DI MANA YA DAMAINYA?


Kata Damai

Indah sekali mimpi saya, dan tampak dekat harapan saya bahwa dunia akan segera menyurga. Damai tanpa tikai, riang tanpa perang. Tak lain karena semangat perdamaian itu ada di penjuru bumi. Setidaknya terbaca dari tersedianya kata ‘Damai’ dalam perbendaharaan bahasa masing-masing bangsa

Bacalah dengan keras sebagian kecil contoh berikut; Peace (English), Heiwa (Japan: 平和 atau へいわ), Salam (Arabic: سلام), Shalom (Hebrew: שָׁלוֹם), Shanti (Sanskrit:शांति ), dan pasti masih banyak lagi.

Namun saya bersegera melipat harapan, begitu membaca betapa lawan kata dari istilah itu jauh lebih kaya. Kata yang bermakna semangat anti perdamaian dengan kedekatan varian yang melekat amat banyak menghias angkasa. Misal dalam Bahasa Indonesia, selain ‘Perang’ sebagai lawan kata ‘Damai’, Anda akan temui; Tempur, tikai, tarung, tanding, tengkar, tinju, tawur, cek-cok, kelahi, (ber)antam, (ber)seteru, dan seterusnya. Sedang dalam bahasa Inggris Anda bertemu; Battle, fight, duel, conflict, combat, dan mungkin masih banyak lagi. Saya tak tahu kekayaan semangat bermusuhan di dalam bahasa yang lain.

Dalam ber-kata, kapling damai tak cukup lega. Masih dalam bingkai bahasa, mari kita cari tahu harapan baru.

Slogan Damai

Saya masih juga heran, kurang apa para seleb menyuarakan damai? SLANK tak henti meneriakkan ‘Pis’ yang tentu maksudnya ‘PEACE’, tapi tak jarang ada bentrok – bahkan – sesama Slankers di tengah atau usai konser. Betapa Sang Abang Haji Oma Irama mendakwah bersama nada, namun tak kadang ‘Senggol-bacok’ yang menguasai. Di pergelaran wayang, Enthus Susmono atau siapapun Sang Dalang, tak henti mewejang melalui mulut Semar ‘Crah agawe bubrah, rukun agawe santosa’ alias bermusuhan membuat berantakan, bersatu membuat kuat. Namun usai pertunjukan acap terjadi perkelahian lantaran rebutan keuntungan hasil parkiran misalnya.

Tapi saya merasa persoalannya bukan pada rukun atau bersatu, juga bukan sekadar ‘Pis’ dan salam kulit pisang buat dibuang. Kadang saya curiga ketiga Punakawan (Gareng-Petruk-Bagong) dan penontonnya hanya seolah rukun agar bapaknya senang. Damai adalah hal yang menjiwa, sesuatu yang mengalir di nadi sejak bayi karena ajaran tanpa dengki dari orang tua, sedang rukun lebih hadir sebagai seremoni yang mungkin tak bertumbuh dari dasar hati. Bukan berarti menolak konsep kerukunan itu, tapi bukankah sering kita temui bahwa ‘Happy Family’ hanyalah lebih sebagai citra? Hadirkan kerukunan keluargamu sehingga tetangga terpana. Toh urusan dinginnya ranjang tak sampai ke telinga mereka. Dalam sekala bangsa, kerukunan di Indonesia bernama ‘Persatuan’. Persatuan Indonesia lahir sebagai sebuah paksaan dan tumbuh dengan keterpaksaan. Konflik tiada henti dan keinginan melepas diri dari NKRI meninggi. Bersatu semakin tampak berbeda dengan ‘Damai’. Dan semua itu tak lantas serta-merta teratasi dengan ‘Pis’ SLANK dan Salam kulit pisang Sang Abang.

Rupanya dalam ber-slogan, semangat damai juga tak cukup membara. Mungkin selebritas tak cukup tangkas meretas hawa panas. Baiklah kita seret nabi dan orang suci dan slogan agamisnya untuk mendinginkan hati.

