Kiat Merokok Sehat!

Kenikmatan rokok cukup susah dihindari. Rasanya hanya sedikit lebih mudah mengelak dibanding kenikmatan seks. Bagi Anda yang tengah berusaha menghindar jeratan buai asap rokok, semoga tulisan ini berguna. Jurus bagaimana merokok secara sehat dari beberapa penjuru. Silakan hisap dalam-dalam.

Alasan Biologis

Para perokok tak perlu ngeyel. Racun yang terkandung di dalam batang rokok memang amatlah banyak dan mematikan. Saya juga tak perlu menguarainya lagi. Hanya saja baiklah kiranya memperkecil segala kemungkinan pengusik kesehatan yang hendak datang.

Pertama pilihlah rokok tidak berdasar iklan. Ambil kadar terendah untuk racun yang tersedia. Pilih juga yang berpenyaring (filter). Kalau Anda percaya bahwa kehadiran filter justru menambah jenis racun, pakailah filter tambahan yang biasanya terbuat dari kaca. Saya tidak menyarankan memakai selang atau sedotan apabila Anda juga percaya filter kaca tambahan tadi pun beracun.

Konon cengkih mengandung zat antibiotik. Saya juga tak begitu yakin, tapi tak ada salahnya memilih rokok kretek (bercengkih) daripada rokok putih. Siapa tahu hal itu benar adanya.

Gunakanlah korek gas karena tak mengandung belerang (sulfur), atau materi bakar berbahaya lain. Namun apabila yang ada korek gesek, janganlah langsung sedot pada pembakaran awalnya. Tunggu meredup dan posisikan ujung rokok pada bagian panasnya (bukan pada nyala api).

Usahakan merokok dengan tangan yang tidak Anda gunakan untuk makan. Meski tampak tak berpengaruh dalam percampuran nikotin dan makanan, boleh juga diikuti. Bagi yang ingin menjaga estetika gigi, hisaplah rokok dengan celah samping bibir. Jangan merokok setengah hati. Maksudnya berlagak seolah menghisap cerutu yang sekadar untuk berkumur di dalam mulut, atau hanya sampai tenggorokan. Konon juga jaringan lunak dinding tenggorokan lebih rentan dibanding paru-paru. Jangan merokok sambil telentang karena asap akan terjebak di dalam paru-paru, terlebih jangan merokok sambil telen tang. Pasti susah.

Alasan Ekonomis

Saat Anda menghisap rokok, di saat yang sama rokok menghisap keuangan Anda. Orang yang tidak merokok sering menyampaikan urutan tentang betapa banyak uang yang bisa ditabung dari setiap batang rokok yang dihisap perokok. Meski nasihat itu membosankan dan menafikan perubahan nilai mata uang, boleh juga untuk diperhatikan. Karena itulah wahai ahlul hisab, mulailah menentukan saat-saat menabung itu.

Kalau Anda punya nyali, tapi tak punya malu, hisaplah rokok teman. Katakan saja bahwa dengan mengurangi rokoknya, itu bentuk kepedulian Anda dalam memperhatikan kesehatan teman. Dengan begitu Anda juga layak disebut sebagai perkok Pasip, apa-apa sip! Mulut bak asbak menerima merek apapun. Tak perlu menjadi perokok aktif dalam membeli. Tapi yang dibutuhkan dalam kiat sehat ini adalah justru sebaliknya; Punya kemaluan dan tak bernyali.

Alasan Sosial

Kopi (minuman), kretek (rokok), klenengan (musik), dan kawan (kongkow) adalah empat pilar sosial bangsa yang sampai saat ini lumayan terjaga. Upaya-upaya mengeliminasi rokok menjadi hal yang meresahkan. Tapi saya sepakat melakukan tindakan itu demi kepentingan sosial juga.

Yaitu, bersikaplah untuk tidak mementingkan diri sendiri dengan tidak merokok di area publik tertutup, kecuali Anda diijinkan. Janganlah bersikap tak beradab dengan merokok di dalam angkutan umum. Hindari merokok di dekat anak kecil, perempuan hamil, orang usia lanjut, dan orang sakit. Mintalah izin apabila hendak merokok di tengah kongkow Anda, kecuali kalau saat itu terdapat kaum suci hadast tembakau yang (memang sebaiknya) menyadari pilihan minoritasnya. Arahkan asap kenikmatan itu ke tempat paling jauh dari orang lain, baik yang perokok ataupun bukan.

