CENSORSHIT!

Saya senang apabila Anda bisa membuka blog ini, sebab bisa saja blog saya ini menjadi salah satu korban tindakan brutalitas sensor sekaligus pemblokiran bodoh dari penguasa wilayah komunikasi negeri ini. Simaklah pernyataan tolol seorang penggedhe komunikasi negeri kepada detikINET yang saya kutip berikut:

Upaya pemblokiran yang kami lakukan begitu intensif, sehingga tanpa disengaja ada situs yang kena dan masuk dalam database trust positif kami, termasuk detik dan kompas. Mungkin karena kami terlalu bersemangat

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo, Gatot S Dewa Broto, kepada detikINET, Rabu (11/8/2010).

‘Terlalu bersemangat’ sebuah seloroh yang tampak mengecilartikan kasus pelik, sehingga kita bisa mengukur seperti apa kapasitas pemimpin yang bersangkutan. Setidaknya ‘Terlalu bersemangat’ (dan bertindak ngawur), adalah eufimisme atau penghalusan dari bertindak tak pakai otak atau semacam berbicara tanpa dipikir. Sungguh, bagi saya hal itu sebenarnya sebuah pencederaan intelektualitas. Atau kalau mau sedikit bereligius di bulan suci, bukankah segala yang berlebihan itu tidak baik? Tentu termasuk tabiat ‘Terlalu bersemangat’ tersebut. Kalau itupun tak mampu dicerna, hendaklah yang bersangkutan ingat lirik lagu dangdut ‘Yang sedang-sedang saja‘. Kalau tetap tak paham juga, baiklah kita seru ala raja dangdut kepadanya; “Terlalu!“.

Like Father, Like Son

Gatot S Dewa Broto tadi berbapak buah, tak lain adalah Tifatul Sembiring, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang acap melakukan tindakan tak senonoh di ranah perkomunikasian, wilayah kekuasaannya. Seperti melansir Rancangan Peraturan Menkominfo tentang konten multimedia, berkhotbah bahwa tulah bencana adalah akibat moral salah manusia berulah, menyebandingkan kasus ‘mirip’ di video porno dengan ke’mirip’an Yesus, dan terakhir (semoga terakhir) adalah bermain blokir situs porno tanpa pikir.

Tak dipungkiri, main kuasa sebagai menteri ini ibarat sebuah reinkarnasi kuasa gelap masa lalu. Masa di mana saat Mentri Penerangan Harmoko menjadi pemilik utama pita suara anak bangsa, pemegang kunci almari media massa, dan semua hal yang berbau penerangan sekaligus pengaburan. Persamaan keduanya adalah sama-sama sebagai menteri acap memunculkan kontroversi. Keduanya juga malas menyertakan aturan regulasi yang jelas. Hanya saja keduanya berpijak pada basis berbeda, Harmoko bermain sensor atas nama stabilitas negara, sedang Tifatul atas nama moralitas bangsa. Perbedaan yang lain hanyalah di wilayah ‘rambutan’, Harmoko lebih suka mengatur rambut belah pinggir sedang Tifatul lebih suka berambut di ujung janggut.


Urusan rambut itu boleh dianggap sebagai sekadar trivia yang tak lucu, tapi bukan berarti tak penting. Ada sepenggal sejarah tak tertulis tentang friksi di tubuh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) di era Jendral Soemitro. Kemudian terjadilah kisah rerambutan, yaitu ke arah mana belahan rambut setiap bawahan, akan terbacalah kepada atasan manas dia berpihak. Saya tak akan membahas kisah tabu bagi ABRI ini, karena memang susah mendapat data akurat kecuali dari cerita lama mantan pejabat elit militer era itu. Juga karena susah membayangkan apabila ada staf yang berambut keriting susah dibelah ataupun anggota yang botak. Tentu belahan rambut tak berlaku bagi prajurit baru. Itu bukan hanya lantaran kepalanya masih wajib berambut cepak, tapi juga isi kepalanya dirasa masih belum cukup mampu berfikir. Pastilah Harmoko yang sipil tak menjadi bagian perseteruan internal itu meski belahan jambulnya begitu tajam. Namun lain soal dengan jenggot Tifatul. Meski kadang terkerok hilang, saya berani berasumsi bahwa jenggot sang menteri ini bagian dari identitas islami.

Maka katakanlah berlebihan apabila urusan rambut mentri kali ini saya curigai mengandung perangsang kepekaan. Kepekaan berlebihan yang lantas berimbas pemblokiran, sensitifitas keterlaluan yang berbuah pemberangusan.

The Man Behind The Gun

Sensor adalah senjata siapa saja, kampak penguasa berbasis ideologi apa saja. Dia dimiliki oleh pemerintahan sekularis sampai fundamentalis, pemimpin konservatif pun juga demokratis, penguasa fasis hingga polit biro komunis. Jahatkah mahluk itu? Tentu! Ibarat binatang, sensor adalah macan, bukan kerbau. Yang biasa memelihara macan adalah penguasa, bukan rakyatnya. Rakyat lebih nyaman angon kebo atau menggembala kerbau, sejauh kerbaunya tak diterkam harimau. Karenanya menjadi kewajaran kalau rakyat tak suka macan, tepatnya tak suka penguasa yang tak cerdas memelihara macan. Sebab meski fitrah senjata adalah bahaya, tetaplah tergantung seberapa bijak penggunanya.

Segala peraturan selalu berteman dengan aturan pendamping, demikian juga aturan sensorsip, dia seharusnya bergandengan dengan reglulasi. Siapapun yang berkacamata kuda pantas bilang situs porno tak pantas, namun bagi mereka yang bebas kekangan dogma bisa jadi akan bilang yang berbeda. Nah, peraturan yang tak beraturan pendamping adalah milik penguasa fasis dan biasa diterima oleh umat berkacamata kuda. Umat yang akan taat dengan terpaksa atau menerpaksakan diri. Sedang bagi rakyat yang hidup di bawah udara demokrasi, regulasi menjadi hal yang niscaya dan mesti terus diperjuangi.

Sensorsip terhadap kontens porno tak boleh seenaknya. Banyak hal yang tentu harus diperhatikan, misalnya; Jangan dikenakan kepada manusia dewasa, Jangan gebyah-uyah-hantam-kromo alias dipukul rata, jangan karena alasan relijius, juga jangan karena alasan bisnis, dan yang terpenting jangan diserahkan kepada sekumpulan orang tolol berkacamata kuda dan seterusnya. Sensorsip sendiri sebenarnya tindakan yang cenderung melabrak kemanusiaan, tak ayal sensorsip yang terlalu bersemangat sudah pasti melanggar kemanusiaan. Manusia merdeka tak sudi membiarkan penguasa melepas macan semaunya.