Agama Damai

Saya tak akan memulainya dengan menyarankan anda menyanyi lagu perdamaian ala Nasidaria yang dilansir lagi oleh GIGI. Bukan karena tak suka liriknya, tapi seingat saya pernah terberita sengketa antara GIGI dan pengarangnya. Semoga damai telah bersama mereka.

Yesus Kristus adalah sosok suci agama samawi yang memiliki rekam-jejak paling damai. Amat beda dengan Musa yang membunuh orang Mesir, Qidir yang membunuh bocah, Ibrahim yang diminta membunuh anak sendiri, David yang bertarung dengan Goliath, dan Samson serta beberapa nabi petarung lain. Tangan Yesus tak berlumuran darah kecuali karena paku. Namun sepeninggalannya, ‘Damai di langit dan di bumi’ justru tak terbukti. Pertikaian internal Katolik dan Protestan, juga Nasrani Vs Islam tak pernah bisa dihapus dari lembar sejarah peradaban. Memang pernah sekali terjadi ‘Damai di langit’ tatkala Astronot Nasa (USA) bertemu Kosmonot Soviet di stasiun ruang angaksa MIR yang berarti ‘Damai’, sementara di bawah masih berkecamuk perang dingin antar kedua negara adi daya itu. Sedang rekor ‘Damai di bumi’ lumayan didominasi koruptor di Indonesia.

Adalah Muhammad yang menghadirkan Islam rahmatan lil alamin. Juga dia yang membuktikan indahnya Piaga
m Madinah. Tapi entah kenapa, sepeninggalannya umat Sang Nabi ini seperti semau diri memaknai arti damai. Konon memang nabi telah menasbih umatnya bakal terpolarisasi di dalam beberapa bagian, dan hanya satu yang benar. Mulanya masing-masing umat berjuang menjadi yang paling benar dalam mendekati ajaran Nabi, kemudian tanpa sadar arah perjuangan berubah menjadi pemenang. Dan tampaknya menjadi pemenang skaligus merasa paling benar adalah tujuan utama. Maka pertikaian antar agama dan dalam agama tak pernah menemu jeda. Nabi mewariskan pernyataan yang menjebak, sebelum umat cukup dewasa untuk disapih melalui kematiannya. Dan pertikaian nan ‘Islami’ mengharu bumi.

Tentu pertikaian atas nama Tuhan dan agama, baik antar agama maupun internal agama tak akan pernah selesai dituliskan. Yahudi, Hindu, Budha, dan lainnya masing-masing memiliki sejarah perangnya sendiri. “Agama-agama tak cukup membawa damai”, semacam itulah Mahatma Gandhi pernah memprihatinkan sikap perseteruan kaum beriman. Mungkin terinspirasi oleh tokoh pujaannya, John Winston Lennon menulis hal senada dalam lirik lagu perdamaiannya, Imagine.

Menyebut nama John Lennon tak pelak mengingat era 70an di mana gerakan perdamaian dunia menemu titik pijak dan panggungnya. Ah, barangkali dengan merunut kembali era di mana simbol dan semangat perdamaian tumbuh mekar, kita bisa mengais mimpi-mimpi indah itu.

Simbol Damai

Era 70an adalah era filosofis dengan rentang sejajar perang Vietnam 1955 – 1975, di mana kaum muda Amerika dan Inggris hadir menjadi generasi menyenangkan. Mereka melakukan revolusi paling artistik sepanjang sejarah. Ibaratnya Flower Generation mengganti tabiat keras Bolshevik, gitar menggantikan klewang, rock n roll mengusur pidato – pidato, seks bebas mendobrak kemunafikan gereja dan orang tua, dan LSD mengusir doktrin – doktrin ideologi. Kemudian hadirlah simbol dan slogan anti perang yang mendunia.

