MAKLUMAT KEMALUAN

Rasanya Bung setuju kalau saya bilang bahwa saat ini media sedang dipenuhi tiga jenis pemberitaan utama, yaitu berita politik, gosip pesohor, dan dunia kriminal. Bung atau peristiwa yang Bung alami tak akan menjadi berita tanpa melekatkan diri atau setidaknya menyaru secara kreatif di dalam salah satuatau sekaligusdari tiga jenis arus utama tadi. Katakanlah, sepintar apapun Bung bernyanyi, Bung tak akan masuk TV tanpa formula tadi. Memang ada saja perkecualian kalau kita melihat Briptu Norman, Sinta dan Jojo. Tetapi mereka menjadi tenar dan beruntung juga karena ketidakadilan tolol stereotip. Percayalah, cerita akan sangat berbeda kalau para penyanyi lipsync Youtube itu adalah mereka yang gendut, hitam, dan buruk rupa. Maka Bung, kalau tak memiliki bakat beruntung, bernyanyilah dalam arus utama tadi dengan nada kunci politis, berirama selebritas, atau bernada kriminal.

Bernyanyi secara kriminal dan menjadi berita itu jarang terjadi. Kalau toh terjadi, adalah ketika misal Bung lagi tinggi bernyanyi bersama heroin dan ke-gep satuan antinarkoba. Lebih jarang lagi: melakukan pembunuhan sembari berdendangyang mungkin karena begitu kejinya, maka hanya layak sebagai kisah mitologis para Siren yang membunuh pelaut Yunani; karenanya tak perlu saya bahas dalam tulisan ini, termasuk tak membahas mereka yang bernyanyi berirama selebritas, yaitu mereka yang bernyanyi mengandai diri sebagai Gayus, Nurdin Halid, ataupun menaruh nama seleb lain dalam debut instan awal kepenyanyiannya. Sebagai berita, itu tak begitu seru, toh gosip pesohor dan kisah kriminal telah penuh menyampah di media tanpa perlu berlagu. Namun yang susah dipungkiri adalah nyanyian politik politisi nan kian nyaring di media. Ini baru seru.

Mendengar lagu politik para politisi belagu yang selalu bertengger di puncak tangga nada media, membuat saya meyakini bahwa untuk meraih kemenangan dalam politik cukup dibutuhkan satu hal: kemampuan diri memperkecil kemaluan atau bahkan keberanian mencopotnya dari kehidupan.

ke·ma·lu·an 1 (v) mendapat malu, 2 (n) hal malu; sesuatu yg menyebabkan malu; 3 (n) alat kelamin”.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Dua dari tiga pengertian “kemaluan” dalam KBBI adalah urusan rasa malu. Meski “kemaluan” sebagai kelamin berada di urutan ke tiga, namun ia telah menikam keberadaan dua sebelumnya dalam pemakaian berbahasa. Kelamin menikam mati saudara seperkemaluannya. Kenyataannya kita memang telah malu-malu memaklumkan “kemaluan” sebagaimana mestinya. Tulisan ini tidak secara khusus ditulis dalam misi untuk kembali menegakkan kemaluan, tapi memang sekadar tentang rasa malu.

Maka Bung, dengarlah nyanyian Muhammad Nazaruddin, Bendahara Umum Partai Demokrat yang dipecat dari jabatannya gegara terkait dugaan suap proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 di Jakabaring, Palembang. Dengarlah nyanyian Uddin berjudul “Ku Tak Ingin Sendiri”, yang menurutnya lebih pas dinyanyikan secara koor, namun tampaknya untuk sementara dia baru ingin membentuk trio dengan menyeret Andi Mallarangeng dan Amir Syamsuddin. “Dalam kasus pembangunan Wisma Atlet, Andi juga ikut bermain”. Begitulah sepenggal lirik lagu yang dilantunkan Uddin guna melibatkan Andi Mallarangeng koleganya di Demokrat yang menjabat Menpora. Sedang untuk Amir Syamsuddin Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat, nada sumbang yang dilantunkan adalah soal pelanggaran etika ketika Amir membela koruptor pengemplang BLBI dengan membawa-bawa nama partai. Sebagai politisi, apalagi yang terdesak, langkah politik Uddin sudah benar: mengecilkan kemaluan. Kemaluan besar hanya milik ksatria, karenanya mereka acap terserimpung langkah sendiri. Kesetiakawanan dan bermain dalam aturan hanya akan menyalahi prinsip politik “Tidak ada kawan sejati, tidak ada lawan abadi, yang ada hanyalah kepentingan pribadi”. Kepentingan dalam politik adalah kekuasaan, dan dengan kekuasaan, siapapun akan memiliki segalanya kecuali rasa malu. Hal ini bahkan membuahkan sebentuk humor pedih di zaman Orde Baru.


