Giliran Saya Bercinta! (2)

Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan bagian pertama. Tentu masih dalam rangka merayakan indahnya Bulan Suci Valentine. Berlaku seolah filsuf sekaligus praktisi cinta, pada bagian ini saya memetakan cinta. Tepatnya, apakah bentuk emosi atau perasaan itu layak disebut cinta? Untuk memetakannya saya mempersandarkan diri kepada konsep elemen cinta sebagaimana yang ada pada bagian pertama serial tulisan ini. Sebagai berikut;

1. Kasih Tuhan (God Bless)

Tuhan Maha Suci. Begitu yang tertulis di kitab suci. Kalimat itu merujuk kepada kesucian Dia dari Nafsu. Sebuah elemen cinta. Artinya; Kasih Tuhan tak layak disebut Cinta. Karena itu, jangan harap Dia mencintai Anda, mahluknya. Tak bakal, dan jangan pernah Ge-Er. Tuhan memang eksotis, tapi sungguh tak erotis.

Sesungguhnya kalau mau sedikit jeli, hal itu telah terbiasa kita dengar dari bagaimana kaum Nasrani menyebut “Kasih Tuhan” atau “Kasih Allah”, bukan “Cinta Tuhan”. Begitupun orang Islam mengucap “Bismillahirahmanirahim (atas Nama Allah Yang Pengasih lagi Penyayang)”. Bukan “Maha Pecinta”.

Jadi tak usah sedih kalau cinta-mu bertepuk sebelah tangan. Justru dengan mempercayai Dia bukan pecinta, Anda telah menghormatiNya. Memperkuat iman Anda untuk yakin bahwa Maria atau Mariyam tak ditiduriNya.

Tuhan Maha Gagah Perkasa, bukan Maha Menggagahi apalagi main perkosa.

2. Sayang Malaikat (Angel Devotion)

Di bawah mengasihi adalah menyayangi, taat, dan meyakini tanpa syarat. Itu adalah sifat malaikat. Mahluk cahaya yang menyinari bagai matahari, yang kekuatan sayangnya hanya mampu ditandingi ibu kita. Malaikat mahluk yang dicipta zero desire, maka tak berlebihan acap dilukiskan dalam perwujudan bayi, makhluk akhil balik nir nafsu. Bahkan sosok bayi bersayap itu akan susah kita pastikan jenis kelaminnya. Non seksualitas, sonder passion. Malaikat tidak beregenerasi melalui persetubuhan, konon mereka akan mengganda bersama setiap butir air wudu yang menetes dari wajah orang Islam.

Meskipun juga digambarkan sebagai perempuan cantik dalam lukisan dan patung-patung marmer rainesance, dideskripsikan sebagai – dan bernama – lelaki dengan ratusan sayap di kitab-kitab, toh tugas mereka tak berhubungan dengan kelamin dan persetubuhan. Tak lain pekerjaan normatif seperti mendistribusi rejeki, menjadi kurir wahyu, notulen, satpam surga atau neraka, dan semacamnya.

Artinya juga tak layak kalau mau mencurigai bahwa mereka meniduri Maria atau Mariyam itu.

3. Cinta Manusia (Human Love)

Kemudian diciptakanNya manusia bersama potensi cinta di dalamnya. Inilah saya rasa kenapa Tuhan suka banget dengan produk keluaran terbarunya.

…dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan“. (Q. Al-Ishro; 70)

Tuhan tidak sekadar memberi sifat sayang malaikat, tapi juga memberi sifat nafsu setan. Sedang menurut kitab satunya;

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; Laki-laki dan Perempuan. (Kejadian 1; 27)

Saya menafsirkannya demikian, Allah menciptakan manusia menurut yang digambarkanNya, berdasar ideNya, ide sempurna berupa laki-laki dan perempuan. Gambaran ini jelas berbeda dari ciptaan sebelumnya; Malaikat yang androgini. Apa artinya? Nafsu mulai dimasukkan pada produk terbaru bersama sayangnya pasca malaikat.

Maka, bercintalah layaknya manusia. Jangan buang kasih sayang, juga jangan kekang nafsu. Tak perlu semuci bak malaikat yang agapitus, ataupun jumawa bergaya setan menyunggi kelamin di atas kepala.

4. Naluri Binatang (Animal Instinct)

Bahkan binatangpun tidak memakan anaknya sendiri!” Itu pernyataan pepatah yang sering dilontarkan orang ketika ada orang tua membunuh atau menyiksa kejam anaknya. Begitukah?

Singa jantan perlu secepatnya memangsa atau membunuh anaknya agar si betina segera ngaceng lagi. Masa birahi betina akan tertunda lama kalo dia harus mengurus anak-anaknya. Juga beberapa binatang lain, meski toh selalu terjadi anomali di alam semsesta. Tapi saya memaklumi karena pepatah itu pasti tercipta sebelum ada Discovery Chanel dan sejenisnya. Lantas apa bentuk “Sayang” yang terpola pada diri binatang?