Logo ini sebenarnya sudah didesain oleh Gerald Holtom pada 21 Februari 1958 dengan tujuan awal sebagai logo anti perang nuklir. Logo ini dibangun dari gabungan dua huruf dalam tanda Semaphore ‘N’ huruf pertama dalam ‘Nuklir’ dan ‘D’ huruf pertama dalam ‘Disarmament’ (Pelucutan senjata). Tahun 60an dan 70an dipakai sebagai logo gerakan anti perang pada umumnya, tidak khusus hanya anti perang nuklir.

Merpati (Dengan ranting zaitun). Zaitun dalam beberapa tradisi samawi melambangkan perdamaian. Sedang merpati melambangkan penyampai pesan. Hal ini diadopsi dari kisah merpati yang diutus Nuh untuk membawa bukti bahwa banjir telah surut. Merpati adalah penyampai pesan damai sekaligus harapan damai.

V-Symbol, adalah tanda yang dibentuk oleh jari telunjuk dan jari tengah yang terbuka, sedang ketiga jari lain tertutup sehingga membentuk huruf ‘V’. Huruf ‘V’ berarti Victory yang bermakna menang perang. Sebuah simbol yang menurut saya tidak sesuai dengan semangat anti perang.

Bendera perdamaian, adalah bendera enga susunan warna pelangi dengan kata ‘DAMAI’ sesuai bahasa yang digunakan. Banyak orang salah anggap berdamai adalah dengan mengibarkan bendera warna putih. Pengibaran bendera putih berarti menyerah.

Jargon “Make Love, Not War” yang berarti “Bercinta, bukan berperang” sangat tepat mengakomodasi semangat anti perang dan suka bermain kelamin. Jargon itu biasa diikuti oleh Motto; “Sex, Drugs, and Rock ‘n Roll”.

Gaya hidup Hippies yang bebas adalah simbol perlawanan era sebelumnya yang amat rapi dan ketat. Rambut gondrong bagi pria, dan bebas tergerai bagi perempuan, pakaian bermotif bunga atau gombrong ala India, bandana, selendang, celana cutbray, sepatu hak tinggi dan tebal, asesori berlebihan, dan seterusnya adalah pernyataan protes mereka melalui fesyen.

Narkoba, adalah konsumsi yang juga mewakili perlawanan sosial serta cara mudah menghindar wajib militer. Berbagai jenis narkoba seperti speed, LSD, marijuana, hashish, poppy, dan sebagainya mengiringi setiap pertunjukan musik.

Musik sebagai budaya perlawanan sipil cukup kuat merebut perhatian kaum muda. Teriakan Rock n Roll tak mampu dihindari mereka yang terbiasa nada – nada Gregorian dan Gospel. Syair – syair pelantun balada membuat semangat solidaritas remaja era itu kembali menakar darah seusianya yang menjadi korban perang. Joan Baez, Bob Dylan, Donovan, dan seterusnya adalah pengirim pesan damai melalui gitar mereka.

Tapi masa itu telah lewat. Bisa jadi pesan damainya terus kita dengar hingga kini, namun dentum rudal serdadu dan orasi politisi lebih menguasai. Tak apa, hari ini saya telah kembali mengingatkan diri untuk terus bermimpi dan merawatnya. Setahuku umat Islam menjaga diri untuk tak merusak bulan suci dengan perang, umat Hindu Bali menghindari pertikaian di saat Nyepi, Paus Paulus VI mencanangkannya pada 1 Januari 1968, SBY entah dibisiki siapa saat mengiyakan untuk ikut versi 12 November, dan Perserikatan Bangsa – Bangsa menetukan perayaannya di Tanggal ini, 21 September.

Selamat Hari Perdamaian Dunia.

This entry was posted in Keislaman. Bookmark the permalink.

59 Responses to DI MANA YA DAMAINYA?

  1. martoart says:

    Mengheningkan Cipta… MULAI

  2. martoart says:

    Beberapa gambar saya unduh dari internet, kecuali ilustrasi utama (Parodi The Beatles menyebrang di Abbey Road), dan gambar kecil “Make Love Not War” adalah karya saya.

  3. rirhikyu says:

    Ikutan mengheningkan cipta dulu sebelum membaca.Met hari perdamaian dunia jg.