“… Alkisah ada seorang penguasa yang berulang tahun. Sebagai orang kaya, dia justru memberi kado kepada anak-anaknya, bukan sebaliknya sebagaimana umumnya peraya ultah mendapat hadiah. Anak pertama minta TV, dan mendapat stasiun TV. Anak berikutnya minta mobil, dan mendapat pabrik mobil. Dan ketika sampai Si Bungsu yang pemalu ditanya minta apa, dia malu-malu menjawab lirih; “Malu, ah..!”. Sang pemimpin tercekat dan berkata; “Nduk, anakku, cobalah minta yang lain, sebab kalau malu, sumpah bapak tidak punya…”.

 

Kemaluan adalah barang mewah kekuasaan, kemilaunya secara fitrah tak dimiliki politisi dan penguasa. Tanpa kemelekatan rasa malu di diri, perbuatan jahat seperti curang, khianat, korup, jilat, dan seterusnya hanyalah sebuah kemafhuman. Bahkan acap menghasilkan aksioma kata yang membanggakan. Seorang ibu bercerita bangga kepada tetangga karena anaknya diterima kerja di tempat yang basah. Tanpa rasa bersalah Si Ibu- dan juga tetangga tadi berucap syukur Alhamdulillah. Tempat basah, yang arti sesungguhnya adalah tempat kerja yang memungkinkan seseorang mendapat uang tak terakuntabilitasi di luar hak profesionalnya, telah menjadi hal yang seolah tak memalukan, dan seiring kesuksesan mengalahkan banyak kandidat dalam persaingan ketat mendapat tempat, menjadikan hal itu sebagai prestasi yang layak dibanggakan. Artinya termasuk membanggakan kebasahan yang bukan karena keringat melainkan karena cemar comberan.


Saya sungguh tak tahu adakah hubungan ilmiahnya antara seseorang yang terbiasa makan uang comberan dengan ketakpekaan sosial kemanusiaan. Saya hanya bisa mengira-ira bahwa dengan mudahnya seseorang mendapat uang besar, segala hal akan dianggap sepele serta dapat diselesaikan dengan uang dan kekuasaan. Kemudahan berbanding lurus dengan penumpulan rasa kemanusiaan. Rasa kemanusiaan menumpul, berarti juga terjadi pengecilan kemaluan di sana. Dan karenanya Bung, saya tak pernah bosan mengungkit lagi pernyataan-pernyataan keji dangkal nurani yang pernah terucap oleh para manusia berkemaluan kecil berikut.
 

 

 
Marzuki Alie, Ketua DPR RI, tentang TKI, bahwa, “Ada yang tidak bisa membedakan cairan setrika akhirnya menggosok baju seenaknya, makanya majikannya marah, wajar saja itu setrika menempel di tubuh pembantu”; dan pernyataan Nudirman Munir dari Fraksi Partai Golkar dalam rapat paripurna membahas gedung baru DPR, “Kita jangan aneh-aneh membandingkan dengan rakyat yang susah. Itu jelas berbeda. Apa kita harus tinggal di gubuk reot juga, becek-becekan, kita harus realistis”.


