Agama Sebagai Komoditas

[Tulisan untuk menyemarakkan ritual haji]

Dengan modal sekecil-kecilnya, mendapat keuntungan sebesar-besarnya

Prinsip Ekonomi



Mekah, Tahun 570 Masehi

Kabah, Rumah Tuhan itu berkembang menjadi kuil bersama penganut ajaran lurus Ibrahim, pemeluk Kristen awal, Pagan Quraisy, dan kepercayaan lainnya. Meskipun Hajar Aswad menempati posisi terhormat, Kabah menyilakan banyak patung perwakilan tuhan dan dewa-dewa hadir di sekelilingnya. Termasuk patung Maria tengah menangis memeluk Yesus usai Dolorasa dan penyaliban, scene yang menginspirasi semua tema Pieta. Kemudahan fasilitas peribadatan ini membuat semakin ramai orang bertandang. Kabah menjadi Rumah yang diberkahi, juga tanah di sekitarnya. Maka dia menjadi rumah untuk beribadah nomor wahid alias utama. Tak lama, pengertiannya bergeser menjadi yang pertama.

“Sesungguhnya permulaan rumah yang dibuat manusia untuk tempat beribadah adalah rumah yang di Bakkah (Mekah), yang dilimpahi berkah dan petunjuk bagi alam semesta”
(Q. Ali Imran 90)

Dan Mekah meriuh merekah, meruah berkah.

Saya salut kepada Khidir akan kewaskitaan masa depannya saat memperbaiki sebuah rumah yang hampir rusak milik seorang yatim. Dan di akhir perjalanan menjelaskan kepada Musa yang merengek bertanya tak tahan uji kepenasaran. “Di bawah rumah itu terkandung harta karun sedemikian meruah”. Maka, Abrahah, Gubernur Ethiopia dari wilayah kekuasaan Yaman yang beragama Nasrani itu merasa perlu meruntuhkan keberadaan kuil yang telah merebut pengunjung katedralnya. Sumber harta yang telah berpindah menuju Mekah.

Dan kita juga akhirnya tahu rumah siapa itu, juga harta apa yang tak henti berputar di pusatnya.

Mekah, Tahun 2008 Masehi

Kalau Anda tak memiliki modal uang dalam berbisnis, apa hal pengganti yang sekiranya menjadi sangat penting untuk itu? Betul; Kepercayaan, Trust. Dan di antara berbagai model kepercayaan itu, yang paling dahsyat adalah; In God We Trust! Maka bersama agamalah kepercayaan itu diramu. Salah satunya adalah pilgrimasi. Semua agama memiliki peribadatan berpola ini. Penting bagi umat Katolik Roma untuk berkunjung di Vatican, umat Yahudi menangis di Tembok Ratapan, penganut Hindu merendan diri di Gangga, dan tentu pemeluk Islam berhaji di Mekah.

Bulan ini, umat Islam melakukan ibadah haji. Sebuah ritual penting dalam agama Islam. Dan menurut saya juga penting untuk dilihat dari sisi ekonomi. Setelah Khidir, kepada Rasulullah Muhammad saya angkat topi. Betapa ritual haji sungguh membuktikan kejeniusan beliau sebagai seorang entrepreneur piawai. Kita telah mahfum akan kehebatan beliau bersama sejarah mengelola bisnis Khadijah. Tapi ibadah haji menurut saya adalah sebuah produk kapitalisasi pilgrimasi berprinsip ekonomi tak tertandingi. Anda boleh tidak bersepakat;
Keutamaan Haji. Untuk mengikis ketak-ridhoan ataupun keraguan umat akan peribadatan yang mahal ini, maka pentinglah kiranya agama menegaskan bahwa ibadah haji amatlah memiliki banyak keutamaan.

  1. Merupakan perintah Allah yang berlevel wajib bagi yang mampu. Lebih banyak yang menyepakati bahwa yang dimaksud mampu di sini lebih kepada harta. Keutamaan ini ibarat sekali dayung, dua tujuan teratasi. Tujuan pertama sebagai beban bagi si mampu jika tak menjalankan, dan ke dua mengurangi beban pengelola haji apabila si miskin memaksa diri untuk ikutan.
  2. Merupakan Jihad fisabilillah. Kita memaklumi bahwa berjuang di jalan Allah merupakan eksotisme tersendiri.
  3. Merupakan media penghapusan dosa/khirafat yang manjur, terlebih ada dosa yang hanya mampu ditebus dengan wukuf di Arafah. Siapa tak tergiur?
  4. Berhadiah Surga bagi yang Mabrur. Maka apabila ada yang komplain terhadap pengelolaannya pun, akan meredam diri karena khawatir menjadi bagian yang bisa menimbulkan ketakmabruran.
  5. Biaya yang dikeluarkan menjadi bernilai Infaq fisabilillah. Ah, tentu saja.

Rukun Haji. Adalah kegiatan yang harus dikerjakan dalam ibadah haji. Jika tidak maka hajinya tidak syah. Aturan ini sungguh sangat memudahkan pihak panitia haji. Tak perlu mendatangkan polisi, hanya menanamkan perasaan merugi bagi yang tak menepati.

  1. Ihram. Menyatakan diri bersama niat beribadah haji atau umrah di Miqat. Berbalut pakaian Ihram putih yang tak berjahit dan tak bermotip. Tentu ini pakaian termudah pengadaannya, dan termurah ongkos produksinya.
  2. Wukuf. Berdiam diri di Arafah pada tanggal 9 Dulhijah. Panitia hampir tak perlu mengeluarkan biaya apa-apa.
  3. Tawaf. Mengelilingi Kabah sebanyak tujuh putaran. Tentu Panitia juga tidak mengluarkan modal untuk jalan kaki Anda. Bagi yang tak kuat bisa menyewa penandu yang juga tak Cuma-Cuma
  4. Sa’i. Berlari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Acara ini juga tak perlu dibiayai panitia
  5. Tahalul. Menggunting tiga helai rambut. Panitia tentu tidak membeli rambut Anda, mungkin malah justru sudah terkalkulasi dalam ongkos yang Anda bayar untuk ini.
  6. Tertib. Yah, masuk akal.