  4. zaffara says:

    martoart said: ketiga Punakawan (Gareng-Petruk-Bagong) dan penontonnya hanya seolah rukun agar bapaknya senang

    Itu jg yg saya curigai. walau sering terbahak2 jg melihat bentuk “konfliknya” sebatas ber-banyak2 kata, hrsnya bangsa ini meniru mereka, kalaupun tdk damai, paling tidak perseteruannya menghibur banyak orang ya🙂

  5. ohtrie says:

    kelimaxxx,,,baru baca xxx…

  6. anazkia says:

    Owh ini hari perdamaian tho?

  7. rirhikyu says:

    Kapan bisa damai?Saat mau adem ayem? Ada pembakaranSaat mau mereda, ada penusukanSaat ekonomi menguat, tikus2 busuk mengerogoti?Namun aku hanya bisa berusaha tak mengikuti arus, dan berusaha adem dan kl bisa menabur yg adem2🙂

  8. ohtrie says:

    martoart said: Tak apa, hari ini saya telah kembali mengingatkan diri untuk terus bermimpi dan merawatnya.

  9. nitafebri says:

    Semoga duniaku Damai..Minimal Indonesia dululah..Geraah bangeet sekarang makin sering curigaan antar umat hiks.. ^_^VCak thx udah posting , baru ngeh ini hari Perdamaian Sedunia soalnya gak ada rame2 beritanya..

  10. anazkia says:

    Semoga, kedaimaian itu dimulai dari diri saya sendiri

  11. renypayus says:

    Ikut mengheningkan cipta…dimulai dengan hati gue sendiri dulu deh, semoga hatiku damai.

  12. rengganiez says:

    Salam piss..sy merasakan damai, di pinggiran pantai menikmati ombak. Menyemai bibit semangka ama petani di pesisir pantai. Metik cabe memerah yg harganya dah anjlok. Ngobrol ama Mbah waginem..damai tenan ki..

  13. Cuma bisa berusaha ga nambah konflik mas :-)@nitaPlg ga aku lbh mudheng yg ini daripada tulisan mas trie yg penuh falsafah…. Piss mas trie…piss… *Mlipir* Tp bkn berarti mas trie ta’suruh ngrubah gaya lho…Aku terima (tulisan) kamu apa adanya koq *tsahhh…*. Biar aku ajah yg (agak) ngos2an bacanya😀

  14. renypayus says:

    rengganiez said: sy merasakan damai, di pinggiran pantai menikmati ombak

    kok gue mendadak g damai, ya? (¬_¬”)ga ngajak2 (⌣́_⌣̀)

  15. arddhe says:

    pis lop en gaul!:)

  16. ohtrie says:

    martoart said: Kadang saya curiga ketiga Punakawan (Gareng-Petruk-Bagong) dan penontonnya hanya seolah rukun agar bapaknya senang. Damai adalah hal yang menjiwa, sesuatu yang mengalir di nadi sejak bayi karena ajaran tanpa dengki dari orang tua, sedang rukun lebih hadir sebagai seremoni yang mungkin tak bertumbuh dari dasar hati. Bukan berarti menolak konsep kerukunan itu, tapi bukankah sering kita temui bahwa ‘Happy Family’ hanyalah lebih sebagai citra? Hadirkan kerukunan keluargamu sehingga tetangga terpana. Toh urusan dinginnya ranjang tak sampai ke telinga mereka. Dalam sekala bangsa, kerukunan di Indonesia bernama ‘Persatuan’. Persatuan Indonesia lahir sebagai sebuah paksaan dan tumbuh dengan keterpaksaan. Konflik tiada henti dan keinginan melepas diri dari NKRI meninggi.