Hati kecil saya sungguh tak menginginkan teori saya di atas teramini, bahwa “Kemudahan berbanding lurus dengan penumpulan rasa kemanusiaan”. Namun kenyataan betapa basahnya Senayan, ditambah mulut para jumawa yang tanpa rasa bersalah menyampah semudah meludah, membuat saya harus mengerti kalau semua itu bisa terjadi meski hati marah sekali.


Bung, sekarang kita ke istana, wilayah basah berikutnya untuk menemui Presiden SBY, menagih janji dan kalau memungkinkan mengukur kemaluannya. Kita ingat SBY pernahmengatakan,”Saya akan memimpin langsung agenda pemberantasan korupsi”, dan hal tersebut dipertegas dengan pernyataan bahwa penegakan hukum tak boleh tebang pilih. Bahkan ia janji untuk tak mengintervensi langkah yang diambil aparat penegak hukum yang semakin memberi harapan baik bagi supremasi hukum di Indonesia. Tapi jangan lupa pula bahwa selain sebagai presiden, SBY adalah juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Di saat raker FPD DPR, 27 November 2010, SBY masih menegaskan harapan itu, “Saya akan bela manakala ada kader yang disalah-salahkan, saya akan bela. Dikriminalkan, saya akan bela. Tapi kalau korupsi, silakan bela sendiri”. Ingin rasanya saya mengakhiri tulisan sampai di sini dan tak mendengar pernyataan SBY berikutnya di Cikeas. Dalam pertemuan elite Demokrat, 25 Mei 2011, SBY mementahkan semua janji yang pernah dilontarkannya. SBY memerintahkan DPP PD membentuk tim untuk membela Nazaruddin, “Apapun yang terjadi, Nazar tetap kader kami, kami akan memberikan bantuan hukum”.


Begitulah Bung, ini adalah lagu politik yang tengah mengalun. Pun belum usai ketika tulisan ini Anda baca. Bukankah terasa iramanya masih terdengar mendua? Apakah kiranya sisa semangat ketentaraan SBY bakal menderapkan irama mars pemberantasan korupsi, atau akankah naluri kebiduanan membuainya untuk memimpin koor pembelaan kader? Kita tunggu penepatan janji SBY untuk membuktikan kemaluannya memang besar. Tanpa perlu telanjang, sebab janji SBY bukan janji Joko Anwar. Lain janji, lain kemaluan.

____________________
Oleh MartoArt, Penulis adalah seorang blogger yang berupaya tetap berkemaluan besar, tinggal di Jakarta.

This entry was posted in Politik and tagged . Bookmark the permalink.

96 Responses to MAKLUMAT KEMALUAN

  1. martoart says:

    Tulisan untuk majalah pria ‘Bung!’ ini saya unggah setelah dimuat di edisi perdananya pada bulan ini, Oktober – November 2011.Foto SBY Gatel saya unduh dari google, kredit sepenuh hormat saya sampaikan kepada fotografernya.Ilustrasi “Gerakan Kebangkitan Kemaluan Indonesia” adalah karya saya.Bersyukur ada majalah yang mau muat tulisanku tanpa diedit. Juga honor yg tidak diedit. Yippiiieee…Majalah yang edisi perdana kebetulan banyak diisi oleh kontributor pemilik akun Multiply ini dijual bebas, Anda bisa mendapatkannya di Ruang Rupa, Tebet.

  2. karonkeren says:

    ralat dikit … Majalah Bung yang kemaren cetak dan launching di ok video masih yg versi beta … cetakannya imagenya gak asik jadi jual murah 20rebuan … kalo mau yang udah asik tunggu aja yang 35 rebuan di ruru atau di toko2 buku terdekat … yg pasti isinya asik asik kok

  3. afemaleguest says:

    “kemaluan saya besar!” kata seorang teman milis yang telah lama mukim di Amrik, namun tetaplah seorang WNI dalam sebuah acara kopdar.yang lain bengong, lantaran ga paham. sebagian lagi tertawa terbahak-bahak. kemudian seseorang bertanya, ” what do you mean Omie?” innocently Omie answered, “what? did I say anything wrong? I mean, “I am very shy = kemaluan saya besar.”

