IBU

[Ditulis khusyuk dan khusus untuk Hari Ibu]

Setua apapun, setiap orang sepertinya kembali menjadi anak kecil ketika merindu ibunya. Setidaknya itu yang saya alami saat ini. Bah! Gara-gara menimang Hari Ibu, 22 Desember, saya jadi ingat beliau di kampung, dan menulis postingan paling melankolis dalam sejarah blog ini.

Ibuku cantik, lucu, dan pintar. Lebih lucu dan pintar dari bapakku, dan pasti lebih cantik. Bapakku hanya menang bijak dan maskulin saja. Ibu sekarang sudah tua, dan selalu akan lebih tua dari saya. Bapakku sudah meninggal, tak sabar menunggu ibu untuk merebah di sampingnya. Ah, payah dia. Kenapa tidak pungut saja dua atau tiga bidadari Surga? Toh dia ada di sana sekarang. Apalagi terhitung ganteng, pasti banyak bidadari mengerlingkan mata indahnya kepada beliau.

Maaf bapak, berikutnya saya hanya akan mengisahkan ibu karena dia punya hari dan saya sedang rindu. Sampai nanti tiba gilirannya, saya harap bapak sabar menunggu.

Saya belajar peduli kepada sesama dari ibu. Dia menceritakan kisah petani dari perjalanan sebutir padi menjadi nasi yang tak habis saya makan. Entah bagaimana mulanya, ibu sampai kepada kisah petani yang harus berhadapan dengan amtenar desa dan penentu harga pupuk di kota. Wah, masih kecil saya waktu itu. Setelah dewasa baru bisa mencerna kisah lamanya.

Saya diajar bahwa Tuhan dekat dengan kita. Misal dengan menyapanya Gusti Pangeran. Ucapkan lirih, tak perlu teriak-teriak memanggilnya. Tuhan yang lebih membumi, tak jauh melangit. Dengan begitu, saya merasa diawasi oleh Tuhan. “Gusti ora sare” (Tuhan tidak tidur), begitu ibu selalu mengingatkan saya dan anaknya yang lain. Tentu waktu kecil saya selalu berfikir Tuhan sangat rajin nongkrong di gardu ronda.

Ibu mengajariku menjauhi kekerasan. Asam-garam perbenturan politik biasa berkelindan di kampung kami. Dari pertikaian PKI, Pasukan Siliwangi, NU di jaman ibu masih muda, kerusuhan rasial anti Cina, 80an, sampai perusakan pasar oleh gerombolan radikal Islam yang terjadi belum berapa lama. Ibu merekam semuanya. Dari Kali Madiun yang berubah merah hingga pasr yang bubrah. Dan kenangan pedih kemanusiaan itu mewujud bersama nasihat agar kami menjauhi hal keji seperti itu.

Ibu memaksa saya hidup sehat. Hampir semua anaknya dipaksa menyukai sayur-mayur. Menjauhi makanan berminyak menginjak tua itu pesan utamanya. Tidak merokok larangan berikutnya, tetapi saya selalu gagal menaati yang satu ini. Rajin minum air putih, cukup istirahat, dan menjaga kebersihan. Ibu juga mewejang saya agar tidak berbelanja seks di jalanan. Selain kesehatan, alasan utama beliau adalah ketidaksukaannya kepada penindasan atas perempuan. Tidak diperkenankannya selain berdasar kerelaan. Dan pasti mewanti-wanti untuk pakai kondom.

Ibuku, seperti kebiasaan para ibu yang lain, mengajariku membuang sampah di tempatnya, mengucap terimakasih, menerima dan memberi sesuatu dengan tangan kanan, mengajar membaca dan berhitung, melatih mengurus sendiri pakaian seragam SMP dari mencuci sampai menyimpan, dan merogoh paksa tanah dari mulutku ketika waktu bayi aku sangat suka makan tanah. Dan sebagainya…

Pokoknya ibuku paling hebat! Selamat Hari Ibu Buk…

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

38 Responses to IBU

  1. martoart says:

    Melati dipetik dari kebun Google sebanyak piksel yang diijinkan penanamnya. Terima kasih. Kemudian kukasih bingkai hijau, dan kupersembahkan kepada ibuku. Semoga dia sehat dan bahagia selalu…(Kanjeng Gusti Pageran, jaga dia ya, awas kalau sampeyan macem-macem!)

