SANG PENCACI MEKI

Secara sosial seharusnya saya berterimakasih kepada mereka yang telah membawa peradaban dunia ke dalam kekuasaan laki-laki. Betapa tidak? Dari sana terbangun aturan – aturan yang menguntungkan lelaki, tercipta tradisi yang membuat lelaki seolah wajar bila menyiuli atau bahkan memukul lawan kelaminnya. Berdasarkan anatomi, saya sekaum-sekelaminan dengan kenyamanan dunia patriarkhal, artinya kalo toh sampai tak menikmati langsung keuntungan kekuasaan itu, setidaknya masih berada di zona aman.

HUMAN


Tapi saya ogah memanfaatkan keuntungan itu. Sebab di mana sesiapa lelaki memutuskan ngelaba alias mencari untung dari wilayah itu, saat itu juga turun derajat kemanusiaannya menjadi sebatas manusia berkelamin (Pria). Manusia dan kemanusiaan adalah fitrah tertinggi yang dihadirkan Tuhan melalui kinerja alami, dan memaknainya dalam semangat kesetaraan adalah sebaik-baik amanah. Namun tatkala otak tak berotot manusia dipencundangi oleh otot laki-laki tak berotak, peradaban berubah. Itu terjadi pasca era dominasi perempuan sebagai sumber kehidupan, di mana kedigdayaan kelamin menjadikan mereka dipuja sebagai Dewi Kesuburan di segala budaya. Ketika lelaki bersama dogmanya menguasai bumi, seluruh potensi kekuatan perempuan harus dihabisi. Era kegelapan Eropa dan jahiliyah di Arabia telah mendedah sejarah berdarah itu. Hingga perjuangan akan kesetaraan para penggerak adab kemanusiaan lumayan mampu mengembalikan hasrat kebersamaan. Kebodohan jahiliyah dan kegelapan Eropa tersingkir bersama kemaluannya.


Tapi memang dunia selalu menyisakan para penderita mekienvy – istilah serapan saya untuk kaum yang cemburu kepada keindahan kelamin perempuan. Mereka yang di wilayah bawah sadarnya bergelimang syak-wasangka akan vagina. Penderita mekienvy tidak bisa disalahkan sejauh menyimpan kegalauannya hanya buat diri-sendiri, tetapi bisa mencipta petaka tatkala mereka punya kuasa. Penguasa jenis beginian acap menciptakan produk hukum yang cenderung menista perempuan lantaran berlambar praduga bersalah kepada vagina. “Damnant quod non intellegunt“, Mereka menyalahkan/mengutuk apa yang mereka tak mengerti.


Ada pengandaian tentang seseorang yang mengutuk dan menyalahkan gua karena enggan masuk ke dalam kegelapannya. Justru lama-kelamaan hal itu membuatnya semakin takut karena termakan imajinasinya sendiri yang mengada-ada. Tak kenal, maka tak sayang, begitulah yang sering kita dengar. Hal ini serupa dengan seseorang lelaki yang enggan masuk mengenal vagina, yang ketika dia dewasa berpotensi menderita eurotophobia alias ketakutan tak beralasan pada kelamin perempuan. Pengidap eurotophobia tak mungkin menjadi ginekolog, pun penderita mekyenvy tak layak menjadi penentu kebijakan publik. Namun sekali lagi, selalu tersisa anomali bagi dunia agar manusia tak henti belajar. Yaitu belajar bijak menghadapi para pencaci meki meski harus buang energi, termasuk menyikapi pejabat berpikiran mampat yang berpendapat moralitas terletak di selangkangan, juga para paderi yang meyakini harga diri terselip di antara dua kaki. Kali ini tidak terjadi pada jaman kegelapan di Eropa ataupun Arab era pra-nabi, tapi berita jaman ini yang menyalak dari Jambi.


Bambang Bayu Suseno Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi itu mewacanakan tes keperawanan dalam Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang akan dituangkan dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Aswan Zahari, si Ketua Komisi tampak memberi dukungan anggotanya, dan Sulaiman Abdullah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jambi, menyambut baik gagasan itu. Ketiga laki-laki itu membawa alasan yang sama: “Demi memelihara moral remaja”, sebuah alasan senada yang pernah dilontarkan oleh Denny Pattyn, Pendeta Pemuda Kristen Evangelis dari Yuma, Arizona, pada tahun 1995 saat mendirikan Silver Ring Thing (SRT). SRT adalah sebuah gerakan yang ditujukan bagi remaja Amerika untuk pantang berhubungan kelamin sebelum menikah. Meski SRT lebih beradab karena tidak ada tes keperawanan, tetap saja menuai protes sebab sebagai kegiatan agama, tidaklah layak mendapat dana dari pemerintah. Wacana Bambang yang politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu cukup tercium aroma agamanya, sementara meski Indonesia bukan negeri yang total sekular, amat tak pantas turut mendanai ritual fit and proper test vagina ini bila nantinya lolos menjadi Perda.

Saya hanya membayangkan seorang ibu yang akan menangis tersedu di dalam kuburnya bila saja bisa mendengar berita sikap duraka seorang putra. Ibu itu adalah Hj. Siti Walidah, istri KH. Ahmad Dahlan Sang Pencerah, pendiri organisasi yang menjadi basis utama PAN, Muhammadiyah. Siti Walidah yang mendedikasikan hampir seluruh hidupnya untuk kesetaraan perolehan pendidikan bagi perempuan Islam, dipecundangi oleh lelaki islami yang menolak perempuan bersekolah hanya lantaran selaput dara yang cedera. Dan ironisnya Si Pencaci Meki itu adalah kader dari partai sendiri. Lebih dari itu, tes keperawanan hanyalah akan menambah perbendaharaan baru jenis pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia. Tes keperawanan dianggap praktek illegal di banyak negara kecuali sedikit negara di Afrika. Saya jadi bertanya-tanya apakah sebelumnya Bambang sempat studi banding ke sana? Rupanya tak di barat – tak di timur, tabiat dukun dan kaum paderi sama saja, mereka tak lebih para penderita misogini


Konon Tuhan menguji manusia setara batas kemampuan hambaNya, namun dengan menghadirkan godaan konyol berupa penggede dodol yang bertolol-kontol, itu sudah berlebihan. Saya rasa Tuhan sedang membanyol.


