya satu visi dan misi yang akan mendongkrak tirani dari partai lain? namun demi namun, di tengah jalan pun ‘partai’ yang baru ini bisa-bisanya terjebak dengan kepentingannya pribadi yang bisa-bisanya mengaburkan tujuannya dari tujuan sebenarnya. aku rasa ini masih jadi pe-er yang kembali meletakkan pernyataan lawan menjadi hang-case. sekelompok orang kritis memang cenderung melempar wacana dan terperangkap dalam wacananya sendiri tanpa gerak yang feasible dalam rupa tindakan yang lebih realistis. ada banyak contoh yang bisa kita lihat. penggugatan terjadi dimana-mana. tapi gugatan ya tinggal gugatan. perlawanan tak lebih dari sekedar ucapan. dan itu tidak cukup.

  11. liamahyudin says:

    martoart said: Namun sepertinya peradaban justru tak akan berjalan bila di dunia hanya berisi kebaikan. Kebaikan akan berhenti bila tak ada yang perlu diperbaiki, dan pengetahuan manusia tak berkembang bila tak menemu persoalan. Maka apakah perlu kiranya kita sampaikan juga terima kasih kepada agen kejahatan dan bencana yang diciptakannya?Jawabannya; Tidak!, Dan tidak perlu ragu mengatakan itu.

    Keren…πŸ™‚

  12. The best way to fight capitalism? Stop using money, I suppose.The best way to fight fascism? Communism or anarchy. Take your pick.

  13. inyong says:

    terimaksaih mas sharringnyakapan ngumpul nyok

  14. wikan says:

    lawan! sikat! hajar!

  15. martoart says:

    karonkeren said: gue udah ikutan petisi onlinenya dari kapan ari …

    ini babak ke dua bro, babak pertama dah menang kita. sila vote lagi.

  16. martoart says:

    afemaleguest said: bacanya nanti2 aja

    Asal jangan telat vote ya…

  17. martoart says:

    rikejokanan said: Kula tumut, Pakdhe…

    Ayo kene, neng jejerku.

  18. martoart says:

    wayanlessy said: Dalam keterpasungan maupun dalam kebebasan, kurasa manusia nggak bisa dipisahkan dari sifat jahat dan jumawa seberapapun kadarnya.

    Memang begitu, tapi jangan sampai kekuatan jahat mendominasi.”Kebaikan akan kalah oleh kejahatan yang terorganisir” – Umar bin Khatab.

  19. ohtrie says:

    martoart said: Bersama ini, saya mengajak Anda untuk berada dalam barisan yang sama dengan memberi dukungan sebagai warga dunia yang merdeka, atau menambah suara sebagai pengguna internet yang bebas.TETAP MELAWAN!

    DONE..!

  20. martoart says:

    papahende said: Sampai sekarangpun, membuat tulisan ilmiah juga harus mengutip sana-sini. Kalau ini disebut pembajakan, berabe juga. Setuju MELAWAN!

    Betul Pak Joko, tapi Si Sopa dan Si Pipa tak mau tahu semua itu.

  21. martoart says:

    anotherorion said: wess mantebs

    Trims mas bro

  22. martoart says:

    fightforfreedom said: Mereka melakukan perlawanan dg cara menggelapkan tampilan pada tgl 18 Januari 2012, pk 8 pagi.

    Pada babak pertama dulu, beberapa situs telah melakukan itu, seperti Wikipedia dan Mozila.Adayang mau mengusulkan MP melakukannya?

  23. martoart says:

    penuhcinta said: Jadi, kita harus menemukan cara untuk “memanusiakan” aturan ya? Bukan berarti aturan dibuang ke luar jendela. Tapi ya itu tadi, kalau sudah ditunggangi kapitalisme, ya susah.

    Berdagang yang manusiawi itu sah dan dianjurkan dalam rangka hubungan antar sesama, berdagang yang berlambar kapitalistik itu yang haram.

