Amati Geni bagi Bumi

Malam ini, Sabtu 28 Maret 2009 saya turut melakukan ritual untuk bumi dengan memadamkan seluruh lampu rumah. Bumi saya beri bonus dengan memadamkan perangkat listrik yang lain, kecuali lemari es. Karena beranggapan bahwa akan lebih boros kalau satu jam lagi kembali saya nyalakan.

Awalnya saya tak begitu tertarik dengan ajakan simbolis ini. Dari ide dasarnya, bukanlah sebuah gerakan yang orisinal. Kerap dilakukan oleh berbagai organisasi lingkungan setiap tahun. Dan yang lebih sahih, gerakan ini telah lama mentradisi dilakukan oleh umat Hindu Bali secara budaya agama sebagai perayaan Nyepi. Seperti kebetulan, Nyepi tahun ini dirayakan pada 26 Maret, dua hari sebelum ajakan pemadaman lampu untuk bumi ini. Dan apabila kita maknai secara kelingkunganhidupan, Nyepi jauh lebih nendang, karena dilakukan secara paripurna.

Tak cuma Amati Geni, tapi juga Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan. Bayangkan berapa banyak pembangkit listrik akan istirahat dan berapa ribu desa akan ternyalakan bila aksi tersebut ditambah semacam Amati Karya. Mesin fotokopi, pemindai, faksimili, komputer, penyejuk udara, dan seterusnya istirahat. Berapa ribu batang pohon akan terselamatkan apabila misalnya pabrik Kiani, Sinarmas, Lonsum, dan seterusnya rela beristirahat satu jam? Roda ekonomi akan terhenti? Taruhlah memang begitu, namun anggap saja hal itu sebagai rasa terimakasih kepada bumi yang hutannya telah mereka bantai. Atau anggap semacam pengakuan dosa dan menebusnya, untuk tidak dikatakan penyucian penghasilan panas.

Kemudian aksi diperketat dengan semacam Amati Lelungan. Bayangkan, berapa ribu ton emisi CO2 akan terhenti. Selain pabrik-pabrik diatas, pembukaan lahan gambut, dan pembakaran hutan, asap yang dihasilkan kendaraan bermotor amatlah besar. Dengan mengurangi mobilitas berkendara, asap racun akan berkurang, dan udara bersih tersedia tak cuma untuk 568 orang.

Tentu tak apa apabila aksi ditambah dengan semacam Amati Lelanguan. Mall dan diskotik merelakan diri barang sebentar untuk mengistirahatkan keriangan kapitalistiknya. Maka beban biaya listri Jakarta tak akan Cuma berkurang 200 juta. Asalkan pelaku kapital garda depan semacam ini tak melakukannya sebagai tindakan memoles citra saja, seperti yang dilakukan McDonald. McDonald, produsen makanan sampah, pembantai ayam dan sapi, sekaligus peleceh lingkungan di Amerika Latin ini dengan cekatan menangkap ide pemadaman lampu dengan turut memadamkan logo “M” di setiap gerainya. Wow!

Ketaktertarikan ke dua saya adalah bahwa akan adanya ajakan WWF yang tendensius menyerang musuh seperjuangannya dalam membela bumi. Dalam kampanye 60 Earth Our di Afrika, WWF melansir kalimat semacam berikut, bahwa kita tak perlu memblokade kapal pengangkut batubara, menghadang harpun penembak paus, atau tindakan kepahlawanan lain, cukuplah matikan lampu selama satu jam. Tak pelak, GREENPEACE yang memiliki tradisi memblokir kapal dan SEASHEPARD yang getol menyelamatkan paus tersinggung. Saya hanya heran, betapa organisasi bersekala internasional masih menyimpan sifat kekanakan seperti itu.

Saya tak mau terarus sikap kekanakan. Toh perseteruan ringan mereka juga bukan urusan saya. Selain itu saya senang melakukan sebuah ritual yang berbasis semangat lingkungan. Dan yang pasti malam ini saya termasuk yang masih memiliki pilihan untuk memadamkan lampu, sementara saudara saya di Situ Gintung diterpaksakan tak berlampu sejak dibandang bah.

