Mantra Bola

Musim bola

Musim bola seharusnya menjadi sebuah tendangan telak ke ulu hati penghulu negeri. Itu juga kalau punya hati. Coba bayangkan, betapa anak bangsa ini amat riang menjadi penonton bola. Betapa mereka begitu bergairah memuja dan membela tim jagoannya. Membayar mahal nonton bareng di café dan bertaruhan besar bagi yang berpunya. Merelakan diri nyepur kelas ekonomi, nongkrong di atap metromini, dan tawuran bagi supporter duafa. Semangat bangsa yang dikencingi pengurus dengan suap dan korupsi. Itu musim kompetisi dalam negeri.

Terlebih ini adalah piala dunia. Postingan ini saya tulis usai menonton laga Tim Nasional Belanda melawan Jepang, Sabtu, 19 Juni 2010. Tidak, saya tidak membicarakan taktik dan strategi atau prediksi. Hanya masih mencoba menangkap apakah kiranya pertandingan itu bakal mampu menambah daya gedor di ulu hati. Tampak benar anak negeri ini tak butuh lagi PSSI. Timnas, tim yang mengenaskan, yang seperti tak pantas lagi dikasihani. Disumbang duit tak jelas ke mana, disumbang doa tak jelas skilnya.

Anak bangsa bersuka atau berduka untuk kesebelasan yang bukan milik sejatinya. Sebuah ironi ketika menyaksikan laga dua bangsa bekas penjajahnya. Dan kita menjagokan mereka karena salah satu alasannya kita tak punya. Hanya kedekatan aneh yang menjadikan kita merasa terwakili. Bayangkan, mereka memuja Jepang, hanya karena sesama Asia, dan membela Belanda karena ada darah Maluku mengalir jauh di nadi Giovanni van Bronckhorst. Bersama Jepang kita nebeng benua, bersama Belanda numpang bangga. Sebuah metafora nyata bahwa kita masih bangsa penonton, bukan pemain.

Andre Bule, seorang teman pemerhati bola independen banget. Menyampaikan analisa bagus kenapa Indonesia yang memiliki sumber daya manusia begitu potensial ini tak pintar bermain bola. Analisanya menarik karena dilekatkan dengan kesejarahan. Menurutnya kegagalan Indonesia di olah raga sepak bola karena dijajah VOC, coba kalau saja dijajah Ajax Amsterdam. Saya suka menambahinya dengan sumbangan ide apabila pelatihnya adalah Si Roel Djikstra.

Bersama kompetisi kelas dunia ini saya meminjam tendangan, semoga masih tersisa syaraf perasa di sana atau urat malu di muka mereka.

Bola Mesum

Bola Kaki, begitu orang dulu bilang, hasil terjemahan langsung dari football. Dan sekarang kita lebih memakai Sepak Bola. Namun entah sepak bola ataupun bola kaki istilahnya, olah raga ini tak pernah membuat Indonesia pesat mendunia. Bola selangkangan malah justru yang menjadi scudetto-nya. Bola Ariel melambung di Dunia – nya – Maya. Miskin-kaya, lansia-balita, pria-wanita, pendosa-ulama, hampir semua telah menyaksikan siaran tundanya. Di pertandingan pertama tampak penyerang masuk – tepatnya keluar-masuk – gawang, sementara bolanya ditinggal di luar. Pertandingan ke dua, justru bingung mau dimuntahkan ke mana. Ariel, Sang Striker, mendapat perhatian dunia. Rumornya tim Japan Adult Video (JAV) Jepang tertarik berniat memberi penawaran tinggi. Peterporn Production, kalau toh Production House (PH) itu ada, pasti akan mengeruk untung dari nilai transfer tinggi. Dari blog Luqman, saya baca bintang lain bahkan berkehendak menjadi partner tandingnya.

Saya berharap di film berikutnya bisa main bersama Peterporn, errrrrr…”

(Vicky Vette, Twitter)

Tak luput Maria Ozawa pun
bergairah ingin beradu akting – demikian istilah dunia perfileman – dengannya. Kalau fair play tentunya nilai Ariel amat tinggi, namun jika keburu Miyabi menculik Ariel, itu tak akan berlaki lagi. Yang pasti putra Indonesia ini tak luput dibincang dalam situs kelas dunia Adult Video News (AVN), sebuah lembaga yang mengkhususkan diri memberikan penghargaan untuk film dewasa. Tapi sudahlah, usah berbangga pun berduka akan ini.

Moving Balloon?