  24. martoart says:

    karonkeren said: suka ngerasa lucu lho sama yg suka koar koar anti pembajakan …

    Membajak karya orang untuk keuntungan pribadi tak kalah busuknya dengan kapitalis itu sendiri.

  25. martoart says:

    rienalanshari said: melawan dengan apa? membentuk sekumpulan koloni yang berteriak-teriak ‘lawan’?

    Teriakan ‘Lawan’ adalah jargon, dan tentu ga boleh berhenti di situ saja.

  26. martoart says:

    rienalanshari said: terdengar seperti orang demo di depan gedung DPR

    Tak ada salahnya melakukan itu. ‘Demophobia’ adalah ‘penyakit’ yg berhasil ditanamkan Orba bersama stigma buruknya unjuk rasa.

  27. martoart says:

    rienalanshari said: di tengah jalan pun ‘partai’ yang baru ini bisa-bisanya terjebak dengan kepentingannya pribadi yang bisa-bisanya mengaburkan tujuannya dari tujuan sebenarnya

    Aku dan banyak kawan termasuk barisan yang tak percaya partai, yang salah satu alasannya adalah itu.

  28. martoart says:

    rienalanshari said: sekelompok orang kritis memang cenderung melempar wacana dan terperangkap dalam wacananya sendiri tanpa gerak yang feasible dalam rupa tindakan yang lebih realistis

    Para orang kritis penentang fasis-kapitalis masa lalu tidak terperangkap dalam wacana. Mereka hanya tak berkesempatan menang untuk menerjemahkannya dalam tindakan realistis tersebut.Namun hanya karena itu, kita lantas malas bersikap kritis.

  29. martoart says:

    orangjava said: Stonk………….

    Dengerin aja pidato Charli Caplin yang memarodi Hitler itu Pak Dhe…

  30. martoart says:

    liamahyudin said: Keren…πŸ™‚

    Trims, sila vote.

  31. martoart says:

    edwinlives4ever said: The best way to fight capitalism? Stop using money, I suppose.

    Beberapa kelompok Islam melakukan itu melawan dominasi sirkulasi uang dengan bermain Emas. Mereka pakai Dinar dan Dirham. Tak sedikit yang melakukan itu di Indonesia.Beberapa kelompok Anarki di Eropa melakukan sistem Barter dan/atau saling bertukar jasa.Kedua kelompok itu lumayan bikin nervous lawannya kalau mereka membesar.China melawan kapitalisme dengan kapitalisme yg lebih keji. Mampu melipat Amrik dengan itu, tapi amat tak disarankan. Karena juga melipat buruh2nya.

  32. martoart says:

    edwinlives4ever said: The best way to fight fascism? Communism or anarchy. Take your pick.

    Anarki.Tidak bisa dengan komunisme, karena terbukti Fasisme juga dipake oleh Polit Biro Komunis era Stalin. Stalin itu stalin tiga uang ma Hitler. he he..

  33. martoart says:

    afemaleguest said: well-written!

    Then Vote

  34. martoart says:

    duabadai said: TFS mas!

    Vote mas bro.

  35. martoart says:

    inyong said: kapan ngumpul nyok

    Omong thok!

  36. sepunten says:

    paradigma fasis, kapitalis, semakin tergerus di era digital inipeninggalan era industri: sindrom super power, super star, berhala kultus dll akan segera berganti di era keterbukaan informasi… era kesadaran sosial, hingga era kesadaran spiritual… semoga dunia segera menemukan bentuk baru “trade fair” yg hakiki…mari kita perjuangkan!

  37. martoart says:

    wikan said: lawan! sikat! hajar!

    sementara cukup dengan Vote aja mas bro.

  38. martoart says:

    ohtrie said: DONE..!

    Trims Trex.

  39. martoart says:

    sepunten said: semoga dunia segera menemukan bentuk baru “trade fair” yg hakiki…

    Trims komennya Her. Miris juga jalan mewujudkan trade fair itu dihadang dengan sengit oleh kekuatan yg ga mau fair.