  4. moestoain says:

    Mari pertahankan kemaluan semakin membesar.SBY pernah ikut perang gak ya pakdhe?

  5. orangjava says:

    *** Kemaluan saya suka CengGur…………….hehehe

  6. orangjava says:

    afemaleguest said: “kemaluan saya besar!” kata seorang teman milis yang telah lama mukim di Amrik, namun tetaplah seorang WNI dalam sebuah acara kopdar.yang lain bengong, lantaran ga paham. sebagian lagi tertawa terbahak-bahak. kemudian seseorang bertanya, ” what do you mean Omie?” innocently Omie answered, “what? did I say anything wrong? I mean, “I am very shy = kemaluan saya besar.”

    Asyikkkkk…….pasti laki2 yak…..

  7. orangjava says:

    moestoain said: Mari pertahankan kemaluan semakin membesar.SBY pernah ikut perang gak ya pakdhe?

    Mana Perang wong mau berantem aja beraninya ngeluarin PISTOL AKABRI………..payah……….

  8. moestoain says:

    orangjava said: Mana Perang wong mau berantem aja beraninya ngeluarin PISTOL AKABRI………..payah……….

    Owh pantes

  9. afemaleguest says:

    itu temenku yg bilang gitu perempuan Pak Dhe

  10. orangjava says:

    afemaleguest said: itu temenku yg bilang gitu perempuan Pak Dhe

    Salah dong bukan BESAR tetapi LEBARrrrrrrrrr…beuuuuuuuuuuuuuu

  11. martoart said: berkemaluan besar

    coba buka dulu, bener gak gede?

  12. orangjava says:

    srisariningdiyah said: coba buka dulu, bener gak gede?

    Hahahaha pasti mengkeret Jeng???

  13. wayanlessy says:

    martoart said: Tulisan untuk majalah pria ‘Bung!’ ini saya unggah setelah dimuat di edisi perdananya pada bulan ini, Oktober – November 2011.Ilustrasi “Gerakan Kebangkitan Kemaluan Indonesia” adalah karya saya.Bersyukur ada majalah yang mau muat tulisanku tanpa diedit. Juga honor yg tidak diedit. Yippiiieee…Majalah yang edisi perdana kebetulan banyak diisi oleh kontributor pemilik akun Multiply ini dijual bebas, Anda bisa mendapatkannya di Ruang Rupa, Tebet.

    Oooo…untuk majalah “Bung” tokh..:) Jujur, sambil membaca tulisan bagusmu ini hatiku sempet nggak sreg dan deg deg an..tumben Cak Marto kok gitu sih nyapa pembaca blognya yg nggak semua pantes dipanggil ‘bung’…Hihi….ternyata, editorialnya untuk majalah Bung.🙂 I enjoy reading this.

  14. Indonesian people used to understand what ‘shame’ really means, then everything changed when the Fire Nation attacked…

  15. rengganiez says:

    Jadi inget tempo hari di bis duduk bersama seorang Ibu yang bercerita bangga ketika anaknya ketrima jadi anggota ABRI eh TNI, katanya untuk masuk habis uang puluhan juta rupiah. Belum termasuk uang pulsa untuk merayu panitia agar berkas di acc. Masih ditambah dengan bangganya bilang, kalo suaminya bukan anggota TNI, bisa lebih mahal tuh untuk bisa berseragam TNI. Untung dengan koneksi suaminya, maka biaya suap bisa ditekan. Kayak gitu kok ya diceritain dengan bangganya yah??

  16. orangjava says:

    rengganiez said: Jadi inget tempo hari di bis duduk bersama seorang Ibu yang bercerita bangga ketika anaknya ketrima jadi anggota ABRI eh TNI, katanya untuk masuk habis uang puluhan juta rupiah. Belum termasuk uang pulsa untuk merayu panitia agar berkas di acc. Masih ditambah dengan bangganya bilang, kalo suaminya bukan anggota TNI, bisa lebih mahal tuh untuk bisa berseragam TNI. Untung dengan koneksi suaminya, maka biaya suap bisa ditekan. Kayak gitu kok ya diceritain dengan bangganya yah??