Sementara, ada yang mengatakan bahwa tabiat sensor bersifat addictive, mencandu. Penguasa yang produk sensornya ditaati akan keterusan ingin menciptakan produk sensor baerikutnya. Katakanlah dia berhasil dengan memblokir gambar porno, maka berikutnya akan meberangus kata yang dianggap saru seperti peler, memek, ngentot, fuck, pussy, cook, atau bang. Maka jangan keburu kaget bilamana suatu saat nama presiden ke enam Republik Indonesia tiba-tiba terhapus dari dunia maya, atau mungkin akan ditulis Susilo Bam**** Yudhoyono.

Tapi yang terjadi juga adalah, setiap tekanan akan menciptakan perlawanan. Saya sedang tak sekadar bicara politik, tapi memang demikianlah hukum alam berlaku. Orang cerdas akan memberlakukan pendekatan persuasif kepada orang lain yang bermasalah dan itu terbukti berhasil baik. Dan memang pendekatan keamanan ala tentara hanya sering runyam atau menciptakan ketidakamanan baru.

Tulisan ini, meski berupa pemikiran sederhana, harap bisa menjadi satu bahan kajian penguasa untuk bersikap bijak, bukan malah memblokirnya.

Selamat berpuasa, tetap cengmangat!

This entry was posted in Censorship and tagged . Bookmark the permalink.

113 Responses to CENSORSHIT!

  1. martoart says:

    Gambar saya parodi dari poster perekrutan tentara Amerika karya J. M. Flagg

  2. inyong says:

    Pertamax setelah yg punya blog

  3. inyong says:

    Keduax saya setuju aja dg pemblokiran minimal anak gw jadi lebih cerdas dalam membuka blokiran

  4. seblat says:

    siapkan molotov…!! itu satu2nya cara yg kutau untuk membuka pemblokiran!!! (soksangar.com)

  5. inyong says:

    Tenang2 toh kita sudah gak mainan lagi ama situs2 yg di blok bukan

  6. andieirfan says:

    gambarnya Tifatul banged … SUKAAA///om minta gambarnya ya … tak lupa tar aku kasi sumber …

  7. martoart said: Selamat berpuasa, tetap cengmangat!

    ini ntar “ceng”-nya disensor lho pakdhe. hahaha…. Btw, jenggotku suk tak belah tengah aaahh…

  8. luqmanhakim says:

    Ada 4 juta website yang diblokir Depkominfo. Salah satunya milik Miyabi alias Maria Ozawa:http://www.mariaozawa.net/http://www.mariaozawa.us/http://mariaozawa.org/Kabar gembiranya website http://www.miyabi.eu/ nggak diblokir. Soalnya itu bukan website porno, melainkan website produsen pisau tajam Maunya apaaaa… negara ini

  9. andieirfan says:

    luqmanhakim said: Kabar gembiranya website http://www.miyabi.eu/ nggak diblokir. Soalnya itu bukan website porno, melainkan website produsen pisau tajam

  10. ohtrie says:

    negeri ini dah mau memperingati Kemerdekaan yang ke berapa kalinya sihhh…?Ordenya tuh dah orde apaannn…? huffttt…….Pernyataan tak lebih HEBAT diantara pasien Rumah Sakit Jiwa barangkali yang seperti terkutip didetik itu. merasa TAK BERDOSA banget mengatakan tindakan orang yang memiliki kuasa atas hidup orang banyak yang digaji juga dari hasil keringat orang banyak tersebut. Sungguh tak tahu malu (atau memang sudah tak mempunyai kemaluan).Seirama dengan tidak punya malunya para pemain sandiwara dengan berbagai lakon di negeri ini, ada lakon CT,LN bersama Ariel ditanggapi di dua istana… Ada lakon berjudul Kabar Es krim dibikin alur cerita, dan masih banyak lagi. Yang terahir adalah main petak umetnya seorang pemimpin sebuah aparat penjaga keamanan negeri ini, semoga nanti polisi bukan hanya jadi polusi saja….”ketidaksengajaan” yang dipaparkan oleh DETIK itu kah yang bakalan masuk kategori “fatwa” dihalalkan walaupun telah membuat rugi kepada orang banyak yang semestinya dia yang melayani…? Dan dengan semangat sebagaimana mengerat uang rakyat dengan dalih “kebijakan” kah mereka melangkah serta mengambil tindakan…?

  11. luqmanhakim says:

    Ayo semangat!Diblokir bukan berarti ente kagak bisa semangat ngenet, Gan!

  12. inyong says:

    ayo semangat juga

  13. ohtrie says:

    luqmanhakim said: Diblokir bukan berarti ente kagak bisa semangat ngenet, Gan!

    gambarnya meluncur kemana Gan…?

  14. karonkeren says:

    hahahahahaha … masih untung sensor blog cuy … bisa jadi alasan buat bikin black campaign … lha kalo sensor belahan bulu jembut dan sensor bentuk toket … :Phahaha

  15. tiarrahman says:

    Yang punya lapak tidur tah?

  16. jipiyanuar says:

    PORNO melawan PARNOinternet Indonesia mati di tengah-tengah..

  17. luqmanhakim says:

    ohtrie said: gambarnya meluncur kemana Gan…?

    SARAT… (Suku Agama Ras dan Anti Tifatul). Nggak baek, ntar malah ditangkep…

  18. ohtrie says:

    luqmanhakim said: Nggak baek, ntar malah ditangkep…

    kok jadi kek ayam sihhh… mang masih berlaku main tangkep tangkepan ala Pius Lustrilanang…? cabutin jenggotnya aja kali….

  19. luqmanhakim says:

    SARAPSeruan Aksi dan Reaksi Anti Pembodohan

  20. okeboo says:

    aku 50persen setuju-50persen ga setuju sm censorship. Disensor ga enak, krn pernah ngalamin saat komikku disensor hnya krn ada gbr cewe merokok. Tp setelah kudengar alasannya utk menjaga anak2 dari pengaruh negatif, mau ga mau aku sedikit setuju. Itu baru ttg komik yg msh dianggap bcaan anak2. Ttg internet, di negara aneh ini blom ada batas umur utk mengakses media informasi, msh kacau balau. Misalnya aturan utk anak udah ketat, tetep anak bisa mengakses informasi di luar rmh, dan gak semua warnet peka utk pasang cyber nanny atau net nanny.Mungkin juga aku msh belum mencerna bener soal masalah censorship, jadi tolong dijelaskan lg. Nice writing btw, lumayan ada bacaan menghibur setelah sahur:)

  21. luqmanhakim says:

    BANGSATBlokir Adegan NGeseks Suruhan Abang TipatulApa kate abang dah… Pokoknye kite nggak boleh nongtonin adegan ngeseks di internet. Jadi kite kudu kawin biar terhormat ye Bang? Berape bini anjurane?