Alasan Nasionalisme

Kalau Anda memang masih susah menghindar, cobalah untuk memilih pruduk rokok dalam negeri. Menjadi bagian dari perokok yang tanpa sadar turut membayar cukai dalam negeri. Mendukung tak langsung petani tembakau Temanggung, buruh pabrik Tulung Agung, dan seterusnya.

Ada sepengggal sejarah penuh darah yang acap luput dari sistim limbis otak kita. Adalah betapa Bumi Pertiwi ini ibarat perempuan ranum bagi pelancong laut klasik dari manca. Di tubuhnya bertumbuh rempah dan palawija. Untuk memetiknya mereka harus menempuh gelombang badai samudra raya, menghadapi perompak dan serdadu rivalnya, tak lupa pes dan malaria. Kenikmatan surga itu selain lada, pala, dan merica, adalah juga cengkih beraroma.

Saat ini kita sendiri yang menanam dan memetiknya. Kita cukup merdeka untuk menguasainya. Bukan lagi monopoli mereka Bangsa Eropah. Maka hisaplah sepenuh gairah asap beraroma sejarah. Atau tak usah termakan iklan aroma tai kuda para koboi dari negeri antah-berantah.

Alasan Dagang

Perang dagang adalah peperangan tanpa pembunuhan langsung. Namun bersenjata citra, penistaan, dan alasan penelitian yang dikemas dalam iklan. Pelurunya tidak menembus jantung namun mengelus otak sasaran.

Arak, ciu, congyang, kamput, cap tikus, tuak, sofi, yang bahan dasarnya tumbuh subur di Bumi Pertiwi, dinistakan di bawah produk Eropa seperti bir, rum, sampanye, dan terlebih wine di mana buah anggur subur di Mediteran dan Prancis Selatan. Terlebih ada simbiosis gak mutu-alisma, sehingga jenis minuman itu (kecuali bir), lumayan aman dari kebrutalan preman berjubah lantaran tak didagangkan di emperan.

Contoh lain adalah betapa durian, trasi, petis, pete, dan jengkol dicitrabusukkan meski sesungguhnya keju, feta, mayonnaise, mustard, atau vinegar, juga layak saja ditempatkan di posisi yang sama. Tak lain adalah lantaran untuk urusan aromapun kita sudah terdominasi bangsa manca.

Dari sini saya merasa layak berasumsi bahwa berbagai produk alam menggairahkan nan susah tumbuh di Eropa seperti opium, mariyuana, serta ganja itu semua adalah Kenikmatan Dari Asia namun ancaman bagi Eropa. Maka Illegal-kan! Lah, kita kok malah ikutan?!

Tentu saja kenikmatan alam itu juga termasuk tembakau yang tak tumbuh di Inggris misalnya. Namun seperti terlambat untuk menghadang tembakau dengan hukum yang ada. Kenikmatan ini terlanjur menyelusup di dalam relung alveolus setiap bangsa, termasuk Bangsa Eropa. Maka cara penanggulangan paling mudah adalah terus meneliti berbagai titik lemahnya, dan angkat topi tinggi-tinggi mereka menemukannya. Racun itu tak cuma satu-dua tetapi 4000 jenis.

Sangat baik mengikuti nasihat kesehatan beralaskan ilmu pengetahuan, tetapi kalau kasil penelitian itu diniatkan untuk senjata dagang, kita kurangi saja juga mengonsumsi produk buatan mereka. Tapi apabila ada segelas wine disodorkan kepada saya, sulit juga untuk menolaknya. Dan tak tega mengkhianati kretek. Maka percayalah pasti asap moyang itu turut menemaninya.

Alasan Politik

Bagi Anda yang susah lepas dari doktrin Orde Baru, ada referensi filem nasional yang bisa menjadi modal menambah iman untuk tidak merokok. Filem itu menggambarkan sindikasi jahat dalam rangka merongrong negara. Orang-orang jahat itu penikmat Ji Sam Soe. Anda tak mau digolongkan sebagai orang-orang jahat seperti itu? Jangan merokok.

