Merry Christmas and Happy Rebirth!

Saya sampaikan ucapan selamat ini bagi yang mau menerimanya. Sesungguhnya saya tidak begitu tertarik dengan kelahiran Sang Meisah itu, karena bertabur kisah sedih dan kontroversi. Meski tetap juga ada silang pendapat, saya lebih suka kabar kematiannya. Karena dengan itu ditebusnya dosa dunia. Kematian yang membawa damai. Begitu kan seharusnya? Tapi tak apa, saya akan berbagi sedikit cerita untuk merayakan kelahirannya.


Natal
Kontroversi, Memang begitulah yang biasa terjadi dengan orang besar. Tentu juga ditandang Yesus dalam kelahiran seorang bocah. Silang-sengkarut dan perdebatan Maulid Yesus Alaihissalam ini memang sudah dan akan selalu menyelinap di sela sejarah. Bukan hal baru, dan tampak terus meruah. Ah, Dialah Putra Allah, bagi yang percaya. Anak Daud, dalam lirik kias lagu kudus. Anak Yosep dalam sebuah keluarga. Dan anak hasil perkosaan orang Yahudi yang direkrut menjadi tentara Romawi menurut James D. Tabor dalam buku Dinasti Yesus. Saya meragukan semuanya dan hanya meyakini satu hal; Yesus jelas buah tubuh Maria.

Mengenai kekapanan, merujuk Matius 2; 15, Anak lelaki itu dihadirkan ketika Herodes mati. Berdasarkan catatan sejarah Romawi, kematian Herodes terjadi pada Bulan April 4 SM. Namun data yang lebih detil menyebutkan terjadi gerhana bulan pada saat kematiannya. Ahli sejarah telah menghitung berdasar sekala waktu dan mendapatkan Tanggal 12-13 Maret 4 SM. Artinya, Yesus saat itu belum genap berusia dua tahun, boleh jadi lahir pada sekitar 5 SM. Sedang tanggal kelahirannya telah menjadi semacam kesepahaman yang mengembara bahwa 25 Desember adalah akta kelahiran bersama berbagai Dewa Pagan. Misal Horus (Mesir, 3000 SM), Atys dari Phrygia (Yunani, 1200 SM), Mithra (Persia, 1200 SM), Khrisna (India, 900 SM), Bacchus/Dionysus (Romawi/Yunani, 200 SM), dan banyak lagi. Selain tanggal, Keperawanan para bunda juga menjadi ide bersama para pencipta dewa-dewa. Isis-Meri ibu Horus adalah seorang perawan. Anahita mamanya Mithra, dan Myrra emaknya Dionysus juga masih ting-ting sebelumnya. Demikian juga Nana ibunya Si Atys. Pun Khrisna dilahirkan oleh Devaki Suci. Tentu, begitu jugalah soal keperawanan Maria.

Kesamaan yang lain adalah kemunculan Sirius alias bintang timur, atau setidaknya sebuah bintang terang menjelang kelahiran para dewa atau tuhan. Sebuah bintang juga riwayatkan bersinar terang memandu tiga raja atau orang bijak Majus menuju posisi kelahiran Sang Mesiah. Sesungguhnya mitologi para Pagan yang kelak menginspirasi kisah kelahiran Sang Mesiah tersebut hanyalah untuk menunjukkan kepada kita kecerdasan purbanya. Kecerdasan akan sebuah penguasaan ilmu astronomi untuk penerapannya bagi kehidupan bumi. Karya yang berbasis tanda dan lantas dikemasnya ke dalam astrologi, rasasnya adalah bentuk kemampuan mereka berikutnya.

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui”.

(Q. Al An’aam 97)

Tak dipungkiri, moyang kita kaum Pagan, pantas disebut “Orang-orang yang mengetahui” itu.