    Hahahahaha kenapa si ibu gak disuap GOMBAL Jeng….???

  17. rengganiez says:

    orangjava said: Hahahahaha kenapa si ibu gak disuap GOMBAL Jeng….???

    justru kalo saya mah mancing2 biar ngomong gombalnya banyak pakde…

  18. orangjava says:

    rengganiez said: justru kalo saya mah mancing2 biar ngomong gombalnya banyak pakde…

    Aku juga heran baca Tulisanmu ini, payah sogok sogokan yak….sebetulnya harus malu dong…hehehe pantesan AKABRI banyak yang bloon seperti SBY..kali dia juga dulu nyogok???wehhhhhhhh

  19. penuhcinta says:

    Tulisan bagus sekali. Referensi arti kata “kemaluan” dari KBBI daring yak? He…he…he. Ilustrasinya nakal, khas Cak Marto sekaleee.

  20. Wekekekekeekekekeekk…Gokil tenan

  21. Wingi warnete kentir, ra iso diwoco posting ikiSaiki wis iso, ploongggggg..hehehehehehe

  22. martoart says:

    wayanlessy said:🙂 I enjoy reading this.

    Trims Bung Lessy! He he..

  23. cenilhippie says:

    martoart said: Bersyukur ada majalah yang mau muat tulisanku tanpa diedit. Juga honor yg tidak diedit. Yippiiieee…

    Amin🙂

  24. martoart says:

    karonkeren said: ralat dikit …

    Trims infonya. Nah, bagi yg mo dapet edisi duapuluh rebongan, silakan kejar sebelum naek.

  25. martoart says:

    orangjava said: Salah dong bukan BESAR tetapi LEBARrrrrrrrrr…beuuuuuuuuuuuuuu

    Pak Dhe masak waelah. nek cenggur mbebayani.

  26. martoart says:

    srisariningdiyah said: coba buka dulu, bener gak gede?

    Mau ngukur? (ngukur yg jangan diartikan nggaruk karena gatel)

  27. cenilhippie says:

    martoart said: Namun kenyataan betapa basahnya Senayan, ditambah mulut para jumawa yang tanpa rasa bersalah menyampah semudah meludah, membuat saya harus mengerti kalau semua itu bisa terjadi meski hati marah sekali.

    saya mengerti……dan marah juga…….

  28. martoart says:

    edwinlives4ever said: Indonesian people used to understand what ‘shame’ really means, then everything changed when the Fire Nation attacked…

    Ho oh. let’s fire them all.

  29. martoart says:

    Kamu nambahin cerita yg bikin freehatin ajah Nis.

  30. martoart says:

    penuhcinta said: Tulisan bagus sekali. Referensi arti kata “kemaluan” dari KBBI daring yak? He…he…he. Ilustrasinya nakal, khas Cak Marto sekaleee.

    Trims Irma. Tapi ilustrasi itu ga ada di majalahnya.

  31. martoart says:

    bambangpriantono said: Wekekekekeekekekeekk…Gokil tenan

    Trims Bung. Sekarang nunggu reaksi mereka yg nama2nya saya singgung di tulisan. Semoga sempat baca.

  32. martoart says:

    cenilhippie said: saya mengerti……dan marah juga…….

    Rasanya udah banyak orang yg menyimpan kemarahan atas ucapan tanpa nurani para pejabat itu. Tunggu harinya saat sekam tak lagi cukup mampu menahan baranya.

  33. martoart says:

    martoart said: Kelamin menikam mati saudara seperkemaluannya.

    Eh, ternyata ada yg diedit bahasanya. Di majalah, kata “Seperkemaluannya” itu diubah menjadi “Sepermaluannya”, dan itu malah salah.

  34. cenilhippie says:

    martoart said: Tunggu harinya saat sekam tak lagi cukup mampu menahan baranya.

    revolusi?

  35. cenilhippie said: revolusi?