HYMEN


Selaput dara adalah bagian tersisa dari jaringan tipis penutup liang vagina yang secara alamiah membuka ketika bayi perempuan lahir. Pembukaan itu disiapkan agar kelak bisa dilewati cairan ekskresi vaginal alias menstruasi.

Para tolol sebaiknya perlu tahu bahwa secara biologis, membran ini amat tipis dan rentan robek. Bisa saja entah karena jatuh dari pohon kersen tetangga seperti dalam lagunya Doel Sumbang, atau karena tertusuk stang sepeda mini di usia dini seperti yang pernah saya saksikan sendiri. Para suami yang ‘Haus darah’ malam pertama juga sebaiknya mengerti bahwa tak semua selaput dara diliput jaringan pembuluh darah dan/atau mengakar padanya. Mereka bahkan sebaiknya memahami beberapa tipe selaput dara, dan agar tak terkejut bahwa ada jenis selaput dara yang justru harus dirobek karena proses pembukaan alami tidak terjadi. Para paderi tanpa hati haruslah mulai berlapang diri menerima koreksi bahwa selaput dara tak layak dibebani sebagai perlambang suci. Selaput dara juga mengada bukan untuk pria, sebab cukuplah mereka bersuka bersama liang vaginanya.


Di dunia kegelapan selaput dara melambai sebagai misteri, di era jahil menghantui mimpi para lelaki. Lantas karena kemalasan berpikir, maka para dukun dan kaum paderi segera menelikung dan memaknainya sebagai amanah suci. Mereka yang melawan ataupun yang mencari tahu akan dituduh pelaku heresy, salah satunya adalah Leonardo da Vinci, seniman yang di belakang hari membongkar tubuh orang mati untuk memetakan anatomi.


Penistaan terhadap vagina adalah warisan dari perang dingin rebutan kuasa antar kelamin yang panas. Ketika para pria menyadari bahwa ternyata para perempuan tak mampu membuahi diri tanpa campur tangannya, sejak itu supremasi Dewi Kesuburan berguguran. Dimulailah era pembagian kekuasaan dengan bermunculan para dewa berkelamin pria. Hingga tiba saatnya perpindahan kekuasaan dilaksanakan secara saksama dan seadil-adilnya. Kesaksamaan di sini adalah dengan memunculkan figur pria sebagai dewa utama secara parthenogenesis, pembuahan tanpa sel jantan. Sebuah jalan tengah nan cerdas. Penguasa dunia boleh dipegang dewa pria, namun harus hadir dari dewi yang tak terinvasi lelaki. Maka bertebaranlah berbagai kisah baru era Pagan seputar dewa utama yang dilahirkan oleh perawan suci di muka bumi.

Era Pagan telah berakhir ketika agama – agama samawi yang membawa konsep ketuhanan tunggal menguasai bumi. Tentu saja pembagian kekuasaan juga mengalami peninjauan kembali. Dewa-dewi tereliminasi, dan Sang Dewa Utama berevolusi menjadi Dewa Tunggal. Adalah Tuhan yang dengan malu – malu disodorkan berkonsep tanpa kemaluan, sesungguhnya memiliki masa lalu bergenetik laki-laki. Hal ini lantas diikuti mengakuisisi wilayah kuasa tanpa mengakui sisis sejarah terjadinya perpindahan kekuasaan masa lampau. Tuhan harus hadir mandiri tanpa dilahirkan Sang Dewi. Agama samawi yang masih menampilkan perawan suci atau sebangsanya, dianggap tak murni dan perlu segera dipurifikasi. Pertempuran kelamin langit kembali terjadi, dan berimbas di bumi. Semakin ketat agama samawi memuja Tuhan Esa, semakin ketat pula aturan yang membuat ruang gerak perempuan tak leluasa. Seperti memanfaatkan selaput dara perempuan yang dialihfungsikan menjadi senjata pemakan tuan empunya. Taktik cerdas orang bodoh.


Namun di dalam aturan seketat apapun tetap saja ada celah bagi orang kreatif, juga ruang pembangkangan namun tetap tampak beriman. Ada banyak jalan menuju ke amor, dan salah satunya adalah melalui jalan belakang yang tak merusak segel pintu depan. Meski ada aturan ketat berikutnya yang mengharamkan perzinahan anal, toh para analis tak perlu khawatir karena tak ada perangkat amanah Tuhan seperti hymen untuk membuktikan robeknya kesusilaan. Termasuk kreativitas mengakali pendarahan malam pertama dengan sanggama bersama datangnya bulan purnama, meski akal-akalan ini pun sudah diantisipasi para paderi dengan ayat yang mengharamkan persetubuhan di saat menstruasi. Namun pilihan yang masuk akal bagi calon istri yang ogah dianggap tak suci adalah bertaruh haram semalam daripada dinista sepanjang usia pernikahan.

Di era sekarang, misteri keberadaan selaput dara semakin terbuka bersama ilmu pengetahuan dan teknologi, namun kaum paderi yang menolak berbagi kuasa dengan para empunya vagina tak henti mendakwah akan bahaya ilmu dan teknologi. Terlebih ketakutan mereka apabila kelak semua itu dikuasai perempuan, maka akses mereka untuk meraih ilmu harus dihambat dengan misalnya tes vagina sejak dini. Dan apabila kelak kebodohan berkuasa, para gadis tak akan pernah mendapat selembar ijazah sebelum mengantongi selembar bukti sah bahwa mereka menjaga utuh selembar selaput di wilayah bawah. Saya tak tahu bagaimana mekanisme pelabelan halalnya, apakah kiranya akan dibentuk lembaga semacam Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berwenang menera stempel keperawanan di setiap meki lulus uji? Entahlah, tapi yang saya tahu pasti adalah harga diri perempuan akan direndahkan. Seiring dengan itu, harga pendidikan meninggi bagi pemilik meki, karena meski teknologi mampu mengatasi kebodohan paderi dengan hymenoplasty surgery atau bahkan mempercantik tampilan meki lewat vaginoplasty, semua itu butuh biaya tinggi. Memang ada produk hymen instan made in China yang lebih murah, tapi tetap saja semua itu hanya menambah pembuktian betapa kapitalislah pihak pertama yang cekatan menarik laba dari selangkangan wanita.