Hari-hari beku dimulai saat garis matahari di hemisphere bumi utara bergerak ke selatan. Semakin jauh dan tampak kecil. Hari memendek dan malam memanjang. Hingga matahari mencapai titik terendah di horison selatan selama tiga hari. Itu saat kapan matahari dikatakan mati. Kematian matahari dimulai dari tanggal 22 desember. Kemudian hadir Sirius bersinar paling serius dibanding tiga bintang lain yang segaris mengikutinya. Itu malam 24 Desember. Artinya kita tahu tanggal berapa saat esok hari sang matahari lahir dan akan memulai perjalananya memberi ruah kehangatan paling lama: Dan pada tanggal 25 Desember, matahari mulai naik satu derajad. Saatnya titik balik bergerak ke utara. Tiga bintang pengikut Sirius itu yang sekarang disebut Rasi Orion itu mulanya bernama gugus Tiga Raja. Konstalasi astronomi itu meski tak sepenuhnya tepat benar, konon menjadi penanda di mana posisi palungan matahari.

Matahari adalah tuhan di hampir semua kepercayaan Pagan dunia. Dari pedalaman rimba Suku Aztec sampai hutan beku Scandinavia. Dari Jepang sampai Persia, Dari kuil Mesir Kuno hingga cecandi di India, dan seterusnya. Sang Surya berabad-abad memberi terang di saat gelap, memberi hangat di saat dingin, memberi kehidupan bagi banyak kehidupan. Dia adalah tuhan yang seakan terlahir dari bumi yang perawan. Terlalu terlihat untuk diabaikan bahkan oleh kaum Pagan yang tidak tinggal di daerah dinginpun. Terlau banyak kesamaan antara Yesus Sang Terang Dunia dengan matahari untuk dikatakan sekadar sebuah kebetulan. Apakah masa ketuhanan matahari berakhir seiring datangnya tuhan para penganut agama langit?

Nakal

Adalah Santo Paul (4 – 64 M), atau Rasul Paulus, atau Saul biasa dia disapa, seorang yang dianggap penyebar Agama Nasrani paling sukses. Bahkan, sementara Kristolog menasbihnya sebagai pendiri kekristenan yang sesungguhnya. Sedang Yesus dianggap sebagai guru moral yang merevisi beberapa aturan Yahudi, sehingga ajarannya hanya ibarat sekte sempalan agama itu. Para Kristolog progresif itu mungkin berlebihan, tapi saya setuju akan pendapat mereka bahwa kalau bukan karena ide-ide nakal St. Paul, Kristen tak akan menjadi sebesar saat ini. Lantas strategi sukses seperti apa yang dipakai beliau dalam mewartakan kabar keselamatan itu?

Orang Yahudi warga Romawi kelahiran Turki1 itu mendalami Bahasa Ibrani dan keyahudian di bawah bimbingan Pendeta Gamaliel di Yerusalem. Sebagaimana seorang pemuda Yahudi taat nan fanatik, Paul pada awalnya adalah seorang penentang utama Yesus. Meski dipercaya bahwa belum pernah bertatap muka secara langsung dengan musuhnya itu, konon dia mengalami pencerahan saat melakukan sebuah perjalanan menuju Damsyik. Pencerahan itu adalah, seolah Yesus berkata langsung kepadanya. Maka saat itu pula dia memeluk Kristen. Asumsi saya mengatakan bahwa pencerahan dirinya yang tak mudah diverivikasi ini adalah bagian dari rencana besarnya.

Gerakan Judeo Christian2 Yesus dan para muridnya terlalu berat dihadapi, maka ia perlu mengambil jalan cerdas untuk menyelamatkan Agama Yahudi tetap murni. Dan pilihan itu adalah menciptakan agama baru yang mendompleng kekristenan awal Sang Juru Selamat. Ini ibarat Aikido, sebuah mekanisme beladiri dengan memanfaatkan tenaga lawan. Ketika penguasa Romawi mulai melakukan pembersihan ajaran Yesus dan memburu penganutnya, ketika itu pula St. Paul mulai rajin menulis. Hasilnya 14 dari 27 kitab Perjanjian Baru adalah buah karyanya. Apa yang dilakukan Rasul Paulus kepada Kristen Awal mungkin menginspirasi Christian Snouck Hurgronje kepada Islam di Tanah Acheh.

