The Show Mas Gogon!

Ada satu hal yang tak henti membuat saya berpikir. Adalah betapa sayangnya penguasa negeri ini kepada rakyatnya. Ini tampak dengan perhatian berlebih mereka akan hidup keseharian para remajanya. Ya, saya masih terkesima dengan mereka, para orang tua di Aceh. Orang tua yang mengampu kuasa atas nama warisan lama stabilitas negara, dan yang satunya berlandas moralitas agama. Dua kekuatan ‘sah’ untuk menghentikan kaum muda dengan geliat jiwa yang diwasangka bakal menembus batas norma.


Rasa Punk Rese


Mungkin ada satu di antara Anda entah kapan dan/atau di mana pernah dipalak anak Punk yang rese’. Pasti rasanya sebel, marah, dan tak nyaman. Saya tidak pernah, tapi ketika mendengar kejadian itu, saya ikut merasa sebel, marah, dan tak nyaman. Saya merasa begitu karena Punk tidak mengajarkan sikap hidup seperti itu. Hal ini boleh Anda sebandingkan dengan gerombolan orang bersorban yang mentungi orang lain di sebuah cafe, sementara agamanya tak mengajarankan itu. Saya meyakini keduanya sama. Yang satu belum paham jalan Punk, satu lagi belum khatam Islam. Atau setidaknya luput memaknai tuntunannya. Namun kalau toh memang ajrannya seperti itu, Anda wajib melawan dengan tidak turut cara mereka. Sebab apa yang akan membedakan Anda dengan mereka? Anda harus membalasnya dengan cara yang beradab.

Nah, di sisi Anda, tentu tak ada salahnya menerapkan falsafah Don’t judge a book by its cover. Artinya tak usah buru-buru melihat jambul Mohawk melulu sebagai penganut jalan Punk. Tentu Anda tidak lantas berpikir sedang dihibur anak Punk bila di atas panggung pertunjukan nongol sosok Gogon, Eko Handai Taulan Tralala, dan Didik Mangkuprojo. Mereka bertiga adalah pelawak Srimulat dengan jambul Mohawk di kepalanya. Pun misal dihadirkan pula bintang tamu Mr. T, tetaplah tak ada suasana Punk sama sekali di sana.

Saya juga setuju dengan Anda yang tak mau ambil pusing untuk lebih dulu tahu sejarah dan filsafat pelaku Punk demi meredam sebel hati luka palakan. Berhenti belajar adalah hak Anda, tapi jika sebel itu berkembang menjadi sikap fatalis dan mensyukuri ketidakadilan yang ditandang anak Punk di Aceh, saya menentang Anda.


Rasa-Pangrasa

Tentu saja, ketika polisi membubarkan acara amal penggalangan dana untuk sebuah panti asuhan yang digelar anak-anak Punk di Aceh pada hari Hak Asasi Manusia, 10 Desember 2011, adalah sebuah berita menyedihkan sekaligus ironi. Aparat mengacaukan acara yang telah mereka sendiri kasih izin itu, menangkap, menggunduli, menceburkan di kolam, dan menahan kebebasan mereka tanpa pengadilan. Dengan alasan mengembalikan mereka di jalan yang normal. Bagi siapa? Norma apa? Siapa yang melarang orang berambut landak? Berpenampilan kumuh? Beranting dan/atau bertato di republik ini?

Undang-undang Anti Punknografi, barangkali itulah produk tolol berikutnya yang kelak tercipta, sebagaimana produk hukum semacam sebelumnya yang lahir tanpa dialektika rasa-pangrasa atau rasa keadilan. Fasisme dan pikiran sempitlah yang semestinya dibenahi. Sebab otak dangkal hanya akan menumbuhkan sikap fobi terhadap hal-hal di luar kesempitan pengetahuannya, dan fasisme mengajangi mereka pengidap fobi untuk menolak keberagaman. Mereka itu contoh nyata para kaum yang tak kenal dialektika budaya, merekalah yang membuat peradaban mampat.