Orang PKS tidak merokok pastilah bukan karena takut digolongkan sebagai PKI wa-labdholim. Saya tak tahu pasti kenapa salah satu pilihan identitas diri mereka seperti itu. Tapi sedikit menebak, pastilah tak luput dari alasan politik pencitraan, selain alasan manfaat-mudharatnya. Bagi Anda yang mau bercitra alim, jauh dari PKI dekat PKS, kiat sehat ini layak diikuti.

Namun saya akan tetap merokok dengan sedotan sepenuh perlawanan apabila ada motivasi politik yang menunggangi semangat gerakan anti rokok. Gerakan ini mulai melata pelan namun dengan masif mulai mengerikiti empat pilar sosial penyangga keberagaman bangsa. Musik dangdut sudah digoyangnya, dan rokok telah diharamkannya. Jangan heran kalau kopi akan tiba masanya. Apabila semua telah tercukupi, tinggal tunggu saatnyakita tak mudah berkongkow lagi. Tak bisa berserikat dan berkumpul lagi. Kalau itu yang terjadi, memang paru-paru dan jantung kita dijamin sehat, tapi otak dan kebebasan kita yang terserang kanker.

Emang-nya enak merokok sendirian? Kan nggak ada loe, nggak rame?!

Alasan Agama

Tidak penting, Enjoy Aja!

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

89 Responses to Kiat Merokok Sehat!

  1. martoart says:

    Photographer; DanangBendahara; AlvinCopywriter; Marto ArtModel; Inyong.Talent Scout; AgamSemua materi tanggung jawab Tuhan.

  2. agamfat says:

    Rokok memang membahayakan. Lebih berbahaya lagi perokok pasif bagi perokok aktif, karena perokok pasif adalah orang yang pasif membeli tapi aktif meminta dan merokok.

  3. inyong says:

    Gam tolong diajukan ke mahkamah seks aja nihpelanggaran ham soale

  4. ravindata says:

    koreksi : photograper-nya mas danang, bukan saya.

  5. mantep mas! bikin saya ketawa- ketawa pas bagian akhirnya. hahahahaeh mas, tapi saya ga enak kalo ngerokok rokok luar. Lebih enak rokok dalam negeri. Entah kenapa. Makanya waktu sma saya sering dikatain “kuli bangunan” karena ngerokoknya djarum super, bukan marlboro seperti teman- teman saya sering isap.makasih mas, baca postingan mas marto jadi pengen berhenti ngerokok…*berhenti ‘beli’ rokok maksudnya. hehe

  6. Aku ngerokok sejak smp kelas 3 mas. Tapi udah berenti 3 tahunan ini. Soale sesak nafas.

  7. zenstrive says:

    rokok adalah penyebab global warming!gak percaya?pembungkus rokok apa? kertas! kertas dibuat dari apa? POHON!

  8. inyong says:

    diralat fotograper : Danang Promotor event : Alvin

  9. agamfat says:

    Penyandang dana: Alvin

  10. inyong says:

    tukang kompor : Agam

  11. martoart says:

    Thanks, dengan begitu saya edit! sorry Nang.

  12. martoart says:

    Dah tak singgung, “Tak perlu menjadi perokok aktif dalam membeli”

  13. inyong says:

    maaf juga kang martoart kalo besok saya ditangkap oleh FPI dan MUInyuwun tulung sampeyan sering nengok gw yaAgam suruh ngeluarin gw…..Terus kang Elvin suruh nebus biaya sidang ama biaya tahanan

  14. martoart says:

    Lho? seks disinggung dikit aja di awal tulisan kok diajukan sih..!

  15. martoart says:

    Iya..iya Ping sorry… tuh dah ku ralat. trims.

  16. martoart says:

    Sebab rokok kretek mengandung cengkeh, itu yg bikin enak dan suaranya “kretek.. kretek…” kalo terbakar.

  17. martoart says:

    Kita sama-sama penyumbang cukai sejak muda. Dari empat bungkus sehari, sekarang tinggal sebungkus. Hebat!