Tentu untuk menarik simpatisan awal, Santo Paul harus membuat agama ini sedemikian legit dan legitimate. Contoh kelegitan Kristen versi Paulus adalah soal makanan nikmat, sunat, dan hidup selibat. Paulus menegaskan bahwa tak ada gunanya memeluk Agama Nasrani seraya tetap bersiteguh pada batasan Yahudi seperti apa yang boleh dan tidak boleh dimakan, serta bersunat. Tentu ini dianggap cukup membebaskan bagi yang ingin bergabung, sebab daging babi itu nikmat dan sunat itu berat. Mengenai selibat, dia menulis dalil yang masyur;

Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku, tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu”.

(1 Korintus 7 ; 8-9).

St. Paul laku Brahmachari, tapi dia tidak memaksakan umat Kristen mengikutinya. Tapi tentu saja Santo Paulus tetap memerlukan figur Yesus untuk melegitimasi buah karyanya. Dalam kitabnya, Yesus tidak sekadar hadir sebagai guru, tapi juga menjadi sosok yang suci. Yesus hadir sebagai penebus dosa manusia. Manusia tidak serta-merta terbebas dari dosa hanya dengan mencoba setaat mungkin kepada Injil, tapi harus benar-benar menerima Yesus sepenuh jiwa.

“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar”.

(Roma 5 ; 19)

Dengan legitimasi kesucian bahkan ketuhanan Yesus tersebut, teologi kekristenan Paulus menarik banyak pengikut. Terlebih ketika Kristen dilekatkan secara sinkretis kepada Pagan untuk dikabarkan di Eropa, Paulus dan para misionarisnya tidak mengalami resistensi. Atau itu bisa saja terjadi, tapi pasti tidak akan separah apabila membawa mentah-mentah versi Judeo Christian. Sinkretisme Kristen-Pagan ini mengingatkan saya untuk menampilkan kalimat salah satu tokoh pejuang kebebasan berfikir yang provokatif;

“Agama Nasrani adalah parodi pemujaan terhadap matahari, yang mana mereka menaruh seorang lelaki dinamakan Kristus di tempat di mana matahari berada, dan memberinya kekaguman yang aslinya sebenarnya diperuntukkan kepada matahari”.

Thomas Paine3 (1737-1809)

Tentu tak harus pasang urat keki dalam menyikapi pernyataan Thomas Paine. Cukuplah menjadi bahan perenungan. Bahan perenungan misalnya bahwa konsep ketuhanan matahari sesungguhnya masih beredar. Sang Dewa masih bersinar. Toh, bagaimanapun Kristen terlanjur, dan semakin tumbuh subur sebagai agama besar. Upaya keras Santo Paulus telah membuahkan hasil gemilang. Setrategi akulturasi budaya ala Paulus itu mungkin juga menginspirasi para penyebar agama, seperti Sunan Kalijaga di pedalaman Abangan Tanah Jawa misalnya. Mungkin. Setidaknya St. Paul telah dengan cerdas menyelamatkan kemurnian Yahudi, sekaligus menambah satu lagi perbendaharaan agama langit, pun tanpa mengeliminasi kepercayaan Pagan.

Yang dari langit melangit, yang dari bumi membumi. Ashes to ashes, dust to dust. Kesemuaan akan kembali tepat kepada asalnya. Innalillahi Waina Ilaihi Rojiun.

——————————————————————

1) Turki adalah nama saat ini, sebelumnya bernama Cilicia. Tepatnya Saul lahir di Kota Tarsus.

2) Istilah yang dipakai belakangan untuk menyebut gerakan kekristenan awal Yesus.

