Puzzel Yang Terlalu Pas!

[Tanpa diniatkan menulis untuk April Mop]

April Mop juga dikenal dengan April Fool’s Day. Terserah bagaimana Anda mengartikan dan memaknainya, tapi dasarnya adalah nilai kejutan yang disengaja oleh siapapun kepada kita dengan tujuan iseng. Terlalu malam sekaligus terlalu riang untuk menulis secara serius sejarah, filosofi, dan polemiknya. Riang karena saya tengah mengalaminya.

Bagi peyakin “Tak ada yang kebetulan di dunia ini”, juga bagi penganut Jabariyah, ataupun pengugem Creationisme, kejadian yang saya alami malam ini pastilah telah disengaja oleh Hyang Murbheing Dumadi, bagian dari rencana Kasih Tuhan, atau Takdir Ilahi. Bagi yang percaya bahwa di dunia banyak peristiwa kebetulan, penyuka Mutazilah, ataupun pemaham Darwinisme, peristiwa membahagiakan malam ini terlepas dari pepesthen Gusti, tak ada campurtangan Tuhan, pun urusan Allah.

Saya pemeluk genre ke dua. Malam ini, dan juga dari kejadian beruntun sebelumnya, adalah sebuah kebetulan. Bukan sebuah kesengajaan. Karenanya tulisan ini tidak diniatkan untuk April Mop tadi.

Secara agak berurut, kisah ini sebagai berikut;

Ada informasi dari Agam bahwa Indonesia Corruption Watch (ICW) akan mengadakan peluncuran album Gerakan Anti Politisi Busuk tanggal 26 Maret 2008 di Taman Ismail Marzuki (TIM). Beberapa teman di Multiply sepakat menungganginya untuk temu darat (Sekalian Agam berbagi Sembako dari Acheh). Saya yang tidak terikat kerja kantoran siap kapan saja untuk itu. Ifan Ismail bersedia waktu sebelumnya ketemu di Teater Utan kayu (TUK). Luqman tak bisa karena mempunyai tanggung jawab besar akan hajatan kantornya. Heri memastikan diri hadir. Wida bahkan akan hinggap di lokasi usai terbang dari Singapura. Inyong saya tak tahu kabarnya, tapi sepertinya siap juga. Klewang dan T4mp4h hanya cemburu tak bisa datang karena jauhnya. Alvin agak protes dan mengusulkan agar diundur lantaran baru tanggal 29 sampai 31 April ada di Jakarta.

News up date dari Agam; “Acara ICW diundur tanggal 31 demi menghormati perayaan Nyepi”. Saya segera SMS Alvin; “Sampeyan memang sakti. Acara diundur tanggal 31”. Namun temu darat tanggal 26 tetap jadi meski tanpa Luqman, Alvin, Inyong, Ifan, dan tentu saja Klewang serta T4mp4h. Usai temu darat babak pertama saya sadar sembako tertinggal.

MP di MP, Coldplay dan Multiply

Hari “H” tiba. Saya juga teringat untuk mengajak Chech Gentong. Beliau tak bisa hadir karena suatu urusan. Di TIM saya hanya ketemu aktivis Multiply yang nyambi di ICW itu. Saya senang beliau membawa jatah sembako saya yang tertinggal di temu darat babak pertama waktu itu. Akhirnya Agam menghubungi beberapa teman untuk merapat usai acara ICW. Lokasi kali ini di sebuah café di Plaza Indonesia. Hadirlah Alvin dengan wajah kemenangannya. Menyusul Inyong yang tampak “berbobot”.

Kopi diaduk, bicara campur-aduk, dan mengaduk file bertukar koleksi musik. Menjelang malam Agam pamit untuk merapat dengan yang lain. Tak lama kami bertiga juga hengkang dari cafe tersebut. Seluruh pembayaran diselesaikan secara kemandirian oleh Alvin.

Gerakan bersuka malam ini hendak dilanjutkan para aktivis Multiply (MP) ini di Mario’s Place (MP). Ada imitator Coldplay yang hendak tampil tak hanya bagi orang Multiply. Saya agak enggan menonton. Tapi dengan alasan yang mudah dipatahkan oleh Alvin dan Inyong, ikut juga saya akhirnya.