  40. rawins says:

    kembali ke jaman batu, mbahlakum dinukum waliyadincocotku yo duweku cocotmu sakarepmu asal ojo waton mbacotmembajak itu biadab makane mending memparodikan waedunia jangan cuma panggung sandiwara, tapi jadiin panggung dagelanurip cuma mampir ngombe kokmakane wong mabok ki bebasngebir wae yo mbah…

  41. wikan says:

    martoart said: sementara cukup dengan Vote aja mas bro.

    vote! sikat! hajar!πŸ™‚

  42. wayanlessy says:

    karonkeren said: gue kadang suka ngerasa lucu lho sama yg suka koar koar anti pembajakan …di Amerika, seringkali staff produksi dari Hollywood sendiri yang ngebajak film dan diedarkan secara gelap via onlinetrus soal lagu lagu … di Indonesia malahan pernah gue nemu orang label yg memproduseri cd cd bajakan buat distribusi di Glodokgue pikir mestinya dari industrinya aja yg diberesin dulu sebelum berkoar koar soal anti piracy law … hehehe

    Pernah nggak ngerasain punya karya terus dibajak? Nggak enak bgt. Apalagi kl yg mbajak mengeruk keuntungan dan merugikan pemilik karya yg kadang u menghasilkan karya itu mengeluarkan modal (baik yg tangible maupun yg intangible) sangat besar.Ya iyalah orang2 ini paling kenceng menjerit anti pembajakan. Saya bisa ngerti.Btw, bagaimana caranya ngeberesin industri biar bersih dari pembajakan tanpa ada aturan yg memberi legalisasi pemerintah u bergerak? Ngeri bgt bayangin pemerintah main beresin pembajakan tanpa aturan…

  43. wayanlessy says:

    wikan said: vote! sikat! hajar!πŸ™‚

    Hayuk..:-)

  44. wikan says:

    wayanlessy said: Hayuk..:-)

    hayuk! sikat! hajar!πŸ™‚

  45. martoart says:

    rawins said: ngebir wae yo

    ngebir wae neng pedalaman Kaltim, adoh mas bro

  46. martoart says:

    rirhikyu said: Tag dulu

    Vote dulu baru baca gpp.

  47. martoart says:

    remangsenja said: done dari kemarin

    Peluk..

  48. rirhikyu says:

    rirhikyu said: dah voteπŸ™‚

    skrg br baca … hahahhahaha

  49. rirhikyu says:

    martoart said: Peluk..

    anget…

  50. rirhikyu says:

    wayanlessy said: Pernah nggak ngerasain punya karya terus dibajak? Nggak enak bgt.

    pernah T_T en nyesek banget

  51. rengganiez says:

    temen2 OS jg kudu diajak nihh…pastinya mereka juga akan ketar ketir jik MP nanti ditutup.

  52. cenilhippie says:

    martoart said: sistem Barter dan/atau saling bertukar jasa.

    menarik

  53. martoart says:

    rengganiez said: temen2 OS jg kudu diajak nihh…pastinya mereka juga akan ketar ketir jik MP nanti ditutup.

    Urusanku saat ini hanya handling kepedulian mengajak melawan sikap fasis-kapitalistik. Menyelamatkan MP itu hanya imbas.Padahal seorang pedagang takkan bisa menyelamatkan lapaknya ketika pasar induknya dibongkar tibum, bukan sebaliknya. Maka, yang mau menutup diri, males vote, baik OS, bloger, dst, ya terserah. Ajakan udah banyak disampaikan oleh para aktivis anti Sopa dan Pipa. Masuk barisan aja, sukur2 ikut kampanye.Bukankah kita ternyata terbukti independen? Rep Multinesia udah kampanye melawan tanpa nunggu Mulpid yg seharusnya berkepentingan awal untuk ini.

  54. martoart says:

    Bagi kawan2 yang masih bingung tentang SOPA -PIPA, sementara waktu udah mepet… silakan baca postingan yang amat mencerahkan di:http://fightforfreedom.multiply.com/journal/item/75/Selamatkan_MULTIPLY-MU_Pertanyaan_Yang_Sering_Diajukan

  55. wayanlessy says:

    martoart said: Bukankah kita ternyata terbukti independen? Rep Multinesia udah kampanye melawan tanpa nunggu Mulpid yg seharusnya berkepentingan awal untuk ini.