  22. luqmanhakim says:

    BLEGUKBerinternet Lebih Elegan Guna Untuk KeluargaAbang bilang jangan ngeliatin yang saru-saru mulu di internet. Inget keluarga, anak sama istri-istri. Keluarga sehat sejahtera, dambaan kita semua.

  23. luqmanhakim says:

    PITAKPengguna Internet Tak Akan KeblingerPikir pake otak, apa penggunaan internet harus dituntun dan diajari oleh negara? Selamat datang di negeri kebablasan!

  24. alter3ego says:

    Gw: “Apa iya 4juta website porno diblokir?Kok kita msh bisa buka r*dt*b* dan t*b*8???Emangnya kurang porno apa dua website itu???”Suami: “Woy, jangan ditulis dong, ntar ketahuan malah besokan diblokir. Kita gak ada hiburan lagi…”Gw; “Oiyaya… gw pake asterisk aja ya..”

  25. penuhcinta says:

    Ya ampun Man…malah dikasih referensi lagi. Pan gue penasaran trus gue buka. Untung aje masih sejenis dan gue masih normal…jadi gak masalah deh.

  26. Let’s hope the Mendengkontil will be among the goats sacrificed next Idul Adha.

  27. agamfat says:

    edwinlives4ever said: Let’s hope the Mendengkontil will be among the goats sacrificed next Idul Adha.

    setuju! idul adha sudah dekat. kita tak perlu bingung cari korban nih

  28. luqmanhakim said: Salah satunya milik Miyabi alias Maria Ozawa:http://www.mariaozawa.net/http://www.mariaozawa.us/http://mariaozawa.org/Kabar gembiranya website http://www.miyabi.eu/

    Funny. I can still open all of those, except http://www.miyabi.eu/

  29. t4mp4h says:

    makanya pake koneksi sekuler jangan mau yang syariah ..

  30. nitafebri says:

    t4mp4h said: makanya pake koneksi sekuler jangan mau yang syariah ..

    mas tampah emang ada koneksi syariah..setahu saya yg paling banyak Bank syariah

  31. t4mp4h says:

    nitafebri said: mas tampah emang ada koneksi syariah..setahu saya yg paling banyak Bank syariah

    ada koq mbak … banyak malahan.

  32. t4mp4h says:

    lihat baik-baik alamat urlnya …silahkan kunjungi situsnya (kalau belum keblokir) dan carilah konten pornografi di dalamnya.

  33. martoart says:

    inyong said: anak gw jadi lebih cerdas dalam membuka blokiran

    Tul Wak Kaji. Hukum alam mengajarkan pendekatan keamanan berdampak perlawanan, dan persuasif berdampak penghormatan.

  34. martoart says:

    seblat said: siapkan molotov…!! itu satu2nya cara yg kutau untuk membuka pemblokiran!

    Wah, sayang komputernya bro.

  35. martoart says:

    inyong said: kita sudah gak mainan lagi ama situs2 yg di blok bukan

    Sebenarnya bukan soal situsnya, tapi tabiat blokir yg saya prihatinkan. Tapi juga sesuatu yg makin ditutup dan dirahasiakan justru bikin ingin tahu dan merangsang.

  36. martoart says:

    andieirfan said: minta gambarnya ya …tak lupa tar aku kasi sumber …

    Sila ambil, jadiin kartu pos. hehehehe…

  37. thebimz says:

    luqmanhakim said: Salah satunya milik Miyabi alias Maria Ozawa:http://www.mariaozawa.net/http://www.mariaozawa.us/http://mariaozawa.org/

    wahaha pas banget siang2 gw buka nih….

  38. martoart says:

    denbagusediduk said: “ceng”-nya disensor lho pakdhe.

    Tul, jadi susah nyari ‘Ceng’keh ntar! Masak musti minta ke ‘Ceng’ Ho. Bisa jadi mahal, sebungkus kena ‘Ceng’ Mban Tio

  39. martoart says:

    luqmanhakim said: Maunya apaaaa… negara ini

    Maunya memblokir kenikmatan (kontol n meki) dan membiarkan kekerasan (pisau n belati).

  40. martoart says:

    Info: TUBE8 tak bisa diblokir, karena situs favorit DPR! Aku curiga kamu anggota DPR Gak!

  41. martoart says:

    thebimz said: siang2 gw buka nih….

    Berbukalah dengan yang manis Bimz!

  42. martoart says:

    srisariningdiyah said: malem2 kog puasa…

    Terlalu bersemangat! Ketularan humas menkominfo. he he…

  43. martoart says:

    ohtrie said: ketidaksengajaan

    Detik udah mengedit pernyataan humas itu. Konon aslinya “Coli, cerlalu cengmangats. ngacengaja!”

  44. martoart says:

    karonkeren said: bentuk toket

    Emang lu punya toket belah pinggir Ndre?

  45. martoart says:

    tiarrahman said: punya lapak tidur tah?

    Sorry ditinggal ngimami bentar gan..

  46. martoart says:

    jipiyanuar said: PORNO melawan PARNOinternet Indonesia mati di tengah-tengah..

    Asek neh. Ntar Internet Indonesia Belah Tengah!

  47. martoart says:

    okeboo said: Disensor ga enak, krn pernah ngalamin saat komikku disensor hnya krn ada gbr cewe merokok

    Kalo bukan cowok yg merokok? he he..Ok, pernah terjadi juga dengan Tokoh Lucky Luke. Awalnya dia selalu merokok, sampai diprotes oleh aktivis anti kanker dan kesehatan jantung. Akhirnya si Luke cuma bisa gigit2 rumput alang-alang (bukan rokok cap alang-alang) di edisi berikutnya.Nah, I’namal a’mallu biniatnya-lah yang membuat aku setuju atau gak setuju sensorsip. Kalau melarang rokok atas dasar kesehatan, 100% sepakat, tapi kalo niatnya nabi ini atau tuhan itu gak merokok… ya ogah! Ini yang juga aku maksud dengan regulasi (aturan pendamping). Komik, meski kisah dan isinya bisa khusus untuk dewasa, tapi fitrah visualnya adalah untuk anak-anak. So, Mas Luke akan hormati itu. Demikian juga Internet. Masalahnya, Mas Patul bertindak ceroboh dengan memberlakukan massif pemblokiran internet.Cabutin aja jenggotnya!