  2. bbbnshoes says:

    martoart said: Melati dipetik dari kebun Google sebanyak piksel yang diijinkan penanamnya. Terima kasih. Kemudian kukasih bingkai hijau, dan kupersembahkan kepada ibuku. Semoga dia sehat dan bahagia selalu…(Kanjeng Gusti Pageran, jaga dia ya, awas kalau sampeyan macem-macem!)

    amin amin… doanya kuminta juga untukku (aku kan ibu juga, meski bukan ibumu)

  3. darkcomedy says:

    bagus banget tulisannya…Salam buat ibunya situ mas.

  4. bbbnshoes says:

    walah…kenapa tanah pake dirogoh, toh kamu makan masih pada tempatnya (dimulut)…lah aku malah pernah merogoh potongan tas kresek dari lubang idung anakku…xixixixi

  5. vanribal says:

    bagus …aku ingin jadi anak ibu yg baik.

  6. rixco says:

    kasih ibu, kepada beta, tak terkira, sepanjang masahanya memberi, tak harap kembalibagaikan sang surya, menerangi dunia …—————————————————————————-masih ingat kah kau lagu ini..? sewaktu kecil kita sering di dendangkan lagu ini, walaupun liriknya simple tapi mempunyai arti yang tidak bisa ditampung oleh samudra yang luas..

  7. makasih mas… hampir aja aku melupakan hari ibu tahun ini..

  8. rixco said: kasih ibu, kepada beta, tak terkira, sepanjang masahanya memberi, tak harap kembalibagaikan sang surya, menerangi dunia …—————————————————————————-

    mas aku mau maen ke mp sampean kok gak bisa ya?

  9. klewang says:

    bapakku juga sudah meninggal dan ibu sangat tidak rela waktu itu. mungkin karena cemburu. meskipun tidak seganteng ayah sampean, tapi beliau punya talenta buat menggaet banyak bidadari di surga.

  10. cechgentong says:

    Bapakku juga sudah meninggal, mungkin sekarang sedang membuat kerajaan bisnis di surga dengan bidadari sebagai sekretaris dan pegawainya, apakah bapak sampeyan yang ganteng mau bergabung ??? hahaha

  11. buneyasmin says:

    Dahsyat sekali Ibu Mas Marto, dan tak diragukan lagi kehebatannya bia membentuk karakter anak2nya sehingga ikut dahsyat, seperti Mas Marto ini… Semoga beliau selalu sehat dan bahagia hingga akhir hayat… (jadi ikut kangen sama ibuku… kali terakhir kami bertemu 4 Januari 1984, sebelum beliau dimakamkan. Ibu, sedang apa ibu di sana? Ibu baik2 aja kan? )

  12. lainnya says:

    aminn…….. semoga sehat dan bahagia selalu ibumu..

  13. agamfat says:

    martoart said: Ibu juga mewejang saya agar tidak berbelanja seks di jalanan. Selain kesehatan, alasan utama beliau adalah ketidaksukaannya kepada penindasan atas perempuan. Tidak diperkenankannya selain berdasar kerelaan. Dan pasti mewanti-wanti untuk pakai kondom.

    ibunya kayak Babu Jim aditya kayaknya kang Marto ….selamat hari Ibu. ibu saya saat ini jadi TKW di Jepang, insya allah besok datang.

  14. Ibuku sudah meninggal, hidupnya tinggal dalam kenangan.Sekarang ibu tiri sih ada, tapi sumpah males banget mo cerita.

  15. notapearl says:

    martoart said: Pokoknya ibuku paling hebat! Selamat Hari Ibu Buk…

    samma…Ibuku jg hebat lho’..btw, tulisannya keren abissss….