    Tunggulah kala api dalam sekam itu kian membara dan meledak

  36. debapirez says:

    martoart said: berkemaluan besar

    no pic = hoax?*hahaha….

  37. debapirez says:

    tulisan yg bagus. menghantam semuanya tanpa pandang bulu jembut. tulisan penuh emosional namun sarat makna.

  38. martoart says:

    debapirez said: tulisan yg bagus. menghantam semuanya tanpa pandang bulu jembut. tulisan penuh emosional namun sarat makna.

    Trims Ded. Tapi sumpah, eloe juga bakal emosi kalo dengerin omongan para amtenar kucluk kek mereka.

  39. luqmanhakim says:

    Tag dulu, lagi liat di jalan pake HP…

  40. debapirez says:

    martoart said: Trims Ded. Tapi sumpah, eloe juga bakal emosi kalo dengerin omongan para amtenar kucluk kek mereka.

    haha…..saya lbh milih kluar ruang rapat smbl ngemil. kalau ada “pembicaraan terlarang” saya terbebas jd saksi di dunia & akhirat haha…. balik lg pas sesi tanya-jawab. maklum, kerjaannya jd notulen, je hehe….

  41. enjoy bacanya..meski bikin ngenes..eh mas, imajinasi saya gambar itu kok jadi garpu yah, cuma bingkeng satu… hehhe…

  42. martoart says:

    debapirez said: maklum, kerjaannya jd notulen, je

    Pantesan banyak data tak terakuntabilitasi.

  43. martoart says:

    ayudiahrespatih said: enjoy bacanya..meski bikin ngenes..eh mas, imajinasi saya gambar itu kok jadi garpu yah, cuma bingkeng satu… hehhe…

    Trims Sist. Iyu gambar Mickey Mouse salto.

  44. martoart said: Trims Sist. Iyu gambar Mickey Mouse salto.

    …and I thought it was the picture of a dick with a hand….

  45. martoart said: Mau ngukur? (ngukur yg jangan diartikan nggaruk karena gatel)

    bentar ambil penggaris…

  46. penuhcinta says:

    edwinlives4ever said: …and I thought it was the picture of a dick with a hand….

    …and what could a hand and a dick possibly be doing?

  47. penuhcinta said: …and what could a hand and a dick possibly be doing?

    Things usually done separately by a hand and a dick, of course.

  48. penuhcinta says:

    edwinlives4ever said: Things usually done separately by a hand and a dick, of course.

    I was thinking more of a joint venture between the two. My mistake, then…he…he.

  49. penuhcinta said: I was thinking more of a joint venture between the two.

    That’s what I meant.I’m not suggesting fisting, though.

  50. renypayus says:

    Jangan jangan udah gak punya kemaluan

  51. martoart says:

    edwinlives4ever said: Things usually done separately by a hand and a dick, of course.

    Betul. Pekerjaan yg amat keji:1. Zinah2. Penipuan

  52. martoart says:

    renypayus said: Jangan jangan udah gak punya kemaluan

    Kamu bisa meraba mereka Ren

  53. duabadai says:

    tulisan cerdas bernas dengan ilustrasi menawan! ;p

  54. itsmearni says:

    Akhirnya bisa juga saya baca jurnal iniSetelah bolak balik ngeklik dari PC dan isinya kosong..lalu saya mutusin buka dari hape saking penasarannya hahahaUrusan kemaluan, besar atau kecil seharusnya bukan patokan, setidaknya khan masih punyaJadi masalah ya klo ndak punya sama sekaliTentunya jadi sibuk mikirin diri sendiri deh, bagaiman mau berbagi, memikirkan orang lain klo urusan dalam negeri aja gak beres (baca : gak punya)Halagh… Komenku gak nyambung blas dah Kaburrr

  55. fendikristin says:

    semoga yang disebut2 di tulisan ini membaca semua ya Cak ;)saya bantu sebarkan deh majalah-nya kalo uda keluar biar semua bisa baca *majalah yang keren nga pake edit2 termasuk fee-nya Cak marto nga di edit juga hahahahahah*

  56. orangjava says:

    renypayus said: Jangan jangan udah gak punya kemaluan

    Habis disedot….69..gayanya Marto……….