Wajib Haji. Adalah kegiatan yang harus dikerjakan dalam ibadah haji. Jika tidak harus membayar dam/denda. Wow!

  1. Niat Ihram. Dilakukan setelah berpakaian Ihram. Ini mengesankan betapa murah hatinya panitia. Untuk hal sederhana ini Anda harus diingatkan. Terlebih amatlah mudah memilih antara Surga dan Denda.
  2. Mabit di Muzdalifah. Adalah acara bermalam pada tanggal 9 Dulhijah.
  3. Mabit di Mina. Adalah acara bermalam pada Hari Tasyrik, tanggal 11-13 Dulhijah. Saya rasa panitia menyiapkan tenda untuk itu. Tapi saya yakin tenda itu terhitung modal tak bergerak yang bisa dipakai untuk beberapa kali perayaan haji.
  4. Tak ketinggalan acara lempar-melempar. Yaitu Jumrah Aqabah (10 Dulhijah), Ula, Wustha, dan Aqabah (pada Hari Tasyrik, tanggal 11-13 Dulhijah). Untuk acara mengakomodasi pelampiasan dendam kepada syaiton ini, panitia dengan murah hati menyediakan batu-batu. Meski batu adalah modal berlimpah di tanah gurun, peserta haji dilarang membawanya pulang sebagai suvenir. Batu itu bisa menjadi sumber kemusyrikan, dan pasti lama-lama bisa mengurangi stok batu untuk haji tahun depan.
  5. Tawaf Wada. Adalah Tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Kota Mekah.
  6. Dan tentu ada aturan untuk meninggalkan perbuatan yang dilarang saat Ihram. Ya iyalah.

Selain itu ada banyak sumber pendapatan yang laris manis dari dampak haji.

Pada musim haji besar, para peserta berkurban binatang ternak yang menjadi sangat berlimpah. Kelebihan daging ini dikelola amil qurban. Dengan teknologi pengalengan, daging ini di salurkan ke negara miskin yang membutuhkan. Jangan lupa, amil qurban termasuk yang berhak mendapat bagian daging kurban. Penjualan air Zamzam. Konon ada banyak manfaat surgawi apabila kita meminumnya. Buah kurma, menjadi buah favorit karena berbalut religi. Memorabilia haji seperti kopyah, gamis, jilbab, sajadah, dan sebagainya, yang bisa aja sebenarnya produksi Klaten, Jawa Tengah.

Hajingan!

Haji, ritual yang amat mahal bagi peserta dan murah bagi panitia penyelenggara. Zero Capital. Jalur administrasinya satu arah, maka jangan kaget apabila mendapati berita bahwa Departemen Agama yang berkewenangan tunggal mengurusi ibadah haji terdata sebagai departemen terkorup di Indonesia. Dengan aturan yang teramat bersandar kepada tata tertib agamis yang melibatkan pahala surga dan ancaman neraka, maka bisa dimengerti apabila pesertanya begitu taat tanpa protes bila terjadi ketidakberesan. Bahkan mulai marak bisnis manasik alias trining prahaji demi kelancaran di Mekah kelak. Dengan biaya besar dan ritual berat yang dijalaninya, maka jangan heran apabila ada Pak Paiman atau Nyak Juleha yang sebel kalau tak dipanggil lengkap sebagai Pak Haji Paiman ataupun Bu Hajjah Juleha. Dan dengan pengorbanan jual tanah demi ke Mekah, jangan heran pula bila menemukan banyak anak tak sekolah. Yang paling parah adalah upaya membodohi diri bergelar haji demi citra politik nan Islami, sementara tetangga sebelah rumah kelaparan hampir tak makan tiga hari.

Semoga tidak seperti ini yang dimaksud dengan ekonomi berasas Syariah Islam.

This entry was posted in Keislaman. Bookmark the permalink.

104 Responses to Agama Sebagai Komoditas

  1. martoart says:

    Ditulis seiring teriakan menyayat dari leher kambing yang terbuka mengucur darah di depan rumah.

  2. utara19 says:

    he..he..he… entarlah To, kalau pemimpin di negeri ini udah dapat yang benar benar bagus, aku yakin hal hal seperti ini akan di pangkas habis, dulu ada Dana Abadi Umat, sekarang sudah tidak ada lagi bahkan mentrinya udah mendekam di penjara.. :Doh ya…namanya aja manusia, selama ia punya kelamin (baca : nafsu), ya ia sering menggunakan banyak cara untuk mendapatkan keuntungan. tapi aku belum tahu yang mana lebih banyak dilakukan manusia, agama yang dijadikan komoditas, atau maksiat yg jadikan komditas, maklumlah, aku tidak termasuk kedua duanya😀 nice artikel😀

  3. klewang says:

    martoart said: Hajingan!

    hahahahahahahaha….

  4. klewang says:

    arab saudi kaya karena minyak dan kabah. yang kusebut pertama bisa habis suatu saat. yang kedua pastilah nggak akan habis sampai kiamat kelak.yang menarik, dari cerita kawanku Darto yang sekarang masih tinggal di riyadh, anak2 arab sono yang kalo sekolah nggak perlu mbayar bahkan dibayar, banyak yang emoh sekolah karena malas dan sudah cukup merasa makmur dari tunjangan pemerintah.anugerah sepanjang masa bagi mereka adalah Rasulullah terlahir di sana dan memberi warisan yang nggak bakal berhenti mengalir. adakah yang bisa kita pelajari dari situ untuk meracik strategi ekonomi buat negara kita?