Maka, sungguhlah Nusantara tak mengharapkan para jumawa bodoh yang mengadabkan manusia atas dasar moralitas susila, jika hasilnya justru penistaan kemanusiaan itu sendiri. Yang dirindu adalah orang sederhana sebagaimana Sang Guru Bangsa Nyi Hj Siti Walidah nan bijaksana.


—————————————————–

Selamat Hari Guru Sedunia, 5 Oktober.

This entry was posted in Keislaman. Bookmark the permalink.

133 Responses to SANG PENCACI MEKI

  1. martoart says:

    MARNING!Tulisan ini untuk mereka yg otaknya dewasa!Terima kasih kepada UU Porno yang mengijinkan pemuatan gambar berkategori dewasa untuk tujuan pencerahan. Love it! Dan serius, gambar – gambar itu gak bisa besar walau diemut! Editorial kartun adalah karya saya, gambar tentang jenis selaput dara dari youngwomenshealt.org, gambar lain diunduh dari internet dan dicari melalui google. Sedang lagu yang layak mengiringi ini dari youtube.com.

  2. anotherorion says:

    urik dipertamaxi dewe

  3. ohtrie says:

    anotherorion said: urik dipertamaxi dewe

    ambi nunggu klimax mending mencacimeki mBah Martyo wae yukkk….!!!

  4. ohtrie says:

    yauwoh toyongggggg…!!!!aku scroll trus ngliat gambar, deg..!!! *kelop-kelop* ben rak berburuk sangka, langsung maca sik ahh…..

  5. ohtrie says:

    kelimaxxx…..!!!

  6. anotherorion says:

    iki jih moco ra konsen2 gambare marake mbalelo wae

  7. rengganiez says:

    we…ra ndadak disetriko kuwi langsung dinggo..

  8. anotherorion says:

    martoart said: Penistaan terhadap vagina adalah warisan dari perang dingin rebutan kuasa antar kelamin yang panas.

    iki perang dunia kepiro cak?

  9. dekmaniezt says:

    kok aku mual yak :(*mbayangin kembali ke SD-SMP-SMA, trus daptar sekolah, trus dites keperawanan.may be, harus nyiapin bakiak berlipat buat para pengetesnya, walo mereka adalah dokter kandungan bahkan psikolog seks sekalipun.Ogah guweeeee dipegang-pegang T.T mending gak sekolah mamiiiiiiiiiii

  10. ohtrie says:

    rengganiez said: we…ra ndadak disetriko kuwi langsung dinggo..

    iki komen kanggo sapaaa…? nyasar euyy…!!!!

  11. rengganiez says:

    khan neng sebelah ribut si pink..kuwi gambare pink..mbok disimak…

  12. rengganiez says:

    mbah marto…mau neng malang naga2ne meh tiru2..bupatine muring karena 40 persen anak SMP katanya udah gak perawan…

  13. anotherorion says:

    rengganiez said: khan neng sebelah ribut si pink..kuwi gambare pink..mbok disimak…

    nek iki wis dudu gombal neh mbak

  14. rengganiez said: kuwi gambare pink..mbok disimak…

  15. ohtrie says:

    martoart said: Maka, sungguhlah Nusantara tak mengharapkan para jumawa bodoh yang mengadabkan manusia atas dasar moralitas susila, jika hasilnya justru penistaan kemanusiaan itu sendiri. Yang dirindu adalah orang sederhana

    hemmm…. (serius mode on)sudah tak ada celah dalam tulisan ini untuk bisa aku komentari, semua serba nyata dan terbukti adanya…..sungguh sangat benar tatkala negeri ini masih sangat sedikit manusia (terutanma para punggawanya) yang berpikir tak usahlah terlalu ngejlimet, karena rakyatnya juga sudah bukan anak-anak bodoh lagi yang gampang ditipu dengan urusan yang (sok) dibikin ngejlimet…masih jarang sekali kita bisa menemukan seseorang pejabat dengan kesimpelannya , namun bisa bersahaja syukur-syukur mampu menjadi sentausa demi kemaslahatan umatnya.Yang ada adalah, “buat apa dibikin mudah, kalo bisa dipersulit…!”, buat apa musti belajar kesejarah masa lalu kalo sekarang bisa studi banding..!”Oh negeriku….!!!

  16. rengganiez says:

    koyo arep tak penthungi ki..nggemeske tenan bocah sing nyauti memehan kuwih.

  17. anotherorion says:

    ohtrie said: buat apa musti belajar kesejarah masa lalu kalo sekarang bisa studi banding

    belajar ke sejarah ki sangune ra iso okeh mas

  18. rirhikyu says:

    Bro, bukannya hymen gak dibisa diliat getu ajah? Bukannya masuk sekitar 2cm kedalam *walo berbeda2 tiap org?

  19. rirhikyu says:

    Btw soal test keperawanan, sangat2 merendahkan wanita.Gila tuh bupati. Pikirannya hanya daerah selangkangan.Begitu pula dg ke2 org yg sejenis dgnya.Emangnya moral hanya sekitar selangkangan? Hanya sekitar seks?Bagaimana dg yg ngaku bermoral tp suka merendahkan org? Bagaimana dg yg suka menipu? Bgmn dg yg suka meki?

  20. t4mp4h says:

    rengganiez said: mbah marto…mau neng malang naga2ne meh tiru2..bupatine muring karena 40 persen anak SMP katanya udah gak perawan…

    Gubernur Jogja santai aja tuh, padahal ada yang survei katanya 90% mahasiswi Jogja udah gak prawan … wakakaka… Dekmaniezt masuk yg mana ya ?

  21. luqmanhakim says:

    martoart said: mekienvy – istilah serapan saya untuk kaum yang cemburu kepada keindahan kelamin perempuan

    Ntar dulu komentarnya, lagi dibaca satu-persatu. ngakak dulu baca istilah ini

  22. arddhe says:

    kmrn itu saya baca wawancra dgn si anggota dprd itu bukanlah tes keperawanan, tapi tes kegadisan (apa bedanya ya?)

  23. savikovic says:

    t4mp4h said: Gubernur Jogja santai aja tuh, padahal ada yang survei katanya 90% mahasiswi Jogja udah gak prawan … wakakaka… Dekmaniezt masuk yg mana ya ?

    brati udah ada tes sejak lama yamalah mahasiswi nya ngaku dewe ga usah dites2 segala hahahahaha

  24. luqmanhakim says:

    Gimana para bintang Vivid dan JAV itu? Mereka pemuja meki, jelas bukan pencaci.