  48. martoart says:

    alter3ego said: gw pake asterisk aja ya.

    atau diplesetin dikit: Taifatul, Tifacktul, hehehe…

  49. martoart says:

    edwinlives4ever said: Mendengkontil

    Menteri Dedengkot Kontol n Itil? ah konfius ane!

  50. martoart says:

    nitafebri said: emang ada koneksi syariah..

    Apa bila kamu ragu akan daging yang mungkin disembelih dengan cara tak halal, sebut nama Allah untuk menawarkannya sebelum memakan, biar halal.Maka, ucapkan bismilah sebelum buka miyabi. hehehehe

  51. andieirfan says:

    martoart said: Berbukalah dengan yang manis Bimz!

    kalo kurang manis, liat om luqman / saiyaaa😀

  52. arddhe says:

    dasar tipatur…malu2in org berjenggot saja…*sambil ngelus2 jenggot

  53. wikan says:

    dari awal udah curiga kenapa pak sby masang orang ini jadi menkominfo, kayaknya gak jauh2 dari upaya penegakan moralitas bangsa. apapun itu

  54. Menteri Dengan Konten Ilegal

  55. papahende says:

    Mas Marto, “Mungkin karena kami terlalu bersemangat” itu gara-gara nyensor situs porno. Sebelum disensor kan dibukain dulu, ngeliat isinya lalu ngos-ngosan dan “bersemangat” akibatnya limbung salah sensor. Semoga petugas sensor dan pak Kapus nggak batal puasanya (kalau puasa).

  56. martoart said: ‘Terlalu bersemangat’ sebuah seloroh yang tampak mengecilartikan kasus pelik

    iya, hari ini “terlalu bersemangat” bisa ditolerir, jangan besok2 “membabi buta” juga bakal ditolerir….bakal jd apa nanti negeri ini :Dmngkn SENSOR rencana kedepannya akan dijadikan salah satu bagian dari kontrol sosial tapi kayanya bakal susah & agak g masuk akal karena selain “the man behind the gun” ada “the men infront of monitor” dan juga “the brain inside the head”…..apa SENSOR bisa ngudak2 sampe sana? huhuuuu…..lama2 ada program BRAIN WASH!! xD

  57. martoart says:

    Buat Luq my Man, Keknya kamu nepsong banget ma si menteri hehehehe..Tuh, ada gambarnya! silakan emut dia biar besar. Jangan diklik!

  58. martoart says:

    arddhe said: dasar tipatur…malu2in org berjenggot saja…

    Heheehe sesama berjenggot dilarang saling nyabutin

  59. martoart says:

    wikan said: dari awal udah curiga kenapa pak sby masang orang ini jadi menkominfo, kayaknya gak jauh2 dari upaya penegakan moralitas bangsa.

    Kecurigaan yang pantas diterima. Mungkin begitu juga dengan mengetengahkan orang macem Balkan Kaplale.

  60. pak menteri yang satu ini emang selalu sok moralis…aku gak tau, apa benar moralitas bangsa ini rusak hanya gara2 situs porno? hmm….menurut saya gak ada hubunga sama sekali. ini kan logika yang terlalu menyederhanakan masalah…rusaknya moralitas bangsa (kalau bisa disebut begitu…) karena masih banyak penguasa yang tak bermoral…penguasa-penguasa tengik yang hobinya makan uang rakyat…

  61. martoart says:

    papahende said: ngeliat isinya lalu ngos-ngosan dan “bersemangat” akibatnya limbung salah sensor

    Kalo ngos-ngosan itu akibatnya merusak media massa, sungguh tak menyenangkan, tapi kalo efeknya bikin jantung mereka anfal… sungguh menyenangkan. hehehe

  62. martoart says:

    beatleberries said: lama2 ada program BRAIN WASH!!

    Ahhh… kamu gak ngerti ya, ada yg lebih canggih dan berdaya bunuh dibanding Brain Wash! Yaitu mencuci hati, efeknya: Terror everywhere.(sebab mo nyuci otak, gak ketemu ada di mana).

  63. martoart says:

    sholahuddinmz said: apa benar moralitas bangsa ini rusak hanya gara2 situs porno? hmm…

    Mereka lebih suka berita koran kuning dan gosip di tv:Anak sd memperkosa temannya setelah nonton vcd porno, seorang bapak ngembat anak sendiri usai nonton miyabi,anggota dpr ngentotin penyanyi dangdut karena filem bf?menkominfo ngeblock situs karena ariel?dpr ‘diserang’ tube8 karena koleksi orang luar?Kacaw dah kalo penggede dah pada OON! Membangun muralitas bangsa tuh jangan shortcut dong. Bangun tuh sekolahan, Naikin tuh kualitas dan gaji guru, bukan malah dana pendidikan diembat buat biayain seagame.

  64. okeboo says:

    hahahahahahaaaaaaaa jempooooll

  65. jipiyanuar says:

    martoart said: Membangun muralitas bangsa

    Mural? Moralitas yang akhirnya hanya digambar di tembok2 itu yah?dipandang indah, hanya jadi pajangan dan selanjutnya, gak inspired..keknya, proyek mengejar raport biru ini akan jadi begitu..

  66. martoart says:

    jipiyanuar said: Mural?

    Wakakakak maaf gan, terlalu bersemangat, membuat menulis moral jadi melukis mural. Virus terlalu bersemangat amat mudah nular, bikin mursal (opo mrusal ya?)

  67. karonkeren says:

    udah biarin aja … tukang sensor menandakan inferioritas … kecurigaan gue inferioritas itu karena kelemahan seksual … bisa jadi tititnya tifatul kecil atau tukang ejakulasi dini atau malahan disfungsi ereksi sekalian … hehehe

  68. papahende says:

    martoart said: Membangun muralitas bangsa tuh jangan shortcut dong. Bangun tuh sekolahan, Naikin tuh kualitas dan gaji guru, bukan malah dana pendidikan diembat

    Setuju Mas Marto. Dana pendidikan sudah 20% APBN, rata-rata lama sekolah setahun hanya naik dari 7,3 tahun menjadi 7,4 tahun. Sama dengan penanggulangan kemiskinan, programnya trilyunan, turunnya cuma 1%. Kita bikin partai aja yuk, supaya ada alasan untuk kumpul-kumpul … sabetan.

  69. debapirez says:

    kok gambarnya malah mirip Sule sambil ngomong: prikitiw hehe…Saya akui, Menkominfo yg satu ini agak kurang “cerdas”…

  70. martoart said: mencuci hati

    heuheu lebih horor dari walking zombie klo udah kaya gini😀

  71. sastranada says:

    kok aq ga bisa add sampean ya mas???