  57. martoart says:

    duabadai said: tulisan cerdas bernas dengan ilustrasi menawan! ;p

    Trims bro. Keknya aku tergoda buat ngeprin ilustrasi itu di T Shirt deh..

  58. martoart says:

    itsmearni said: Komenku gak nyambung blas dah

    gak nyambung bukan patokan, setidaknya khan masih komen. Kaburrrr

  59. martoart says:

    fendikristin said: saya bantu sebarkan deh majalah-nya kalo uda keluar

    Udah, coba dapatkan yg versi murah 20 rebong di Galnas, sekalian nonton pameran OK Video. Galnas Gretong, bagus buat ngajakkeluarga.

  60. Saya belum pernah lihat penampakannya majalah “Bung”. Apa distribusinya sudah nyampe Batam, Bung?”Gerakan Kebangkitan Kemaluan Indonesia”.Memang benar, untuk bisa bangkit harus digerak-gerakkan🙂

  61. martoart says:

    fightforfreedom said: “Gerakan Kebangkitan Kemaluan Indonesia”.Memang benar, untuk bisa bangkit harus digerak-gerakkan🙂

    Wakakaka.. mengingatkanku kepada GAM. Herbal Aceh yang bikin Gerakan jadi Merdeka.Wah, konon distribusi Bung! sampe Batam Bung. Tunggu aja. atau tanya ke http://ardiyunanto.multiply.com/ yg ID-nya aku sertakan di atas. Dia pemrednya.

  62. martoart said: Wakakaka.. mengingatkanku kepada GAM. Herbal Aceh yang bikin Gerakan jadi Merdeka.Wah, konon distribusi Bung! sampe Batam Bung. Tunggu aja. atau tanya ke http://ardiyunanto.multiply.com/ yg ID-nya aku sertakan di atas. Dia pemrednya.

    Siip… dia udah jadi kontakku, sepertinya udah lama gak nge-blog

  63. afemaleguest says:

    martoart said: Pak Dhe masak waelah. nek cenggur mbebayani.

    cenggur apaan sih Kang?

  64. papahende says:

    Mas Marto, isin aku, kemaluanku ternyata keciiiiilll, mungkin cocok kalau masuk pd (partai dekadensi moral korup harta rakyat) ya?

  65. martoart says:

    afemaleguest said: cenggur apaan sih Kang?

    akronim dari “ngaceng-nganggur” jeng..

  66. martoart says:

    papahende said: Mas Marto, isin aku, kemaluanku ternyata keciiiiilll, mungkin cocok kalau masuk pd (partai dekadensi moral korup harta rakyat) ya?

    Wah, ya jangan Pak. Ayo direndem “cem-ceman teh”.Orang tua kita dlu hobinya nglaras rasa, jagongan, amemayu bebrayan, dari sore hingga malem berbagi kawruh dan diskusi. Ditemani biang teh wayu, bagus buat ngejog kalo teh mulai kosong di cangkir. Mengasah diri dalam forum seperti itu ibarat berendam dalam biang (cem-ceman) teh.

  67. afemaleguest says:

    baru tau kalo biang itu cem-ceman?#inget Madre-nya Dee

  68. ohtrie says:

    martoart said: Bukankah terasa iramanya masih terdengar mendua? Apakah kiranya sisa semangat ketentaraan SBY bakal menderapkan irama mars pemberantasan korupsi, atau akankah naluri kebiduanan membuainya untuk memimpin koor pembelaan kader? Kita tunggu penepatan janji SBY untuk membuktikan kemaluannya memang besar. Tanpa perlu telanjang, sebab janji SBY bukan janji Joko Anwar. Lain janji, lain kemaluan.

    kini janji tinggal janji, bulan maduuuu sama banciii…!~dapatkan kaset dan sidinya ditoko bangunan terdekat~ini lagu yang benernyahh… (sila ceklik playlist)

  69. ohtrie says:

    martoart said: Penulis adalah seorang blogger yang berupaya tetap berkemaluan besar,

    No Pict = HOAX..!!!