3) Thomas Paine lahir di Thetford, Inggris pada 29 Januari 1737. Dia seorang agitator anti Monarki, filsuf yang nakal, pengamat politik yang berani, sekaligus jurnalis yang menginspirasi pejuang HAM. Karena idealismenya, ia sempat dibastillekan. Di pejara ia berhasil menulis “The Age of Reason”, buku yang membuat penjual dan penerbitnya turut dipenjara. Seperti halnya Rasul Paulus, Thomas Paine adalah tokoh yang saya suka.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

75 Responses to Merry Christmas and Happy Rebirth!

  1. martoart says:

    Gambar Rasul Paulus dan Konstalasi Bintang diunduh dari Google semaksimal piksel yang diijinkan, Kemudian saya olah secara parodikal.

  2. Buset, dalem… Kalo umpama ente bule, Pakde, bakal kupikir ente salah satu anteknya Dan Brown, hyahaha…!!!Mungkin perlu diangkat juga sebab-musabab Minggu menjadi hari suci Kristiani, yang padahal beberapa umatnya meyakini Sabtu (sehingga mereka ber-Sabbath pada hari itu) bahkan Jumat. Hayo, pe-er berat!

  3. notapearl says:

    ada urusannya sm semangat imperialisme : “gold, glory & gospel” gak?

  4. ericbandung says:

    wah terbitin aja nih tulisannya he he he

  5. agus1 says:

    … .. . . .. … . . ……. . . . .

  6. sepunten says:

    kompleks juga ya sejarah itu hihiii….Pencerahan yg oks! mas….

  7. blackdarksun says:

    keren, pengen bisa menulis seperti Om Marto………

  8. perca says:

    merry christmas! Damai di hati, damai di bumi🙂

  9. bbbnshoes says:

    baca belum tuntas…ntar yak komennya

  10. luqmanhakim says:

    Menimpali sedikit nggak behubungan…Tahun 90-an awal aku pernah baca buku “Bumi Manusia”-nya Pramudya, buku terlarang di jaman itu dan memang di situ memuji-muji Snouck dalam versi “membawa arus perubahan bagi masyarakat Aceh”.Memang, membaca seluruh lengkap dengan simbol, literasi dan detail itu yang harus. Sepintas dalam kacamata kasat, sampeyan seperti orang Kristen yang taat, atau orang Islam yang mempelajari Perbandingan Agama di Fakultas Ushuluddin, atau malah seorang agnostik yang sangat skeptis, he he he…Itu kalo nggak tau sampeyan lho Mas…Btw, literaturmu OK’s banget! Detail, lengkap, menyeluruh!

  11. apa yang dilakukan Saul dan Kalijaga dala mengambil titik tengah antara nilai awal (kalo boleh dikatakan “nilai original”) dengan nilai lokal… juga memiliki resiko… yaitu resiko menjauh dari nilai awal… dan itulah yang terjadi

  12. martoart says:

    Buat Triyas; Emang cuma bule yg boleh jadi antek? he he tapi kamu mungkin betul. Dan Brown juga anteknya Michael Baigent dkk kok. Dan, … Yaaaah ngasih PR!Buat NAJ; Konsep Gold, Glory, n Gospel jauh setelah Saul mengabarkan Neo Christianity itu.Buat Eric; Usulmu menarik, tapi kira-kira ada yg mau gak ya?Buat Agus; …… .. … .Buat Punten; Yap, sejarah emang kompleks. Yuk kita gali terus sampe akarnya biar sama-sama saling mencerahkan.Buat Putri; Trims. Cuma pinter-pinter menyulam, pilih benang, dan tentukan motif doang.Buat Perca; Yap. Damai di Buku juga ya… (juga di Blog)Buat Erwina; Ya ya.. de javu nih.Buat Lukman; Bukan Kristen taat, Bukan Islam yg ngerti Ushuluddin, juga bukan Agnost yg skeptik. Dan aku sendiri gak tahu aku ini siapa.He.. he.. he.. Tapi Trims deh.Buat Doni; Kita gak tahu benar strategi Saul dan Kalijaga. Tapi pasti mereka jauh lebih bijak dari kita, dan lebih tahu resiko. Tentang “temuan” mereka yg menjauh, itu bisa lebih baik atau buruk, silakan menilai masing-masing. Menurutku sih itu lebih baik, dan jenius.