    πŸ™‚ nice

  56. rengganiez says:

    martoart said: Urusanku saat ini hanya handling kepedulian mengajak melawan sikap fasis-kapitalistik. Menyelamatkan MP itu hanya imbas.Padahal seorang pedagang takkan bisa menyelamatkan lapaknya ketika pasar induknya dibongkar tibum, bukan sebaliknya. Maka, yang mau menutup diri, males vote, baik OS, bloger, dst, ya terserah. Ajakan udah banyak disampaikan oleh para aktivis anti Sopa dan Pipa. Masuk barisan aja, sukur2 ikut kampanye.Bukankah kita ternyata terbukti independen? Rep Multinesia udah kampanye melawan tanpa nunggu Mulpid yg seharusnya berkepentingan awal untuk ini.

    hahahaha…saya hanya nyinyir karena bahkan ketika Pez sudah memohon2 untuk penghuni MP ikutan mengisi petisi, namun Mulpid masih adem ayem saja. Padahal ini tentu saja akan berdampak pada keberlangsungan Multiply ke depan, dan tentu saja akan berimbas pada target-target Mulpid..miris.

  57. fendikristin says:

    uda di vote Cak…kalau uda UUD rada susah ya…secara uang sudah jadi bahasa universal criiingggg

  58. martoart says:

    wayanlessy said: Ngeri bgt bayangin pemerintah main beresin pembajakan tanpa aturan…

    Udah cukup banyak aturan perundangan yang bisa menjerat pembajakan. Mereka mau lebih. Tak cukup terima dengan UU yang ada. itu sifat dasar kepenguasaan fasis. berantas tikus dengan bakar gudang.Karya dibajak secara komersial ataupun diaku sebagai karya pembajak? Sering!Tapi aku ga minta perusahaan itu ditutup atau rekan bisnis itu aku dibikin mengalami kematian perdata seumur hidupnya.

  59. wayanlessy says:

    martoart said: Udah cukup banyak aturan perundangan yang bisa menjerat pembajakan. Mereka mau lebih. Tak cukup terima dengan UU yang ada. itu sifat dasar kepenguasaan fasis. berantas tikus dengan bakar gudang.

    Maka itu aturannya juga musti diberesin. Dan rakyat perlu berjuang untuk itu. Masyarakat perlu fight untuk itu tanpa lelah.Sebab yg namanya aturan sejatinya nggak cuma buat mengatur masyarakat tapi juga bagaimana pihak penguasa berlaku.Ya. termasuk kepenguasaan fasis. Paling tidak dengan aturan masih sandungan untuk sewenang-wenang. Walau yg melulu dilihat adalah fungsi Undang-undang sebagai alat mereka, dan memang demikian kenyataannya jika tak ada perlawanan!Melihat kalimatku yg dikutip adalah: “Ngeri bgt bayangin pemerintah main beresin pembajakan tanpa aturan…” harusnya jelas bahwa arah kalimatku pada Karonkeren adalah, mempertanyakan bagaimana bisa berani mengharapkan penguasa yg keji melakukan sesuatu tanpa aturan (yg tak hanya mengatur, memberi batas-batas yg dikuasainya tapi juga penguasa itu sendiri) lha pakai aturan saja sudah demikian. Akan lebih liar lagi pastinya. Bukan berantas tikus dengan bakar gudang, tapi dengan bakar kampung.Tanpa adanya aturan, kita nggak akan mungkin menang dengan mekanisme Voting, seperti yg sedang diusahakan sekarang ini.

  60. martoart says:

    wayanlessy said: Tanpa adanya aturan, kita nggak akan mungkin menang dengan mekanisme Voting, seperti yg sedang diusahakan sekarang ini.