Punk, yang akar moyangnya menjulur di jalanan beku London pada tahun 60an, mulai membara panas setelah menjadi antitesa penyuka damai Generasi Bunga di era 70an. Punk seolah menggedor tradisi hedonis kaum Hippies itu dengan semangat yang lebih muda. Lebih melawan daripada sekadar membangkang. Mengenakan warna hitam untuk mengingatkan bahwa hidup itu tak sewarna-warni baju eksotis India mereka. Membangunkan mereka dari buaian musik melankoli dan balada dengan mengembangkan musik cepat berhentakan rapat dan memangkas kemewahan melodis yang ada. Membangkitkan mereka dari rebahan di tikar taman untuk berpogo bersama. Dan kalau hedonisme tak berkesudahan, muncul jargon terkenal ‘Fuck The Hippies’ dari kalangan Anarkis. Punk adalah kaum muda baru yang lebih bertenaga dari Generasi Bunga.

Punk semakin eksis di dekade berikutnya, menggantikan posisi kaum Hippies yang telah pensiun dan beranjak tua. Tanpa ada pertikaian saling kuasa, kecuali dialektika. Dialektika pula yang membuat telinga kita bisa mewarisi karya mereka nan terus meraja; Folks, balada, progresif rock, psicodelic, dan seterusnya. Begitulah semestinya sejarah dan peradaban bergulir. Cepat atau lambat – sebagaimana kaum Hippies -, musik dan jalan kaum Punk juga akan sampai pada tahap usangnya. Entah karena hukum nilai aus produk atau bermetamorfosa ke bentuk baru. Apapun itu, perih terdengar di telinga kemanusiaan jika anak Punk beserta laku yang dianutnya diberangus
atas nama pembinaan moral yang diaku lebih benar.

Sejauh mereka tidak lupa juga bahwa salah satu laku penganut Punk adalah ‘Terus Melawan!”.

__________________________________
*Tak ada solidaritas yang datang terlambat. Avante!

This entry was posted in Seni and tagged , . Bookmark the permalink.

99 Responses to The Show Mas Gogon!

  1. martoart says:

    Aksi solidaritas berlangsung di Berlin, Kantor kedutaan Indonesia di Rusia dimural, dan akan dilangsungkan lagi di Belanda (https://www.indymedia.nl/node/1504). So,.. The Show Mas Gogon! Di Jakarta berlangsung di depan Mess Aceh tepat pada hari peresmiannya, Juga Foto oleh Echan, janotama.multiply.com

  2. anotherorion says:

    wehehe apik ki judule, dadi gogon ki trendsetter e penganut punk yo? hehehehe

  3. seblat says:

    suka endingnya… ciattt

  4. martoart said: salah satu laku penganut Punk adalah ‘Terus Melawan!”.

    And may be that’s why “anak Punk beserta laku yang dianutnya diberangus atas nama pembinaan moral yang diaku lebih benar”. They want to kill the seeds before they grow. I wonder why they didn’t do the same to FPI members who went out raiding foodstalls open during Ramadhan; they’ve let a bunch of flies on a pile of shit transform into a bunch of hornets.

  5. rawins says:

    mending mlebu islam opo melu ngepunk yo, mbah..?

  6. manikamanika says:

    Kalo katanya fpi, ldii, dsb kan memang binaan dgn tujuan tertentu to mbah?

  7. t4mp4h says:

    ijin copas ke facebook dan link ke twitter bajingan, apik tenan iki

  8. martoart says:

    anotherorion said: wehehe apik ki judule, dadi gogon ki trendsetter e penganut punk yo? hehehehe

    Teman diskusi di Guntur 49 bernama Reza berbagi judul ini. Entah dapet dari mana dia.

  9. martoart says:

    edwinlives4ever said: And may be that’s why “anak Punk beserta laku yang dianutnya diberangus atas nama pembinaan moral yang diaku lebih benar”

    Polisi lebih suka memelihara lalat bersorban, daripada landak jalanan.

  10. martoart says:

    seblat said: suka endingnya… ciattt

    Never ending ciat!

  11. martoart says:

    rawins said: mending mlebu islam opo melu ngepunk yo, mbah..?

    Coba google TAQWACORE Wins..

  12. rawins says:

    aku pesen kaos punk, malah dikei gambar nazi…njaluk gambar bulan bintang, dikirimi gambar palu arit…po mending diundi nganggo coin wae yo..?