Save the Earth!

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

49 Responses to Amati Geni bagi Bumi

  1. ravindata says:

    Padamkan lampu, lalu mainkan kewajibanmu ….ha ha ha(Ini pasti hasil diskusi kecil sama someone yg habis kena db ya ?)

  2. agamfat says:

    Aku agak malas melakukannya kang, ketika ajakan mematikan lampu itu datang dari segenap penjuru facebook hehehe, yang menggambarkan itu menjadi hip baru.Seakan memasang status “ayo padamkan lampu, save the earth”, dsb sudah menjadi simbol kepedulian lingkungan baru. Ini seperti poster caleg yang mengaku “pilihlah yang muda, berkualitas, dsb”.Beda kalau ajakan itu diutarakan oleh aktivis Bike to Work atau sesiapapun yang sudah secara kongkrit melakukan upaya hijau tiap hari.Yang baru bisa aku lakukan memang masih sedikit: sering bersepeda sekaligus olahraga, naik kereta api ke kantor, jalan kaki kemana-mana sekaligus olahraga

  3. harblue says:

    wah, saya siy ga perlu ikutan save the earth, soalnya emang mati lampu, satu setengah jam lebih pula. hahahaha….

  4. blackdarksun says:

    aku juga ikutan memadamkan lampu karena sejak sore mata mengajak untuk terpejam, malah lebih dari dua jam pules….

  5. Beberapa hari ini aku dipaksa sama PLN Jogja untuk mematikan semuanya termasuk pompa air dan penanak nasi yg notabene merupakan kebutuhan dasar. Pemadaman paksa karena kinerja yg buruk ini terjadi hinga 5 kali sehari. Total 2 sampai 7 jam perhari.

  6. terlahirlagi says:

    sama..di tempat saya juga gitu..hehehe..

  7. buneyasmin says:

    Gak tertarik dengan kegiatan simbolis ini. Apalagi yang ngajak termasuk artis2 dan tokoh2 yang pasti punya rumah banyak nan mewah dengan lampu berdaya besar, mesin2 pendingin udara di segala penjuru…

  8. iput3oyas says:

    anak-anak saya justru semangat melakukannya, jam 7 kami masih di luar rumah, tiba2 dia bertanya sekarang jam berapa? lalu mengajak pulang ke rumah karena ingin menyelamatkan bumi.saya pikir tak ada salahnya, tak ada ruginya & tak ada sulitnya.ternyata malam indah juga tanpa lampu sambil liat langit.sejak hari ini akan jadi kebiasaan baru kami.salut untuk mereka yang nyepi. kami baru bisa mulai sedikit

  9. t4mp4h says:

    saya gak bisa mati listrik total, satu server dan perangkat tambahannya kalau sampai mati bisa berabe.

  10. inyong says:

    saya kok percaya Tanpa memadamkan lampuTuhan udah pasti menjaga alam beserta isinya ya”Sori kalo ndak nyambung

  11. martoart says:

    tengkiyu, tengkiyu semuanya…

  12. klewang says:

    mari belajar survive dari orang madura. Pulau mereka pernah tidak dialiri listrik selama dua minggu dan mereka tetap jadi orang madura.sedangkan orang amerika mengaku yakin bakal kembali ke jaman batu seandainya sehari saja listrik lenyap dari kehidupan mereka.salut atas ritualnya, kang

  13. agamfat says:

    Wah Inyong provokasi kang Martoart ki hehehe sengaja mirip Bush, yang yakin global warming akan diredakan oleh tuhan sendiri hehehe

  14. hitungmundur says:

    martoart said: Mall dan diskotik merelakan diri barang sebentar untuk mengistirahatkan keriangan kapitalistiknya.

