F… @ Forty!

Usia empat puluh tahun termasuk dalam salah satu tahapan penting hidup seseorang di antara jajaran usia penting; Lima, tigabelas, tujuhbelas, duapuluh lima, empatpuluh itu sendiri, enampuluh, dan seratus. Menggadang 40 tahun usia saya, ada beberapa hal yang perlu saya catat. Tulisan ini memang sangat diri-sendiri, namun tak apa. Tak ada salahnya berbagi. Siapa tahu rekam jejak ini juga berguna buat Anda. Baik, inilah Forty dalam nada dasar F.

Fase dan Footprint

Tahapan penting itu biasa disebut Fase. Sementara fase tidaklah penting apabila kita tidak meninggalkan jejak yang bernilai bagi peradaban. Namun begitu andai toh jejak kaki yang kita tera amatlah kecil di mata sejarah, asalkan itu sebuah perbuatan baik bagi kemanusiaan, mulialah adanya. Ketika sampai di usia 40, saya tak pernah bermimpi selaksa Muhammad yang di usia tersebut meraih kenabian. Sebuah jejak kaki yang dahsyat bagi peradaban. Terlebih lagi mengandai bagai Yesus yang bahkan tak berkesempatan mencapai 40, dia telah mampu melipat rapih tatanan lama.

Untung saja Sang Nabi telah mewarisi kita sebuah juklak sederhana sesuai yang termaktub dalam sepenggal ayat yang dibawanya;

“…Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empatpuluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu-bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai…” (Q. Al Ahqaf; 15).

Mudah bukan?

Foretold Vs Freethinking

Jauh dari sekarang tak begitu ingat kapan, tapi rasanya sekitar kelas satu SD. Aku iseng menjumput sejenis bumbu dapur dari tanah liat yang dikeringkan (aku lupa namanya). Dan memakannya. Bumbu itu biasa disertakan dalam ritual sesajen buat arwah leluhur dalam tradisi kami yang Abangan. Tak ada rasanya, tawar saja. Peristiwa itu terjadi di rumah Dhe Min. Pak dan Mbok Dhe Min adalah pasangan tua miskin tanpa anak yang hobinya mengasuh anak keluarga orang-tua saya. Saya yang paling disayang pasangan itu. Dhe Min Wedok (Perempuan), melihatku, tertawa, dan berkata: “Lho, itu terbuat dari tanah liat he he.. tapi nggak papa, itu juga dipakai untuk bumbu kok”. Kemudian beliau melanjutkan kalimatnya: “Bagi yang makan bumbu itu (dalam kepercayaan Jawa), akan menemui kematiannya saat dia tumbuh semakin pintar dan terkenal”. Saya diam saja mendengar kalimat itu. Sampai setelah SMA saya akhirnya menyadari bahwa ternyata dalam khasanah ke-Jawa-an ada semacam pemahaman serupa: “Life Fast Die Young”, atawa “Sekali berarti, setelah itu Mati”.

Memang sedikit berbeda dari dua terakhir, apa yang dikutip Dhe Min dari piwulang Jawa itu beraroma ramalan. Berangkat dari situ, saya kadang berbayang tanya seiring usia yang terus bertambah; “Kira-kira kapan saat kematianku itu ya?”. Di saat malas membayang menghadapi kematian, saya suka bercanda dan menghibur diri; “Ah, kalau merujuk ramalan Mbok Dhe, kematianku masih lama!”. Saya merasa kepintaran hampir ini tidak pernah bertambah, apalagi menjadi terkenal. Saya mensyukuri diri terhindar dari pintar dan tenar kalau mengingat ramalan itu. Dan sebaliknya, di saat lelah menghadapi hidup, saya pikir kematian lebih menyenangkan. Saya tak perlu lagi terus berduka mendengar pembantaian di Palestina atau di mana saja. Terhindar dari semangat berantem lantaran orang merokok di dalam angkutan umum. Terbebas dari rasa marah mendengar kebijakan bodoh para pemangku negeri. Dan yang pasti tak bingung lagi mikir besuk makan apa.

Pasangan Dhe Min itu telah lama sampai di kematiannya. Mendahului saya dan anak-anak yang diemong-nya. Hanya ramalan itu yang terus hidup di celah otak rasional saya, otak yang saya persilakan terus berpikir bebas. Otak yang saya siapkan bersih dari kutukan, mitos, dan gosip. Tapi ironinya, saya juga dikutuk untuk memberi kesempatan cercah supranatural berkelindan di dalamnya. Ah biarlah, barangkali itu untuk menjaga agar saya tidak terlalu akademis. Mungkin dengan begitu, sekaligus menjaga hidup saya. Kalau saya terlalu akademis, artinya tumbbuh pintar. Dan sesuai mitos ramalan itu; Orang pintar akan cepat mati.