  16. martoart says:

    He he… jadi malu neeh ketahuan sifat mellow-nya. Baik;Buat Bu Erwina; Ya, doaku berlaku kepada seluruh ibu-ibu di seluruh bumi. Pasti termasuk kamu dan ibumu dong. Dan tanah di mulutku itu kamu benar. he he… (aku jadi mikir, jangan jangan dulu bu Tien membiarkan Tommy makan tanah, sehingga gedenya tanah para petani dimakan juga?). Tapi kalo anakmu menyedot plastik itu, sepertinya punya bakat jadi Vacuum Cleaner dia.Buat Dhias; Aku sampaikan nanti. Salam juga buat Ibu sampeyan.Buat Van; Betul, aku kadang merasa sangat nakal dan banyak merepotkan ibu.Buat Rixco; Wah, kamu betul. Sayangnya aku gak bisa cara kasih illustrasi musiknya (Gaptek sih). tapi aku lebih ingat dari kamu dong, sebab seingatku bukan “Tak Terkira” tapi “Tak Terhingga”. Gimana?Buat Doni; Asal jangan lupakan Ibu Don.Buat Cak Klewang; Dan talenta itu sekarang menurun kepadamu. Aku bayangin banyak grupies berbinar matanya mendengarkan alunan biolamu. Ah, aku ngiri juga neeh.Buat Chech; Aku bayangin kalo bapakku, bapaknya Cak Klewang, dan bapak sampeyan bikin gank di sana, wah pasti bikin ontran-ontran. The Three Musketeer! Ha ha ha..Buat Bune; Walaaaahhhh… lek-e nggunggung kebangeten Bune ki! Tapi semua ibu pasti dahsyat.Buat Putri; Trims. Doa ini juga ku foreward buat ibu siapapun.Buat Agam; He he maksudnya Baby ya? memang Y dan U deket banget di keyboard. Aku pernah juga ngetik luput. Maunya “memberi tahu” jadi “memberi tahi”. Yang paling parah ada kejadian sara tanpa sengaja, maunya nulis “Nabi Muhammad”, jadi luput karena ada huruf yang mepet dengan “N”. Tapi aku gak mau bahas ini dulu. Oh ya, selamat kembali ke tanah air buat Ibu sampeyan. Buat Trias; Ya ya ya…Buat NAJ; Hebat Ibukuuuu!!!! (Dengan suara anak kecil yang selalu mau ibunya lebih hebat dari yang lain). Tenkiyu semuanya; Selamat menyayangi Ibu kalian (Kasihan nabi adam yang gak punya ibu ya?)

  17. … bagai sang surya menyinari dunia… aku baru aja habis nyanyi laguku tentang ibu. maunya sih di upload pas 22 des. tapi sepertinya harus direkam ulang lagi, karena pas tadi aku setel, masih ada batuk-batuk dan suara melengking terdengar. hm… ibu… aku bernyanyi untukmu walau dalam keadaan flu berat… ingus dan reak, masih menguasai bronkhi dan hidungku… tapi akhirnya cukup terhibur setelah membaca kisah melankolis mas marto tentang ibunya.

  18. notapearl says:

    martoart said: Kanjeng Gusti Pageran, jaga dia ya, awas kalau sampeyan macem-macem!

    apa ini ya yg disebut dgn do’a yg mengancam?hehe….

  19. luqmanhakim says:

    martoart said: Gara-gara menimang Hari Ibu, 22 Desember, saya jadi ingat beliau di kampung, dan menulis postingan paling melankolis dalam sejarah blog ini.