  72. rasikiniin says:

    martoart said: Sensorsip sendiri sebenarnya tindakan yang cenderung melabrak kemanusiaan, tak ayal sensorsip yang terlalu bersemangat sudah pasti melanggar kemanusiaan. Manusia merdeka tak sudi membiarkan penguasa melepas macan semaunya.

    Renungan nih buat Mas Marto yang meyakini kebenaran berfikirnya……Belenggukanlah Diri Pada Kebaikkan-NYA……..Sebagai mahluk istimewa, manusia memiliki kecendrungan untuk mengatur pergaulannya dengan sesama. Perhatikanlah sejarah leluhur masa lalu, di zaman primitive-pun manusia cendrung untuk membuat aturan-aturan yang disepakati bersama di antara sesama manusia. Meskipun anggota kelompoknya hanya terdiri dari beberapa orang saja. namun mereka membuat aturan bersama untuk mengatur interaksi “antar sesama” . Seiring dengan pertambahan populasi dan kompleksitas kehidupan, peraturan dan “tata krama”-pun semakin,banyak/variatif dan berkembang. Lalu kemudian, peraturan-peraturan tidak lagi terfokus pada masalah kesukuan dan masalah adat, akan tetapi sub-sub bidang kehidupan-pun memiliki peraturan-peraturannya masing-masing ( mis:Etika, Moral, Ekonomi, militer, politik, budaya, lalulintas, perbankan, pidana, perdata, dan lain sebagainya.). Perhatikanlah peraturan-peraturan yang bernama undang-undang atau perpu atau perda atau permen,dan lain-lain, hari ke hari terus berubah dan atau bertambah seiring dengan perkembangan kehidupan itu sendiri. Seperti itulah adanya pola kehidupan mahluk yang berjenis manusia.Ketika suatu aturan atau yang serupa dengan itu, diundangkan, maka siapapun yang ada dalam “jangkauan”nya “terharuskan” untuk mematuhinya, siapa yang tidak “mengharuskan” diri untuk mematuhinya akan mendapatkan ketidakbaikkan darinya.. Perhatikanlah kehidupan, apakah bisa seseorang bebas dari aturan-aturan atau apakah bisa seseorang membuat aturannya sendiri atau apakah bisa seseorang mengikuti aturan ketika ia mau dan mengabaikannya ketika ia tidak mau ?. Jangan men-stop kereta untuk menyebrangi rel – Jangan terbahak di rumah duka….Jadi….”mengharuskan” diri pada aturan adalah jalan tanpa cabang.Perhatikanlah kehidupan…..orang-orang yang “terharuskan” diri pada aturan “Z” (misalnya) menjadi berada dalam “kewajiban” mematuhi-“Z”. Dan orang-orang yang “mengabaikan” diri dari aturan itu, akan berada dalam “kewajiban” mematuhi yang lain. Atau orang-orang yang setengah “pengharusan”-nya dan setengah “pengabaian”-nya, mereka terikat oleh “kesetengahan”-nya Adakah tempat untuk tidak terikat oleh aturan apapun dan semua “terserah” pada keinginan sendiri ?…..Jangan men-stop kereta untuk menyebrangi rel – Jangan terbahak di rumah duka……Jadi…..Dalam ketiadaan pilihan untuk berlepas diri dari aturan, mengapa tidak kita “kiblatkan” diri pada pengaturan-NYA. Bukankah DIA memiliki janji-janji yang membaikkan…dan balasan-balasan yang memuliakan?. Bukankah kita dan siapapun, akan di “bawa” pulang ke hadapan-NYA. Jadi mengapa tidak kita cerdaskan saja pilihan kita pada apa yang membaikkan dan menjanjikan kebaikkan. Fokuslah pada kepastian hadirnya kita di “pengupahan”-NYA. Teguhkanlah pilihan pada yang membaikkan dan memuliakan….Bersandarlah pada sandaran yang mengokohkan. Belenggukanlah diri pada kebaikkan-NYA, Lalu berharaplah………….( Dari Rasikin untuk sahabat semua…Cibinong, 29 – Maret – 2010 )

  73. cenilhippie says:

    pantes ada beberapa blog mu yang ada di yahoo mail tapi tiba2 ilang pas coba ku buka…….ta’ share yo mas….:)

  74. papahende says:

    rasikiniin said: kita “kiblatkan” diri pada pengaturan-NYA. Bukankah DIA memiliki janji-janji yang membaikkan…dan balasan-balasan yang memuliakan?. Bukankah kita dan siapapun, akan di “bawa” pulang ke hadapan-NYA.

    Mohon ijin komentar. “Pengaturan-Nya” itu masih memerlukan penterjemahan pada tataran operasional di lapangan yang justru ditahapan ini masuk berbagai kepentingan manusia yang membuat kebijakan operasional lebih “adil” demi keuntungan kelompoknya.

  75. wah kira2 sebagian puisi2 saya yg ditaruh di facebook ikut diblokir juga ga ya?

  76. rasikiniin says:

    papahende said: masuk berbagai kepentingan manusia yang membuat kebijakan operasional lebih “adil” demi keuntungan kelompoknya.

    Terimakasih Mas papahende…..”pengaturan-Nya” adalah justru untuk kepentingan manusia dan bagi kepentingan pengelolaan kehidupan manusia dalam berpribadi, berumahtangga, bermasyarakat, berbangsa,dan bernegara. Jadi semua memang untuk kepentingan manusia.Hanya memang ( barangkali ini yang Mas papahende maksud ), Ada terdapat banyak perbedaan dalam kelompok-kelompok yang berbeda dalam hal pengejawantahannya dalam kehidupan real sebuah masyarakat berbangsa dan bernegara.Tapi coba perhatikan “fenomena” yang (pasti) muncul dalam perdebatan ketika substansi perdebatannya terjadi antara yang sama-sama mengkiblatkan diri pada pengaturan-Nya dan yang antara pengkiblatan diri pada pengaturan-Nya dengan yang mengkiblatkan diri pada selain Dia…….Perhatikanlah itu….Jangan mendehem sambil bersin…..jangan berjalan sambil tidur………

  77. martoart says:

    Buat Rasikin. Terima kasih atas komentarnya. Tapi sungguh, saran Anda amat menyesatkan. Menyarankan taat kepada Tifatul, atau pemerintah macam apapun yang tak menghormati kebebebasan kemanusiaan adalah sikap memecundangi diri sendiri. Terlebih atas nama tuhan.Jangankan Tifatul, Tuhanpun akan saya hadapi kalau seenaknya memblokir situs. Sorry, saya buru-buru menjawab anda, karena saya sedang di warnet, dan saya lebih taat ajakan pacar untuk segera pulang.Kepada teman lain, ntar kalau ada waktu lebih senggang, saya akan jawab lebih serius, Kepada Rasikin, ini aja cukup lah.Oh, semua tulisan dan gambar boleh di ambil. silakaaaaaan!