  25. penuhcinta says:

    Ini usulan orang frustasi, Cak. Secara mendasar, sebelum kita tinjau aspek merendahkan perempuannya, sudah tulalit.com karena gak ada kaitannya antara kesiapan belajar dengan keperawanan. Gak nyambung blas. Antara keberadaan selaput dara dengan moralitas perempuan saja udah tidak relevan, apalagi hubungannya dengan tingkat kecerdasan, kesiapan mental, dan pembekalan pelajaran2 dasar di tingkat sebelumnya yang seharusnya menjadi fokus dan pertimbangan utama dalam seleksi masuk ke sebuah sekolah. Tambahan lagi, pendidikan itu hak mendasar lo, seorang pelacur sekalipun berhak mendapatkannya!

  26. agamfat says:

    karena wajahnya tidak jelas, maka ane tidak bertanduk

  27. nitafebri says:

    arddhe said: kmrn itu saya baca wawancra dgn si anggota dprd itu bukanlah tes keperawanan, tapi tes kegadisan (apa bedanya ya?)

    beda dhe.. kloperawan kan blom pernah ML..klo Gadis kan artinya blom pernah Nikah.. soalnya klo Gadis blom tentu perawan

  28. inyong says:

    yaolohhhh kali ini bikin gw klimaxx beneranbentar ah komentarnya ngeliat dengan jelas duluanatomi sebuah meky

  29. inyong said: ngeliat dengan jelas duluanatomi sebuah meky

    Don’t tell me you’ve never seen one up close.

  30. martoart says:

    Priyo.. (dan yang lain), maafkan saya yang memakai emperan gudang buat keterangan tambahan.

  31. martoart says:

    ohtrie said: ben rak berburuk sangka, langsung maca sik ahh…

    good boy!

  32. rengganiez says:

    t4mp4h said: Gubernur Jogja santai aja tuh, padahal ada yang survei katanya 90% mahasiswi Jogja udah gak prawan … wakakaka.

    berarti keren gubernur-e…hehehe,,

  33. martoart says:

    anotherorion said: iki perang dunia kepiro cak?

    baca ini Yok: http://martoart.multiply.com/journal/item/97/God_Loves_Porn

  34. martoart says:

    dekmaniezt said: kok aku mual yak😦

    secara kemanusiaan memang memualkan

  35. martoart says:

    rengganiez said: malang

    emang ada kecenderungan pekok tuh para machomannya, cek ini, sepertinya nyambung: http://martoart.multiply.com/journal/item/23/Menggembok_Birahi

  36. martoart says:

    ohtrie said: buat apa dibikin mudah, kalo bisa dipersulit…!”, buat apa musti belajar kesejarah masa lalu kalo sekarang bisa studi banding..!

    kekekeke…. semua buat nyari duit Tri.. kadang curiga juga tujuan ‘mempersulit’ itu justru uintuk mengalihkan isu korupsi doang. kitanya yg terpancing ngributin soal keperawanan, dan lupa kalo duit rakyat Jambi dah diembat para penggedenya.

  37. martoart says:

    rirhikyu said: Bro, bukannya hymen gak dibisa diliat getu ajah?

    Bisa sist, tapi secara moral kemanusiaan gak bisa dan gak boleh.

  38. martoart says:

    rirhikyu said: Emangnya moral hanya sekitar selangkangan? Hanya sekitar seks?

    Orang sering melihat moralitas sebatas susila, tak melihat sikap korup juga sebuah sikap tak bermoral, makanya menurutku tes moral korup lebih utama daripada tes meki.Oh ya, yg usulin itu Orang DPRD dari PAN, bukan bupati.Dan Feb, kalo suka meki mah gak salah juga asal ga ada yg main paksa disana.

  39. martoart says:

    luqmanhakim said: lagi dibaca satu-persatu.

    aku suka ini. trims Man

  40. martoart says:

    nitafebri said: klo Gadis blom tentu perawan

    dan kalo nikah lom tentu udah ML

  41. nitafebri says:

    martoart said: dan kalo nikah lom tentu udah ML

    emang ada pria yang nahan gitu gak belah duren ??kan udah nikah n halal😀

  42. martoart says:

    luqmanhakim said: Gimana para bintang Vivid dan JAV itu?

    mereka lulus tes keperawanan. kakakakaTapi itu bakal jadi bahasan serius Man, eloe ahlinya.

  43. martoart says:

    penuhcinta said: Tambahan lagi, pendidikan itu hak mendasar lo, seorang pelacur sekalipun berhak mendapatkannya!

    Alamaaaakkk…. poin penting ini aku malah kelupaan! Terima kasih tambahannya Irma. Kamu bikin aku frustrasi, tapi gak frustasi hehehe

  44. martoart says:

    agamfat said: maka ane tidak bertanduk

    Iqro Gam! bacalah, ini aku tulis lebih karena mensuport gerakan istri Sang Pencerah.

  45. martoart says:

    inyong said: bikin gw klimaxx beneran

    Yoloh wak Kaji… ini tulisan pencerahan. Jangan melihat foto2 di sini sebagai ajang buat bikin horny.sono ambil air wudhu gi.

  46. martoart says:

    edwinlives4ever said: never seen one up close.

    aku ragu Gak… kekekek

  47. martoart says:

    nitafebri said: emang ada pria yang nahan gitu gak belah duren ??kan udah nikah n halal😀

    Muhammad menunggu Aisya cukup dewasa baru dicampuri, Yosef menunggu Yesus lahir baru meniduri Maria, dan beberapa kisah lain.Selain itu banyak juga yg udah nikah, ditinggal pergi entah karena tugas atau karena mati, ada yg udah nikah, tahunya gak selera ma pasangannya karena dia gay atau lesbi, ada yg udah nikah tapi susah memulai, ada yg udah nikah tapi maunya lewat pintu belakang. ada banyak lagi. intinya adaaa aja (ini bukan urusan priya atau wanitya Nit, juga bukan urusan udah halal-nmya).

  48. Don’t forget political marriage, such as in the case of those between Cleopatra and her brothers or between Tokugawa Ieyasu and the sister of Toyotomi Hideyoshi.