  13. martoart says:

    t4mp4h said: ijin copas ke facebook dan link ke twitter bajingan, apik tenan iki

    Diijinkan! nih tak tambahi bonus:

  14. martoart says:

    manikamanika said: Kalo katanya fpi, ldii, dsb kan memang binaan dgn tujuan tertentu to mbah?

    Ya. Tujuannya aliansi kriminal.

  15. martoart says:

    rawins said: njaluk gambar bulan bintang, dikirimi gambar palu arit…

    Iki wae nyoh:

  16. martoart said: Diijinkan!

    And in Polka? It’s rather quiet there this holiday season.

  17. orangjava says:

    Pemerinta RI menginjak HAK MANUSIA………

  18. Kali ini cukup menyimak saja, jagoanku Marjinal wis sampeyan embat duluan di pertamax.Salam Marjinal buat Rakyat Atjeh:Marjinal – Luka Kita (Aceh)

  19. liamahyudin says:

    Kasian ya anak anak Punk itu..Aku ada kenal beberapa, mereka baik2 kok Mas🙂

  20. wayanlessy says:

    Memang apa saja sih yg dilakukan anak-anak Punk di Aceh? Kok sampai segitunya sama anak Punk?Aku nggak pernah ada masalah sama anak-anak Punkers. Hmm..mungkin aku beruntung ya ketemunya sama Punkers yg bener,Mustinya pembinaan untuk Punkers muda itu adalah jadilah Punker sejati, yg nggak narkoba dan nggak kriminil.

  21. cenilhippie says:

    martoart said: Tanpa ada pertikaian saling kuasa, kecuali dialektika. Dialektika pula yang membuat telinga kita bisa mewarisi karya mereka nan terus meraja

    suka statement ini…..selalu suka tulisanmu……*andai bisa mengeluarkan unek2 dengan tulisan yang ciamik spt ini-izin share ya-

  22. fendikristin says:

    generalisir 1 anak punk melakukan tindakan kriminal menjadikan semua anak punk kriminal..ini yang sering terjadi di negri ini Cak..suka atau tidak

  23. martoart says:

    edwinlives4ever said: And in Polka? It’s rather quiet there this holiday season.

    Yep! itung2 buat bacaan perjalanan. Pada pegang iPad kan?

  24. remangsenja says:

    pernah dipalak sama anak-anak Punk.. *cih beraninya sama ibu2 nyetir sendiri bawa anak…padahal selama ini melihat mereka [*salah satu fase untuk diakui jadi anak punk mereka harus bisa nyari duid sendiri, jadi mereka ngamen] fine2 aja, anak2 yang cari identitas, tapiiiii abis dipalak.. aku sedih, apalagi liat anakku takut sama mereka, dan tiap liat mereka dia histeris..

  25. martoart says:

    remangsenja said: dan tiap liat mereka dia histeris..

    Terapinya, ajak lihat kartun Sonic Si Landak Jabrik. he he…http://fc00.deviantart.net/fs31/f/2008/200/c/5/Sonic_GCSE_comic__Sonic_COVER_by_envy_the_hedgehog.png

  26. martoart says:

    orangjava said: Pemerinta RI menginjak HAK MANUSIA………

    Di Jerman, Si Jabrik masih berhadapan ma Si Pelonthos?

  27. martoart says:

    fightforfreedom said: Salam Marjinal buat Rakyat Atjeh:

    Buat penguasanya salam apa?

  28. martoart says:

    liamahyudin said: Aku ada kenal beberapa, mereka baik2 kok

    Kalo ada anak Jabrik yang tega menyakiti kamu, itu bukan Punk!*ude gile kali pa yak entuh bocah?!

  29. rirhikyu says:

    martoart said: Kalo ada anak Jabrik yang tega menyakiti kamu, itu bukan Punk!

    jd apa sebutan buat mrk?

  30. martoart says:

    wayanlessy said: Memang apa saja sih yg dilakukan anak-anak Punk di Aceh?

    Ya seperti yang lain; Makan, tidur, gawe, gaul, bercanda, juga bisa ngupil, baca,..;)

  31. martoart says:

    rirhikyu said: jd apa sebutan buat mrk?