Moving Balloon adalah metafora untuk pengalih perhatian. Orang banyak akan lebih tertarik kepada gerak laju balon yang membubung, dan tak hirau apa yang terjadi di bumi. Begitulah, apakah bola dunia dan bola Ariel sama-sama sebuah balon? Tak sedikit yang berpikir begitu. Peristiwa bola dunia, bola Ariel, dan entah nanti apalagi, sebuah peristiwa popular penuh gelegar selalu menjadi serbuk pelupa akan kasus yang lebih penting. Dengan cepat orang lupa akan peristiwa pengemplangan pajak ala Bakrie, kasus aliran dana di Century, dan penilepan uang atas nama aspirasi.

Mungkin terlalu konspiratif berteori demikian. Misal, apakah Ariel orang yang cukup pintar menjadi elemen pengalih? Apakah otak selebritasnya secerdas dia main gitar misalnya. Atau adakah konspirasi melenakan rakyat secara kolosal dalam tradisi empattahunan melalui ritual bola? Maksud saya adalah seperti betapa para persaudaraan elit penguasa di manapun belahan dunia akan bersepakat melakukan tindakan atau menentukan sebuah kebijakan tiada tara menjelang hajatan membahana itu. Misal kebijakan pajak dan keuangan dunia, pengetatan imigrasi, pemilihan umum rekayasa, pembangunan instalasi nuklir, dan seterusnya. Maka ketika bola bergulir, menggelinding pulalah permainan sebenarnya di luar lapangan.

Dan Goaaaalll!

This entry was posted in Nasionalisme. Bookmark the permalink.

45 Responses to Mantra Bola

  1. martoart says:

    Poster pertama saya bikin untuk pameran Gilanya Bola di Erasmus Huis, tapi gak masuk hitungan.Poster ke dua iseng meng-upside down logo bola dunia tersebut. Gambar kalo bisa diemut, emut aja siapa tahu jadi besar, jangan diklik.(ok, klik di: http://martoart.multiply.com/photos/album/7#photo=18)

  2. chanina says:

    semoga para pornster seperti para penonton bola, tergerak bendanya untuk berbuat, tidak hanya menonton dan berkomentar. (The voice of MILF power generation)

  3. respatikasih says:

    chanina said: semoga para pornster seperti para penonton bola, tergerak bendanya untuk berbuat, tidak hanya menonton dan berkomentar. (The voice of MILF power generation)

    Graaaceee… hahahaha well-said

  4. inyong says:

    Kesimpulane iki bola peler ya kang

  5. luqmanhakim says:

    Itu juga kenapa testis bentuknya bulat. Kalo kotak, jelas analogi ‘bola’-nya Ariel nggak bisa masuk, yang dipakai justru, “kekotakan Ariel telah membungkus dunianya Maya dan Tari…”

  6. agamfat says:

    Ketika semua orang demam sepakbola, aku cukup demam sepakbolapeler dg kapten Ariel saja deh wkwkwkwk ada kemalasan tersendiri buat larut dalam eforia dan trend/fad dlm gaya hidup. Ketika orang ribut facebook, ya santai saja menyikapinya. Twitter, ya buat sekedar tahu. Bola, ya cukup baca berita dan cuplikan pertandingan. Ariel? Nah, ini juga gw ketinggalan berita hehehe secara waktu itu ada di Aceh hehehe yg bangga dg putri terbaiknya main bola peler wkwkwkw Intinya gw tidak mau larut dlm arus besar. Biarkan orang lain bawa mobil, gw naik kereta. Biarkan orang lain menjauhi desa, gw mau jadi petani organik. Jadi sehubungan dg niat gw jadi petani organik, barangkali cairan produksi Ariel bisa jadi bioaktivator mantabs utk pupuk organik! Saingan dg growth hormon yg banyak diiklankan di majalah pertanian Trubus. Go go Ariel! Go go pupuk organik Ariel!

  7. martoart says:

    Ngepet nih para cowok macho! komennya beda ma para priyayi putri di sini. Sebagai orang alim, saya jadi malu sama diajeng2 di sini. Ngapunten nggih mbak.. (stofirulooooh, ngelus dada)

  8. nitafebri says:

    tapi anak2 Indonesia gak kalah looh.. Indonesia pun punya bakat bola untuk kelas Internasional. Itu tuuh pemain di MU junior..Hanif SjahbandiKlo boleh saya sarankan lebih baik anak itu gak usah pulang membela PSSI sebelum PSSI beres..