  78. rasikiniin says:

    Wah…..anda tampaknya menjadi gundah dan menaik emosi Mas Marto. Tak apalah…… Begini Mas…..Mas Marto ( dan teman-teman lain yang berkenan membaca tulisan saya di atas ), apakah ada indikasi dari tulisan itu seperti apa yang Mas Marto ‘simpulkan’ (barangkali sedang emosi) bahwa saya memberi saran untuk mentaati Pak Tifatul Sembiring ?…..(Saya berharap komentar teman-teman yang lain juga. Terima Kasih )Yang tersirat dalam tulisan saya tersebut adalah ( atau pesan yang saya maksudkan dalam hal ini ), Bahwa kebebasan kemanusiaan (atau kebebasan apapun) hendaknya setiap ummat beragama (agama apapun) menjadikan ketaatannya pada Tuhan sebagai landasan pengejawantahan “kebebasan”.Apakah ada ‘kebebasan kemanusiaan’ yang tak terpagari oleh apapun ?…..Menjadikan Tuhan sebagai pemagar kita itulah yang saya ingin semangati. Dalam pemagaran Tuhanlah kita lalu juga punya ruang untuk berdebat/berdiskusi/berbeda paham dan lain sebagainya.Nah sekarang ketika Mas Marto berpendapat tentang ‘kebebasan kemanusiaan’ “sebebas-bebas”nya, bukankah tidak percaya pada Tuhan (Konumis) juga masuk wilayah ‘kebebasan kemanusiaan’ yang “sebebas-bebas”nya dalam logika berfikir seperti itu ?…..Jadi yang saya pesankan adalah, agar semua ummat beragama (agama apapun) untuk membelenggukan diri dalam pengaturan-Nya, Lalu berdiskusilah/berdebatlah/berbedalah dalam ‘pagar’ Tuhan’.Berikut ini tulisan saya yang telah saya posting di facebook beberapa bulan lalu……….Berbedalah ….. Perhatikanlah awan…Mula-mula panas matahari terik menerpa daratan dan perairan. Kandungan air di daratan dan perairan menjadi panas dan lalu menguap. Bulir-bulir uap ‘berkerumun’ diudara, semakin banyak dan tebal. Lalu membentengi daratan dan perariran dari terpaan sinar matahari, Mendung…dan hujan…air yang menguap tadi kembali turun kedaratan dan perairan. Begitu seterusnya…..Siklus itu telah menciptakan keseimbangan alam dalam satu kesatuan semesta. Perhatikanlah hubungan yang terjadi antara dua sifat berbeda (Panas dan Dingin) yang dapat melahirkan keseimbangan dan kesinambungan Bumi beserta isinya…..Lalu daripadanyalah kemudian bertumbuhan pepohonan, buah-buahan, hewan-hewan, dan kehidupan semesta. Coba fikirkan lagi…..Sepanjang kisah-kisah manusia, perubahan dan atau kemajuan selalu terbangun dari perbedaan. Hitam- putih, atas- bawah, baik-buruk, tuan-budak, besar-kecil, kuat-lemah, kaya-miskin, pahit-manis,dan lain sebagainya…..Jangan pernah merindukan keseragaman. Keseragaman adalah kematian. Jangan pernah mencita-citakan kesatuan. Kesatuan adalah milik DIA.Bersiaplah untuk berbeda. Berbedalah dalam hal-hal yang kita harus berbeda dan dalam hal-hal yang kita boleh berbeda. Teguhlah dalam perbedaan, lalu tirulah awan dan proses hujannya. Bagaimana ia melahirkan keseimbangan dan kesinambungan Bumi beserta isinya…..daripadanyalah kemudian kehidupan tumbuh semarak. Matahari tidak harus sama seperti air, air tidak perlu sama seperti matahari. Dari perbedaan keduanyalah kebaikkan yang banyak kemudian dilahirkan. Jangan berharap jari-jari tangan Cuma susunan lima jempol. Tak mungkin orang tua kandung hanya ‘ayah dan bapak’ atau hanya ‘ibu dan mamah’.Matahari tak ‘berharap’ air menjadi dia, air tak ‘berharap’ matahari menjadi dia. ‘Harapan’ semacam itu adalah jalan kearah penghancuran. Kekisruhan bahkan peperangan selalu terjadi manakala ada yang ‘berkehendak’ semua harus menjadi sama dengan dia. Jadi kuatkanlah ‘perbedaan’, lalu arif dan adillah dalam bersikap. Tegaskanlah kearifan…kokohkanlah keadilan….lalu berharaplah…. (Dari Rasikin untuk sahabat semua…Cibinong – 15 Maret – 2010)…Terima Kasih Mas Marto……..

  79. rasikiniin said: membelenggukan diri dalam pengaturan-Nya

    Tuhan tidak pernah membelenggu & kebebasan adalah Tuhan itu sendiri

  80. rasikiniin says:

    beatleberries said: kebebasan adalah Tuhan itu sendiri

    Ya Benar Tuhan adalah kebebasan dalam pengaturan-Nya. Bedakanlah kalimatnya dengan “Kebebasan adalah Tuhan”.Pengajaran Tuhan tentang kebaikkan, tentang sesuatu yang di anjurkan dan tetang sesuatu yang dilarang, akan menjadi rasa bebas bagi siapapun yang membelenggukan diri dalam Pengaturan-Nya.Tentramlah sejenak…….lalu fikirkan kembali…..

  81. rasikiniin said: Tentramlah sejenak…….lalu fikirkan kembali…..

    dalam tentram, berkecamuk maupun trance sekalipun saya sudah sering fikirkan soal itu, makanya bisa bikin statement hahahahahahahaha…. FREEDOM IS GOD N GOD IS FREEDOM…

  82. rasikiniin says:

    beatleberries said: FREEDOM IS GOD N GOD IS FREEDOM…

    Saya hormati pilihan anda……Walaupun saya belum menemukan sesuatu yang diakui sebagai Tuhan ( oleh agama/aliran apapun ) di dunia ini, yang Tuhan-Tuhan mereka tak memberi pengaturan padanya.Tapi tak apalah….. Ini saya jadikan khasanah pengetahuan yang semoga bermanfaat……Terima kasih…..