    Peb,.. ntuh becanda.*sebel ga ketangkep. banting2 gitar

  32. martoart says:

    cenilhippie said: -izin share ya-

    Sila anak bunga..

  33. rirhikyu says:

    martoart said: *sebel ga ketangkep. banting2 gitar

    *nunduk* ketauan tohk?

  34. rirhikyu says:

    ga tau deh generalisir u/ kaum punk di indo berlaku ga ya?soalnya … yg aku pernah liat siy kumel2 en dekil, soal perilaku mrk gw ga tau, secara ga pernah bersinggungan. en apakah anak2 punk itu ngerti ttg punk yg sesungguhnya?u/ yang di aceh, kl penggalangan dana di ancurkan oleh yang ngasih ijin, itu namanya keterlaluan.gw sendiri ga setuju.

  35. martoart says:

    fendikristin said: generalisir 1 anak punk melakukan tindakan kriminal menjadikan semua anak punk kriminal..ini yang sering terjadi di negri ini Cak..suka atau tidak

    Ya. Ibarat satu pulisi berbuat baik, terus pada percaya pulisi Indonesia udah baik.

  36. martoart says:

    rirhikyu said: kl penggalangan dana di ancurkan oleh yang ngasih ijin, itu namanya keterlaluan.gw sendiri ga setuju.

    Gw juga ga setuju. Bego mereka pake acara minta ijin segala.

  37. martoart says:

    rirhikyu said: apakah anak2 punk itu ngerti ttg punk yg sesungguhnya?

    Pasti tak semua kudu paham. Pemahaman itu sifatnya proses.Ini ga beda dengan lom pasti semua orang Islam paham bener ajarannya, orang kristen ga mesti tahu bener Jalan Salib, dst dst..

  38. rirhikyu says:

    martoart said: Pasti tak semua kudu paham. Pemahaman itu sifatnya proses.Ini ga beda dengan lom pasti semua orang Islam paham bener ajarannya, orang kristen ga mesti tahu bener Jalan Salib, dst dst..

    kan ada ajarannya yg bisa dipelajarikl punk? entah ya… dilaen pihak, emang siy, yg paham suatu ajaran aja blum tentu memahaminya dengan bener :))*keinget komen di lapak mba niez, yg bilang sama aja dengan komen di lapak2 orang tapi orang itu ga pernah komen di lapak kitahahahahahahaha*

  39. martoart said: Kalo ada anak Jabrik yang tega menyakiti kamu, itu bukan Punk!

    http://www.quickmeme.com/Paradox-Punk/

  40. remangsenja says:

    martoart said: Terapinya, ajak lihat kartun Sonic Si Landak Jabrik. he he…http://fc00.deviantart.net/fs31/f/2008/200/c/5/Sonic_GCSE_comic__Sonic_COVER_by_envy_the_hedgehog.png

    pelan2 deh.. mana nyokap ikut manas2in soal berita di Aceh.. “tuh liat, anak2 calon kriminil” HADOOH!!!!.. kesel sih sama emak..

  41. remangsenja says:

    martoart said: Ya. Ibarat satu pulisi berbuat baik, terus pada percaya pulisi Indonesia udah baik.

    Ini gak bisa dijadiin tolak ukur Cak HAHAHAHAHAHAHHA

  42. martoart says:

    edwinlives4ever said: /

    Yang paling pas buat ngejawab Febbie: http://www.quickmeme.com/meme/35ivhz/

  43. martoart says:

    remangsenja said: HAHAHAHAHAHAHHA

    HAHAHAHAHAHAHHASorry yg pacarnya pulisi..

  44. martoart said: Yang paling pas buat ngejawab Febbie: http://www.quickmeme.com/meme/35ivhz/

    He-he-he, I knew you’d spot it right away.

  45. ohtrie says:

    martoart said: *Tak ada solidaritas yang datang terlambat. Avante!

    I Like This Gonnn…!!!