  5. utara19 says:

    klewang said: arab saudi kaya karena minyak dan kabah. yang kusebut pertama bisa habis suatu saat. yang kedua pastilah nggak akan habis sampai kiamat kelak.yang menarik, dari cerita kawanku Darto yang sekarang masih tinggal di riyadh, anak2 arab sono yang kalo sekolah nggak perlu mbayar bahkan dibayar, banyak yang emoh sekolah karena malas dan sudah cukup merasa makmur dari tunjangan pemerintah.anugerah sepanjang masa bagi mereka adalah Rasulullah terlahir di sana dan memberi warisan yang nggak bakal berhenti mengalir. adakah yang bisa kita pelajari dari situ untuk meracik strategi ekonomi buat negara kita?

    ada..memanfaakan kemalan bangsa arab itu😀

  6. zenstrive says:

    Haji sudah ada sebelum Rasulullah lo…meski kacau balau bentuknya

  7. agamfat says:

    Pengamatan yang jeli kang atas komodifikasi (heheh…Kompas berhasil mempopulerkan istilah ini) haji oleh kerajaan wahabi.Wahabi biasanya ditandai oleh absennya pertimbangan moral dan etis dalam keputusan mereka, dan mengedepankan perhitungan oportunistik. Jadi masuk akal kalau bagi kerajaan wahabi ini yang mengaku sebagai khadim/ pelayan tanah haram, sebenarnya adalah pemerintah/ penikmat tanah haram.koran Tempo minggu kemarin meliput bagaimana generasi muda pelayan tanah haram ini begitu masuk ke Indonesia berubah menjadi penikmat wisata malam yang loyal….

  8. zenstrive says:

    heleh….kok bawa2 wahabi sih? syiah ya?

  9. aidavyasa says:

    ha siapa panggil syiah?? aku syiah :)syiah rasulullah cieeeeeeeeeee!Martoart. Aku syiah bukan?😛

  10. aidavyasa says:

    kaum syiah di tempatku, sebelum pergi haji ditatar dulu pake bukunya Ali Shariati tentang Hajj. Jadi kalau pas hajji engga sibuk doa sendiri-sendiri, tapi liat sana sini kalau ada yang bisa dibantu. Katanya sih mantep. panduan ritual..Manusia khan butuh ritual, kak! Gimana sieh. Kita khan mahkluk simbol. dari dulu ide kurban dan ziarah khan ada di tradisi manapun! Itz part of pagan hahahahahha (plaaaaaaaaaak!).Muup … … tapi temen paganku juga ziarah di Stonehenge dan kurban hewan (sebagai ganti manusia) pula di Mayan Temple …

  11. aidavyasa says:

    zenstrive said: Haji sudah ada sebelum Rasulullah lo…meski kacau balau bentuknya

    hajj dalam islam memang dari sejak zaman muhammad rasulullah saw.tapi kalau ziarah perziarahan sudah ada sejak zaman dahulu kala saat manusia pertama ada di bumi ini🙂

  12. aidavyasa says:

    klewang said: arab saudi kaya karena minyak dan kabah. yang kusebut pertama bisa habis suatu saat. yang kedua pastilah nggak akan habis sampai kiamat kelak.yang menarik, dari cerita kawanku Darto yang sekarang masih tinggal di riyadh, anak2 arab sono yang kalo sekolah nggak perlu mbayar bahkan dibayar, banyak yang emoh sekolah karena malas dan sudah cukup merasa makmur dari tunjangan pemerintah.anugerah sepanjang masa bagi mereka adalah Rasulullah terlahir di sana dan memberi warisan yang nggak bakal berhenti mengalir. adakah yang bisa kita pelajari dari situ untuk meracik strategi ekonomi buat negara kita?

    sudah baca Satanic Verse blum ?😀

  13. agunghima says:

    wah…emang sudah dari sononya kan mas..kalau agama menjadi komoditi…sejak jaman dulu…gusti allah aja nggak nyiptain agama. hai jadi piknik yang eksotis….hehehe….wayah..ngawu menah ki aku

  14. martoart says:

    Buat Utara; Intinya, kalo aku tajier, gak bakalan mo naik haji. Gak mau membodohi diri ataupun orang lain. Jadi gak perlu nunggu pemimpin baik untuk ini. Aku nulis haji karena lagi bulan haji. ntar kalo ada bulan maksiat mungkin akan nulis itu juga. he he..Buat Klewang; Sebenarnya moyang kita pernah mencoba ide menggeser acara pilgrimasi itu ke daerah (mana aku lupa namanya) mungkin Sulawesi. Juga pernah punya ide mengampanyekan cukup berhaji di satu daerah di Jabar. ah lupa juga.Buat Zens; Kamu betul. Ritual haji itu warisan yg cukup tua. Akarnya Pagan. Nabi tidak serta-merta menghapus tradisi lama yang ada. Merapihkan, dan mengemasnya sedemikian rupa sehingga bernilai moral-material.Buat Agam; Ya, kamu mengingatkanku untuk menambah efek samping dampak haji. Adalah pesawat Garuda yang ngglondang kosong saat kembali dari antar haji. Hitungan bisnis daripada merugi, mereka potong setengah harga. maka banyak warga Arab yang plesir ke Indonesia di saat yang sama.Belum satnya menulis Wahabi, tapi para khadim yg berlandas gerakan purifikasi islam bentukan inggris itu melarang dan mengharamkan peserta haji mencium Hajar Aswad. Ritual ini dianggap musyrik (kenapa gak mengharamkan haji sekalian ya?)Buat Zens lagi; Terminologi polarisasinya bukannya Suni-Syiah? Buat V; Kamu tepatnya mah Ahlul-Syiah wal Jamaah. V, manusia memang mahluk symbol. tapi pada perkembangannya hanya mengarah ke ranah ritual dan religi. Kemudian sadar untuk tidak terjebak pada kedua bentuk itu. Nah, untuk mengakomodasinya, symbol lebih teraplikasi pada seni dan banyak hal lain yang lebih membumi. Tak melangit.Buat Agung; Yah emang dari sononya. pintar-pintar mengemas saja.