    Semoga kita masih memiliki Bapak yang bisa berlaku bijak pada anak-anaknya, bukan pembenaran pribadi (dan keluarga) nya

    Upaya kareben sira paham anggon nglebur perkara ngaurip, agama, lan sesrawungan datan bisa den anggo ukuran tunggal yeku ukuran kabeneranNora selak menawa kabeneran iku malah andadekake perkara dadi prahara.Kang dibutuhake ana ing paugeman kene yeku “KAWICAKSANAN” . Aning ngaurip iki den butuhake sipat kawicaksanan kareben tuwuh akeh sipat bener kang mertikel tingkate lan uga akeh wernane, kabeh mau bisa lungguh jejer gegandhengan.

    Usaha untuk memahami cara berfikir menyelesaikan masalah dan pertikaian berkehidupan, beragama, dan bermasyarakat tidakl dapat di sandarkan pada satu kebenaran sebagai ukuran tunggal…Tak jarang kebenaran justru menambah permasalahan semakin parah. Disini yang dibutuhkan adalah ”WISDOM” bukan hanya satu kebenaran. Hidup membutuhkan sikap bijak agar banyak kebenaran bertingkat-tingkat dan berwarna – warni, dapat berdampingan dengan nyaman. Orang “tehnis” mengira bahwa satu pertanyaan adalah satu jawaban, Tidak begitu dengan orang bijak yang selalu memiliki banyak tingkatan pemahaman akan kebenaran serta ada banyak jawaban atas satu pertanyaan ”yang tentu membutuhkan kejernihan hati yang berasal dari TUHAN”

  17. zaffara says:

    martoart said: Mengheningkan Cipta… MULAI

    Nice song

  18. luqmanhakim says:

    Tahun 1998 jaman mahasiswa aku pernah nulis buat majalah BOE Ekonomika FEUI, nggak tau ke mana itu majalah, tulisannya juga masih pake Wordstar. Aku ngebahas tentang generasi-generasi yang meneriakkan perdamaian di bumi. Salah tiganya: Baby Boomer GenerationAnak-anak yang lahir dari kondisi pasca Perang Dunia II, saat perang besar mulai berhenti, mereka bisa tumbuh normal dan sehat. Dari mereka kemudian besar dan menikah, lantas melahirkan anak-anaknya yang dikenal dengan nama Flower Generation. Nama Baby Boomer sempet menggelitik produsen mobil Mazda buat ngejadiin nama ini jadi salah satu merek mobilnya, Mazda Baby Boomer. Flower GenerationUdah dibahas panjang lebar sama Mas Marto. Di sini perang juga masih ada terbukti dengan pengiriman pasukan ke Vietnam, generasi muda di Amerika melakukan penolakan dengan slogan yang disebut di tulisan di atas, “Make Love, not War”, mendingan bersenggama ketimbang perang. Dari kebebasan sikap ini lahir generasi baru dengan Flower Generation sebagai orang tuanya. Generation XBeberapa buku bilang generasi ini adalah generasi yang murni lahir tanpa perang yang mewarnai. Dibesarkan dalam kondisi pasca Perang Vietnam.Gizi cukup, pendidikan baik, tapi tanpa perang? Nanti dulu. Nyata-nyatanya keinginan berperang cukup besar dan persis Mas Marto bilang, varian antonim kata dari “Damai” kelewat banyak. Generation X pun tak juga luput dari fenomena perang. Generasi bingung, beberapa orang menyebutnya begitu. Generation X ini adalah kita-kita, slogan yang dibawakan orang-orang tua kita di Flower Generation sebagai “Make Love not War” diartikan sebagai uang, nggak heran industri pornografi tumbuh subur di era Generation X. “Make Love not War”, slogan yang diplesetkan ke mana-mana dan inti dari perdamaian yang diinginkan jadi bias maknanya…Btw, tulisan keren, jadi terhipnotis buat bikin komentar sepanjang ini…

  19. agamfat says:

    I dont belive in GreenPeace. I believe in RedWar!