Tak lain adalah Naluri Sayang. Bukan sifat sayang yang berupa emosi atau perasaan. Juga kepatuhannya. Naluri Sayang dan patuh ini mudah dikalahkan oleh Nafsu yang dimilikinya yang berupa gabungan Naluri dan Sifat. Karenanya ada idiom “Ridding the Tiger”. Hal ini merujuk kepada; Sepatuh apapun macan, orang harus hati-hati menugganginya. Soeharto contoh penguas
a yang tidak belajar dari pribahasa itu. Dia pikir Rakyat Indonesia adalah seekor tiger ompong.

Ekspresi di atas seharusnya diganti “Gila, macan saja tidak perkosa anaknya sendiri kok!“. Meskipun juga anomali tetap berlaku, binatang memiliki mekanisme mempertahankan keturunannya secara naluriah, bahkan lebih kuat dibanding manusia. Binatang tidak akan merusak sistem genetik generasinya. Incest dan phedophilia hanya memperlemah generasi penerusnya berupa cacat, menurunnya kecerdasan, melemahnya sistem kekebalan tubuh, dan sebagainya. Ini hal natural yang dipakai oleh mahluk hidup di alam bebas dalam upaya memenangi seleksi alam. Mekanisme pertahanan generasi secara naluriah manusia menurun lantaran diganti secara akal dan moralnya.

Jadi, kalau ada manusia yang berlaku incest dan atau menyetubuhi anak kecil, artinya dia memberlakukan naluri kebinatangan merebut kemanusiaannya. Dia tak lebih sebagai manusia yang tak berakal, tak bermoral.

5. Nafsu Setan (D/evil Desire)

Ini bagian erotis dalam tulisan ini. Setanlah yang mengajar nafsu kepada Adam. Yang pertama dia bujuk adalah Hawa. Kenapa? Karena Setan Sang Penguasa Nafsu paham benar, dibanding laki-laki, wilayah perempuan yang mudah dirangsang lebih banyak. Titik rangsang bertebaran di sekujur tubuhnya. Pepatah Rusia berbunyi; “Ketika setan tidak mampu menggoda manusia, dia akan minta tolong kepada perempuan“.

Manusia sudah membawa nafsu potensial dan tersimpan secara laten dalam ruang genetiknya. Mungkin ini yang dalam kekristenan dikonsepkan sebagai “Dosa Asal”. Dosa warisan manusia yang dibawa dari Adam. Tugas setan hanya membangkitkannya. Namun tentu saja setiap bayi juga dikonsepkan lahir dalam keadaan fitri, sejauh dosa asal itu gagal diapikan oleh setan.

Setelah Eva merasakan buah pengetahuan baru, tentu termasuk adult education dari setan, giliran Eva membagi ilmu pengetahuan itu kepada Adam. Jangan hiraukan pepatah yang lahir dari para pemabuk vodka di atas, tapi perhatikanlah bahwa, simbol pengetahuan dan kesuburan hampir di seluruh dunia klasik adalah perempuan.

Perhatikan juga bahwa, bukankah dari sini bisa terbaca kenapa Nafsu (yang biasa dilekatkan dengan kesuburan) dan ilmu pengetahuan, sering dijauhi oleh agama-agama? Nafsu dan pengetahuan adalah rencana setan. Umat harus waspada. Tapi sepertinya setan tak perduli, dia akan terus mengajari manusia agar open mind, membirahi anak Adam agar bergairah. Seperti sumpahnya bahwa dia dan anak cucunya akan terus berusaha menyesatkan keturunan Adam sampai hari kiamat kelak.

Setan menggandakan dirinya, beranak-pinak dengan persetubuhan yang bergejolak neraka, tak kenal henti dan tak pernah mati seperti manusia, hingga selesai penangguhannya. (Bersambung)

This entry was posted in Budaya. Bookmark the permalink.

27 Responses to Giliran Saya Bercinta! (2)

  1. martoart says:

    Sabar ya baca serial yang panjang ini…

  2. lainnya says:

    lagi dalam ‘ love weather’ kayaknya neh…

  3. agamfat says:

    Gila masih bersambung ….Terus kapan cinta berubah dari suka menjadi ingin memiliki kang?

  4. t4mp4h says:

    nongkrong di rumah baca “sabar menanti”

  5. ikiengel says:

    nafsu kok dosa to. nafsu itu energi positip

  6. kakatya says:

    martoart said: “Ketika setan tidak mampu menggoda manusia, dia akan minta tolong kepada perempuan”.

    waduh! ternyata perempuan lebih hebat dari setan sekalipun….ck…ck…ck…

  7. Ga sabar pengen baca lanjutannya . Hehe

  8. Ga sabar pengen baca lanjutannya . Hehe

  9. sepunten says:

    …”Karena itu, jangan harap Dia mencintai Anda, mahluknya”cinta dalam arti kasih sayang-lah Yang berbalas :)…

  10. notapearl says:

    martoart said: Setanlah yang mengajar nafsu kepada Adam. Yang pertama dia bujuk adalah Hawa

    itu makanya kenapa lantas disebut Hawa nafsu bukan Adam nafsu????