  15. klewang says:

    utara19 said: ada..memanfaakan kemalan bangsa arab itu😀

    wahahahaha..ada juga ide gak logis blas mengatakan begini. mbok ya pemerintah kita itu selain ngimpor TKW juga ngimpor anak putus sekolah. kan disana mereka bisa sekolah plus dapat bayaran lagi.

  16. dollantefran says:

    Selamat Idul Adha!Kapan kita pergi berhaji nih bang.. kita ke Yerusalem ajah yuK!

  17. martoart says:

    Cak, maksudnya ngekspor ya?Tefran, dibilang aku males pilgrimasi gak jelas gitu. mau ke mekah kek, mau ke jerusalem kek. tapi kalo dibayarin, dan buat piknik doang mah ayoooo…

  18. dollantefran says:

    Kalo gtu nanti saya buatkan jadwal perjalanan dinas ke sana deh.. buat perbandingan.. konon perjalanan dinas boleh mngeikut-sertakan siapa saja.. lumayan gratisan yess

  19. Mas, terimakasih buat kisah agama sbg komoditasnya…salam “saya belanja, maka saya ada”

  20. wonderguitar says:

    gila…keren banget….

  21. notapearl says:

    martoart said: Dan menurut saya juga penting untuk dilihat dari sisi ekonomi. Setelah Khidir, kepada Rasulullah Muhammad saya angkat topi. Betapa ritual haji sungguh membuktikan kejeniusan beliau sebagai seorang entrepreneur piawai. Kita telah mahfum akan kehebatan beliau bersama sejarah mengelola bisnis Khadijah. Tapi ibadah haji menurut saya adalah sebuah produk kapitalisasi pilgrimasi berprinsip ekonomi tak tertandingi. Anda boleh tidak bersepakat;

    Mas disini koq tersirat klo ritual haji bagi Rasulullah Muhammad lbh menitikberatkan sisi feed back keuntungan secara materi, khususnya utk penduduk sekitar Mekkah. Masa’ begitu siy? Bs dijelaskan?jd terusik dgn susunan rukun Islam, apa dgn adanya naik haji di urutan ke-5 (moga2 bkn dipaksain ada) disitu lbh merupakan upaya manipulatif penduduk sekitar Mekkah demi keuntungan mrk? mnt tlg dijelaskan sejarahnya…thanks..

  22. martoart says:

    Buat Tefi; Yup Tef, aku tunggu. ntar biar jadi Haji Abidin. Haji Atas Biaya Dinas.Buat Bung Hary; Sama-sama. Boleh dong dibagi bukunya ke kita. Salam “Saya dikasih buku, maka saya tidak belanja”. he he joke lho.Buat Nosa; Thanks (untuk Gila dan Keren)Buat NAJ; Saya sengaja hanya melihat dari sisi perdagangan. Dari sisi sejarah agama dah biasa, dah banyak yang nulis. Tapi pasti akan ada yang komplain, karena agama dianggap suci dari urusan cari untung material. Karena itulah saya tulis “Anda boleh tidak bersepakat”.Bisa jadi rukun Islam ke lima bersuasana manipulatif. Itu inti judul tulisan ini. Kita tahu Muhammad terbukti sebagai seorang pedagang yang cerdas kan? Tapi bagaimanapun rukun ke lima itu diwajibkan bagi yang mampu. Dalam teori marketing, ini disebut “Positioning”. Kenapa? baca lagi poin 1 Keutamaan Haji.

  23. agamfat says:

    bener kang Marto… segmenting, targeting, positioning: menyasar golongan menengah ke atas, atau konsumen kelas A dan B. ini ibadah hanya untuk yang berkelas. setelah haji,l maka status sosial akan di dapat, kehormatan akan dinikmati. harta hasil korupsi akan menjadi suci hehehe…

  24. klewang says:

    martoart said: Cak, maksudnya ngekspor ya?

    eh sori, iya ngekspor..

  25. chanina says:

    in god we trust, other pay cash, khusus orang indo bisa ngutang

  26. > Buat Bung Hary; Sama-sama. Boleh dong dibagi bukunya ke kita. Salam “Saya dikasih buku, maka saya tidak belanja”. he he joke lho.no problem. kalau berminat saya akan kirimkan satu utk anda..

  27. sepunten says:

    ini tentang harga ijazah haji, dan calo, keduanya sama-sama berniagaada lagi ritual, kebiasaan, yg bisa dibeli, tapi spiritual tidak!yg diajarkan Nabi jelas spiritualnya, sepiritual yg vertical

  28. skmulia says:

    oooo gitu tha. baru tahu. sy ga ada kewajiban ziarah ke sungai gangga tuh??? paling2 pulang kampung ke Bali. Itupun bukan ziarah ke kuburan, tapi doa di pura2, terutama pura keluarga. karena arwah para leluhur sudah disatukan di pura keluarga bukan di kuburan. tapi kalo ono duit, ada juga sih rekan2 lain yg dharma yatra (pilgrim) ke gangga dll di India.