    Ha ha ha…Ketawa aja dah. Karaktermu emang nggak terciri luas Mas, di tulisan ini. Btw, sekedar ngingetin emang baik benar tuh… Semua juga kangen sama Ibu…

  20. kakatya says:

    notapearl said: apa ini ya yg disebut dgn do’a yg mengancam?hehe….

    ikutan dompleng kata-kata yang ini ya… salam piss buat Gusti Kanjeng Pangeran yang baru aja memanggil bunda tercintaku…hiks…

  21. martoart says:

    Buat MT; Nyanyian termerdu adalah nyanyian doa anak bagi telinga ibunya. Sesember apapun itu. So, teruskan bernyanyi. rekaman n bikin album. he he…Buat NAJ; Tenang, Gustiku sangat memahami bahasa humor kok.Buat Lukman; He he he…Buat Tya; Ah, aku ikut bersedih dengarnya. Doaku untuk ibumu ya. Semoga Tuhan juga ngerti ini.

  22. ichamary says:

    IBu??Jadi keingetan Emak saya juga, suka nya gardening..:D

  23. inyong says:

    ngangetin kok gw gak pernah lhat postingan ini

  24. renypayus says:

    MIbuku jg hebat ^^huwah, pas ngelahirin dulu, yg diinget itu “anakku harus hidup, aq harus kuat demi anakku.” begitu juga pengorbanan ibuku dulu.

  25. zaffara says:

    Meski di awal tulisan merasa heran, “katanya tulisan paling melankolis tapi koq aku pengen ketawa” tapi akhirnya netes jg air mataku mas.Aku sekarang tahu darimana sumber kehebatan pemilik blog ini berasal, ternyata sama dg dugaanku …’seorang ibu’Salam sungkem saya buat Ibu ya

  26. penuhcinta says:

    Berarti humoris itu turunan dari beliau ya, Cak? Yg kutangkap, Ibumu juga progresif pemikirannya, hal langka buat perempuan2 yang sejaman dengannya.

  27. nitafebri says:

    saya Setuju ama pemikiran ibu cak Marto untuk menghargai WANITA..aah rasanya kutahu perpaduan dari amna Cak Marto itu..Tampang lumayan ternyata dari bapakselera humoris dan pikiran lebih kedepan ternyata dari ibu yaa..Oiya Sundul lage Gan..*kaskus mode:ON

  28. martoart says:

    nitafebri said: Tampang lumayan

    wakakakakak Nitaaaaa….Baru sadar gw, bahwa dirimu gak rela bilang Cakep. Nanggung Niiiit.

  29. afemaleguest says:

    hadir di postingan ini. :)setuju dengan pendapat Winny dan Nita, kehebatan kang Marto berasal dari sang Ibu tercinta. sedangkan dari sang Bapak, nurunin sifat bijak dan maskulinnya? hihihihihi … selain good looknya juga dong? ^_^kesimpulan: di balik seorang anak yang hebat, ada sang Ibu yang membentuknya. (bandingkan dengan: di balik laki-laki yang hebat, ada sang istri yang mendukungnya. *_* )

  30. martoart says:

    afemaleguest said: maskulinnya

    Wakakakakaka….. Ada belum beruntung!

  31. afemaleguest says:

    martoart said: Wakakakakaka….. Ada belum beruntung!

    “seeing is believing,” kata orang”doing is proving,” kataku^_^

  32. martoart says:

    wao Trims Trex. Lagunya pas banget.(ajarin dong cara bikin ginian)

  33. imanberiman says:

    Bener mas. Ini tulisan yg paling melankolis. hahahha. Apalagi pas bagian, “Ibuku suka bunga melati.”Kebayang aja mas Marto ngucapin itu perlahan, sambil ngerokok di teras sore-sore. Wakakak.Tapi ini bagus. saya aja jarang nulis tentang ibu. hehehe.

  34. martoart says:

    Dan aku nemu ini, keren banget. Buat semua Ibu di dunia:

  35. zaffara says:

    martoart said: Dan aku nemu ini, keren banget. Buat semua Ibu di dunia:

    uda liat, betul keren mas🙂

  36. martoart said: Ibu juga mewejang saya agar tidak berbelanja seks di jalanan.

    So it’s OK to shop for that in the malls?

  37. martoart says:

    edwinlives4ever said: So it’s OK to shop for that in the malls?

    Oh, ada di sana?*polos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s