Forget for Fascist?

Ada banyak cara mengingat hari kelahiran orang lain. Salah satunya adalah melekatkannya dalam sebuah peristiwa besar. Orang menyebutnya “Jembatan Keledai”. Saya tak lupa ulang tahun satu dari tiga adik lantaran berbareng dengan hari dimana Acheh tergulung tsunami. Juga tak lupa ulang tahun keponakan karena bertepatan dengan runtuhnya WTC.

Suatu hari ibu menelpon. Saya tahu sekali beliau pasti mengucapkan selamat ulang tahun. “Selamat ya le, wah kado ulang tahunmu kali ini sangat istimewa!” Saya berterima kasih sekaligus heran. Ibu melanjutkan: “Dasar tidak pernah nonton TV. Ya udah segera lihat hadiahmu di TV!”. Kado itu lumayan besar, siap dibungkus kafan. Ah, sewajarnya sedih mendengar berita kematian, kali ini saya malah senang. Peristiwa itu memang pantas menjadi kado buat saya. Setidaknya bisa menjadi penanda ingatan bagi teman yang tak ingin lupa kapan ulang tahun saya. Kalau toh lupa tak apa, asal tak melupakan kisah kebrutalan si penanda itu. Mungkin Anda memberlakukan kata bijak “Forgiveness but never forget” kepadanya. Baik memang meneladan kepada Tuhan yang pemaaf. Tapi saya tak cukup cakap berlaku tuhan.

Fortune in Foreign

Sebelum saya posting tulisan ini, saya mendapat dua macam keberuntungan yang berhubunga
n dengan ke-foreign-an. Yang pertama adalah ditanggapinya lamaran terbuka saya sebagai Editor Cartoonist di sebuah media berbahasa asing. Yang kedua adalah kesempatan mengunjungi Thailand, ke luar negeri di awal forty.

Flying or Freefalling

Saya terbang dengan pesawat Thai Airlines, pada tanggal 27 Januari. Itu tepat saya di Usia 40. Kembali bicara tentang ramalan yang dikutip Mbok Min tadi, kira-kira sudah cukup memenuhi syaratkah hal itu terjadi? Kita sama-sama tunggu saja tanggal mainnya.

Kalau saya berhasil menato punggung dengan logo Bintang-Sabit (Seperti pada gambar di atas, yang rencananya untuk ritual ulang tahun), berhasil memosting beberapa tulisan tertunda, berhasil kembali berkendara bersama Black Falcon tersayangku, artinya ramalan itu gugur, dan pepatah “Life Begins at Forty” boleh saya nikmati. Tak sekadar “Life Begins at 9 PM” seperti selama ini.

Kalau entah karena apa, tiba-tiba terjadi kecelakaan pesawat dan terjun bebas, ya apa mau dikata; Ramalan itu terpenuhi. Pepatah yang berlaku bagi saya “Life End at Forty”. Artinya juga, isi Gudang Multiply saya tak akan lagi bertambah koleksi, dan diakhiri bersama tulisan ini.

Friendly Greetings / Salam Persahabatan

This entry was posted in Filsafat. Bookmark the permalink.

41 Responses to F… @ Forty!

  1. ravindata says:

    Selamat ulang tahun kang marto. Disini katanya saat anda menentukan, jadi orang yang kebablasan : tua-tua keladi. atau seorang yang telah berangkat arif dan bijak. mulai mengurangi makan njeroan, sate, dan yang enak-enak lainnya. cukup sambal sama kuluban sayur : apa itu daun singkong atau godong kates. segera lakukan reproduksi pengembangan keturunan, karena sebentar lagi kemampuan sexual kita secara perlahan akan menurun tidak sebagaimana saat umur belasan : yang ngeliat rok marlyn monroe kesambar angin langsung theeeer. dan jangan lupa banyak istigfar …!!Selamat ulang tahun….Semoga ramalan Dhe Min Wedok, jadi begini : : “Bagi yang makan bumbu itu (dalam keyakinan saya), akan menemui umurnya menjadi semakin puanjaaannng bila dia selalu berusaha semakin pintar dan terkenal”.

  2. imside says:

    mmhhh… death… a fascinating phase….