  13. martoart said: Buat Triyas; Emang cuma bule yg boleh jadi antek? he he tapi kamu mungkin betul. Dan Brown juga anteknya Michael Baigent dkk kok. Dan, … Yaaaah ngasih PR!

    Udah baca Holy Blood, Holy Grail pasti ya?! Kalian bisa bikin partai, hyahaha…Lhe, pe-er mutu tinggi loh, Pakde! Lumayan nambah botax.

  14. martoart said: Buat Lukman; Bukan Kristen taat, Bukan Islam yg ngerti Ushuluddin, juga bukan Agnost yg skeptik. Dan aku sendiri gak tahu aku ini siapa.He.. he.. he.. Tapi Trims deh.

    Nimbrung dikit: aku pikir lebih cocok kalo ente disebut manusia (halah, lha selama ini emang apa…?!). Berwawasan luas dan terus memperluasnya, sekaligus meluaskan wawasan teman dan musuhnya. Susah loh cari orang kayak gini! Yang ini cocok sama salah satu prinsipku bahwa Tuhan terlalu Agung untuk bisa masuk di satu agama aja.Pakde Marto, dilarang ge-er kebangetan!!! (yah, dikit boleh deh.)

  15. agunghima says:

    wow…ini referensial banget. sebuah tulisan yang joss gandhos. melulu pada intelektual tinggi, sebuah tulisan yang bernilai historis hebat. kucari-cari semua pada buku-buku, kitab-kitab ternyata ada disini, barangkali mas marto ini nabi baru ya?….sip deh ah…..merenung lagi ah

  16. luqmanhakim says:

    agunghima said: barangkali mas marto ini nabi baru ya?….sip deh ah…..merenung lagi ah

    Ha ha ha… Mas Agung ini (maaf, ini analogi becandaan lho), kayak Jama’ah-nya Lia Aminuddin yang kecewa, atau pengikutnya Ahmad Mushaddeq yang galau lalu mencarinya di sosok Mas Marto.Pesenku buat Mas Marto, “Awas aje ikut-ikutan jalan kayak dua orang itu!”Ntar orang-orang galau (maaf lagi dan ini analogi becandaan ya, bukan seriyusan) macam Mas Agunglah yang membelamu mati-matian, ha ha ha…

  17. martoart says:

    Kok khuwatir Man. Untuk jadi caleg aja harus ngumpulin sekian ribu KTP pendukung, palagi Nabi.Gk GR gak Gudigen, Gak dhapuk Nabi gak Patheken. He he he…

  18. luqmanhakim says:

    Menimpali sedikit nggak behubungan…Tahun 90-an awal aku pernah baca buku “Bumi Manusia”-nya Pramudya, buku terlarang di jaman itu dan memang di situ memuji-muji Snouck dalam versi “membawa arus perubahan bagi masyarakat Aceh”.Memang, membaca seluruh lengkap dengan simbol, literasi dan detail itu yang harus. Sepintas sampeyan seperti orang Kristen yang taat, atau orang Islam yang mempelajari Perbandingan Agama di Fakultas Ushuluddin, atau malah seorang agnostik yang sangat skeptis, he he he…Itu kalo nggak tau sampeyan lho Mas…Btw, literaturmu OK’s banget! Detail, lengkap, menyeluruh!

  19. martoart says:

    Karena komen Lukman sama persis, aku copy aja jawaban yg dulu. he heBuat Lukman; Bukan Kristen taat, Bukan Islam yg ngerti Ushuluddin, juga bukan Agnost yg skeptik. Dan aku sendiri gak tahu aku ini siapa.He.. he.. he.. Tapi Trims deh.

  20. luqmanhakim says:

    Haiyah… Laptopku bermasalah nih Mas, kayaknya kena virusMasa buka MP-mu langsung dilariin ke tulisan yang sebelomnya, otomatis jadi 2 komentar yang sama tuh di tempatmu.

  21. aidavyasa says:

    i love,cerdas, akang i love, .apa lagi saat menyebut PAGAN yang bebarengan dengn katakata ‘Orang-Orang yang Mengetahui.’