  29. skmulia says:

    Btw, sy pribadi melihat bangsa kita memang sangat haus akan spiritualitas. Namun sayangnya kehausan spiritualitas ini tidak ditujukan utk mencapai prestasi spiritual, namun hanya prestasi komersil. Kalau utk tujuan prestasi spiritual, ga perlu mencari Tuhan jauh2, sampai ke negeri lain or planet lain, Tuhan ada dari tingkah laku kita yg Ilahi. Tapi kalo utk tujuan komersil, ya gitu deh, spiritualitas hanya digunakan utk mencari pengakuan dari orang lain. bukan dari relung hati terdalam.

  30. klewang says:

    skmulia said: Btw, sy pribadi melihat bangsa kita memang sangat haus akan spiritualitas. Namun sayangnya kehausan spiritualitas ini tidak ditujukan utk mencapai prestasi spiritual, namun hanya prestasi komersil. Kalau utk tujuan prestasi spiritual, ga perlu mencari Tuhan jauh2, sampai ke negeri lain or planet lain, Tuhan ada dari tingkah laku kita yg Ilahi. Tapi kalo utk tujuan komersil, ya gitu deh, spiritualitas hanya digunakan utk mencari pengakuan dari orang lain. bukan dari relung hati terdalam.

    wah, sepakat betul aku..

  31. t4mp4h says:

    hahahahaha… akhirnya saya temukan tulisan macam ini. Keren Kang !!!

  32. agamfat says:

    Telat kowe pah. Kang Martoart tulisane keren-keren, tapi harus dibaca dengan hati yang lapang

  33. t4mp4h says:

    agamfat said: Telat kowe pah. Kang Martoart tulisane keren-keren, tapi harus dibaca dengan hati yang lapang

    Yoi Kang,.. ndak make kacamata kuda dan kedewasaan pikir

  34. agamfat says:

    Soale berpotensi dihujat sama FPI dan PKS hehehe.Kang Marto, tulis lagi dong Capitalislam, menyongsong world islamic economic forum di Jakarta. Pasti geger hehehe

  35. martoart says:

    >Agam; Aiiih kamu ngomporin neeh. he he..>Chan; Emang haji bisa ngutang?>Hari; Yep Nabi punya kecerdasan dahsyat dalam mengelola warisan ritual moyang ini secara lebih prof.>skmuliia; Yep, memang biasanya untuk pilgrim dilakukan oleh yang ono duit.Sepakat dengan anda bahwa spiritualitas seharusnya kita rayakan di relung hati terdalam, bukan untuk pengakuan.> Klewang; Aku sepakat dengan Kang SK, bukan lantaran ikut2 sampeyan loh… he he>T4mp4h; ayo, hunting lagi. semoga nemu banyak di sini. Thx anyway>Agam lagi; Kok ngasih PR. Tulis dewe po-o.. he he…

  36. tulusjogja says:

    Diskusi bagus… telat, sayang (telat baca)

  37. agamfat said: koran Tempo minggu kemarin meliput bagaimana generasi muda pelayan tanah haram ini begitu masuk ke Indonesia berubah menjadi penikmat wisata malam yang loyal….

    sing sok kawin kontrak barang tho mas?

  38. apik tulisanmu ,kang!! [ ora wani nulis luwih soko iku, mundak dadi rame ]

  39. agamfat says:

    Mbak Wi, Iyo mbak, kawin kontrakers. Tadinya saya tidak saya kalau itu ada kaitannya dengan perayaan Haji. Ternyata ketika Haji, banyak yang ambil libur, pesawat murah, dan jadi kontrakers di Indonesia

  40. agamfat said: Mbak Wi, Iyo mbak, kawin kontrakers. Tadinya saya tidak saya kalau itu ada kaitannya dengan perayaan Haji. Ternyata ketika Haji, banyak yang ambil libur, pesawat murah, dan jadi kontrakers di Indonesia

    oooo……..mudeng..mudeng [ nuwun sewu mas marto ]

  41. inyong says:

    Subhanallah kang disana tempate adem lan syejuk

  42. agamfat says:

    Disana TKW kita diperlakukan bak budak.

  43. inyong says:

    pola pikir pekerja & pengusaha kita yang kudu dibentuk menjadi nasionalis ya gamInsyaAllah mereka tetep di Indonesia

  44. inyong says:

    suasana yang kondusip iki kangSubhanAllah

  45. inyong says:

    cocok ditempatin di ICW bagian haji nih GamInsyaAllah penyelenggaraan haji akan lebih baik

  46. agamfat says:

    Setiap dua paragraf postinganmu pasti mengandung, either insya allah, masya allah, alhamdulillah, dsb.

  47. martoart says:

    wakakaka…. (padahal sak durunge nyepi, do’i dalang saru)

  48. aleichang says:

    wah sudah banyak yang komen nih….. emmmm…….. dalem deh pokoknya…

  49. martoart says:

    nggak ada (komentar elo), nggak rame!

  50. hitungmundur says:

    Ra ana sing ngusulke kaji ning Gunung Kawi, Kang?’Lokalisasi’ haji. PAD mundak ping mangatus yen ngono.

  51. aleichang says:

    martoart said: nggak ada (komentar elo), nggak rame!