    Bro, tentang ‘…keriangan kapitalistik’:tiap ketemu blog berfrasa keren macam di atas itu, saya selalu bilang ke blogger-nya “bakalan gue print di kaos”. Dan enggak bo’ong; saya print betulan. Kaosnya saya pakai cuma buat tidur supaya terhindar dari klaim paten andai si penulis tersebut memang pernah mempatenkan kata-katanya. Jadi di sini saya sekalian minta ijin sampeyan buat nge-print frasa itu di t-shirt hitam polos saya.Satu lagi, saya mau menambahkan sedikit deret dari perbuatan-perbuatan berisiko fatal buat keberlangsungan alam. Sorry, kalau lancang. Ini senada dengan puasa mal+diskotik, yaitu: kegiatan puasa mengoleksi benda-benda.Kita tahu banyak orang ‘lenjeh’ yang mengoleksi barang enggak berguna buat kekayaan jiwa, kaya pajangan, boneka, mobil-mobilan, mobil beneran, ‘boneka hidup yang bisa mendesah’, titit ulir, etc…. Satu saat bakal ada periset yang menghitung berapa milyar metrik ton-bbm dan berapa juta metrik-ton karbon yang dikuras dan dibuang buat melampiaskan kesenangan itu.So, Bro, saya cuma mau bilang kalau nafsu mengumpulkan seperti itu enggak kalah dahsyat buat menghancurkan dunia.

  15. martoart says:

    Tengkiyu lgi, tengkiyu lagi…kawan-kawan..>Agam, sampeyan jane yang terprovok Inyong sepertinya he he..>Wijaya, Silakan lihat Home Page saya “GUDANG”. Sampeyan akan tahu saya gak gitu tertarik copyright.

  16. widaperret says:

    om sy telpon : “da akan ada pemadaman listrik dr PLN jam 9-10 malam ini”, dipikiran sy woww keren hebat PLN mau rugi,eehh tapinya tunggu punya tggu kok listriknya gak mat-mati, oohh ternyata ga mau rugi jg kynya..tante saya bilang : “bukan dipadamin tapi kesadaran aja”..oohhhh…padahal dah bela2in masuk bioskop yg jam 5 dipikirku kalau masuk jam 8.15 tar kjebak didalem…Sedangkan dirumah2 tetangga, dikampungku dikampung ibuku dan entah sampai Indonesia bagian mana ngerasa rugi kalau matiin listrik jam segitu karena harus ngelewatin sinetron cinta fitri! himbauannya kalah ama iklan si cinta fitri ——–(sumpah saya ga pernah nonton CF)Marto apa kabar?

  17. widaperret says:

    martoart said: tengkiyu, tengkiyu semuanya…

    sok selebritis sekali ini kata2nya🙂

  18. agamfat says:

    Walah, gerakan anti global warming kalah oleh Cinta Fitri hehehe

  19. martoart says:

    widaperret said: sok selebritis sekali ini kata2nya🙂

    Wah jadi ingat harus nambah satu kata lagi biar mangkin seleb; “Muaahh… Muah.. Daagg…”he he he…

  20. martoart says:

    widaperret said: Marto apa kabar?

    he he.. justru kita neeh yg nunggu kabar…

  21. martoart says:

    agamfat said: kalah oleh Cinta Fitri

    Emang Fitri lebih “warm” Gam..

  22. hitungmundur says:

    Okay, Bro. Ane udah lihat gudang ente. Demi menghormati sastra (cyah’elah…), ane bakal ngeprint martoart di kaos ane.

  23. widaperret says:

    hitungmundur said: Okay, Bro. Ane udah lihat gudang ente. Demi menghormati sastra (cyah’elah…), ane bakal ngeprint martoart di kaos ane.

    bagi dong, alamat saya PM heheheheh

  24. widaperret says:

    martoart said: he he.. justru kita neeh yg nunggu kabar…

    wah kemaren ganti nomor! saya sms ya darling🙂

  25. notapearl says:

    emergency lamp-nya gak nyala jg kan Om?