  9. t4mp4h says:

    kenapa sih sex diasosiasikan dengan sepak bola ? wong jelas-jelas yang dimasukan bukan bolanya, wong jelas-jelas kalau kebobolan bukan cuma sekali masuk tapi keluar masukwong jelas-jelas rupa pemainnya mirip ariel – tari – luna ….. **halah

  10. papahende says:

    Mas Marto, emang kita ahlinya main bola ala aril, buktinya penduduknya terbesar keempat setelah china, as, dan india. Main bola ala-aril nggak perlu otak, asal punya nyawa juga bisa. Soal nanti jadi anak ngrembayah ra iso sekolah yo bene bae, sing penting pinter ngelmune gayus, kan nggak mungkin diukum mati, kalaupun masuk penjara ada kelas vip dan kelas bisnis. Yo uwis.

  11. arddhe says:

    yes..untung aye ga ngedukung penjajah seperti jepang dan belanda.go jerman!hehe

  12. sepunten says:

    prediksiku…. (maaf kalau asal hahaaa)Bola ariel kan ada yg menduga buat pengalihan kasus Centuril, nah kl emang serinya ada 23/32? maka….. 2 video yg beredar ini cuma sbg appetizers, “si pemilik kartu” bisa barter secara utang politik (baca: diperdagangkan)… diperpanjanglah tenggang waktunya antara peredaran 2,3,4… dst (dg cara yg lebih tak ‘terditeksi’) untuk tetap menghidupkan BolaAriel sbg pengalihan isu Centuril…kalau emang begitu jadinya masih panjanglah babak bola-ariel ini berlanjut…(lihat aja, edisi Ariel-BCL yg beredar di Manado, yg dibanderol hingga 400rb sudah ‘terbukti’ ditonton Aries Merdeka Sirait -ketua komnas perlindungan anak- jumat 25/6)jadiiiiii…

  13. jatiagung says:

    dont cry for me argentina…..

  14. seblat says:

    sik..sik.. kok nyebut Roel Djikstra?.. walah, dadi kangen komike sik biyen tak woco nang majalah eppo mbek hai..

  15. nitafebri says:

    kok para pria di sini mikirnya pada bola ariel semua siih..piss laah world cupnya bentar lagi udahan looh..bola ariel mah masih gak tau kapan udahannya..

  16. anazkia says:

    Semuanya, saya nggak nonton hehehe.. Merasa terselamatkan, meskipun jadi begitu nampak kedudulannya tapi, EGP *ini komentarnya orang egois, yang nggak tahu mau komentar apa*Tapi, tidak berarti kita harus emnyalahkan sejarah khan, Mas?🙂

  17. martoart says:

    nitafebri said: Klo boleh saya sarankan lebih baik anak itu gak usah pulang membela PSSI sebelum PSSI beres..

    Tul Nit, mereka juga ngerti kok. Banyak pemain kelas internasional kita di klab Eropah pada nggak mau waktu diminta PSSI memperkuat Timnas.

  18. martoart says:

    t4mp4h said: kenapa sih sex diasosiasikan dengan sepak bola ? wong jelas-jelas yang dimasukan bukan bolanya, wong jelas-jelas kalau kebobolan bukan cuma sekali masuk tapi keluar masukwong jelas-jelas rupa pemainnya mirip ariel – tari – luna ….. **halah

    semua dah tercakup di situ Mpah. Makanya karena mirip, aku asosiasukan.

  19. martoart says:

    papahende said: penduduknya terbesar keempat setelah china, as, dan india.

    Gak juga pak. banyaknya penduduk bukan berarti pinter “Nggocek bola”. Kebanyakan pemain laki2 kita pada egois. Jangankan Fair Play, Foreplay aja gak pinter. Maunya puas sendiri, gak peduli lawan mainnya. Sukanya tembak langsung, dan jadi anak. Sedih!

  20. martoart says:

    arddhe said: go jerman

    jadi kita bakal kopdar lagi di Goethe House atau Erasmus Huis nih?

  21. martoart says:

    sepunten said: jadiiiiii…

    Jangan ganti chanel, panteng terus gerakan bola ke arah Senayan atau Istana!

  22. martoart says:

    jatiagung said: dont cry for me argentina…..

    Kata supporter Argentina: Kita punya “Tuhan” yg tangannya membantai Inggris!Kata suporter Jerman: Kalian lupa ya, kita punya Nietzsche yg hobinya membantai Tuhan.Dan Maradonna mengeluh: “Elly, Elly, Lama sabachtani!”

  23. martoart says:

    seblat said: dadi kangen komike sik biyen tak woco nang majalah eppo mbek hai..

    Ketahuan tuwir loeh!

  24. martoart says:

    nitafebri said: kok para pria di sini mikirnya pada bola ariel semua siih.

    Biarin, diam-diam mereka pada obses!