    Sejujurnya: Aku tak tertarik memenagi keputusan dengan cara voting ataupun mekanisme suara terbanyak. Kecuali itu dilakukan untuk memperjuangkan sikap kemanusiaan yang merdeka, filosofi dasar dari keadilan yg membebaskan dari kepenguasaan absolut.

  61. wayanlessy says:

    martoart said: Sejujurnya: Aku tak tertarik memenagi keputusan dengan cara voting ataupun mekanisme suara terbanyak. Kecuali itu dilakukan untuk memperjuangkan sikap kemanusiaan yang merdeka, filosofi dasar dari keadilan yg membebaskan dari kepenguasaan absolut.

    dan pengecualian itu mau nggak mau tetap harus dilakukan hingga penantian terhadap kemunculan jenius penemu suatu sistem yg sempurna, berakhir.:)

  62. martoart says:

    wayanlessy said: dan pengecualian itu mau nggak mau tetap harus dilakukan hingga penantian terhadap kemunculan jenius penemu suatu sistem yg sempurna, berakhir.:)

    Bukankah itu esensi kehidupan?Bukankah proses itu sangat hidup?

  63. wayanlessy says:

    martoart said: Bukankah itu esensi kehidupan?Bukankah proses itu sangat hidup?

    dan yg membuat hidup itu menyala.

  64. martoart says:

    wayanlessy said: dan yg membuat hidup itu menyala.

    trims diingatkan “Urip iku Urup!”

  65. ohtrie says:

    martoart said: “Urip iku Urup!”

    NItip Link :Urip iku urup” ahh..http://ohtrie.multiply.com/journal/item/247 πŸ˜›

  66. wayanlessy says:

    ohtrie said: NItip Link :Urip iku urup” ahh..http://ohtrie.multiply.com/journal/item/247 πŸ˜›

    hahay….sudah kuduga mas Trie akan langsung menyambut ini dengan cantiknya…:)

  67. penuhcinta says:

    rengganiez said: hahahaha…saya hanya nyinyir karena bahkan ketika Pez sudah memohon2 untuk penghuni MP ikutan mengisi petisi, namun Mulpid masih adem ayem saja. Padahal ini tentu saja akan berdampak pada keberlangsungan Multiply ke depan, dan tentu saja akan berimbas pada target-target Mulpid..miris.

    Husss… belum cukup disuruh “get a life” dan dituding “mengemis perhatian” yaaa? Hua…ha…ha. Eh tapi gak termasuk ding, kan ini bukan masalah marketing yak, tapi masalah komunikasi yang bumpet pet pet pet.

  68. rengganiez says:

    Lah coba mbak Sum, gimana saya gak nyinyir jika dari data yang saya kutip dari mulpid, saat ini pengujung katanya 5 juta orang setiap bulan. Pertumbuhan rata-rata 2.000 gerai setiap bulan..lumayan khan kalo digerakkan untuk isi petisi.

  69. penuhcinta says:

    rengganiez said: Lah coba mbak Sum, gimana saya gak nyinyir jika dari data yang saya kutip dari mulpid, saat ini pengujung katanya 5 juta orang setiap bulan. Pertumbuhan rata-rata 2.000 gerai setiap bulan..lumayan khan kalo digerakkan untuk isi petisi.

    Bechulll… lumayan banget yooo. Coba saja di pikiran mereka tak hanya memikirkan handling marketing, tapi juga komunikasi yg baik. Karena sesungguhnya kedua hal itu terkait erat sekali, tak dapat dipisahkan. Mosok mau marketing tapi nyuekin atau diam seribu bahasa?

  70. martoart says:

    Sudahlah kalian berdua. Berriang gembira urusan remeh-temeh ginian sepintas aja. Jangan sampe mengganggu kinerja melawan tirani. Ayo kerja lagi.*Kasih ulegan ke Kriwil, kasih bakiak ke Dim Sum-inten.

  71. martoart says:

    martoart said: remeh-temeh

    remeh-temeh gundhulmu kuwi…

  72. ohtrie says:

    martoart said: remeh-temeh gundhulmu kuwi…

    wakakakkaka….aku kok kepeksa kudu ngakak urusan serius, eh salah urusan “remeh-temeh” iki sihhh…Mbah Marto ki bul ya mencla-mencle owkkk, esuk tempe sore dhele mbengi ngeple….