  83. martoart says:

    rasikiniin said: Wah…..anda tampaknya menjadi gundah dan menaik emosi Mas Marto

    Anda semacam teman yang suka cepat menilai teman lain ya? (kalaupun penilaian itu benar, tak perlu juga sih. apalagi salah). Begini, kalau mau berdiskusi, fokuslah pada topiknya, jangan peda emoso atau kejiwaan teman debat. biar gak melebar.

  84. martoart says:

    rasikiniin said: Nah sekarang ketika Mas Marto berpendapat tentang ‘kebebasan kemanusiaan’ “sebebas-bebas”nya, bukankah tidak percaya pada Tuhan (Konumis) juga masuk wilayah ‘kebebasan kemanusiaan’ yang “sebebas-bebas”nya dalam logika berfikir seperti itu ?…..

    Anda juga salah memaknai kebebasan kemanusiaan saya, atau falsafah kebebasan kemanusiaan itu sendiri menjadi sesuatu yang Anda tuliskan, seolah seperti itu pikiran saya.Semoga itu bukan kesalahan yang Anda sengaja. Tolong cermati lagi.

  85. martoart says:

    rasikiniin said: Berikut ini tulisan saya yang telah saya posting di facebook beberapa bulan lalu….

    Tidak perlu nyepam seserius ini, cukup taruhlah link-nya, kalau ada yang tertarik, mereka akan berkunjung. (Juga untuk ke depannya),Trims

  86. rasikiniin says:

    martoart said: Begini, kalau mau berdiskusi, fokuslah pada topiknya,

    Oke…Baiklah Mas Marto……maksud saya mengutip tulisan saya yang sebelumnya saya posting di FB adalah saya kutipkan tulisan yang terkait dengan tema diskusi saja….. Nah sekarang saya ingin menuruti tulisan Mas Marto seperti yang saya kutip ” kalau mau berdiskusi, fokuslah pada topiknya……Monggo mas……………..

  87. duniaputri says:

    okeboo said: Disensor ga enak, krn pernah ngalamin saat komikku disensor hnya krn ada gbr cewe merokok. Tp setelah kudengar alasannya utk menjaga anak2 dari pengaruh negatif, mau ga mau aku sedikit setuju. Itu baru ttg komik yg msh dianggap bcaan anak2. Ttg internet, di negara aneh ini blom ada batas umur utk mengakses media informasi, msh kacau balau. Misalnya aturan utk anak udah ketat, tetep anak bisa mengakses informasi di luar rmh, dan gak semua warnet peka utk pasang cyber nanny atau net nanny.

    iya, kasihan anak-anak. dan kamu benar. masalahnya adalah problem. belum ada pelaksanaan yang benar dai segambreng peraturan itu. susah memang, melihat negara yang sinting kayak gini. sempet punya ide, yang tua-tua suruh mati dulu. lhah kesian Mak Pak saya, masa ikutan dimatiin? lagipula, biarkata yang tua pada mati, sisa pemikiran dtolol perkara pengaturan negara masih kudu dibersihkan total. yah, capek jadinya. hahaha…NB : yang punya lapak, ekeu ikutan nimbrung mengoceh dan menyebarkannyah yak ^_^

  88. duniaputri says:

    wikan said: ayaknya gak jauh2 dari upaya penegakan moralitas bangsa. apapun itu

    hailaaaaah, urusan lain segambreng kok ya moral dibahas? moralitas apa jika pendidikan dan kemanusiaan di negara ini masih sompret?

  89. duniaputri says:

    martoart said: Anda semacam teman yang suka cepat menilai teman lain ya? (kalaupun penilaian itu benar, tak perlu juga sih. apalagi salah). Begini, kalau mau berdiskusi, fokuslah pada topiknya, jangan peda emoso atau kejiwaan teman debat. biar gak melebar.

    akuuuur *saya ikutan sewot jadinya, liat tu orang merendahkan diri meninggikan mutu begitu. iya iya, engga ya engga. gitu deeeeh. bwahahahah. seru nih. hiburan… halaaah*

  90. martoart says:

    duniaputri said: ekeu ikutan nimbrung mengoceh dan menyebarkannyah yak ^_^

    Sila…

  91. duniaputri says:

    martoart said: Anda juga salah memaknai kebebasan kemanusiaan saya, atau falsafah kebebasan kemanusiaan itu sendiri menjadi sesuatu yang Anda tuliskan, seolah seperti itu pikiran saya.Semoga itu bukan kesalahan yang Anda sengaja.Tolong cermati lagi.

    bebas tinggal bebas, jika mengganggu kebebasan orang lain apa sudah bebas? terlalu jauh lah bicara urusan manusia dengan tuhan. mending mengurus manusia dengan kemanusiaan, bukan dengan ketuhanan. tebul tidak Bang Marto? hoho…

  92. duniaputri says:

    martoart said: Sila…

    asiiiik, yang punya lapak dateng =))

  93. rasikiniin says:

    duniaputri said: terlalu jauh lah bicara urusan manusia dengan tuhan. mending mengurus manusia dengan kemanusiaan, bukan dengan ketuhanan.

    Lalu apa barometer kemanusiaan yang anda pakai untuk mengukur kemanusiaan anda ?….anda berhak untuk tidak menggunakan barometer Tuhan dalam mengukur kemanusiaan yang anda maksud……..Saya pun berhak menggunakan barometer Tuhan untuk mengukur kemanusiaan…….Jadi cobalah anda jelaskan barometer apa yang anda gunakan untuk mengukur kemanusiaan ?…………..

  94. rasikiniin said: Jadi cobalah anda jelaskan barometer apa yang anda gunakan untuk mengukur kemanusiaan ?…………..

    macam tukang beras harus pakai takaran. setiap orang kan punya standar masing-masing jd sepertinya tak terlalu penting utk saling menakar, akan jadi cerita panjang.dan tidak segala sesuatu dapat di takar dengan barometer, speedometer, argometer atau meter-meter yang lain.apakah semua yg sudah punya angka, nilai ataupun standar itu semua sudah pasti sahih? kalau iya, menurut siapa? kembali pada BAROMETER masing-masing lagi tho…

  95. rasikiniin says:

    beatleberries said: apakah semua yg sudah punya angka, nilai ataupun standar itu semua sudah pasti sahih? kalau iya, menurut siapa? kembali pada BAROMETER masing-masing lagi tho…

    Tak perlulah mempertanyakan keshahihan Barometer orang lain, kalau toh di jawab belum tentu anda setuju……Pertanyaannya apa Barometer yang anda pakai untuk mengukur kemanusiaan ? kalaupun anda jawab toh anda tidak mewajibkan saya untuk setuju kan?………Barometer “masing-masing”,…ini saya baru dengar nih…..kalau “masing-masing”, apakah Tifatul Sembiring harus sama barometernya dengan anda atau dengan orang-orang yang tak bersetuju dengan Tifatul?…..Jadi kalau “masing-masing” buat apa anda peduli pada kemanusian orang lain…..toh macam apapun (pembunuh sekalipun) kalau “masing-masing” yah….masing-masing saja…….