  20. rengganiez says:

    @reny : oee…mandi aja susah, gmn mau ngajak ke pantai? Xixixi

  21. t4mp4h says:

    damai di bumi damai di akherat !!! salam damai …

  22. bimosaurus says:

    Gimana ya kang dengan ini Si Vis Pacum Para Bellum

  23. t4mp4h says:

    bimosaurus said: Si Vis Pacum Para Bellum

    yang artinya ….”di dalam jiwa yang sehat terdapat damai yang kuat”

  24. t4mp4h says:

    memaknai Si Vis Pacem Para Bellum Tidak serta merta kata “perang” diinterpretasikan sebagai pertempuran, ngampleng, tendang dan pentung. Boleh jadi ketegasan dan kearifan menjadi senjata tempur yang akan memenangkan peperangan, meskipun keterampilan beladiri menjadi mutlak diperlukan. saya sih lebih suka Si Vis Pacem Para Pacem Berdamai dengan cara yang damai ajalah… daripada Si Vis Bellum Para PacemKalau mau perang, harus siap berdamai. Yang kaya gini biasanya watak gali yang demen cari gara-gara dan tidak pernah siap melihat perdamaian. Malah gatelen kalau liat orang damai.

  25. finding3mo says:

    wah bahasannya komplet begini,,, otakku ga mau diajak berdamai..*tangi turu*

  26. penuhcinta says:

    Aku suka banget awalannya. Seperti penafsiranmu terhadap kosa kata senjata yang pernah kita bicarakan itu. Tapi sayangnya Cak, setelah aku research lagi, ternyata kosa kata senjata di Indonesia lebih banyak, terutama di bahasa daerahnya. Kembali ke tulisan tentang perdamaian, kurasa damai sampai kiamat akan tetap jadi utopia karena gak ada yg abadi di dunia dan manusia bukan malaikat. Bila satu saat damai itu tercipta, nanti pasti ada yang membuat jadi chaos lagi.

  27. t4mp4h says:

    penuhcinta said: Bila satu saat damai itu tercipta, nanti pasti ada yang membuat jadi chaos lagi.

    Makanya damai dan kiamat selalu diidentikan dengan “mati”. Orang mati gak mungkin bisa bikin chaos.

  28. penuhcinta says:

    t4mp4h said: Makanya damai dan kiamat selalu diidentikan dengan “mati”. Orang mati gak mungkin bisa bikin chaos.

    Iya Mas, RIP maksudnya ya. Tapi warisan org mati (dalam berbagai bentuknya) masih bisa lo bikin chaos.

  29. rawins says:

    kemaren baru nonton bajakan robinhood 2010ada obrolan menarik antara robin dengan king richardRic : Apa pendapatmu tentang perang salib-ku? Apakah Tuhan senang dengan pengorbananku?Rob : Dia tidak senang.Rich : Mengapa kau berkata begitu?Rob : Pembantaian di Acre, Yang Mulia.Rich :Bicaralah!Rob : Ketika kau memerintahkan kami menggiring 2.500 pria Muslim, perempuan, dan anak-anak bersama-sama, wanita muda di kakiku, dengan tangan terikat, dia menatapku. Tidak ada ketakutan di matanya. Tidak ada kemarahan. Yang ada cuma rasa kasihan. Karena ia tahu, ketika kau memberikan perintah, dan pedang kami memenggal kepala mereka, saat itulah kita kehilangan Tuhan.Kita semua. Kehilangan Tuhan.Makanya binun. Agama katanya damai, tapi di lapangan kenapa malah jadi pada berantem…?

  30. debapirez says:

    Selamat Hari Perdamaian Dunia!!! Tulisannya bagus.Tidah memihak dan menghakimi.Perang tercipta krn manusia memiliki persepsi yg berbeda akan suatu masalah.

  31. luqmanhakim says:

    Kiye bocahe ngendi yak? Wis dikomentari akeh urung nongol bae…

  32. Unfortunately, in the real world you’d find more who hold on to “Si Vis Bellum Para Bellum”….

  33. rirhikyu says:

    luqmanhakim said: Kiye bocahe ngendi yak? Wis dikomentari akeh urung nongol bae…

    kebiasaan tuh.. *paling jg mantengin doank😀

  34. remangsenja says:

    Gak kenal kata damai kalo gak ada perang,amok,dsb…

  35. debapirez says:

    @om Luqman: lg fakir bandwith kali tuh hehe..