  46. remangsenja says:

    martoart said: HAHAHAHAHAHAHHASorry yg pacarnya pulisi..

    mau polisi baik 1 juta polisi, tetep aja gak mengubah image mereka.. :P…mantan pacar saya penerbang *Weeeek

  47. ohtrie says:

    martoart said: Nah, di sisi Anda, tentu tak ada salahnya menerapkan falsafah Don’t judge a book by its cover. Artinya tak usah buru-buru melihat jambul Mohawk melulu sebagai penganut jalan Punk. Tentu Anda tidak lantas berpikir sedang dihibur anak Punk bila di atas panggung pertunjukan nongol sosok Gogon, Eko Handai Taulan Tralala, dan Didik Mangkuprojo. Mereka bertiga adalah pelawak Srimulat dengan jambul Mohawk di kepalanya. Pun misal dihadirkan pula bintang tamu Mr. T, tetaplah tak ada suasana Punk sama sekali di sana.

    Pada point ini kutemukan nada sama dengan TULISANKU INI mBah, Aparat melihatnya pada sudut pandang Generalisasi…!!! Nggebyah uyah….!Pertanyaan ke sampean mBah (beneran ku gak tahu nih), sikap penguasa itu ada korelasinya gak dengan totem pro parto…?

  48. ohtrie said: Pada point ini kutemkan nada sama dnegan TULISANKU INI mBah

    Oh, the one commented by the self-proclaimed punk who doesn’t know how to read properly?

  49. ohtrie says:

    edwinlives4ever said: Oh, the one commented by the self-proclaimed punk who doesn’t know how to read properly?

    hihii…garuk-garuk kepala wae aku mass….

  50. wayanlessy says:

    ohtrie said: totem pro parto..

    apa itu yg dimaksud dengan totem pro parto di sini, mas Trie?

  51. martoart said: Buat penguasanya salam apa?

    Buat penguasa, salamnya cukup diwakilkan Kantata Takwa saja.Kantata Takwa – Juancokvocal: Sawung Jabo.

  52. ohtrie said: sikap penguasa itu ada korelasinya gak dengan totem pro parto…?

    Or is it pars pro toto?

  53. duabadai says:

    kalo anak punk manggut-manggut or geleng-geleng?

  54. agamfat says:

    Avante ki artine opo sih?

  55. martoart says:

    duabadai said: kalo anak punk manggut-manggut or geleng-geleng?

    manggut-manggut Head bang = Metal, trash, Hardcore, dst.geleng-geleng Tripping = House music, Techno, dstPunk main pogo.

  56. martoart says:

    agamfat said: Avante ki artine opo sih?

    Seperti Aluta Continua!

  57. martoart says:

    remangsenja said: mantan pacar saya penerbang

    Oh, anak Qasidah

  58. remangsenja says:

    tapi ngomong2.. gak pernah denger mereka ngamen.. kalok ngamen mereka [anak2 punk ini] dendangin lagu apaan sih.. curiga sih gak lagu2 punk.. .:D

  59. martoart says:

    remangsenja said: tapi ngomong2.. gak pernah denger mereka ngamen.. kalok ngamen mereka [anak2 punk ini] dendangin lagu apaan sih.. curiga sih gak lagu2 punk.. .:D

    Nih paradox:

  60. duabadai says:

    martoart said: Punk main pogo.

    pogo itu mirip2 goyang ska ya mas? *malah bahas goyangan*

  61. afemaleguest says:

    awesome! comparing punk and fpi!never came across my mind!wew! four thumbs up🙂

  62. martoart says:

    duabadai said: pogo itu mirip2 goyang ska

    Mirip, tapi berlatar semangat yg bertolak belakang.Pogo menggoyang jantung Punker, dan Ska menggoyang kaki Skins (Sayap kesenian Fasis Neo-Nazi, meski belakangan mulai mendekat dan coba saling mengerti dalam yel ‘Oi’)

  63. fairdkun says:

    punk jg sudah usang sayangnya… bukan attitudenya tapi front-nya. tapi, ironinya kasus ini memang mengembalikan kepentingannya kembali.

  64. martoart says:

    fairdkun said: punk jg sudah usang

    Tul! Cepat atau lambat – sebagaimana kaum Hippies -, musik dan jalan kaum Punk juga akan sampai pada tahap usangnya. itu yg aku bilang.Namun bila diberangus dengan paksa, justru malah menggeliat. Itu ironi.Kalo saja para pembunuh itu tahu, bagusnya pake filsafat Huruf Jawa yg mati kalo di-Punk-ku. He he he..