  73. debapirez says:

    sbg orang politik, saya punya analaisa sendiri. sbtr lg pan Pemilu di AS. nah, tidak menutup kemungkinan bahwa kebijakan ini dibuta utk menghambat laju online campaign yg terbukti efektif pd masa kampanye Obama dl.

  74. penuhcinta says:

    martoart said: Sudahlah kalian berdua. Berriang gembira urusan remeh-temeh ginian sepintas aja. Jangan sampe mengganggu kinerja melawan tirani. Ayo kerja lagi.*Kasih ulegan ke Kriwil, kasih bakiak ke Dim Sum-inten.

    Ih, remeh-temeh dari sisi siapa, mbah? Toh sambil remeh temeh kita juga masih sibuk kerja kok ya…ngepel2, ngosek kamar mandi, dan sebagainya. Disapa di meebo kok diem aje ye… tahu2 ngasih bakiak… *langsung dipake*

  75. penuhcinta says:

    martoart said: remeh-temeh gundhulmu kuwi…

    Pasti ini ditujukan ke Gotrek, makanya dia langsung nyamber…ha…ha…ha.

  76. penuhcinta says:

    ohtrie said: wakakakkaka….aku kok kepeksa kudu ngakak urusan serius, eh salah urusan “remeh-temeh” iki sihhh…Mbah Marto ki bul ya mencla-mencle owkkk, esuk tempe sore dhele mbengi ngeple….

    Nah… hayooo… mencla-mencle tralala!

  77. rengganiez says:

    Gilaaaaa jam segini mbah marto dah bangun tidur, ini pasti karena demi melawan tirani hahaha

  78. penuhcinta says:

    rengganiez said: Gilaaaaa jam segini mbah marto dah bangun tidur, ini pasti karena demi melawan tirani hahaha

    Dan mbak Niez yang ketiduran setelah chatting tengah malam, juga udah bangun sepagi ini….he…he.

  79. afemaleguest says:

    martoart said: Asal jangan telat vote ya…

    I just did!YAY!

  80. afemaleguest says:

    martoart said: “Kebaikan akan kalah oleh kejahatan yang terorganisir” – Umar bin Khatab.

    yeah, it often happens …😦

  81. afemaleguest says:

    wayanlessy said: Pernah nggak ngerasain punya karya terus dibajak?

    pernah,ide yang kutulis di blog, dicomot seorang wartawan surat kabarnya orang Jawa Tengah, beberapa kalimat dicopy persis plek, namun dia membacanya salah …:'(

  82. afemaleguest says:

    martoart said: Then Vote

    I have done it, dudeπŸ™‚

  83. onit says:

    martoart said: terima kasih itu harus kita bagi-sisihkan pula kepada para penemu, ilmuwan, teknolog, inovator, dan siapapun yang berjasa besar di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebab merekalah yang menyadarkan kita betapa bernilainya akal manusia.

    dan jangan lupa: user-created content itu powerful!menunjukkan betapa bernilainya akal manusia. tidak terhitung blog2 yg inspiratif dan video2 keren/lucu diunggah di mana2.permisi mas, numpang komen ya. soalnya tulisannya manteb. membahas dari sisi kapitalisme. tapi negaranya malah koar2 soal jagonya demokrasi. sedangkan negara2 yg gak disetir oleh kapitalisme, yg di skandinavia sono, pada adem ayem.