  25. martoart says:

    anazkia said: Tapi, tidak berarti kita harus emnyalahkan sejarah khan

    Jangan. Tapi sejarah telah berubah. Kemaren Brasil dilibas Belanda, Berikutnya Jerman. World Cup kali ini Belanda jadi juara.(lho, kok berpihak penjajah?)

  26. martoart said: Orang banyak akan lebih tertarik kepada gerak laju balon yang membubung, dan tak hirau apa yang terjadi di bumi.

    klo soal ini g usah nungguin bola dunia atw bola ariel yg melambung2. kbanyakan kita memang gmpang terhanyut emosinya karena suatu keadaan. seperti; satu kasus kriminal, angkat kasus kriminal lain yg sejenis, kriminalisasi hal2 sejenis, buat pasal, kaitkan hal2 lain utk dkriminalisasi lg; sahkan pasal lgi, trus ludahin deh…berulang-ulang”. yg kaya gini aku nyebutnya “mental sinetron” heheheheh udah lupa mana fiktif mana fakta, be-te sama artisnya klo ketemu di mall/dmana aja y cakar atau cubit aja😀

  27. martoart says:

    beatleberries said: be-te sama artisnya klo ketemu di mall/dmana aja y cakar atau cubit aja

    lah?! jangan! ntar malah jadi berita baru, terus orang makin lupa semburan lapindo gegara kamu disembur artis! Jangan ya!

  28. seblat says:

    martoart said: Belanda jadi juara.

    walah iku ramalanku nang FB.. Belanda juaranya….

  29. jadul1972 says:

    Kalau Belanda dan Jerman ketemu di Final, aku pilih nggak nonton Piala Dunia.Sebab keduanya sama-sama bukan tim idola saya, padahal mereka hebat kan? Nah mereka yang hebat dan kuat saja belum tentu saya idolakan, apalagi Timnas (Tim Nasi Goreng) Hehehehehe

  30. imagina1 says:

    keseluruhan momentum kronologis mulai dari Anang-KD-Syahrini, Ariel-video porno dan world cup memang distraksi sempurna…😦

  31. cenilhippie says:

    martoart said: Dan Goaaaalll!

    yes!!….achhhh…….

  32. ohtrie says:

    Argentina, brazil, portugal kalah…? Ohh nooooo…yesss. Eh Noooo, (lagi menggebu coz terujung) Yesssss… Jerman berhasilllll memasuki gawanggg…Ohhh…

  33. arddhe says:

    martoart said: jadi kita bakal kopdar lagi di Goethe House atau Erasmus Huis nih?

    erasmus aja..pake baju jerman tentu saja….tertawa atas kesedihan org itu seru hahaha

  34. martoart said: lah?! jangan! ntar malah jadi berita baru, terus orang makin lupa semburan lapindo gegara kamu disembur artis! Jangan ya!

    heheheh sori kurang tanda baca, mksdnya….hal itu yg biasa dilakukan para ibu2 klo ketemu artis antagonis *berdasarkan pengakuan para artis setengah mutu hehehehe😀

  35. renypayus says:

    martoart said: semua dah tercakup di situ Mpah. Makanya karena mirip, aku asosiasukan.

    Buat saya, suami saya, tidak percaya kalau itu sex. Ibu saya yang melahirkan saya juga tidak percaya. Keluarga saya pun tidak percaya kalau itu sex. Jadi buat saya itu sudah cukup. *APAsih*

  36. martoart says:

    renypayus said: Buat saya, suami saya, tidak percaya kalau itu sex. Ibu saya yang melahirkan saya juga tidak percaya. Keluarga saya pun tidak percaya kalau itu sex

    Yang kalian harus tahu adalah, saya tidak percaya apa yang mereka percayaittdSex

  37. nitafebri says:

    hari ini tgl Merah..postingan peringatannya manaaa…*buka guestbook kek, biar saya klo knapa2 nulis di GB ajah..

  38. martoart says:

    nitafebri said: postingan peringatannya manaaa…

    lagi ada pr nit, detlen lagi ngejar kayak setan. eh, hari apa ya eniwei?Ga buka GB, namanya aja Gudang. kalo perlu PM aja

  39. nitafebri says:

    peringatan isra Mi’raj..pantesan aja kan semalem mas Luqman terblokir jalannya karena peringatan itu..

  40. martoart says:

    nitafebri said: peringatan isra Mi’raj..

    setofiruloh! ampek lupa. Huh gegara jerman- uruguay neh.

  41. anazkia says:

    Updateeeeeeeeeeeeeeeeeee😀

  42. martoart says:

    anazkia said: Updateeeeeeeeeeeeeeeeeee😀

    Janji baca? Ok, segera!

  43. anazkia says:

    martoart said: Janji baca? Ok, segera!

    Insya Allah…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s