  3. agamfat says:

    Nasihatnya mas Elvin sungguh bernas.Saya ulangi dalam bahaasa lain saja:1. Cepat berkeluarga. Kawin itu eunaaaak, dan nanti ada bonusnya: anak yang lucu-lucu.2. Mendekatkan diri dengan Tuhan. gagasan tato itu menarik, tapi juga ada tugas profetis tahun ini: mengkampanyekan jangan pilih politisi busuk, baik yang sekuler maupun berbungkus baju takwa. Tugaa profetis ini jauuuuuuuh lebih penting dibandingkan mengucapkan istighfar ketika mendengar kelakuan anggota DPR.Itu saja kang. Habis dari Thailand, nanti fokus dua itu saja

  4. buneyasmin says:

    Semoga penerbangannya lancar, dan Anda bisa mewujudkan slogan “Life begins at forty” bukan sebaliknya!! O, ya… met Ultah ya! Semoga sehat dan bahagia.

  5. Tibakno tuek, ente, yo, Pakde…Wanna say happy birthday on Tuesday, but doesn’t matter, then. Happy birthday! Perhaps 40 is a crucial age, but one thing for sure: age is just a number and has nothing to do with stop having fun…

  6. lainnya says:

    Selamat Ulang Tahun mas Marto………Semoga sehat-sehat dan bahagia serta sejahtera selalu, hidup senantiasa dalam energi cinta kasih yang penuh. Amiin..

  7. perca says:

    Selamat ulang tahun, Marto. Percayalah, menajdi 40 itu sesuatu yang luar biasa.

  8. luqmanhakim says:

    martoart said: Sebelum saya posting tulisan ini, saya mendapat dua macam keberuntungan yang berhubungan dengan ke-foreign-an. Yang pertama adalah ditanggapinya lamaran terbuka saya sebagai Editor Cartoonist di sebuah media berbahasa asing. Yang kedua adalah kesempatan mengunjungi Thailand, ke luar negeri di awal forty.

    Jadi ini yang bikin Cak Marto budal neng Burma yo?Halah… kapan nge-jam barengnya nih? Hiks…

  9. martoart says:

    Waaa… Ralat.. Ralat. Jadinya dapet tiket yg tanggal 28 Januari. Tapi rencana beritual tato tgl 27 tetep gak bisa, karena bakal repot.Buat kawans semua; TRIMS BERAT YAAAA. Semua komentar kawans adalah kado ultah yang asyik.> Elvin; Rujak Cingur gak termasuk jeroan kan? (wong nggone jelas neng njobo). Urusan Therrr-therrran, aku percoyo sampeyan. Terbukti pas sampeyan nontok sing klambi jambon wingi (he he he)> Boby; So that’s why all of us will be there.> Agam; Sepakaaaaat (ning nglakonine rodok angel. he he)> Bune; Trims Bun.> Trias; Fun sebagian dari iman. > Putri; Ameeen> Endah; Aku percaya kepada yang sudah berpengalaman dong. he he..> Luka; I envy you Luk, surat motormu lengkap. he he…> Luqman; Bukan ke Burma Choy, cuma di perbatasannya. Mae Sot, masuk wilayah Thailand, dan paling dekat buat ngintip junta militer Burma dari sana.Urusan tawaran media itu dengan Thailand gak saling berhubungan. Balik dari sono kita ketemuan aja yuk…

  10. luqmanhakim says:

    martoart said: Luqman; Bukan ke Burma Choy, cuma di perbatasannya. Mae Sot, masuk wilayah Thailand, dan paling dekat buat ngintip junta militer Burma dari sana.Urusan tawaran media itu dengan Thailand gak saling berhubungan. Balik dari sono kita ketemuan aja yuk…

    Sip Cak! Tapi apa daya hard disk rusak, jadi nggak bisa aku bawain sekalian, hiks…Ditunggu kabarnya kalo udah pulang!

  11. unclebowl says:

    happy birthday mas!berulang tahunlah, asal tidak menyusahkan orang lainhuehehe…:D

  12. dollantefran says:

    Bhahaahahahaha… gaya tulisannya itu lhooo… bikin ngiri! hihihihi…. Selamat Ulang Tahun Yesss…

  13. klewang says:

    martoart said: Kembali bicara tentang ramalan yang dikutip Mbok Min tadi, kira-kira sudah cukup memenuhi syaratkah hal itu terjadi? Kita sama-sama tunggu saja tanggal mainnya.

    Sebaiknya ramalannya begini; jangan mati dulu sebelum tuntas menularkan kepinteran kepada orang lain. Selamat ulang tahun kang, kartun2ku selalu menunggu untuk sampean apresiasi.