  36. martoart said: Konon memang nabi telah menasbih umatnya bakal terpolarisasi di dalam beberapa bagian, dan hanya satu yang benar.

    This one? http://politikana.com/profil/gajahmada.html

  37. hehe….paling susah berdamai dengan diri sendiri😀

  38. damuhbening says:

    Waha, penulisnya jagoan bicara damai, komentatornya juga tangguh2 bicara damai, nah jika sudah yang sadar akan kebutuhan/mimpi/harapan, apapun istilahnya tentang damai masih cemas dan ragu tentang kedamaian, bagaimana damai itu bisa terwujud? Jangan tuntut yang gak mau damai lha mereka memang maunya gak damai, tapi apa yang bisa dilakukan oleh orang2 yang katanya sadar tentang damai untuk mewujudkan damai itu? Itu sebaiknya yang diperkuatudah pada sadar damai…ya yuk damai…

  39. ichamary says:

    mudah diucapkan dan digembor2kan, tapi sisah realisasinya

  40. anotherorion says:

    make coffe, not war jelas kuwi

  41. kalo dunia damai, ntar gak seru lagi dong ah*setan mode on*

  42. harblue says:

    21 sept hari perdamaian dunia, ya? ga begaol nih, hahay..

  43. anotherorion says:

    mbak ari: Pabrik senjata tutup, karyawan di PHKpangkalan militer amrik tutup, tentara di PHKPKL sekitar kamp militer tutup, kaki lima di PHKpengangguran nambah, obama di PHK

  44. ohtrie says:

    damuhbening said: Waha, penulisnya jagoan bicara damai, komentatornya juga tangguh2 bicara damai, nah jika sudah yang sadar akan kebutuhan/mimpi/harapan, apapun istilahnya tentang damai masih cemas dan ragu tentang kedamaian, bagaimana damai itu bisa terwujud? Jangan tuntut yang gak mau damai lha mereka memang maunya gak damai, tapi apa yang bisa dilakukan oleh orang2 yang katanya sadar tentang damai untuk mewujudkan damai itu? Itu sebaiknya yang diperkuatudah pada sadar damai…ya yuk damai…

    hehehe,kalimatmu lumayan mengena juga Bliii,kalo orang Jogja (jalanan) bilang “rasah kakehan cocot, sing penting tandang gawene…!dan semoga damai itu tak dimaknai damainya Bapak Polisi, atau bijaknya Bapak Pejabat…. “Damai dong Pakk…! (nyelipin lembaran berangka akhiran 4 enol )””Minta kebijaksanaan Bapak dong..!” (nyelipin amplop didalam stopmap)

  45. sauoni says:

    widih, bacaaanya berat banget. sampe mata berat bacanya (musti 2 kali baca baru ngerti) … hehehe … jagoan milah kata nih … XDD

  46. t4mp4h says:

    penuhcinta said: Iya Mas, RIP maksudnya ya. Tapi warisan org mati (dalam berbagai bentuknya) masih bisa lo bikin chaos.

    lhoo itu khan keributan “post factum”, bukan ulahnya ketika sudah koit hahahahaha

  47. cenilhippie says:

    martoart said: “Agama-agama tak cukup membawa damai”, semacam itulah Mahatma Gandhi pernah memprihatinkan sikap perseteruan kaum beriman.

    yup….sampai sekarang gw juga ga yakin akan hal ini…..tidak beragama namun mendamaikan terlihat lebih asik…:Dselamat hari perdamaian kawan semua

  48. jatiagung says:

    dame ma idem sama gak sih ?kok kadang di jalanan ada istilah “Mau dame di sini nitip persidangan ataw mau sidang sendiri nanti hari rabu.”bukti kalo sebenarnya pahlawan perdamean ada si setiap perempatan jalan.