  70. ohtrie says:

    Oh ya,aku juga jadi teringat tulisan lamanya Pakdhe Blontank sohib sampean itu mbaahhh, silahken…! http://blontankpoer.com/2011/01/10/malu/

  71. afemaleguest says:

    aku buka di komputer kok juga ga bisa ya??? malah bisanya pake hapemengapa oh mengapa?

  72. martoart says:

    ohtrie said: blontankpoer.com/2011/01/10/malu/

    klik

  73. martoart says:

    afemaleguest said: aku buka

    jangan di sini Jeng…

  74. ohtrie said: No Pict = HOAX..!!!

    In this case, not necessarily. Look, ‘keep on trying to have’ is totally different from ‘already have’.

  75. martoart says:

    “Presiden Yudhoyono, toh juga tak malu memajang iPad berulang kali dalam forum resmi yang disorot media massa. Ia, dalam kapasitasnya sebagai presiden, tak malu memerankan diri sebagai endorser produk Apple” (Blontankpoer).Poer, kadang aku heran, dia tuh presiden ato talent iklan yo. Sebelumnya Indomie loh..

  76. martoart says:

    Gak,.. cermati lagi:”berupaya tetap berkemaluan besar”, beda banget dengan “tetap berupaya berkemaluan besar”.

  77. martoart said: “berupaya tetap berkemaluan besar”, beda banget dengan “tetap berupaya berkemaluan besar”.

    I stand corrected.So it’s more or less “keep on trying to keep it big”, or in other words, it’s sometimes big and sometimes small?

  78. martoart said: Sebelumnya Indomie loh..

    Yang mana tuh?

  79. martoart says:

    edwinlives4ever said: I stand corrected.So it’s more or less “keep on trying to keep it big”, or in other words, it’s sometimes big and sometimes small?

    yang tetap adalah berkemaluan besar, dan godaan untuk mengecil itu banyak, makanya harus kita jaga kebesaran itu.

  80. duabadai says:

    martoart said: aku tergoda buat ngeprin ilustrasi itu di T Shirt deh..

    good idea!good luck!^^

  81. martoart says:

    fightforfreedom said: barusan meluncur ke sana🙂

    trims tempelan videonya

  82. ohtrie says:

    martoart said: http://ardiyunanto.multiply.com/ yg ID-nya aku sertakan di atas. Dia pemrednya.

    Weks..malah nggak baca yang iniiwuih Ardhi top markotop wisss……….Endi hasil tulisane Ardhi mBahh…..? (Kudu sisan nulis noo, nodhong)

  83. ohtrie says:

    edwinlives4ever said: I stand corrected.So it’s more or less “keep on trying to keep it big”, or in other words, it’s sometimes big and sometimes small?

    Pokmen aku teteup ra bakal percaya nek durung ana gambare wis Masss…:))#ngeyel

  84. luqmanhakim says:

    Baru ngeh, gambar bawah nggak ada titik di tengah. Kalo ada, bisa jadi simbol perlawanan the big boobs buat perjuangan feminisme.

  85. martoart says:

    malu aku malu…pada semut merah..yang berbaris di dinding menatapku curigaseakan penuh tanyasedang apa di sanamenanti pacarmu mlayu

  86. martoart says:

    luqmanhakim said: simbol perlawanan the big boobs buat perjuangan feminisme

    ini dadaku mana dadamu

  87. anakajaip says:

    Sungguh para pemalu yg malu-malu(in)😀

  88. karonkeren says:

    martoart said: ini dadaku mana dadamu

    ntar jadinya bukan garuda di dadaku tapi garuklah dadaku … hehehe

  89. martoart says:

    karonkeren said: ntar jadinya bukan garuda di dadaku tapi

    garuda di clanamu

  90. martoart says:

    anakajaip said: Sungguh para pemalu yg malu-malu(in)😀

    yaaahh… harap malu(m) deh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s