  65. debapirez says:

    hidup Berandal Puritan!!!!

  66. rikejokanan says:

    Rambutku njegrak juga tapi ketutupan kudung hihihi… Tak share di facebook boleh napa tidak, Mas Marto?

  67. martoart says:

    rikejokanan said: Tak share di facebook boleh napa tidak,

    Sila Rike..

  68. darbe says:

    Mas Marto, tulisanmu indah sekali. Bener kata mas Aji, baca tulisanmu seolah denger musik Led Zeppelin; keras dan padat :> Mau komen agak panjang yaPertama. Jujur aja, tulisan ini membangkitkan kembali amaraha saya atas diperkosanya hak-hak para punker oleh Polisi (yang katanya syariah) di Aceh. Menurut saya, aksi pembubaran paksa, menggunduli, menceburi, hingga “memesantrenkan” mereka dengan alasan KAMBALI KE KEHIDUPAN NORMAL dan PERBAIKAN MORAL, adalah tindakan konyol (HIDUP NORMAL dan MORAL kan masalah persepsi). Sekonyol pasukan bersorban yang menggerebek warung yang buka di siang hari pas bulan Ramadhan. Saya sih gak tau seluk-beluknya gimana, cuma cara mereka membubarkan paksa dan menghukum para punker, mencerminkan dangkalnya pemikiran mereka dalam menangani sebuah masalah. Kedua. Adegan pengundulan dan penceburan mengingatkan saya akan dunia pesantren (dulu waktu nyantri saya juga pernah direndam dan digunduli, hhhehe…) Tapi hukuman yang saya terima bisa diterima karena pelanggarannya memang jelas, dan yang dihukum para pelaku pelanggaran (gak kaya Polisi yang katanya syariah di Aceh tersebut yang main sweeping aja, kan?).Ketiga. Terlepas dari punk akan usang, bergeser nilainya maupun menjadi bentuk baru, saya mendukung spirit punk yang TOLAK dan LAWAN pemerintahan yang korup dan hidup MANDIRI, karena itu yang dibutuhkan bangsa ini. So, kalau ada yang salah dengan punk, ada baiknya para Polisi yang katanya syariah di Aceh itu berkenalan dulu dengan PUNK (Semoga pernyataan saya ttg punk di atas gk salah :)Keempat. Turut berduka cita kepada siapapun yang berusaha MENEGAKKAN AGAMA tapi MERUNTUHKAN nilai-nilai KEMANUSIAAN.(wes, lah, jadi ngelantur, heheheh…)

  69. martoart says:

    darbe said: ada baiknya para Polisi yang katanya syariah di Aceh itu berkenalan dulu dengan PUNK

    Ada komentar yg aku suka di berita Tempo tentang Polisi dan pejabat yang mengatakan, telah membina dengan baik 60an anak Punk, mereka telah mengembalikan martabat dan menjadikan mereka lebih manusiawi. “Ada katanya 24 org polisi dan pejabat yg ditahan anak punk utk dididik menjadi punkers yg baik. mereka diacak-acak dan dicat rambutnya dan disuruh dengar semua lagu Sex Pistols, baru boleh lepas kembali ke pelukan org tuanya…”Komentar satire pada berita senada di media yang sama itu dilansir oleh Horst Liebner, 24/12/2011 09:27:17 wibHe he..

  70. daybydai says:

    aku yo melok copas cak …

  71. karonkeren says:

    martoart said: Coba google TAQWACORE Wins..

    kalo gue saranin sih mending ga usah ikutan Taqwacore deh

  72. martoart says:

    daybydai said: aku yo melok copas cak …

    Sila..

  73. karonkeren says:

    oh iyah … sekedar referensi … kasus serupa dimana punk hidup di daerah yang konservatif lalu kena razia, diobrak abrik, dll … itu juga pernah terjadi di amerika serikat sekitar tahun 2005 … tepatnya di salt lake city, negara bagian utah … coba aja tonton dokumenter SLC Punkkasus diatas buat gue yaaa itu konsekuensi hidup jadi punk disono … benturan dan friksi itu pasti selalu ada dimana mana … yg terpenting kan gimana sikap mereka sesudahnya … apa mereka masih tetep punk atau malahan dekaden dan turn around

  74. martoart says:

    karonkeren said: kalo gue saranin sih mending ga usah ikutan Taqwacore deh

    Gw juga ga nyaranin milih hal yg bertentangan dalam satu kemasan. Ambigu.Gw cuma kasih info doang yg barangkali pas buat yg nyari.