  18. martoart says:

    Wah betul! lupa aku singgung. Trims tambahannya brur.

  19. odiex05 says:

    keren bgt pak,bAHaSAN yang unik,menarik,dan sarat kritik..

  20. martoart says:

    Serahkan ama Tuhan aja Nyong, anggap sebagai cobaan hidup. agar kita lebih bertaqwa. Dan kalau lulus dari ujian itu, artinya kita naik kelas keimanan. Toh, Tuhan gak bakal menguji di luar kemampuan kita kan?

  21. martoart says:

    tengkiyu Diex. membahas ini lantaran ada beberapa temen memposting tentang rokok. jadi ketularan.

  22. inyong says:

    bajirut wis tak tebak jawabane gw banget gitu lhondak solider iku jenenge………. mana kebersamanaanya

  23. martoart says:

    tenang, tuhan sendiri dah memasrahkannya ke aku kok..

  24. martoart said: Ambil kadar terendah untuk racun yang tersedia. Pilih juga yang berpenyaring (filter).

    ESSE Menthol, Mas…Cuman 0,5mg TAR.. Berfilter pulak!!yipiiiiiiiiiiiiiii…

  25. agamfat says:

    martoart said: Kita sama-sama penyumbang cukai sejak muda. Dari empat bungkus sehari, sekarang tinggal sebungkus. Hebat!

    ora duwe NPWP, tapi penyumbang pemasukan pajak yang besar bagi negara ini. patriot!

  26. martoart says:

    hehe sayang minus cengkeh…

  27. cenilhippie says:

    martoart said: Alasan AgamaTidak penting, Enjoy Aja!

    hahahaha….sip2…..!

  28. wonderguitar says:

    Yah, saya ikut om pram saja. Sampe mau mati masih ngerokok. Apalah enaknya hidup di dunia fana tanpa merasakan rokok..apalagi rokok kretek dengan cengkeh dan saus yang menggoda.Ditawarin wine? hah, segala minuman alkohol kurang lengkap tanpa rokok kan? rokok putih? sana gulung aja kertas a 4 bekas fotokopian gagal, sama rasanya.ah, ngerokok dulu lah….bikin horny rokok.

  29. martoart says:

    hehehe… senang ya?

  30. martoart says:

    wonderguitar said: rokok putih? sana gulung aja kertas a 4 bekas fotokopian gagal, sama rasanya.

    Atau pakai kertas kalkir bekas kita itu? hahahah… (serasa self sepong-ship)

  31. unclebowl says:

    saya jadi ingat sebuah tulisan di cover album Cypress Hill, “rokok dan minuman keras menempati peringkat teratas dalam daftar penyebab kematian di AS, tapi selama 400 tahun penggunaan, belum ada sekalipun kasus kematian karena mariyuana”apakah saya harus beralih ke ‘rokok Aceh’? x)membaca ini memberi pencerahan baru buat saya, terima kasih banyak!๐Ÿ˜€

  32. nabilhabsyie says:

    huhahahahahaha bos… gue copy paste tulisannya yah

  33. martoart says:

    So, Legalize Ganja Man!

  34. martoart says:

    Ambiiillll Billll….

  35. t4mp4h says:

    alesan agama ternyata tidak legitimate,… ayo dukung Teuku Firman biar ganja legal

  36. sepunten says:

    dulu aku perokok pasif, ga ngerokok sementara seruangan pada ngerokok… akhirnya sempet kena Flek tuh paru-paru….๐Ÿ˜ฆ

  37. imside says:

    mmhhh… lagi2…. tajam dan mendalam. keep writing bro…

  38. martoart said: Kalau Anda punya nyali, tapi tak punya malu, hisaplah rokok teman.

    The best cigarette of all! ‘Rokok teri = terimakasih atas pemberiannya’.

  39. martoart said: Kopi (minuman), kretek (rokok), klenengan (musik), dan kawan (kongkow)

    Alhamdulillah, haleluya!!! Those four are the heaven of Earth.

  40. bbbnshoes says:

    bang….bagi rokok dong !!