  49. debapirez says:

    Kmrn jd pakar sejarah.skrg sbg ahli biologi. Cak Marto memang pantas menggantikan dr.Boyke (lho?hehe…)

  50. martoart said: ada yg udah nikah tapi susah memulai

    kamu baca diariku ya mbah!jadi kringetan…

  51. inyong says:

    huwa huwa huwa deket banget sih enggak soale cuma dijilat doang

  52. inyong says:

    kalo yang ini sumpah boleh pake nafsu

  53. cenilhippie says:

    TOTALLLL!!!!……..trims mas buat sambung suaranya tentang hal ini….inilah wacana TOLOL! salah satu dari banyak pejabat TOLOL!!!! yang coba mengangkat issue ini….aku pasti link diizinkan ataupun ga…XD

  54. damuhbening says:

    komentar opo ya? wis kabeh, cukup menikmati saja…hahahaasampeyan cen moy cak…wakakakaa

  55. martoart says:

    debapirez said: pantas menggantikan dr.Boyke

    nope! beliau jago teori, gw cuma praktisi

  56. martoart says:

    cenilhippie said: diizinkan ataupun ga.

    apa yg enggak buat jeng Cenil? monggooooo…..

  57. martoart says:

    damuhbening said: sampeyan cen moy

    padahal lom dites keperjakaan

  58. debapirez says:

    Haha..gemblung.lain x ajak saya praktik ya haha..

  59. damuhbening says:

    martoart said: padahal lom dites keperjakaan

    kya!! huwahahaha…hayu sapa yang mau ngetes keperjakaan cak marto???

  60. ohtrie says:

    wakakakaka,padhal; hanya set buat contact tertentu aja lhooo…. KOk bisa bocor sih mBakkk….?*jadi ikut punya malu disamping kemaluanku euyyy…

  61. martoart says:

    tuh Nit, referensinya udah ditambahin sama Gagak. Trims Gak,

  62. martoart says:

    Jawaban gw buat Damuh n Dedy kok kontradiktif ya? satu sebagai praktisi, satunya perlu dites perjekinya.

  63. damuhbening says:

    martoart said: satunya perlu dites perjekinya.

    hem:

  64. debapirez says:

    saya curiga.jangan2 sudah karatan….*nenteng Cak Marto ke On Clinic hahaha…..

  65. okeboo says:

    hihi aku suka sama ilustrasinya,.. save the human, eh hymen :p.

  66. penuhcinta says:

    martoart said: Alamaaaakkk…. poin penting ini aku malah kelupaan! Terima kasih tambahannya Irma. Kamu bikin aku frustrasi, tapi gak frustasi hehehe

    Sama2 Cak.

  67. hitungmundur says:

    Mengko yen merga rewo-rewo meki iki dadi ana Perang Paderi jilid II, aku tak melu ndaftar dadi samsul bahri.

  68. karonkeren says:

    setelah ngebaca ini … kok gue semakin yakin yah … para penganut mekienvy itu inferior secara mental … jangan jangan mereka tititnya kecil atau mungkin impoten kalik sampe sampe merasa harus menunjukkan machoismenya melalui kebijakan tak berotak

  69. moestoain says:

    wakakakakaka….ada yang konyol ada yang buenerada juga yang salah disini..tapi tetap oke lah..terus bekarya:)SABUDI (sastra budaya indonesia)mari kita jaga bersama!

  70. martoart says:

    debapirez said: nenteng Cak Marto ke On Clinic

    rahasiaan terjamin. aku akan menemanimu Ded. itulah gunanya teman

  71. martoart says:

    okeboo said: suka sama ilustrasinya,

    Senang dipuji ahlinya… tengkiyu Lala..

  72. martoart says:

    hitungmundur said: melu ndaftar dadi

    … Tuanku Rao atau Imam Bonjol, sila pilih

  73. martoart says:

    karonkeren said: tititnya kecil

    bijinya satu setengah

  74. martoart says:

    moestoain said: ada yang konyol ada yang buenerada juga yang salah disini..

    katakan padaku sayangku…SABIJI (satu batang satu janji)

  75. moestoain says:

    martoart said: katakan padaku sayangku…SABIJI (satu batang satu janji)

    kalau kata kang doel..kalau bulan bisa ngomong… itu jawabnnya hahahahaSABUDI (sastra budaya indonesia)mari kita jaga bersama!

  76. martoart says:

    moestoain said: SABUDI (sastra budaya indonesia)

    SABUDUL (saha eta bang dul?)

  77. moestoain says:

    hehehehe….seeeplahSABUDI (sastra budaya indonesia)mari kita jaga bersama!

  78. martoart says:

    moestoain said: SABUDI (sastra budaya indonesia)

    SEBODO (seep.. bohay n dodol)

  79. renypayus says:

    kaaaaang kui ra nganggo bra. butuh bra seko cangkirku ora yo? hihihihihihi

  80. martoart says:

    renypayus said: ra nganggo bra

    better no bra than no brain

  81. moestoain says:

    wekekeke.. ternyatatidak semua orang seni suka sastra heheheSABUDI (sastra budaya indonesia)mari kita jaga bersama!

  82. martoart says:

    moestoain said: wekekeke.. ternyatatidak semua orang seni suka sastra hehehe

    Benar dan salah moes.Benar karena bisa jadi masalah selera.Benar bisa jadi karena seni gak cuma sastraSalah karena salah tempat menghadiahi puisi di postingan ginian.Salah karena kamu keburu pede merasa puisimu cukup sastra Maka kalo sama2 menjaga sastra budaya indonesia, ayo silakan menulis di blogmu, yang sastrawi, yang berkualitas. Rajin komen doang gak begitu membantu Moes. maka kudelete. Ayolah, aku bisa bantu (kalo mau).SABUDI (saatnya berbuat mulai dari diri-sendiri)

  83. moestoain says:

    wikiki…bukan hanya rajin komen..menulis dirumah sendiri memang juga penting..tidak ada yg tidak pantas tuk diletakkan dimanapun..coretan kutulis dimana saja aku mau.SABUDI (sastra budaya indonesia)mari kita jaga bersama!

  84. cenilhippie says:

    martoart said: better no bra than no brain

    like the quote!

  85. dollantefran says:

    ah, sungguh terlalu mas marto ini.. Saya keduluan.. Haha.. Udah lama ga berkunjung nih, mas..