  22. t4mp4h says:

    referensi apik kiye,.. salam damai Kang

  23. martoart says:

    >Luqman; Aku tahu tuh virus apa yg nyerang; “Virusawa Miyabita’ala”>V; Aih… V..>T4mp4h; Tengiyu… Salam damai juga.

  24. aleichang says:

    Bagaimanapun sebuah agama baru khan selalu mengadaptir pola kebudayaan lama (yang telah mapan sebelumnya). Hal ini terjadi agar agama baru tersebut mampu diterima dgn cpt (dengan baik pula) oleh masyarakat ybs.Sama halnya ketika tgl 25 dijadikan hari Natal. Dari sejarahnya jelas tanggal itu erat dengan kepercayaan Pagan yang menyembah matahari pasca musim dingin… tiba. Tgl itu diadaptir masy. kristen agar tidak terjadi goncangan budaya.. dan ditautkan dengan hari lahir dan kepercayaan ilahiah Yesus.

  25. smokeyhead says:

    bro gw link ke fb gw yeh…thx

  26. martoart says:

    Lah emang gitu yg aku tulis.. he he..

  27. cenilhippie says:

    martoart said: Matahari adalah tuhan di hampir semua kepercayaan Pagan dunia. Dari pedalaman rimba Suku Aztec sampai hutan beku Scandinavia. Dari Jepang sampai Persia, Dari kuil Mesir Kuno hingga cecandi di India, dan seterusnya. Sang Surya berabad-abad memberi terang di saat gelap, memberi hangat di saat dingin, memberi kehidupan bagi banyak kehidupan. Dia adalah tuhan yang seakan terlahir dari bumi yang perawan. Terlalu terlihat untuk diabaikan bahkan oleh kaum Pagan yang tidak tinggal di daerah dinginpun. Terlau banyak kesamaan antara Yesus Sang Terang Dunia dengan matahari untuk dikatakan sekadar sebuah kebetulan. Apakah masa ketuhanan matahari berakhir seiring datangnya tuhan para penganut agama langit?

    ingat simbah….sampai terakhir sebelum meninggal dia menengadah ke atas langit…saat matahari terbit, matahari tepat diatas kepala dan saat matahari tenggelam…….mengucap doa, berterimakasih, memuja?……..tak sempat bertanya sampai hari trakirnya…….hanya ingat dia sebagai manusia paling damai yang aku temui sampai saat ini…..damai disana pula……Btw tulisanmu tetap paling menarik….

  28. putrilan9it says:

    kok tau sampe detail gini dari mana?bwt agama ini sudah merambah ke desa2 dg janji di cukupkan materi dan anak2 di taggung biaya pendidikan.

  29. renypayus says:

    Aku selalu ga tahu mau komen apa tiap baca jurnalmu. Salam damai dan sejahtera, ya? eh, kang… kamu tidak tahu kamu siapa? tapi kamu tidak lupa dengan anakmu, kan? berceceran di mana mana :))

  30. martoart says:

    putrilan9it said: agama ini sudah merambah ke desa2 dg janji di cukupkan materi dan anak2 di taggung biaya pendidikan.

    Begitulah sebaiknya agama. Agar berguna bagi kemanusiaan.

  31. martoart says:

    renypayus said: tapi kamu tidak lupa dengan anakmu, kan? berceceran di mana mana :))

    Anak limo mbarep kabeh Ren

  32. renypayus says:

    martoart said: Anak limo mbarep kabeh Ren

    salah sijine anakku, ra? Hah?!! *kapan le nggawe kui*

  33. ohtrie says:

    yashartaholic said: Mungkin perlu diangkat juga sebab-musabab Minggu menjadi hari suci Kristiani, yang padahal beberapa umatnya meyakini Sabtu (sehingga mereka ber-Sabbath pada hari itu) bahkan Jumat. Hayo, pe-er berat!

    masih ingin membaca PR ini dikerjakan oleh simbah jee….kapann…?