    bagaimana klo ‘masturbasi spiritual’…………. ? (akhirnya gatel juga pengen komen he…) Himpitan keresahan, luka hati yang menganga, stressing pekerjaan, kebohongan yang ditutupi, kepura-puraan, cari muka dan gejala psikologis kontemporer lainnya. Sederet gejala ini harus diredakan bukan……? Jika tidak… yang jadi kegundahan khan menggunung dan memuncaki hingga gila. Pada titik inilah kesadaran hilang dan manusia memakan manusia lainnya ‘homo homini lupus, bellium omnium contra omnes’ … celaka… Gejala keresahan, luka hati, kebohongan dan lain sebagainya disebabkan oleh banyak hal; pura-pura tidak peka misalnya akan keadaan sekitar, korupsi yang jadi rutinitas keseharian, sikut kanan dan kiri demi jabatan, stressing masalah keluarga karena ketidakmampuan mengelola harmonisasi rumah tangga hingga para ‘punggawa’ amal soleh yang berbuat tidak sesuai dengan apa yang dikhotbahkan (dissasociation what he say, with what he actually do…)….. Pada wilayah duniawi yang pragmatis, sederet perbuatan tersebut bisa saja dibenarkan melalui rasionalisasi. Sang pelaku dapat memakai dalih apapun untuk membenarkan perbuatannya. Blamming the victim kerapkali dipertontonkan; semisal pucuk pimpinan pemerintahan yang berkata bahwa masalah kemiskinan menjadi tanggung jawab bersama, dan rakyat diwajibkan bekerja keras dan tidak bermalas-malasan sambil membiarkan aturan kapitalisasi merajalela dan menggurita. Namun dalam wilayah rohani (naluri) sederet perbuatan itu tak dapat ditutupi. Kegelisahan, rasa bersalah, rasa malu selalu menghantui di tengah malam gulita. Ada sesuatu yang salah…. dan nurani tahu itu. Disinilah seseorang membutuhkan ketenangan; embun penyejuk yang mampu menenangkan hati. Orang ‘pintar’ menyebutnya dahaga spiritualitas. Atau saya menyebutnya sebagai ‘Masturbasi Spiritualitas’; sebuah proses ereksi kenikmatan rohani dengan meninggalkan sederet kenyataan sebenarnya berupa penyakit hati yang menahun, masa bodo demi ketenangan dan kenikmatan pribadi. Akhirnya kesalehan dalam jubah label nama ‘Haji’ menjelma menjadi rutinitas tanpa makna. Pengejaran simbol, status sosial, hingga masturbasi demi meredakan kegelisahan hati…

  52. martoart says:

    Ide itu dah lama om, ning ya piye, mo bikin aturan yg beda dikit dah dituding sesat ki?

  53. martoart says:

    ini mah curhat. ha ha. kena virus 5 13 Y nih

  54. aleichang says:

    martoart said: ini mah curhat. ha ha. kena virus 5 13 Y nih

    yang namanya virus .. nular loh.. ha..ha

  55. inyong says:

    Kang tak kopi tulisanmu yo

  56. hitungmundur says:

    Afdol banget kalau tembusannya dikirim juga ke kades2 seputar Gunung Kawi yo.

  57. javad123 says:

    Imam Ali as, “Seseorang cenderung memusuhi yang tidak diketahuinya.”Untuk memahami syi’ah dari yang anti syi’ah baca situs http://www.hakekat.com sedang yang melucuti kebohongan hakekat.com http://satriasyiah.wordpress.com.

  58. martoart says:

    Topiknya beda dengan bahasan di atas,Ada dua teman di sini (Zentrive dan Aida) yg mungkin tertarik ke TKP.Saya percaya siapapundi antara keduanya akan memiliki filter pribadi terhadap link yang anda bagi.

  59. luqmanhakim says:

    Telat baca tapi nggak apa. Ngebaca tulisan dan komentarnya jadi nyesel nggak ikutan diskusi ini. Ntar ajalah kalo ketemuan, ngobrolinnya yang seru, mumpung dikit lagi mau hari haji…

  60. inyong says:

    kangen postingan Reza yo

  61. carrotsoup says:

    hahaha, sepertinya cak marto ini sebal sekali dengan para kapitalagamawan (bikin istilah baru, hehe)…untuk tulisan di atas pada intinya gw sepakat, banyak yang salah urus dalam tata kelola ibadah dan ritual keagamaan.. tapi satu aja sih yang gw belum sepakat, yaitu bila kemudian yang kita salahkan adalah agamanya…gw benci sama mereka yang seenak udelnya nentuin ongkos dan tarif haji setinggi-tingginya, sehingga emak gw yang nabung dari taun 96 ampe sekarang, tetep ga bisa berangkat hajigw juga benci sama mereka yang tidak berkualitas ngurusin haji, sampai ada rombongan jemaah yang kelaparan di arab sana, gara2 katering salah urus, setelah itu mereka (yg salah ngurus itu) ‘mengancam’ hajinya gak akan mabrur bagi yang berani memprotes kualitas pelayanan hajitapi kalo cak marto bilang “Tuhan itu fakta, agama menjadikan-Nya mitos” maka gw lebih setuju dengan “Tuhan itu fakta, agamawan menjadikan-Nya mitos”karena menurut gw banyak oknum yang memanfaatkan agama (yang sebenarnya mudah dan ringan dilaksanakan) demi kepentingan pribadi, itulah yang membuat agama seolah menjadi hal yang sulit dan mempersulit umat penganutnya, hehehehe

  62. martoart says:

    carrotsoup said: menurut gw banyak oknum yang memanfaatkan agama

    Hmm… tradisi yang sudah berabad-abad bro. Menurutmu gak ada kemelekatan sama sekali? Dan menyucikan agama dengan menyalahkan agamawannya aja?Begini, esprit de corps terhadap anutan baik adanya, namun tanpa kerelaan melihat ke dalam, membenahi, dan mengubah demi kemaslahatan bersama adalah justru berlawanan dengan esprit tadi.Ok, kalau sampeyan bertahan dengan itu kesalahan para agamawan, panitia haji dalam hal ini, maka beruntunglah ibu yang tertunda karena tidak menjadi bagian sebagaimana yang termakan iklan kapitalisasi amil hajh. Tunggu aja sampai terjadi rekoreksi pelaksanaan haji.