  86. Wakakakakaakak..moco iki marai weteng kram, ambek lambe varises

  87. pas lagi heboh-hebohnya wacana ini saya ga sempet nulis, ternyata udah terwakili dgn tulisan mas marto. cuma nitip 3 kata aja deh buat yg kepikiran bikin peraturan begini: “wacana tai anjing!”

  88. martoart says:

    cesttoutcequejaime said: cuma nitip 3 kata aja deh buat yg kepikiran bikin peraturan begini: “wacana tai anjing!”

    Kalau pun memang seonggok tai anjing, sungguh aku rela membantu melemparkannya ke muka tolol mereka, sambil berkata; “Demi Martabat Kemanusiaan, Demi penghormatan kepada seluruh Perempuan!”. CEPROOOT!!!

  89. afemaleguest says:

    better late than never .. uhuyyy :)hmm … waktu ide tolol bin konyol ini sedang heboh diperbicangkan, aku sempat ditanya oleh seorang online buddy tentang masalah ini karena kebetulan aku adalah seorang guru, plus mengklaim diri sebagai feminis. :)yah … jelas aku ga setuju lah sangat amat tidak setuju. seperti tatkala kalau ada seorang siswi hamil kemudian dikeluarkan dari sekolah sedangkan yang menghamili bisa terus melenggang … ‘beban’ yang ditimpakan kepadanya pun berlipat ganda, pertama, tuduhan tidak bermoral karena hamil sebelum menikah resmi, kedua dia kehilangan haknya untuk menuntut ilmu. dan ternyata kasus seperti ini tidak hanya terjadi di ‘negara berkembang’ seperti negara kita. waktu aku duduk di bangku kuliah, ada seorang dosen tamu dari Michigan yang bercerita sekolah-sekolah Katolik di Amrik pun memberlakukan hal yang sama, mengeluarkan siswi yang hamil, sedangkan si laki-laki, yang ketahuan bersekolah di sekolah yang sama, bisa melanjutkan sekolah.kembali ke tulisan kang Marto yang keren ini, memang most ‘moral problems nampaknya bermula dari masalah agama ya? by the way, aku suka pas penjabaran tentang gods and goddesses yang banyak, kemudian menciut menjadi tinggal satu, plus jenis kelaminnya disembunyiin pula meski masih saja kentara bersifat maskulin.four thumbs up! (yang dua pake jempol kaki boleh?🙂 )

  90. martoart says:

    afemaleguest said: pake jempol kaki boleh?🙂

    asal masih perawan

  91. afemaleguest says:

    martoart said: asal masih perawan

    jempol kakiku masih perawan Kang! lol

  92. karonkeren says:

    afemaleguest said: dan ternyata kasus seperti ini tidak hanya terjadi di ‘negara berkembang’ seperti negara kita. waktu aku duduk di bangku kuliah, ada seorang dosen tamu dari Michigan yang bercerita sekolah-sekolah Katolik di Amrik pun memberlakukan hal yang sama, mengeluarkan siswi yang hamil, sedangkan si laki-laki, yang ketahuan bersekolah di sekolah yang sama, bisa melanjutkan sekolah.

    sebenarnya ini permasalahan landasan pemikiran untuk sistem pendidikannya aja … kalo landasannya dibawa konservatif pasti hasilnya cukup destruktif … gue bisa ngasih contoh dengan sekolah katolik juga tapi di indonesia, karena kebetulan gue pernah dikeluarin dari sekolah katolik … hehehehedi indo, sekolah katolik kebagi ke 2 sistem, mereka yang konservatif dan mereka yang moderat … yg moderat boleh dibilang mereka menghasilkan siswa siswi yg kritis atau minimal cara berpikirnya lebih terbuka, contohnya kayak anak2 de britto jogja, gonzaga & pl jakarta, st louis & frateran di surabaya, serta st albertus dempo di malang … sementara yg konservatif ya boleh dibilang mereka sama kayak sekolah katolik di michigan itu tadi, dimana mereka yg bermasalah akan dianggap sampah tanpa ada pembinaan yang ok dan selalu ada bias gender, beberapa contohnya ada kok di indo

  93. afemaleguest says:

    karonkeren said: sebenarnya ini permasalahan landasan pemikiran untuk sistem pendidikannya aja … kalo landasannya dibawa konservatif pasti hasilnya cukup destruktif … gue bisa ngasih contoh dengan sekolah katolik juga tapi di indonesia, karena kebetulan gue pernah dikeluarin dari sekolah katolik … hehehehedi indo, sekolah katolik kebagi ke 2 sistem, mereka yang konservatif dan mereka yang moderat … yg moderat boleh dibilang mereka menghasilkan siswa siswi yg kritis atau minimal cara berpikirnya lebih terbuka, contohnya kayak anak2 de britto jogja, gonzaga & pl jakarta, st louis & frateran di surabaya, serta st albertus dempo di malang … sementara yg konservatif ya boleh dibilang mereka sama kayak sekolah katolik di michigan itu tadi, dimana mereka yg bermasalah akan dianggap sampah tanpa ada pembinaan yang ok dan selalu ada bias gender, beberapa contohnya ada kok di indo

    thanks atas tambahannya Karon yang keren🙂

  94. harxnext says:

    martoart said: mewacanakan tes keperawanan dalam Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang

    kalo yang ini saya setuju banget… asal yang nge-tes saya dan tentu saja dengan cara saya…. ^_^

  95. martoart says:

    harxnext said: kalo yang ini saya setuju banget… asal yang nge-tes saya dan tentu saja dengan cara saya…. ^_^

    humor sampeyan seksis.

  96. afemaleguest says:

    martoart said: humor sampeyan seksis.

    betul!jadi ingat seorang rekan yang mengaku mengenal ideologi feminisme jauh lebih dulu dibanding aku, dan mengatakan suaminya pun adalah seseorang yang bisa dikategorikan sebagai feminis laki-laki.satu kali sang suami pergi ke sebuah counter untuk membeli pulsa cell phone. semula dia berniat untuk membeli pulsa elektrik. namun karena tidak ada persediaan, maka dia pun minta pulsa ‘kartu’. si penjual, perempuan, mengatakan, “Tapi harganya lebih mahal pak?”sang suami bertanya, “berapa?”sang penjual menyebut harga 2000 rupiah lebih mahal dibanding harga pulsa elektrik.sang suami komen, “untuk membeli kamu saja, saya mampu!”aduuuuhhhh … kesel bener aku waktu denger temanku cerita pas bagian, “untuk membeli kamu saja, saya mampu!”katanya feminis laki-laki, kok seksis abis gitu???T_T

  97. martoart says:

    afemaleguest said: sang suami komen, “untuk membeli kamu saja, saya mampu!”