  11. wonderguitar says:

    Woman is the devil, that’s what i’ve been toldthey take all your money, and all your goldMe and the devil, walking side by sideme and the devil, walking side by sidei wanna beat my woman, till i get satisfiednggak nyesel jadi setan…khukhukhukhu…

  12. agamfat says:

    Saya sudah bisa menduga, seri berikutnya kang Martoart akan mengumumkan RENCANA PERNIKAHANNYA!

  13. martoart says:

    Ha ha ha… terima kasih atas ketaksabaranya kawan-kawan yang baik…>Lainya; Everyday is love weather for me.>Cenil; Horny is sangat asyeek. Itu aku tulis di seri ampat, penutup. Tunggu aja, Seri ke tiga, kamu akan makin horny karena bicara dikit tentang Generasi Bunga.>Agam; Cinta menjadi rasa saling memiliki ada di seri terakhir. Tunggu ya..> T4mp4h; Boleh disambi ngopi dan ngrokok (rasa rokok semakin menantang lho semenjak bersusana haram)> Engel; Sepakat!> Tya; Perempuan memang lebih pintar menyaru… (maksudnya bisa bagai setan yang dahsyat, juga bisa jadi malaikat yang begitu hebat)>Philsoph; Nih segera nikmati yang ke tiga…>Heri; He he… berbalas. Kayak pantun ya..> Pearl; Betul juga dirimu.> Nosa; Makanya Sympaty-lah for the Devil! Uuuu… Uuuuu….> Agam lagi; Rencana teruuuussss! Undangan dah di cetak, tanggal dan tempat dah jelas, calon istri *) Menunggu konfirmasi

  14. ujiarso says:

    martoart said: “Gila, macan saja tidak perkosa anaknya sendiri kok!”.

    memang betul. hanya saja macan jantan akan memangsa anak macan apapun jenis kelaminnya. Untungnya ibu macan tak pernah lengah melindungi anak – anaknya yang baru lahir

  15. klewang says:

    martoart said: Pepatah Rusia berbunyi; “Ketika setan tidak mampu menggoda manusia, dia akan minta tolong kepada perempuan”.

    orang rusia memang paham benar realita ini..

  16. orangketiga says:

    martoart said: Rencana teruuuussss! Undangan dah di cetak, tanggal dan tempat dah jelas, calon istri *) Menunggu konfirmasi

    Lha? Jadi nama istri di undangan pake spidol aja po?🙂

  17. martoart said: “Ketika setan tidak mampu menggoda manusia, dia akan minta tolong kepada perempuan”.

    – blushing mode on -Why, thank you! You’re too flattering…

  18. martoart says:

    >Orket; Iya tuh Fan, pake yang non permnen buat white board itu.>Doni; tetap kutunggu…. don>Dab Uji: komen sampeyan ini untuk yang mana? Macan gak maangsa anak sendiri apa gak nyiak anak sendiri?>Klewang; Vodka emang berdampak kuat>Trias; The Russian, not me.

  19. martoart said: >Trias; The Russian, not me.

    – ciut mode on -Huuu…!!!

  20. luqmanhakim says:

    Ada pertanyaan dari 5 elemen ini, mohon dirujuk di tulisan tebal dan berwarna merah:1. Kasih Tuhan (God Bless)2. Sayang Malaikat (Angel Devotion)3. Cinta Manusia (Human Love)4. Naluri Binatang (Animal Instinct)5. Nafsu Setan (D/evil Desire)Kenapa harus ditaroh di nomer tengah?Apa manusia lebih baik dari binatang dan setan? Wah, panjang nih kalo dibahas Cak, musti nunggu jam session tersendiri kayaknya.Ya udah, aku lanjut ke tulisan yang lain dari epilog cinta ini…

  21. chanina says:

    jadi inget di Jember kemaren, judul buku best seller nya Banyak Wanita Masuk Neraka, padahal Tuhan diciptakan menurut gambaran manusia, dan adam dan hawa cuma isapan jempol lalu aku ngisep apa enaknya?

  22. afemaleguest says:

    chanina said: Banyak Wanita Masuk Neraka,

    sekedar share tulisan Ayu Arman tentang hal ini.http://mycompilations.blogspot.com/2010/03/perempuan-penghuni-neraka-terbanyak.html

  23. martoart says:

    wikan said: tenane?🙂

    konon

  24. afemaleguest says:

    martoart said: konon

    katanyakatanyakatanyaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s