  63. carrotsoup says:

    martoart said: maka beruntunglah ibu yang tertunda karena tidak menjadi bagian sebagaimana yang termakan iklan kapitalisasi amil hajh. Tunggu aja sampai terjadi rekoreksi pelaksanaan haji.

    siiiip, semoga itu segera terjadi.. aamiin

  64. carrotsoup says:

    martoart said: Hmm… tradisi yang sudah berabad-abad bro. Menurutmu gak ada kemelekatan sama sekali? Dan menyucikan agama dengan menyalahkan agamawannya aja?

    hmm.. gimana ya cak, masalahnya gw mengakui keberadaan nabi dan rasul, termasuk wahyu atau kalimat Tuhan yang disampaikan pada merekawahyu-wahyu tersebut juga gw percaya sebagai sebuah ajaran atau bimbingan dari Tuhan kepada manusia melalui nabi dan rasul tersebut, atau bolehlah kita sebut sebagai tradisi yang diajarkan generasi ke generasi oleh para nabi dan rasul itunah, tradisi yang gw istilahkan sebagai agama itulah yg gw anggep suci karena Tuhan yang mengajarkan lewat nabi/rasulNya (ini yang gw percaya)… ada tradisi yang kemudian berubah, ada yang tidak pernah berubah, tapi bukan berarti tidak bisa berubah kan?

  65. carrotsoup says:

    martoart said: Begini, esprit de corps terhadap anutan baik adanya, namun tanpa kerelaan melihat ke dalam, membenahi, dan mengubah demi kemaslahatan bersama adalah justru berlawanan dengan esprit tadi.

    sepakat cak, tinggal selanjutnya kita bahas mana yang lebih banyak maslahatnya, mana yang harus dibenahi dan mana yang perlu diubah… iya kan?^ __ ^

  66. martoart says:

    carrotsoup said: tradisi yang gw istilahkan sebagai agama itulah yg gw anggep suci karena Tuhan yang mengajarkan lewat nabi/rasulNya (ini yang gw percaya)… ada tradisi yang kemudian berubah, ada yang tidak pernah berubah, tapi bukan berarti tidak bisa berubah kan?

    Aku tak akan mengubah kepercayaan seseorang, kecuali kepercayaan itu mengimbas negatif kepada kemaslahatan bersama. Tentu juga musti cerdas dan berhati dalam menggembala kinerja itu. Juga sejauh ini, kita sesungguhnya tak benar-benar tahu manakah ‘tradisi’ yang tak berubah dan yang telah berubah. Hampir semua merasa paling dekat dengan orisinalitas, bahkan paling orisinal itu sendiri.Pun kita tak tahu apakah memang Sang Kreator tradisi termasuk penyuka kemasifan ataukah perubahan. Persoalannya pada berlomba menjadi kreator wanabe dengan ‘tradisi’ wanabe pula. Lucunya ‘tradisi’ itu tanpa tersadari melekat sebagai karya orisinal, dan dibela dalam jihad fissabilillah.Perubahan bisa, tapi pelakunya akan menjadi al ghuroba

  67. carrotsoup says:

    martoart said: Aku tak akan mengubah kepercayaan seseorang, kecuali kepercayaan itu mengimbas negatif kepada kemaslahatan bersama. Tentu juga musti cerdas dan berhati dalam menggembala kinerja itu.

    siiipp, like this!!

  68. carrotsoup says:

    martoart said: Juga sejauh ini, kita sesungguhnya tak benar-benar tahu manakah ‘tradisi’ yang tak berubah dan yang telah berubah. Hampir semua merasa paling dekat dengan orisinalitas, bahkan paling orisinal itu sendiri.

    tapi selama semua rasa ke-orisinalan itu tidak mengimbas negatif terhadap maslahat bersama, tak masalah toh cak?

  69. carrotsoup says:

    martoart said: Persoalannya pada berlomba menjadi kreator wanabe dengan ‘tradisi’ wanabe pula.

    nah, kalo yang ini kembali ke oknum kan? bukan agamanya yang bermasalah.. hehehe

  70. martoart says:

    carrotsoup said: oknum

    Pengertian awal oknum adalah sebagian kecil (sedikit) dari yang besar (banyak). Sampeyan oknum apabila misal di MP lebih banyak orang yg setuju mebakar gereja. Sampeyan bukan oknum kalau ada di barisan itu.Lantas bergeser ke arah konotasi negatif. Yang menjadikan ibadah haji sulit hanyalah oknum dalam Islam. Islam itu adil dan tidak mempersulit. Maka saya membayangkan Islam mewujudkan itu dengan membuka aturan yang memperingan: Franchise untuk pilgrimasi 1. Wilayah Timur Indonesia di Goa Karaeng, 2. Wilayah Tengah Ind di Yogya Serambi Mekah, 3. Wilayah Barat di Serambi Madinah, Aceh.Mungkin akan mengurangi permasalahan kuota dan biaya, sehingga sila ke lima rukun Islam itu akan merata. demikian juga kans masuk surga.

  71. carrotsoup says:

    martoart said: Pengertian awal oknum adalah sebagian kecil (sedikit) dari yang besar (banyak). Sampeyan oknum apabila misal di MP lebih banyak orang yg setuju mebakar gereja. Sampeyan bukan oknum kalau ada di barisan itu.

    oke cak, gw akuin sepertinya gw salah milih istilah, hehehesebenernya gw cuma mau ngebedain antara membahas agama dengan agamawan, soalnya menurut gw pribadi, tulisan kanda (halah) di atas lebih menyorot permasalahan praktik pelaksanaan haji (dan mungkin peribadatan lainnya) yang jadi terkesan sulit dan sangat kapitalistik, bukan menyorot konsep dan fikih hajinya

  72. carrotsoup says:

    martoart said: Islam itu adil dan tidak mempersulit. Maka saya membayangkan Islam mewujudkan itu dengan membuka aturan yang memperingan: Franchise untuk pilgrimasi 1. Wilayah Timur Indonesia di Goa Karaeng, 2. Wilayah Tengah Ind di Yogya Serambi Mekah, 3. Wilayah Barat di Serambi Madinah, Aceh.Mungkin akan mengurangi permasalahan kuota dan biaya, sehingga sila ke lima rukun Islam itu akan merata. demikian juga kans masuk surga.