  75. martoart says:

    karonkeren said: tonton dokumenter SLC Punk

    Bagi bro kalo punya. Ditunggu. Trims.

  76. karonkeren says:

    martoart said: Bagi bro kalo punya. Ditunggu. Trims.

    dvd gue ilang yang ini … ilangnya barengan sama dvd skin head attitude pas gue pindahan kos … sial 2 biji ilang … pengen cari donlutannya sih, ntar ah cari torrentnya

  77. martoart says:

    karonkeren said: sial 2 biji ilang

    Wah, kalo sampe 2 biji elu ilang, itu emang bencana

  78. karonkeren says:

    martoart said: Wah, kalo sampe 2 biji elu ilang, itu emang bencana

    ganti biji duren … :p*malah srimulatan

  79. martoart says:

    fightforfreedom said: vocal: Sawung Jabo.

    Mantabs buanget! langsung tak pake buat ilustrasi salah satu tulisanku. Trims

  80. sepunten says:

    suwi ra ngempi, banyak nemu kebaruan disini… uwaseeek mbah…😀

  81. martoart says:

    sepunten said: suwi ra ngempi, banyak nemu kebaruan disini… uwaseeek mbah…😀

    seeep… tengkiyu bro.

  82. moestoain says:

    Tapi pemahaman mereka tentang punk kok ya perlu dipertanyakan. Khususnya dikebanyakan penganut punk di Indonesia. Yang mus tahu punk itu mandiri dan tak merisaukan orang lain.

  83. martoart says:

    moestoain said: Tapi pemahaman mereka tentang punk kok ya perlu dipertanyakan. Khususnya dikebanyakan penganut punk di Indonesia. Yang mus tahu punk itu mandiri dan tak merisaukan orang lain.

    Kamu betul Mus. Semua perlu berproses untuk paham.

  84. janotama says:

    Mas Marto, numpang naruh link ya…ada tulisan juga dari blognya Ucok Homicide, dari perspektif yang lain,cuma cukup sip jugahttp://gutterspit.com/2011/12/25/making-punk-a-threat-again/

  85. martoart says:

    janotama said: ada tulisan juga dari blognya Ucok Homicide, dari perspektif yang lain,cuma cukup sip juga

    Trims link-nya. Keren.

  86. sepunten says:

    Homicide sayang udah bubar, lirik & lagunya keren2…

  87. martoart says:

    Tulisan ini dimuat di Majalah Cobra dengan penyuntingan pada angka tahun. Cekidot:http://majalahcobra.com/blog/the-show-mas-gogon.html

  88. martoart said: Tulisan ini dimuat di Majalah Cobra

    They could’ve used this picture as an illustration:

  89. martoart says:

    Refugee Punx! ha ha.. lolosdari Aceh!

  90. Yang nabuh kendang ini personilnya Marjinal Band, si Bob Oi, sang former band.*nyomot dari liputan6.com

  91. martoart says:

    fightforfreedom said: si Bob Oi

    bbrapa kali nongkrong bareng di bawah banner tim. trims infonya.

  92. masbunga says:

    Njih Mbah…………….leres

  93. martoart says:

    Peristiwa belakangan yg mirip juga terjadi di Matraman. Berita yang dilansir Antara ini cukup correct. Antara menggunakan tanda kutip untuk pemakaian kata “Punk”. Perlakuan aparat juga jauh lebih bagus dibanding yang di Aceh.http://www.antaramataram.com/berita/?rubrik=5&id=21370

  94. martoart says:

    Grup Band Cewek Punk dari Rusia, Pussy Riot ditangkap aparat dan terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Mereka protes dengan masuk gereja dan menyanyi lagu protes di altar. Tindakan itu mereka lakukan lantaran pemimpin gereja memberikan dukungan dukungan kepada Vladimir Putin.http://www.themoscowtimes.com/news/article/punk-band-takes-protest-to-church/453488.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s