  41. aidavyasa says:

    let’s take a walk, M..nanti dari satu bungkus menjadi dua gelintir rokok sehari

  42. luqmanhakim says:

    Ha ha ha… Sempet baca di FB, di-upload sama Kak Inyong dan ini sumber aslinya. Tapi Cak, merokok itu merusak kesehatan (kantong), hal ini setuju banget. Perkara polemik adanya larangan MUI dengan fatwa ulama merokok haram, bikin keder juga. Permasalahannya di negara-negara muslim, di Mesir aja yang masih dibilang (agak) sekuler, fatwa ulamanya bilang merokok juga haram…Alasan Agama aku tambahin di sini:Ada info dari salah satu guru ngaji, saat memutuskan fatwa haram ini, MUI sempet pro-kontra sesama ulama. Di dalam ruang rapat, beberapa ulama perokok mengalah dan ikut menandatangani untuk memutuskan fatwa ini. Menandatangani sambil merokok…Fatwanya belum keras benar, belum jadi perintah, toh banyak ulama yang juga masih merokok. Katanya sih, sampe ulama-ulama perokok itu bisa menghentikan rokoknya, baru deh mereka memutuskannya dengan keras. Permasalahannya, di MUI sendiri kayak begitu, gimana di bawah ya?Di atas, MUI, sama kok kayak di bawah…Catatan Pinggir: Ini bukan legitimasi kita yang para perokok mencari dalih atas kebenaran sendiri lho… He he he

  43. martoart says:

    kemaren lewat solo… mau bagi rokok. Sekalian kampanye. kalo bagi rokok kan gak bia dituduh politik uang…. Eh, gak ada yang nongol.

  44. martoart says:

    lots of thanks V. aku mo coba…

  45. martoart says:

    luqmanhakim said: Permasalahannya, di MUI sendiri kayak begitu, gimana di bawah ya?

    Di bawah, FPI punya dalil yang melegitimasi buat merusak gerobag penjual rokok kalo mereka gak jualan bir.

  46. damuhbening says:

    wah, sayang nya aku tak merokok mas, gak ada alasan kenapa gak merokok…yah lantaran tak merokok saja

  47. widaperret says:

    ga merokok lebih enak, ga musti ke gerbong belakang deket toilet cuma buat ngisep :)asepnya balapan ama kereta api

  48. martoart says:

    he he.. amati geni selamnya ya bli…

  49. martoart says:

    ok besok lagi ke gerbong depan deh he he..

  50. widaperret says:

    martoart said: ok besok lagi ke gerbong depan deh he he..

    digetok masinis!

  51. martoart says:

    widaperret said: masinis

    Ya. mas itu memang sinis banget!

  52. widaperret says:

    dah malem, ngerokok dulu ah………….

  53. martoart says:

    cerutu putihan maksudnya?

  54. damuhbening says:

    martoart said: he he.. amati geni selamnya ya bli…

    hehehe…kalau di dapur gni-nya idup terus untuk bikin air panas dan kemudian kopi mas

  55. klewang says:

    memutuskan jadi perokok pun butuh sebuah kesiapan. urusan bersosial yang diimbangi dengan pembengkaan anggaran.haha. paling sebel sama perokok berat (berat beli, selanjutnya memberatkan teman).ada hal menarik dari ulasan sampean ini. yaitu keberanian untuk memiliki selera. soal ngracuni paru2 saja kita masih kemaruk budaya orang.soal adegan film PKI itu, aku punya sebuah kesimpulan,antara kami (aku dan alm Kamaruzaman) boleh beda ideologi, tapi selera kretek kita sama. gak ngurus brand image atau apa lah istilahnya. enak ya enak titik. kalo sandwich terasa wagu di lidah yang terbiasa sayur lodeh ya jangan dipaksakan sampe dibelain diare.nggak cuma urusan rokok, lah. dalam segala hal, mosok dalam urusan selera saja kita masih bisa dijajah?canteek nian ni postingan