  96. rasikiniin said: masing-masing saja…….

    masing2 yg saya maksud itu nilai ideal menurut pribadi, kan bsa sama atw beda. tp tetap aja sbagai makhluk sosial tdk akan lepas dr standar umum atau bisa jg disebut norma.ngga perlu mutung gitu laahh…saya kan cuma mau ngajak menyamakan persepsi dulu supaya klo diskusi tuh nyambung. toh klo pun persepsi tetap beda, ngga perlu emosi apalagi topiknya jd ngglandrang kemana2, jatoh2nya nyampah deh di halaman orang.

  97. martoart says:

    rasikiniin said: apakah Tifatul Sembiring harus sama barometernya dengan anda atau dengan orang-orang yang tak bersetuju dengan Tifatul?

    Sekadar mengingatkan. Posisi Tifatul disini bukan seperti kita, dia ada pada posisi jabatan publik. Jadi dia tak boleh sekehendak diri mencipta barometer moralitas berbangsa. Rasanya jelas ini. Sila dilanjut.

  98. rasikiniin says:

    beatleberries said: tp tetap aja sbagai makhluk sosial tdk akan lepas dr standar umum atau bisa jg disebut norma.

    Lho…..gak jadi masing-masing……Tema sedari awal kan memang terkait dengan kebijakan publik…….. jadi terkait dengan itu tentu saja yang saya jadikan pertanyaan ya “standar umum” apa yang anda pakai…….kalau tetap masing-masing ya masing-masing lah………..

  99. rasikiniin says:

    martoart said: Jadi dia tak boleh sekehendak diri mencipta barometer moralitas berbangsa.

    Dalam hal yang ini saya setujuuuuuuu sama Mas Marto……

  100. rasikiniin said: Lho…..gak jadi masing-masing……

    berkesan g konsisten ya?tp cobalah renungkan dengan tenang, dalam dan berharap mendapat pencerahan bahwa sesungguhnya yg saya maksud adalah segala sesuatu memiliki sisi2 yg tdk boleh dilupakan, there is strings attached. BERHARAPLAH…BERHARAPLAH!! *pake nada bang napi*😀

  101. rasikiniin says:

    beatleberries said: bahwa sesungguhnya yg saya maksud adalah segala sesuatu memiliki sisi2 yg tdk boleh dilupakan,

    Is there something I had lose about humanism? Please tell it to help me ?….

  102. duniaputri says:

    rasikiniin said: Saya pun berhak menggunakan barometer Tuhan untuk mengukur kemanusiaan…….

    lhah, yang kayak gini nih. situ mau gantikan posisi Tuhan? pantesan ga selesai urusan keberTuhan-an manusia.sederhananya, urusan mengatasi berita video porno artis bukan dengan ribut berdoa atau menuduh moral artis menurun tapi pihak pengatur berita aja bego. udah tau itu adalah satu cara mengalihkan perhatian publik dari masalah keseluruhan bermasyarakat sebenarnya. atau orang miskin disuruh berdoa dan diberi BLT? ya diberdayakan, dg program yg beres. gitu lhoh Pak…

  103. rasikiniin says:

    duniaputri said: lhah, yang kayak gini nih. situ mau gantikan posisi Tuhan? pantesan ga selesai urusan keberTuhan-an manusia.

    Apakah layak orang-orang yang berhasrat untuk mengejawantahkan apa-apa yang Tuhan ajarkan di sebut sebagai “ingin menggantikan posisi Tuhan”, toh Tuhan dalam kesempurnaan-Nya adalah zat yang tak patut di se-akan-kan sama dengan mahluk. Toh pula hasrat saya ( dan yang lain ) untuk mengejawantahkan ajarannya tidak pada level kesempurnaan Tuhan, melainkan dalam keterbatasan saya sebagai mahluk. Toh lagi Tuhan mengutus orang-orang pilihan-Nya untuk menyampaikan apa-apa dari ajaran-Nya, Toh Tuhan menurunkan Kitab untuk menjadi pedoman.Tapi kalau memang anda punya cara berbeda dalam memeluk agama dan Tuhan……..yah……saling menghormatilah dalam berbeda……

  104. chanina says:

    kalo misalnya fotoku telanjang tak posting disini kira2 disensor ndak? kalo engga disensor ngga jadi posting aaah(lhoo?)

  105. martoart says:

    kamu komen di sini saja udah diendus ma polisi moral kaleee. (blog martoart mulai kedatangan bau porno!)

  106. duniaputri says:

    rasikiniin said: Tapi kalau memang anda punya cara berbeda dalam memeluk agama dan Tuhan……..yah……saling menghormatilah dalam berbeda……

    naaah, yang model gini nih… buat capek kehidupan sesama manusia. penuh nasihaaaat booo (maleh banaaa…)

  107. Memblokir semua situs BB+++ itu sulitnya setengah mampus..kayaknya sih tetep bisa keakses, mafhum jutaan situs beginian hadir setiap harinya bak bakteri di musim sembarangan. Makanya aku cuma manyun aja nanggepin hal-hal itu..wekekekeke

  108. afemaleguest says:

    martoart said: Sensorsip terhadap kontens porno tak boleh seenaknya.

    tahun 2006 ketika issue RUU APP sedang hangat-hangatnya, aku menulis sesuatu tentang hal ini. Kuposting di blog dengan judul “Pornography Bill”. Waktu itu aku ngenet di sebuah warnet yang konon milik seorang pejabat pemkot. Nah … setelah posting, dan dapat komen, aku malah ga bisa view post itu, gara-gara ada kata ‘pornography’. LOL.Beberapa bulan lalu, di FB, aku posting tulisan berjudul “Sexual Education”, seorang teman yang kutag, komplain ga bisa buka postingan itu di kompi kantornya, gara-gara ada kata ‘sexual’.LOL

  109. martoart says:

    afemaleguest said: gara-gara ada kata ‘pornography’.

    Percayalah, suatu saat negara yang semakin moralis ini akan direpotkan oleh kebodohannya sendiri, misal akan susah mencari nama presiden Indonesia karena harus ditulis Susilo Bam**** Yudhoyono. Atau kalo alkohol amat dilarang, Anda akan menulis sang mentri dengan Tifatul Sem***ing.he he he

  110. afemaleguest says:

    martoart said: suatu saat negara yang semakin moralis ini

    hahahaha …ketawa miris …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s