  14. skmulia says:

    Ooooo ini edisi khusus ultah tha. Selamat ultah ya Mas. Semoga mangkin berumur mangkin tambah waskita. Btw, kepercayaannya kok mirip primbon Bali, ada suatu kondisi kelahiran yg disebut Lintang Bade, yg membawa pesan bahwa ybs akan dijemput ajalnya ketika telah menjadi manusia yg waskita, berhasil, sukses atau terkenal.Jadi percayalah akan ramalan itu, dengan begitu sampeyan akan semakin giat berkarya dan menjadi terkenal sehingga sesegera mungkin dijemput utk bertemu dgn Hyang Moho Agung…. lohhh ngaco nih doa ultahnya.Btw, selamat bertugas ke Thailand, ditunggu oleh2 Gajahnya.

  15. aidavyasa says:

    jangan pergi dulukhan bisa Tuesday with Mart.

  16. notapearl says:

    selamat ulang tahun, semoga panjanggggggggggggggg……..

  17. mimpikiri says:

    saya teringat Molly Ringwald yang menceritakan rasanya menjadi 40 tahun dalm sebuah buku..dan sore ini saya menghampirimu , paman marto.saya tunggu cerita-cerita thailand yapsabbe satta bhavantu sukhitatta

  18. lainnya says:

    Free Myspace Comments @ CommentHaven.com huehehe…. berhubung gak ada GB nya masukin di sini aja…Hari ini beneran Birthday nya neh…. Happy Birthday Om…

  19. kakatya says:

    wah…met bersdey ya mas Marto….heppi 40 y.o ya???

  20. orangketiga says:

    hepi beusdei! hadiah tahun ini semoga lebih bermakna! (karena kok hadiah tahun lalu beraroma dendam ya? aku tau kok siapa yang dimaksud :D)

  21. sepunten says:

    Selamat Ultah, ini pas tgl 28 (selamat terbaaaaang) semoga balik ke Jakarta lagi dengan selamat…. Amin

  22. bbbnshoes says:

    biar telat asal selamat…eh, selamat kan sampe Thailandselamet ultah juga om, semoga yang terbaik adalah yang digariskan dan dituliskan untukmu …

  23. chanina says:

    tak tunggu oleh2 nya ya, abis itu ke jogja, aku kan blom ngabisin bir yang masih setengah kaleng he he he

  24. martoart says:

    Yeaaaaahhhh…. aku telah kembali jaga gudang! (juga artinya membuktikan masih bego. he he..). Ah, sori mans-temans, aku anggurin selama ini;>Luqman; Dah baliks nih Man, 2 minggu lagi coba kumpuls yuks>Bowl; He he.. kamu tuh!>Luka; Sumpah, aku cari di setiap sudut segitiganya gak ada! lagi musim-musimnya operasi tuh (tapi formalitas doang. tahu kan.. itu hasil bumi yg secara legal informal dilindungi oleh raja). Sayang cuma sebentar di Khow San road. kalo lebih lama pasti banyak yg mo saling berbagi deh. and kamu kebagian (asal lolos imigrasi) he he>Tefi; Trims ya anak nakal!>Klewang; Belum mati cak! dan siap mentransfer kebodohan kepada sesama nih.>Mulia; Thanks Om. Kepercayaan lama Jawa banyak yang mirip ma Bali. Tentulah kalau masih dalam jejaring budaya yang sama; majapahit. Soal gajah, gak bisa kebawa tuh over weight baggage! sori.>V; Masih banyak Tuesday yang kan lewat V. tenang aja…>NAJ; Udah tuh..> Nona; Trims Nonaku. Segala doa terkemas rapi dalam ubunku. kusunggi jadikan azimat.>Biru; Trims Cardnya.>Kakatya; Makacih kakak… (Preman imut Mode; on)>Orket; Thanks. Kadang ada dendam tertentu yg perlu dijaga (menurutku yg bukan nabi he he). Yaaah buat penghangat semangat muda dalam hidup lah..>Sepunten: Doamu manjur tuh. Thanks ya…>Erwina;Thanks Win. doaku juga buat kamu.>Gracia; Iya tuh. dikasih bir kok cuma nyicipin botolnya. (eh, kaleng ya?). Tapi mungkin lama ke YKnya Graci. ngejar laporan dulu neeh (he he ke Thai kan gak cuma piknik)

  25. orangketiga says:

    martoart said: Kadang ada dendam tertentu yg perlu dijaga (menurutku yg bukan nabi he he). Yaaah buat penghangat semangat muda dalam hidup lah..