  34. wikan says:

    St Paul kok pinter banget ngrangkum semua ajaran agama jadi satu dari pagan, yahudi, dan ajaran kekristenan awal? Aah, ini bisa2-nya mbah marto saja yang memuja2 St Paul dan kaum Yahudi. jangan2 mbah marto antek2-nya St Paul🙂

  35. martoart says:

    wikan said: antek2-nya St Paul

    Gw ngaku deh: Anteknya Wikan.

  36. wikan says:

    apa jaman segitu st paul mikir sampe cari pengikut 1 juta, kayak mark zuckerberg di facebook? bikin petisi 1 juta pengikut st paul?terus kenapa namanya jadi christianity? padahal christ itu artinya kan yang diurapi ya? kenapa bukan jesusisme atau st paulisme

  37. martoart says:

    wikan said: terus kenapa namanya jadi christianity?

    Ada beberapa versi tentang nama, salah satunya adalah melekatkan nama agama ini dengan seseorang yang disalib (Cross).Tentu tidak strategis kalo dia pake Paulisme (ntar bisa2 dikira pengikut gurita peramal hehehe), juga tak taktis memakai nama Jesus, karena Paul perlu ambil hati penganut Pagan Eropa yg cukup kental. Perkembangan berikutnya, muncul ordo yang memakai nama Jesus dan mengklaim membawa ajaran asli Jesus. Karenanya lumayan menghadapi kesulitan di Vatikan. Setahu aku, tak pernah ada dalam sejarah kepausan yg berasal dari orang Jesuit.Mungkin ada tanggapan dari teman yg paham ini, silakan.

  38. anotherorion says:

    sip artikele kang dowo lengkap ning ora marake spanneng btw kuwi gambar keloro karo ketelune kok ra ndongol???

  39. martoart says:

    anotherorion said: gambar keloro karo ketelune kok ra ndongol?

    jal wudhu sikik, bukak maneh dengan hai yang ikhlas…*mlayu

  40. anotherorion says:

    hehehe asem ik jebule mau koneksiku sik memble, kang piye lanjutan tulisane sampeyan sik telung seri kae?? kapan launching season IV?

  41. martoart says:

    anotherorion said: piye lanjutan tulisane sampeyan sik telung seri kae?? kapan launching season IV?

    BEBAAAAANN…….*jawab gaya Luqman.

  42. anotherorion says:

    wakakakak ya wis deh setel kendo wae moco iki yo wis nambah masukan anyar kok

  43. I think you should read Michael Moorcock’s “Behold The Man”. That book explains a lot from another angle.You’ll love that particular part about “Eloi, Eloi, lama sabachthani”

  44. martoart says:

    edwinlives4ever said: Here

    Menyiapkan diri menuju link yang dinubuatkan, searah datangnya sinar bintang terang…

  45. martoart says:

    zaffara said: Sip

    Sol Invictus Party!

  46. zaffara says:

    martoart said: Sol Invictus Party!

    Apaan ?

  47. martoart says:

    zaffara said: paan

    Tepat! Logonya juga dipake PAN. he he he..

  48. zaffara says:

    martoart said: Tepat! Logonya juga dipake PAN. he he he..

    iya deh *bingung ngobrol sm org pinter mah

  49. wardanis says:

    om…. bekgron poto’nya itu bukannya sinar matahari….Jangan2 pemuja matahari jg nih….

  50. martoart says:

    wardanis said: om…. bekgron poto’nya itu bukannya sinar matahari….Jangan2 pemuja matahari jg nih….

    Bukan. Itu lampu diskotik. Saya pemuja dugem.

  51. wardanis says:

    Jiaaa…..Ajeeeeeppp…Tapi keren lo tulisannya , inspiring bwanget….