  56. remangsenja says:

    ya Tuhaaan.. kangen kretek gueeeeeeee.. sialaaan sialan.. tulisan mu bikin aku horny dji sam soe.. Asuuu!!!!di sebuah ruang tunggu bandara internasional eropa, ngeluarin kretek [setelah sukses bisa lewat dari pemeriksaan], langsung buss.. tiba2.. seorang laki2 bule mendekati saya dan mencium asap yang saya hembuskan sambil bilang: kangen dengan negeri anda [note: nyium asap yg saya hembuskan yaaa.. bukan asap yang masih di mulut saya. awas kalok diplintir]

  57. martoart says:

    He he… jadi ingat pas berada di salah satu cafe underground di stockholme dulu. Si Mr. DJ tiba-tiba menghentikan aksinya gara-gara nyium bau kretek. datangi mejaku dan aku berbagi samsu buat dia. sebagai hadiah, dia putar requestku; Sympathy for the devil yg di hip-hopin. Tengkiyu Mr. dijei…..Uuuu… Uuuu..

  58. nadiri says:

    kiat-kiat tips rokok sehat bisa juga dibaca di blog k-4-s.info –> kiat tips (healthy smoking) rokok sehat bagi perokokSemoga tetap sehat, tetap semangat

  59. inyong says:

    kangen euiiiiiiiiiii diriku jadi sumber tulisane martokekekekek

  60. nitafebri says:

    naikiin lagi aah..Soalnya postingnya udah laama sebelom tau Cak Marto yg mana hehe..๐Ÿ™‚

  61. inyong says:

    Memasrahkan itu berserah diri kang

  62. mbuulu says:

    sebagai petani tembakau, saya merasa tidak setuju dengan fatwa MUI untuk diharamkan merokok.lawong penghasilan terbanyak petani adalah waktu musim tembakau tiba, seperti bulan ini yang sudah mulai menanam bibit tembakau yang harganya juga tidak murah. belum nanti banyak sekali proses2 agar menjadi tembakau yang berkualitas tinggi rasa dan harganya.hidup tembakau!! :p

  63. mana bab “rokok gelap” ?

  64. martoart says:

    djawatempodoeloe said: mana bab “rokok gelap” ?

    Sekarang mah dengan peringatan kesehatan BPOM dan label haram MUI, mana ada lagi ‘rokok yang tidak gelap’?

  65. ini keren mas! sumpahlah. asli inyong gak boong๐Ÿ˜€

  66. martoart says:

    somedayorsomehow said: keren

    tengkiyu bro… silakan telusuri isi yang lain di gudang ini

  67. renypayus says:

    Huwaaaaaaaaaaahahahaha Pokoknya Avolution Menthol…

  68. nggambleh says:

    ediyan ik … pirang-pirang ndina ngendhani tulisan duowi malah keplenyek neng kene …….. wkekekekekek ….. mbahku mbiyen ki rokokane malah klembak menyan …. ning ya alkamdulilah malah sekti ……… “jangan berhenti merokok karena iklan anti rokok”

  69. debapirez says:

    Dpt link-nya dari om Inyong neh. Haha…lucu jg.Mba Arie…ayo bikin posting tandingan utk postingan gokil yg satu ini…

  70. debapirez said: posting tandingan

    cari aja jurnal gue tag rokok, dah banyak…ngapain lagi bikin tandingan…

  71. subhanallahu says:

    Ada undangan gratis dari Lab. Pramita di markasnya Jl. Cik Di Tiro 17 Yogya. Terapi Berhenti Merokok. Minggu, 7 November 2010. Pikul 09.00. Hubungi: 0274-550526 (Jumlah Peserta Terbatas)

  72. martoart says:

    tertarik banget pak dokter,.. tapi di yogya sih, dan sementara ini jangankan merokok, bernafas aja di yogya susah. (asep Merapi)trims sarannya eniwei

  73. rirhikyu says:

    wakaakakkaa… tak turuti saran mu cak :)))

  74. dekmaniezt says:

    begadang jangan begadang, bila tak ada rokoknyah :”>*back to asep**) HS’e om inyong masih sama seperti foto di journal..rokok yang bercengkeh itu yang gimana yaa? *pengetahuan pabrik rokok minim nih*

  75. martoart says:

    dekmaniezt said: rokok yang bercengkeh itu yang gimana yaa?