  26. unclebowl says:

    wah, saya ngga ikutan kemaren Mas, karena harus nyari duit.saya yakin Tuhan akan memaklumi, karena nyari duit dan melestarikan Bumi sama-sama ibadah, semoga berkah, amin!lagipula saya yakin kalau Bumi tahu saya cinta diax)

  27. sepunten says:

    yah ketinggalan berita🙂 sabtu malem aku lg di kereta menuju malang, btw memang banyak yg perlu di off-kan sejenak yo kang..sebab “kesepian” adalah masa produktif…🙂

  28. bbbnshoes says:

    sebenarnya dah niat mas, wong dah meng-ok-kan ajakan di FB juga…tapi kok kelupaannya ya..keknya wakt itu aku malah tidur deh…

  29. I did!!! I did!!! No light during Nyepi, could still watch TV by covering windows with black trash bags. Yes! But need a headphone for the audio. Sigh…All lamps were off for an hour last Saturday, but 2 TVs were all on, along with a fridge and a rice warmer. And I had to stop reading Kung Fu Boy Legend accordingly.

  30. martoart says:

    kabar-kabari n bagi-bagi. he he…

  31. martoart says:

    ndak lah nduk,.. kalo punya n nyala, sama juga boong.

  32. martoart says:

    ga papa, saya maha pengamun kok…(dengan suara besar berkumandang, seolah suara tuhan)

  33. martoart says:

    he he.. tapi jangan karena itu keretamu berhenti ikut amati lelungan. kan gak nyampe-nyampe jadinya.

  34. martoart says:

    Tidur malah lebih hemat energi rasanya. Cuma bedanya, yang dihasilkan adalah Local Warming.

  35. martoart says:

    Why don’t u try to read Kung Fu Boy in the fridge?

  36. martoart said: Why don’t u try to read Kung Fu Boy in the fridge?

    Because my nephew’d been there already, playing with his Valentino Rossi plastic miniature.

  37. luqmanhakim says:

    martoart said: Save the Earth!

    Banyak ragamnya ya… One heart, one life, save the earth!

  38. damuhbening says:

    Meskipun terlambat membaca ini, selamat atas ritualnya.mas..pantesan gak pernah liat postingan sampeyan naik di inbox ya…lantaran..kita ternyata belum masuk dalam kontak..hiks….

  39. martoart says:

    kick out ’em from the fridge, and save the earth.

  40. martoart says:

    so, let’s rock n roll. n keep on fightin for everythin good Man

  41. martoart says:

    yuk berkontak bro.. he he..

  42. damuhbening says:

    nyok!hehehesalam kenal yang terlambat, dulu dah salam-salaman, sekalang balik maning nag salaman…

  43. arddhe says:

    yeah…save the earth..mari bergelap2an..lebih intim katanya

  44. hitungmundur says:

    Dan sebagai simbolisasi, nggak tahu deh di mana dia mulai dan di mana dia berhenti.Tapi buat simbolisasi yang kurang mengena macam earth hour barusan, kita nggak berangkat ke mana-mana, Kang.

  45. martoart says:

    hitungmundur said: Tapi buat simbolisasi yang kurang mengena macam earth hour barusan, kita nggak berangkat ke mana-mana, Kang.

    Sepakat, seperti itu rasanya isi tulisanku ini.Untuk tahun ini ada yang menggelikan. Tetangga depan rumah.. ah’ dia matikan lampu demi ritual tahunan ini, sedang kami tidak. Sesuatu yang berbalikan dengan tahun sebelumnya. Hemat energi, n sadar lingkungan hampir menjadi sholat wajib kami, sehari tak melaksanakan ritual sunah tahunan itu serasa layak menjadikan kami setengah kafir. Dan esok hari, tetangga sadar sejam kami sudah mencuci dua mobilnya dengan air melimpah tak lupa sabun berbusa-busa. Lantas memanasi mobilnya sedemikian lama. Untuk kembali menebar racun dan limbah di air dan udara Jakarta.

  46. martoart says:

    damuhbening said: salam kenal yang terlambat,

    hehehe udah menginjak kaki di rumahku, baru kuterima salam kenal ini. Terlambatan siapa hayo….?

  47. afemaleguest says:

    iya, coba aja bayangin praktik NYEPI berlaku di seluruh dunia, cukup satu hari satu tahun, tentu akibatnya sangat incredible ya Kang?🙂

  48. agamfat says:

    WWF nggak punya malu, FOke yg segadungan green itu masih saja didekati

  49. martoart says:

    agamfat said: WWF

    WTF!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s