    Ini lebih sebagai humor rendahan nan arogan kaum aristokrat kapitalistik, (dan) tapi menjadi seksi ketika obyek humor berbeda jenis kelamin. Dua hal yg biasanya berdekatan, Tahu maksudku?

  98. afemaleguest says:

    mencoba menelaahnya …yang kepikiran malah kasus yang berbeda, antar etnik.misal kata ‘nigger’ jika dinyatakan di antara sesama para African American itu tidaklah bernuansa rasis, namun jika kata itu diucapkan oleh seorang European American kepada seorang African American, itu bakal berbuntut panjang.demikian juga jika kata “Cina lu!” diucapkan antar sesama ‘keturunan Cina’ mereka akan menganggapnya sebagai ledekan sesamanya. namun jika diucapkan oleh seseorang dari etnik lain — karena bernuansa kebencian, bisa jadi menyebabkan pertikaian yang berkepanjangan.am I right? kalau salah, ya dijelasin yah? ^_^kembali ke kisah sepasang suami istri yang temanku itu. sang perempuan tidak sadar bahwa aku tersinggung tatkala mendengarnya. she didn’t realize bahwa suaminya telah melecehkan seserang dari kaumnya, dan dia lupa bahwa I claim as a feminist. T_T yang bakal gampang sensifit kalau mendengar ‘lelucon’ seperti itu.*curhat* ^_^v

  99. martoart says:

    Pasti ada hubungannya dengan gaya bercanda itu, sedikit. Atau lebih tepat ada alasan yang lebih menjelaskan kenapa ini pantas dan itu tidak. Akan aku tulis di tempat lain, agar tak OOT, sebab ini akan bersentuhan dengan psikologi kekuasaan. (aku hapus komen dobelnya).

  100. Om marto… aku bukan orang yang akan komen dengan jawaban cerdas yang om harapkan :Dyang aku tau, aku suka membaca artikel/buku pemikiran (halah) seperti ini, postingan om marto, mas luqman aku suka, meski belum tentu harus setuju,,, toh berteman BUKAN harus sependapat kan? ;)tentang istilah penyebutan kaum “paderi” disini IMHO itu kurang tepat karena cakupannya terlalu luas, bias dan TIDAK jelas paderi yang mana dan dengan kata2 kaum paderi disini aku langsung teringat para pejuang paderi jaman penjajahan dulu: pangeran diponegoro dll…belom lagi, gak semua kaum paderi yang disebut itu memang sependapat semua ttg isu ini… *sigh* so please… if you don’t mind diganti kaum paderi/kaum suci ini menjadi sebuah kalimat yang lebih eeenggg…. manusiawi. tak ada manusia yang paderi yang tak pernah melakukan kesalahan😀 heheheP.S: wow aku baru tau kalo sang penggagas tes keperawanan adalah anaknya KH Ahmad Dahlan (kemane aje looo ntyyy)demikianlah komen dudul dari seorang yang imut dan polos B-)sebagai pra syarat diterimanya saya sebagai keponakan😀

  101. martoart says:

    cinderellazty said: tak ada manusia yang paderi yang tak pernah melakukan kesalahan

    Karenanya, atas nama kemanusiaan, tak saya ganti.

  102. martoart says:

    cinderellazty said: wow aku baru tau kalo sang penggagas tes keperawanan adalah anaknya KH Ahmad Dahlan

    Bukan Anty… wah bahaya, kamu salah baca. Tak ada hubungn darah.

  103. martoart says:

    cinderellazty said: sebagai pra syarat diterimanya saya sebagai keponakan

    sebenarnya bukan syarat, tapi sekadar agar sedikit lebih tahu siapa yg diundang. daripada nyesel ternyata omnya berantakan. he he

  104. martoart said: Bambang yang politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu cukup tercium aroma agamanya, sementara meski Indonesia bukan negeri yang total sekular, amat tak pantas turut mendanai ritual fit and proper test vagina ini bila nantinya lolos menjadi Perda.

    oooooh karena si bambang ini anggota PAN?laaaaah menurutku ini gak valid om^_^v peacegak valid karena:1. siti walidah dan KH Ahmad Dahlan adalah penggagas lahirnya organisasi muhammadiyyah2. tidak semua orang muhammadiyyah itu pro PAN3. jaman siti walidah dan KH. Ahmad Dahlan, PAN tak adawkwkwkwkwkw

  105. aku baru mudheng loh wkwkwkwkwaku kira beneran anaknyakok belom pernah denger nama anaknya KH Ahmad Dahlan namanya Bambang dan masih hidup lagi wkwkwkwkw

  106. huummmkarena atas nama manusiasaya menghargai meski tak setuju

  107. martoart says:

    Makanya baca dengan tenang…

  108. martoart says:

    cinderellazty said: menurutku ini gak valid om

    Sepertinya yg kamu kutip dan kamu komentari kurang pas.Eniwei, kamu kurang sedikit imajinatif dalam membaca. Ga papa.

  109. hiiiiiii heeeeemmmmbaiklaaah

  110. martoart says:

    Kalau sudah ada berita yg aku link seperti di bawah ini wahai Sang Pencaci Meki, kalian bisa apa lagi kecuali hanya menyesali kepicikan sendiri. dengan kesucian versi paderi.? Dan bersama teknologi operasi, muka mesum kalian telah dicaci meki si Depe!http://id.omg.yahoo.com/news/dewi-persik-selesai-operasi-keperawanan-zwp4-464292.html

  111. dollantefran says:

    Jadi teringat, dulu… Raja-raja Jawa, belum dianggap raja kalo belum dapat legitimasi dari Sang Tasik Wedi… Apa para raja-raja itu di tes keperjakaan yah?? Sampai akhirnya mau balas dendam ke kaum wanita! Atau jangan2 raja yang sekarang tidak dapat legitimasi dari Sang Ratu??Ah, berpikir positif sajalah…(Komentar Bodoh) hihihihi

  112. martoart says:

    dollantefran said: Sang Tasik Wedi..