    Hehe, jadi inget cerita temenku yang energi marahnya begitu besar, sampai2 dikeroyok 5 orang masih menang. (dia jelas bukan Bruce Lee/Jackie Chan, btw)Bermanfaat juga ya energi seperti itu.

  26. martoart says:

    orangketiga said: Bermanfaat juga ya energi seperti itu.

    baik dan/atau buruk, suka pa nggak, sebagian peradaban dunia terbangun karenanya.

  27. setapak says:

    Wooo wagu! mosok dari 25 ke 40, lha 30annya lagi jadi apa…..whuehehehe…ya wis selamat merenungi nasib di 40 tahun ini mas…hepi bersde lah.

  28. chanina says:

    jadiii? gimana rasanya setelah forty beneran, aku abis ktemu temen fifty kayaknya kok dia masih bermasalah sama seperti pas aku 20’s yaa

  29. martoart says:

    > Setapak; Gak tahu tuh kenapa 30 gak gitu dianggap penting, tiba-tiba lompat. Emang wagu pol!> Gracia: Rasanya semriwing… he he.. Eh, apa masalah temen fifty-mu itu? ayo kita selesaiken secara kekeluargaan!

  30. eternalecho says:

    bintang sabitnya saya comot ya😀

  31. ohtrie says:

    wolahhhhh bul isih akhir bulan siji taaa, ha tak kira ki pertengahan bulan je mBahh….yawis siap menunggu wis…

  32. wayanlessy says:

    Di Roma, konon istilah ini juga dikenal. Dikaitkan dengan Vestal Virgins penjaga api suci yg kebanyakan mulai terpilih pada saat usia 10 tahun, lalu musti 10 tahun jadi murid, 10 tahun mengabdi, 10 tahun jadi guru.Pas umur 40 mereka ‘bebas’ dan hidup selayaknya wanita normal ..dan dikatakanlah..Life begin at forty. Sumber: dari beberapa orang lokal yg saya ajak ngobrol waktu cangkruk lama di Coloseum., entah benar atau tidak dalam kebenaran sejarahnya tapi cerita orang lokal sering kali lebih mengesankan buat saya.40 th yo Cak? Walau hanya sebagai kawan baru, saya yakin sudah banyak sekali hal berarti yg sudah Cak Marto lakukan.

  33. ohtrie says:

    wayanlessy said: Walau hanya sebagai kawan baru,

    jadi sekarang sudah berkawan nihhh….???*ngakak ngaburrrr*

  34. wayanlessy says:

    ohtrie said: jadi sekarang sudah berkawan nihhh….???*ngakak ngaburrrr*

    *nyengir*

  35. martoart says:

    wayanlessy said: Di Roma, konon istilah ini juga dikenal. Dikaitkan dengan Vestal Virgins penjaga api suci yg kebanyakan mulai terpilih pada saat usia 10 tahun, lalu musti 10 tahun jadi murid, 10 tahun mengabdi, 10 tahun jadi guru.Pas umur 40 mereka ‘bebas’ dan hidup selayaknya wanita normal ..dan dikatakanlah..Life begin at forty.

    Trims tambahan infonya. Mungkin memang dari situ akarnya.Kita cuekin aja komen Gotrex.

  36. ohtrie says:

    wayanlessy said: *nyengir*

    nunggu batok didepanku di isi ahh…

  37. ohtrie says:

    martoart said: Kita cuekin aja komen Gotrex.

    jangan gitu doing mBahhh, lum dapet setoran nihhh…..!!!

  38. ohtrie says:

    wayanlessy said: *nyengir*

    mBo Lessy kusaranin baca juga kakawin-kawin yakkk…!!! Sekalian komentar2 nya…Tak jauh dari journa ini juga kokk….

  39. wayanlessy says:

    waduh mas Trie..katanya yg punya rumah aku suruh nyuekin..gimana dong?😛

  40. wayanlessy says:

    martoart said: sejenis bumbu dapur dari tanah liat

    Tadi pas baca sekali sudah pengen nanya. Tapi lantas lupa dan teringat lagi barusan banget setelah ibuk maringi saya Telur Asin yg masir buat lauk.Yang dimaksud tanah liat bubuk ini batu bata yg dideplok itu bukan ya, Cak?Yang buat bikin telur asin dan buat camilan burung dara itu?

  41. martoart says:

    wayanlessy said: Yang dimaksud tanah liat bubuk ini batu bata yg dideplok itu bukan ya, Cak?Yang buat bikin telur asin dan buat camilan burung dara itu?

    sepertinya bukan. tapi mungkin juga untuk itu. aku selalu gagal mengingat itu apa, tapi selalu muntub2 di tepian ingatan. ah,..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s