  52. luqmanhakim said: Sepintas dalam kacamata kasat, sampeyan seperti orang Kristen yang taat, atau orang Islam yang mempelajari Perbandingan Agama di Fakultas Ushuluddin, atau malah seorang agnostik yang sangat skeptis, he he he…Itu kalo nggak tau sampeyan lho Mas…Btw, literaturmu OK’s banget!Detail, lengkap, menyeluruh!

    sepakaaat banget sm mas luqman literaturnya OKS banget…membuat orang yang baca berpikir dan bertanya2terus nyari kebenaran sendiri🙂

  53. MERRY ANDANI AND HAPPY SALMA!

  54. aku suka natal, dan aku merayakannya…masa bodoh dgn cacimaki org ttg natal..aku ya aku..mereka ya mereka…titik tanpa koma…

  55. martoart says:

    mychocolatebox said: aku suka natal, dan aku merayakannya…masa bodoh dgn cacimaki org ttg natal..aku ya aku..mereka ya mereka…titik tanpa koma…

    semoga kamu membaca tulisanku ini tanpa menganggap aku sedang melakukan caci-maki.

  56. soal Natal, soal kelahiran, soal kematian, soal mau ngucapin kagak ngucapin sih bukan urusan saya, yang terpenting hidup ini indah tanpa harus bersilang pendapat mau ngucapin atau ga mau ngucapin. jadi teringat pendapat seorang teman Nasrani yang berkomentar tentang teman Muslim yang sama sekali ga mau mengucapkan “Selamat Natal”, bagi saya sih itu hak setiap orang, bahkan ada sahabat saya sendiri yang bilang: maaf kemarin pas Natal saya hanya bisa menanyakan kabar saja, tidak lebih…itu bukan masalah…. apakah setiap orang dengan tanggal kelahirannya harus diketahui dan diberi ucapan selamat?bodo’ amat saya mah… mau dikasih ucapan selamat ya syukur, ga ya sudah….

  57. carrotsoup says:

    Selalu komplet dah tulisanmu cak.. Kadang mikir, brp hari ngumpulin bahan bwt bikin ginian.. N bikin gw makin yakin u/ga ngucap selamat natal.. Gpp kan? Hehehe

  58. rhedina says:

    Membaca meresapi… Nenyimak..menarik dan saya suka bacanya….:)

  59. darnia says:

    ini tulisan tahun 2008 dan baru baca di tahun 2012…tetep aja referensi yang menarik…

  60. martoart says:

    darnia said: tulisan tahun 2008

    awal2 ngempi, tulisan untuk natalan. trims Nia

  61. makasih share-nya ya Mas

  62. martoart says:

    carrotsoup said: . Gpp kan?

    Gpp dong, aku juga ga ketat untuk mengucapkan hari besar agama apapun.

  63. martoart says:

    rhedina said: Membaca meresapi… Nenyimak..menarik dan saya suka bacanya….:)

    Makasih Dina.

  64. martoart says:

    embunpagi2023 said: makasih share-nya ya Mas

    sami2

  65. agneswollny says:

    manusia diberi kebebasan berpikir berkehendak dan memutuskan, termasuk memutuskan apa yg akan dipercayainya diimaninya…lhaa… maunya ga komen disini, tapi menulis “mo comment berarti juga beri comment bukan?…hampir tiap minggu/bulan ada saja tayangan tv ttg penemuan sejarah yg pro dan contra K.Suci. Termasuk dimana “kandang para gembala” alias klpok orang pertama yg dituliskan bertemu sang penyelamat.Jadi pengen liat album turki …🙂

  66. People needs to believe in somethinge, to have something to hold on to. Most of the time they believe in what they want to believe in.

  67. martoart says:

    agneswollny said: …

    Agar mendapat kebenaran, manusia ‘dikutuk’ untuk meragukan sesuatu agar ketemu. Sampai kemudian datang sistem yang dianggap menyelesaikan ‘kutukan’ itu. Sistem yg tak perlu mencari, tak perlu ragu, yakin benar, dan imani saja. Sistem itu namanya Agama.Ketika manusia tengah menggali peradaban, mencari tahu sejarah yang terkubur, dan seterusnya, manusia tersebut tengah berlaku sebagai manusia yang ‘terkutuk’.Aku jauh lebih suka menjadi orang terkutuk tentunya😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s