  49. jack069 says:

    Kang Marto, perang itu permainan dunia, damai itu surganya akhirat. Jadi kalau Kang Marto bermimpi ingin hidu damai, ya cepat2 bertandang ke akhirat…hehehe…lol…

  50. jadul1972 says:

    Kita damai dulu ya cak hehehehe

  51. karonkeren says:

    yesus bilang kasihilah musuhmu seperti mengasihi dirimu sendiri … dan ia mati di kayu salibjohn lennon bikin lagu imagine … dor … dia ditembak mati di depan apartemennya sendirimarto bikin tulisan soal damai …………………….. (silakan diisi sendiri … hehehe)

  52. martoart says:

    Terimakasih Temans,> Zaf, Pesan2 Punakawan sekarang mulai berkurang kaplingnya, tergusur oleh bintang tamu yg sering malah gak bernas.> Feb, Jangan ikut arus, kadang malah kerusuhan sengaja dibikin agar urusan lain tertutupi> Nita, Peningkatan ketegangan itu makin terasa akhir2 ini, tapi jangan menjadikan itu alasan untuk minta kembali ke era Soeharto yg ‘adem’, Tolak anaknya kalo mo nyalonin jadi presiden ;)> Anaz, Reny, Piye carane dari diri-sendiri?> Depi, Agu juga sering gak mudeng tulisannya Trie, apalagi tulisanku sendiri Wakakakaka> Aniez, Mungkin menikmati kesederhanaan adalah bagian dari cara meraih kedamaian (wi nek gak diintip tukang kisruh yg maunya cari musuh, lah bingng to?)> Arddhe, PLnG gantiin PLUR ya?> Trie, Trims berbagi kejawennya.> Luqman, Trims tanbahan sisi ‘sejarah’ penggenerasiannya (sekarag masih GenX?)> Agam, I dont’ believe in Agam(a)> Tampah, ntuh kalok ada akhirat> Bimo, Kuwi wis dijawab ma yg lain, kalok aku lebih tertarik ‘Si Miss Pakem yg Belum Parah’.> Gagak, emang sayangnya aku luput mbahas Si Vis Pacum Para Bellum itu, pada kesempatan lain ah, toh keknya masih banyak perang di tahun depan.> Irma, Ya awalan itu buat mancing kamu sebagai orang sastra. Juga isi lagu Lennon dan quote Mbah Gandhi itu.> Rawin, kamu marketing 21 ya? kok bikin aku pengin nonton. Eh, pertanyaanmu itu dah kusinggung di dalam.> Dedi, Trims, tapi gak tahu ya, sepertinya ada persepsi yg sama tetep perang, karena maunya menguasai.> Arie, kamu ungkit lagi Si Vis Pacum Para Bellum. > Tyas, bilang tuh sama Reny dan Anaz.> Damuh, He he lagi Triwikrama ya? Menulis adalah bagian dari upaya menyuarakan perdamaian.> Icha, mari kita terus menyuarakan perdamaian, jangan diam, jangan lelah meski susah bahkan utophis. (aku pilih menyuarakan sbg pengganti menggemborkan)> Ari n Orion, lucu, diterima deh.> Oni, baca lagi gpp, aku nulisnya juga 8 kali ngedit> Cenil, aku selalu suka komen singkatmu> Agung, Damai gak idem sama idem. > Jack, Itulah, masalahnya aku ga percaya akhirat> Andre, Kamu tersangka utama!SALAM DAMAI N TRIMS! komen udah dibacain di HoR Radio (nggaya Ari)

  53. ohtrie says:

    martoart said: Agu juga sering gak mudeng tulisannya Trie, apalagi tulisanku sendiri Wakakakaka

    wakakakakk,pengakuan yang tulus…. makasih mBah..

  54. ohtrie says:

    martoart said: SALAM DAMAI N TRIMS! komen udah dibacain di HoR Radio (nggaya Ari)

    wakakakakkaka,,wong edyan ra kathokannn…!!!

  55. “…Indah sekali mimpi saya, dan tampak dekat harapan saya bahwa dunia akan segera menyurga…..”mas emang surga itu apa sih?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s