Di ticket box kami dihadang petugas, tapi dengan sigap, kemandirian Sang tamu dari Wilayah Tapal Kuda mampu menuntaskan segala aral di depan mata (saya dan Inyong pasti berpikiran sama, bahwa kami sebagai tuan rumahlah yang seharusnya menuntaskan segalanya). Tiga ticket itu mengandung door prize. Harga ticket itu juga berbonus kartu perdana. Kata Inyong, Alvin tak tertarik memilikinya dan Inyong menyilakan saya memilih nomor yang ada. Aha, ada (021)XXX 1 27 69! Penuh suka saya ambil nomor mirip ulang tahun itu dan anggap sebagai hadiah memenangi tebak punggung di postingan Alvin di sini

Setengah mainan, Inyong pamit pulang. Kalau tak karena Danang, saya sebenarnya juga berniat pulang. Alvin dan Inyong mengenalkan kami malam itu. Saya beberapa kali melongok Mp-nya karena direkomendasi oleh Alvin. Sampai tulisan ini saya posting, kami belum saling ber-contanct. Dan Inyong pulang sendirian dengan meninggalkan ticket bermuatan kemungkinan.

Coldplay lokal usai manggung. Ada satu door prize yang hampir lupa dibacakan. Maka dibacalah angka bakal keluar untuk door prize terakhir yang berupa telephone selular.

“044!”

Itu angka yang tertera di ticket Alvin atau Inyong tadi. Bukan angka saya. Benar apa kata Inyong, Alvin memang tak tertarik. Diberikannya ticket itu kepada saya untuk mengambil hadiah. Tak semudah itu rupanya. Si pemegang angka harus mampu menebak quiz yang berhubungan dengan Coldplay. Dan saya buta tentang grup ini. Sementara itu Fadly Sang vokalis Padi yang didapuk member tebakan itu terlanjur menyatakan hendak member pertanyaan paling susah. Mampus!

“Dari negara mana asal grup ba
nd ini?”

Alamak, rupanya dia bercanda! Namun kebaikhatiannya itu tak mampu saya tangkap akibat ketololan saya. Dan dengan trik yang sangat kentara dia melemparkan kebaikhatian berikutnya, memberikan bocoran bagi si tolol di hadapannya.

Dan malam itu saya mendapatkan nomor perdana yang hanya bisa digunakan dengan hand set telephon pasangannya terlebih nomor cantik istimewa. Terlalu banyak kebetulan untuk kebahagiaan malam ini. Kalau saya runut dari atas, potongan puzzle itu terlalu pas bertaut dengan sendirinya. Kebetulan yang terlalau beruntun dan bertaut itu menggoda saya untuk menengok dan meng-up grade-kannya menjadi pertanyaan spiritual “Apakah ini rencana Tuhan?”, “Apakah ternyata benar keyakinan kaum Jabariyah yang selama ini saya tolak?”, Dan seterusnya…

Hampir saja saya murtad dari kemutazilahan kalau tak segera diingatkan kinerja logika, bahwa Tuhan telah selesai sejak Dia menebar berbagai kemungkinan untuk digerakkan oleh manusia. Tebaran itu misalnya berupa para politisi busuk yang tega memperkosa ibu sendiri, Pertiwi. Atau kawan-kawan yang dengan kepekaan bisa kita cermati kebaikannya dari tulisan dan kepeduliannya. Maka berilah waktu Tuhan beristirahat, biarkan kita bergerak dan bertanggung jawab.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk kebaikan kemanusiaan dan berterimakasih akan itu. Tuhan tak usah dikhawatirkan, bagaimanapun tetaplah kebagian ucapan terimakasih itu.

Sembako dari Agam ketinggalan lagi (Jangan tuduh itu karena kehendak-Nya)

Mereka itu;

http://ravindata.multiply.com/

http://inyong.multiply.com/

http://agamfat.multiply.com/

http://klewang.multiply.com/

http://cechgentong.multiply.com/

http://sepunten.multiply.com/

http://luqmanhakim.multiply.com/

http://widaperret.multiply.com/

http://t4mp4h.multiply.com/

http://danangsuryono.multiply.com/

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

48 Responses to Puzzel Yang Terlalu Pas!

  1. utara19 says:

    sebuah puzzel yang cukup menarik..😀

  2. agamfat says:

    Hahaha dapat hp Nokia E71 atau apa kang? Yang baru kemarin aku dorong kau supaya beli? Kalau memang iya, selamat tinggal Harun Nasution dan Mu’tazilahnya hahahaSembako, nanti deh bawa lagi