    Sangat samar2 ada di ingatanku. Bisa dibantu jelasin kisahnya Tef? Menarik sepertinya.

  113. faziazen says:

    berapa persen sih cewek yg masih virgin?padahal hymen bisa sobek karena jatuh atau olahraga berat..

  114. martoart says:

    faziazen said: berapa persen sih cewek yg masih virgin?padahal hymen bisa sobek karena jatuh atau olahraga berat..

    Kalo tidak karena itu, bagaimana menurutmu?Atau perlu tes lagi untuk membedakan layak/tak layak sekolah kalo sobeknya bukan karena jatuh atau olahraga berat?

  115. faziazen says:

    emang ada tes yang segitu detailnya..kalau ditanya “mengapa tidak ada tes perjaka?”kalao cowok sih gak ada bedanya

  116. martoart says:

    faziazen said: emang ada tes yang segitu detailnya..kalau ditanya “mengapa tidak ada tes perjaka?”kalao cowok sih gak ada bedanya

    Kamu tidak menjawab pertanyaanku, tapi tak apa.Intinya, tes keperawanan, keperjakaan, atau semacamnya dalam level sesederhana apapun wajib ditolak.

  117. afemaleguest says:

    beberapa hari yang lalu Angie cerita tentang seseorang, entah temannya sendiri, atau temannya temannya, atau siapa lah pokoknya, yang penting tentang seorang perempuan …si perempuan ini gagal masuk suatu akademi dikarenakan waktu dites kesehatannya ketahuan sudah tidak perawan lagi.maka aku tanya ke Angie, “Do you have any idea how the doctor checked her virginity?” yang tentu dijawab, “No idea either,” olehnya …(Kang Marto pernah dengar rumor kalau masuk akademi tertentu … seorang perempuan harus masih perawan? entahlah apakah ini juga berlaku ke laki-laki yang notabene harus masih perjaka …)kemudian Angie mengingat-ingat tes kesehatan yang harus dia jalanin sebelum masuk universitas dimana dia kuliah sekarang, dan tidak ada tes yang ‘nganeh-anehi’ …aku malah ingat waktu aku tes kesehatan untuk masuk uni dimana aku dulu kuliah si dokter laki-laki menyuruhku membuka kancing baju segala … untung aku masih ‘culun’ jadi masih pakai kaos singlet untuk nutupin bra … wekekekekeke …

  118. faziazen says:

    iya ..wajib ditolakhmm kasian yg udah ga virgin karena diperkosajadi ingat kasus perekrutan pramugari yang katanya harus buka baju dan dipegang2 ama dokternya

  119. martoart says:

    faziazen said: ya ..wajib ditolakhmm kasian yg udah ga virgin karena diperkosa

    Bagaimana kalo tidak karena diperkosa?

  120. martoart says:

    afemaleguest said: pernah dengar rumor kalau masuk akademi tertentu … seorang perempuan harus masih perawan? entahlah apakah ini juga berlaku ke laki-laki yang notabene harus masih perjaka

    Belum.Mungkin Academy of Virgin Marry. Ha ha

  121. afemaleguest says:

    martoart said: Academy

    yang lulusannya kemudian mengenakan seragam coklat-coklat itu lho Kang … yang kadang sok keluyuran di jalanan untuk nyari tambahan duit dengan alasan ga bawa sim kek atau stnk kek atau ga pake helm …

  122. martoart says:

    afemaleguest said: yang lulusannya kemudian mengenakan seragam coklat-coklat itu lho Kang … yang kadang sok keluyuran di jalanan untuk nyari tambahan duit dengan alasan ga bawa sim kek atau stnk kek atau ga pake helm …

    Oh, Akabri. Ya pantes kalo lembaga yg ngandelin otot n membran gitu. Otak mah nomor sekian.Atau kali itu cuma akal2an seniornya buat ngecek meki secara ‘legal’.

  123. gokumonji says:

    Saya mengagumi pemikiran Anda yang tidak terpengaruhi ilmu-ilmu yang tidak bermutu dari kaum terdahulu yang mengatasnamakan agama melulu. Coba lihat akun Multiply yang saya miliki, sehingga Anda menemukan pemikiran setingkat wahyu para nabi seperti spesies kaum manusia sejati berilmu tinggi.

  124. martoart says:

    gokumonji said: Coba lihat akun Multiply yang saya miliki

    klik

  125. gokumonji says:

    martoart said: klik

    Terima kasih telah mengunjungi dengan cara mengelik halaman profil Multiply yang saya miliki untuk saat ini. Anda adalah orang kesembilan dari 10 orang pengguna Multiply yang melihat karya saya yang sedikit sekali secara kuantitas dan jauh tidak berkualitas dibanding pemikiran Anda yang telah tercipta dalam bentuk kata-kata yang diperuntukkan untuk dibaca.

  126. gokumonji says:

    Kesucian dan kehormatan perempuan menurut pria sejati seperti saya yang asli manusia berakal tinggi bukan berpedoman masih utuhnya selaput dara maupun vaginanya belum ditusuk penis, tapi perempuan yang belum pernah dinodai aktivitas-aktivitas seksual atau belum dizinai ataupun menzinai. Itu baru calon istri sang harimau Islami seasli perawan sejati. Apakah Anda masih atau dulunya perawan sejati sebelum menikah? Jika Anda sudah menikah, jangan sebatas menjaga vagina saja untuk menghormati suami tercinta. Apa saja yang merusak harga diri suami? Segala sesuatu yang menjurus aktivitas pornografi kepada siapa saja selain pasangan pernikahan itu zina bagi saya.

  127. ellenewsoul says:

    Keperawanan tak identik dengan utuhnya selaput dara. Kalau cuma begitu, gampang, banyak ada tempat operasi pemasangan lagi selaput dara, katanya. Kehormatan perempuan tak melulu soal keperawanan. Bisa panjang ocehan. Maaf, hanya racauan janggal tengah malam saja, hehe.

  128. martoart says:

    ellenewsoul said: racauan janggal tengah malam

    Lah, kita sama2 meracau janggal kalo gitu. ;)Kalo tengah malam baca postingan ini, akan sebel sendiri ma orang2 kolot itu jeng. Bukan tanggung jawab saya..

  129. bebetmalakian says:

    “tak ada gadis yang tak retak”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s