  84. afemaleguest says:

    onit said: permisi mas, numpang komen ya. soalnya tulisannya manteb. membahas dari sisi kapitalisme. tapi negaranya malah koar2 soal jagonya demokrasi. sedangkan negara2 yg gak disetir oleh kapitalisme, yg di skandinavia sono, pada adem ayem.

    boleh banget Onit …heheheehhehe …

  85. moestoain says:

    Pakdhe, bisa gitaran gak? Gimana kalau kicauan mus digitari pakdhe. SIlahkan ditengok http://multiply.com/mail/message/moestoain:notes:222Bukan OOT masih ttg NO SOPA PIPA kok

  86. martoart says:

    onit said: membahas dari sisi kapitalisme. tapi negaranya malah koar2 soal jagonya demokrasi. sedangkan negara2 yg gak disetir oleh kapitalisme, yg di skandinavia sono, pada adem ayem

    Pertanyaan yg aku suka.Demokrasi itu adalah sistem terbaik saat ini, tapi bukan berarti sudah final dan masif. Ada tak sedikit relung filosofis di dalamnya, yang bisa diterjemahkan dalam klausul-klausul hukum seselera penguasa atau ideologi yang mendominasinya. Di wilayah inilah demokrasi tiba2 bisa berwajah bopeng lantaran ada oprasi plastik si empunya wajah.Maka jangan heran ketika kita pernah mendengar predikat2 yg menempel di sekitar kata ini. Sebut saja: Demokrasi Terpimpin, Demokrasi Parlementer, Demokrasi Pancasila, Demokrasi religius, Sosialisme Demokrasi, Nasionalisme Demokrasi, dst. Dan akan ketinggalan kereta kalau Kapitalisme melewatkan ini. Ideologi ini punya banyak alasan untuk mengatakan dirinya paling demokratis. Pasar Bebas adalah salah satu produk andalannya. Tentu saja itu salah besar dalam pandangan para penentangnya. Termasuk aku.Kemudian ada kelompok lain yang tak mau repot dengan dialektika itu, maka sekalian saja menolak Demokrasi. Dan pandangan yang seolah alternatif itu sejatinya adalah sistem lama yang direvitalisasi, remake. Mereka menyebutnya Kekhalifahan.Negeri2 Skandinavia lebih menerapkan ideologi Sosialisme Demokratik. Ideologi ini lebih mampu mengendalikan sistem kapitalistik agar tak memakan rakyatnya sendiri. Bukan berarti mereka ga menerapkan sistem kapitalistik dalam perekonomiannya. Sosialisme Demokratik memberi ruang kekuasaan lebih luas bagi rakyatnya dalam manajemen pemerintahan. Makanya adem ayem saja.Semoga cukup menjawab.

  87. onit says:

    matur nuwun. uraiannya menambah pengetahuankuπŸ™‚

  88. buat temen temen MP yang punya wordpress atau blogspot bisa juga mengcopy code ini untuk menunjukkan dukungan melalui tanda pita hitam pada halaman anda πŸ™‚

  89. dan akhirnya…WORDPRESS SUDAH BLACK OUT PADA DETIK INI”

  90. martoart says:

    Teman2 bisa lakukan ritual nyepi di blog sendiri selama 24 jam ini.http://martoart.multiply.com/journal/item/147/JEDA

  91. cenilhippie says:

    martoart said: Negeri2 Skandinavia lebih menerapkan ideologi Sosialisme Demokratik. Ideologi ini lebih mampu mengendalikan sistem kapitalistik agar tak memakan rakyatnya sendiri. Bukan berarti mereka ga menerapkan sistem kapitalistik dalam perekonomiannya. Sosialisme Demokratik memberi ruang kekuasaan lebih luas bagi rakyatnya dalam manajemen pemerintahan. Makanya adem ayem saja.

    bisakan ini diterapkan disini?

  92. enkoos says:

    Terima kasih Marto sudah membuatkan logo tolak SOPA PIPA dan membagikannya untuk kita.

  93. martoart says:

    enkoos said: logo tolak SOPA PIPA

    Kalo bukan kalian yang ngompori, momen bersejarah kita ini ga akan pernah terjadi. he he.. Trims buat semua.

  94. ohtrie says:

    107. Dengan tanpa menunggu perijinan terlebih dahulu, tulisan-tulisan yang ada disini saya jadikan sebagai bahan referensi pada journal yang baru saja saya publish di http://ikanmasteri.com/archives/3702Maaf dan terimakasih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s