  3. ravindata says:

    He Gusti Allah weruh kang HP sampean sering hang dan sdh butut, digantinya agar bisa aku telpon !! Ha ha ha

  4. agamfat says:

    Tobat tobat… Sini kakak ajarin alif ba ta hahaha

  5. ravindata says:

    Kopine kae gak lali kang, sengojo dibuwang karo kang marto ..ha ha

  6. agamfat says:

    Bisa diadukan ke Panglima GAM atas penghinaan produk kebanggaan Aceh lho

  7. orangketiga says:

    punten kang, ada kerja mendadak kamis itu. duh, kapan kumpul2 lagi ya?

  8. bbbnshoes says:

    martoart said: bahwa Tuhan telah selesai sejak Dia menebar berbagai kemungkinan untuk digerakkan oleh manusia.

    hmm…ternyata ada juga yg mengamini itu selain diriku sembako = kopi berbumbu sedap?? …mau dunk ; -)

  9. sepunten says:

    wah sayang sekali ga dateng sesi 2 mas, berhubung harus jenguk ebes di malangnext ada event ikutan lagi d…btw reportnya asik ni …🙂

  10. blackdarksun says:

    hehehe….. karena ada politisi busuk jadi punya hape baru….

  11. Being on-time doesn’t mean late nor wrong.

  12. martoart says:

    >Utara; komen yg cukup menarik :)>Gati; ooo… sori…>Ifan; PUSH UP!!!!>Rweena; Gila pa kalo yg “berbumbu sedap” itu sampe lupa!>Heri: PUSH UP di samping Ifan!!!>Putri; Ambil HP-nya jangan pilih orangnya!>Trias; Tuuuh kan,.. ketololanku terlihat lagi. Gak bisa nangkap komenmu ini untuk bagian mana.

  13. martoart says:

    agamfat said: Harun Nasution dan Mu’tazilahnya

    Kebalik Gam! Jabariyah abiez doi!

  14. martoart says:

    ravindata said: Gusti Allah weruh kang HP sampean sering hang dan sdh butut, digantinya agar bisa aku telpon

    Kalo Doi maha pengasih, apa beratnya ngasih Blekberi..

  15. martoart says:

    wis iso ho no co ro ko!

  16. martoart says:

    Mungkin malah kopine iku sakjane saiki wis tekan Situbondo Gam! Aku curiga dengan kesigapan pendekar Tapal Kuda iku.

  17. martoart says:

    agamfat said: produk kebanggaan Aceh

    Ah, mereka punya “pruduk” yang lebih diunggulkan!

  18. sepunten says:

    >Heri: PUSH UP di samping Ifan!!!ampun kang hahaaa….kan udah sms, kl lg ada kopdar di Jogja sama Doni

  19. ravindata says:

    martoart said: Kalo Doi maha pengasih, apa beratnya ngasih Blekberi..

    ha ha ‘kasus situ gintung’ terulang …ada kang inyong lho

  20. agamfat says:

    Hape baru itu ujian yang diberikan tuhan kepadamu kang. Kalau lulusml, baru blekberi

  21. iput3oyas says:

    Bahkan Tuhan sudah tahu merk gadget yang lebih canggih dari Blackberry & iPhone 2 tahun ke depan

  22. inyong says:

    martoart said: Itu angka yang tertera di ticket Alvin atau Inyong tadi. Bukan angka saya. Benar apa kata Inyong,

    yang maha bener itu Tuhan Kang….. semalem gw cuma menunjukan bahwa biasane nomer doorprize ku sering nyerempet

  23. widaperret says:

    saya ada di puzzle itu hiks pan kalau ga ada saya gak bakal pas puzzlenya🙂

  24. orangketiga says:

    …tiga puluh, tiga puluh satu, tiga puluh dua…, ooy, berapa kalinya belum dibilangin niih. *terengah-engah* ;p

  25. agamfat says:

    Kang, Harun Nasution adalah pembawa Mu’tazilah di Indonesia. Dia di IAIN Jakarta dan Mukti Ali di IAIN Yogya yang membawa studi Islam modern dan ilmiah ke Indonesia.Di akhir hayatnya, Harun menjadi mendalami sufisme, meski tetap mengaku Mu’tazilah.Btw, superioritas studi Islam di Indonesia atas Malaysia selama ini tidak disadari banyak orang. Malaysia mengambil pendekatan apologetis, sementara Indonesia pendekatan ilmiah tapi dengan semangat memajukan Islam.Makanya Adian Husaini dkk lebih suka ke Malaysia, karena tidak bisa melawan guru besar di IAIN.Ada profesor tamu di IAIN Yogya yang kaget dengan kecanggihan muridnya menggunakan disiplin sosiologi dsb dalam perkuliahan, sefasih mahasiswa di Eropa, tapi masih practising their religion.Om saya, ketua MUI Medan ambil doktor di IAIN Jakarta. Katanya yang di Malaysia sangat didoktrin, sementara di IAIN Islam dipelajari dari berbagai disiplin ilmu. Om saya ini menulis metode dakwah Ikhwanul Muslimin di Mesir, pisau analisisnya mulai sejarah sampai sosiologi.Om saya cerita lagi, rata-rata orang Malaysia lebih wahabbis dibandingkan Indonesia, karena tahun 70-an mereka tidak mau ambil guru agama lulusan IAIN dan impor dari Arab Saudi. Nah PKS adalah partai yang ideolognya para lulusan Arab Saudi, impor pola pikir Wahabbis berlangsung secara sistematis, meski ini bagus juga untuk mengimbangi pola pikir liberal lulusan Eropa kayak aku hehehe, atau seniman nyentrik lulusan ISI kayak sampeyan hahaha.Sori jadi jauh melenceng.

  26. martoart said: >Trias; Tuuuh kan,.. ketololanku terlihat lagi. Gak bisa nangkap komenmu ini untuk bagian mana.

    Overall, Oom.

  27. martoart says:

    udah hampir kelar. sesuai jumlah partai aja. 38 dan semoga gak nambah lagi mereka. he he..

  28. martoart says:

    Ampuuuunn Gam… Sorry…. salah baca. Aku pikir tadi Harun Yahya! (siap Push Up di samping Ifan dan Heri)

  29. martoart says:

    ya Pon… (ponakan)

  30. martoart says:

    he he.. dikomikin aja yuk…

  31. martoart says:

    betul. palagi yg lain batangan… Kwakkakaka…

  32. inyong says:

    minta upload coldplay nya dong

  33. klewang says:

    martoart said: Kalo Doi maha pengasih, apa beratnya ngasih Blekberi..

    jadi ingat sebuah dagelan lawas;Seseorang bertanya kepada Tuhan,” ya Tuhanku, benarkah menurutMu lima menit sama dengan seribu tahun dan satu sen sama dengan seribu dolar?”Tuhan pun berkenan menjawab, “benar sekali. Memangnya kenapa?”Seseorang tadi melanjutkan, “kalau begitu, boleh dong saya minta ‘satu sen’ saja..”Jawab Tuhan, “baiklah, tunggu lima menit”

  34. martoart says:

    wah Jo… kemana aja?

  35. martoart says:

    ngenyek uwong sing gak paham IT yo Kang?

  36. martoart says:

    klewang said: boleh dong saya minta ‘satu sen’ saja..”Jawab Tuhan, “baiklah, tunggu lima menit

    dan kalo minta Seribu Dolar, suruh nunggu Seribu Tahun…

  37. luqmanhakim says:

    Hiks.. Telat, baru baca sekarang dan baru lega selepas sekarang…Agam udah ke Aceh, tinggal kita dowangan Cak…Kapan ketemuan, aku udah agak legaan nih…

  38. martoart says:

    he he.. aku juga baru mudik. dan banyak utang kerjaan neeh. jadi susah nyambungnya ya Man.. he he

  39. klewang says:

    martoart said: aku juga baru mudik.

    ngono, ya..mudik gak kondho2

  40. damuhbening says:

    martoart said: Tuhan tak usah dikhawatirkan, bagaimanapun tetaplah kebagian ucapan terimakasih itu.

    aku suka kalimat ini.dengan kesadaran bisa dipamai dan dilakukan

  41. martoart says:

    damuhbening said: aku suka kalimat ini.

    tuhan juga

  42. menarik mas kebetulan-kebetulannya…dengan memberikan ucapan terimakasih pada akhir tulisan, sepertinya mas juga sudah menjadi salah satu pemeluk genre pertama…😀

  43. martoart says:

    Tengkiyu Adi, Tapi, ehmm.. Genre Pertama? Mungkin iya juga ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s