    Adalah rokok yg menggunakan cengkeh. gGampang kan?Gini, setidaknya ada dua jenis rokok popular di dunia:1. Yg memakai cengkeh (cloves), Ini rokok gaya Indonesia, aroma cengkeh tuh khas, bikin suara ‘kretek-kretek’ ketika terbakar, Itulah kenapa disebut rokok ‘Kretek’ (Orang sering salah bahwa arti kretek adalah “tanpa Filter’). Orang Indonesia suka sekali bereksperimen dengan ramuan penyedap tembakau ini. Selain cengkeh, mereka juga kadang mencampur dengan Klembak, Menyan, bubuk pala, kayu manis, kopi, gambir, kinang, bahkan kecubung, dll, tapi cengkeh yg akhirnya paling disukai.2. Yg tak memakai cengkih, disebut rokok putih, ini rokok yg datang dari tradisi barat, Marlboro. Lucky strike dkk. Mereka biasa mencampur dengan saus lain, atau kadang dengan mint atau menthol. Belakangan mereka ikutan menaruh cengkeh dalam produknya untuk merayu konsumen Indonesia. kalo gak salah Marloro Black.Tapi kedua jenis rokok tersebut sama-sama menaruh zat lain yaotu nikotin dan berbagai racun lain.

  76. dekmaniezt says:

    martoart said: Itulah kenapa disebut rokok ‘Kretek’ (Orang sering salah bahwa arti kretek adalah “tanpa Filter’

    Ahh, iyee, kupikir kretek itu tanpa filter. Opo meneh yang digulung sendiri, kretek banget.Asal di bungkusnya ada tulisan ‘kretek’ dipastikan ada cengkehnya? Okee..

  77. kalo tidak merokoknya karena alasan kesehatan dan alasan kebiasaan keluarga gimana om?

  78. martoart says:

    cinderellazty said: kalo tidak merokoknya karena alasan

    Tulisan ini adalah ‘Merokok karena alasan bla bla bla’, bukan ‘Tidak merokok karena alasan bla bla bla’

  79. jejak2mimpi says:

    Merokok boleh aja, asal asepnya ditelen sendiri, jgn sampe terbang kemana-mana -___-

  80. martoart says:

    jejak2mimpi said: Merokok boleh aja, asal asepnya ditelen sendiri, jgn sampe terbang kemana-mana -___-

    sering denger itu, ayo kamu bisa cari yg lebih lucu dong๐Ÿ˜‰

  81. jejak2mimpi says:

    martoart said: sering denger itu, ayo kamu bisa cari yg lebih lucu dong๐Ÿ˜‰

    hahhahaa…gak niat melucu, om..emang aku tu pengenya gituu…kalo mau merokok, telen juga tu sama asep2nya sekalian (_ _”)

  82. martoart says:

    jejak2mimpi said: emang aku tu pengenya gituu…kalo mau merokok, telen juga tu sama asep2nya sekalian

    Secara teknis itu tidak bisa, meski aku maunya juga seperti itu. bernafaspun juga sama, tak semua O2 bisa masuk semua ke alveolus saat kita menghirupnya. Kamu tahu itu.*mencoba menjawab dengan tidak berniat melucu juga

  83. jejak2mimpi says:

    martoart said: Secara teknis itu tidak bisa, meski aku maunya juga seperti itu. bernafaspun juga sama, tak semua O2 bisa masuk semua ke alveolus saat kita menghirupnya. Kamu tahu itu.*mencoba menjawab dengan tidak berniat melucu juga

    Wah, berarti harus dilakukan penelitian yg lebih mendalam lagi…*serius.com juga

  84. martoart says:

    jejak2mimpi said: Wah, berarti harus dilakukan penelitian yg lebih mendalam lagi…

    betul, biar asap yg kubeli tidak terbuang pecuma. lagian para perokok pasif tuh enak aja ga beli kok ikut ngisep.

  85. renypayus says:

    Huwahahahahasuuu #ngakaktekanisuk

  86. joyomaruto says:

    sudah sangat jelas orang merokok itu PASTI SEHAT(kalo sakit kan gak mungkin merokok) jadi gak usah susah cari sehat.OOOOOK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s