    nah, kalo soal Islam itu adil dan tidak mempersulit, sebatas yang gw yakini, Islam sudah tidak mempersulit dengan mewajibkan haji hanya bagi yang mampu saja, dari situ sudah mudah sih menurut gw..jadi kalo gak mampu haji, atau gak pernah pergi ke mekah sekalipun seumur hidup, insya Allah masih berhak masuk surga koq cak.. yakin gwsoal usulan franchise, sepertinya masalahnya ga cuma kuota dan biaya deh.. buat gw sendiri sih (pendapat pribadi aja sih ini), lebih termotivasi kalo haji itu ke mekah, karena di sana sebagai seorang yang meyakini adanya nabi dan rasul, haji adalah juga sebagai napak tilas spiritual bwt gw, di mana gw bisa mengunjungi tempat nabi adam dan hawa bertemu setelah terpisah dari surga, tempat nabi ismail dilahirkan, tempat nabi muhammad pernah hidup, dsb..jadi kalo haji bisa dilaksanakan di Indonesia, kayaknya gw bakal tetep ikut yang haji mekah cak (itupun kalo gw mampu ke sana), hehehe… tapi usulan kanda bisa gw pahami sbg bentuk mencari solusi terhadap biaya haji yang menjadi terlalu mahal, kalo masalahnya adalah biaya yang mahal, mungkin bisa kita bahas alternatif solusi untuk membuatnya lebih terjangkau selain usulan franchise tadi.. ^ _ ^

  73. martoart says:

    carrotsoup said: kalo gak mampu haji, atau gak pernah pergi ke mekah sekalipun seumur hidup, insya Allah masih berhak masuk surga koq

    Tentu saja ini jawaban yang memang seharusnya kan? Sila ke lima, haji itu memang terbebas dari diskriminasi, namun sembari menaruh brand awareness yang lembut bagai titian serambut terbelah tujuh. Laten di celah sub-conscience umat. Ini templete dari agama, include promonya. Yang aku bicarakan sesungguhnya adalah kans, kesempatan. Ketika nilai sholat disodorkan sekian ratus kali pahala dari surau tetangga, ketika setiap ritual berderajad ahlul surga, ketika mati menjadi jaminan kalis api neraka, siapa yang tak tergiur keriangannya? Memang sih, kita suatu saat bisa saja masuk istana negara, namun hanya Obama yang membuat jalan tol bersih dari dua arahnya (Meski sayang bukan bidadari yg tertemui. he he). Dan protokol istana yang membuat itu, bukan pegawai protokolernya.

  74. carrotsoup says:

    martoart said: Yang aku bicarakan sesungguhnya adalah kans, kesempatan.

    hmm.. kalo soal kans dan kesempatan, dalam banyak aspek kehidupan masalah ‘diskriminasi’ kans dan kesempatan selalu muncul sepertinya, menurut gw itulah kehidupan, yang bahkan ketika seorang manusia masih sperma, kans untuk membuahi sel telur hanya satu dari sekian juta kan?emang sih, pahala haji yang dijanjikan begitu besar, tapi kalo di Islam banyak alternatif ibadah ‘lebih murah’ koq, ada bulan ramadhan yang juga banjir pahala, ada mati ketika melahirkan yang bisa bernilai ‘tiket gratis’ ke surga, masih banyak lagi yang lainnya..jadi menurut gw sih, kalo kita mau mengusahakan semua orang punya kans dan kesempatan yang sama dalam banyak atau bahkan semua hal, agak sulit sepertinya cak.. dalam usulan cak marto ttg franchise, tetep kans dan kesempatan orang berduit untuk menunaikan haji lebih besar dari yg tidak berduit, meskipun memang kans dan kesempatannya menjadi lebih besartapi bukankah perbedaan kans dalam hal haji ini justru menunjukkan keadilan? bahwa semua manusia bagaimanapun keadaannya, punya kans yang sama untuk masuk surga, meski lewat ‘jalan’ yang berbeda-beda, hehehe

  75. martoart says:

    carrotsoup said: tapi bukankah perbedaan kans dalam hal haji ini justru menunjukkan keadilan? bahwa semua manusia bagaimanapun keadaannya, punya kans yang sama untuk masuk surga, meski lewat ‘jalan’ yang berbeda-beda, hehehe

    Tidak dong.Juga ada kontradiksi di paragraf ini. Pada Kalimat pertama tertulis ‘perbedaan kans’, sementara di kalimat ke dua tertulis ‘kans yang sma’.Eniwei, franchise adalah ide sementara mengurangi kesenjangan perolehan surga. Kalau ada yang lebih sahih, boleh dah. Bagus kiranya melaksanakan syariah berbasis kerakyatan, sehingga tak ada yang memonopoli kunci surgawi.

  76. carrotsoup says:

    martoart said: Tidak dong.Juga ada kontradiksi di paragraf ini. Pada Kalimat pertama tertulis ‘perbedaan kans’, sementara di kalimat ke dua tertulis ‘kans yang sma’.

    hehehe, berarti dalam hal ini kita berbeda pendapat cak.. terkait kontradiksi kalimat gw, maksudnya adalah membedakan antara kans pergi haji dengan kans ke surga..dalam hal kans pergi haji, hanya yang mampu yang bisa pergi, makanya gw ambil contoh kalo franchise diterapkan, tetep akan ada kans lebih besar di kalangan yang mampu.. tapi dalam hal kans ke surga, semua orang bisa ke sana tanpa kecuali, cuma jalannya beda-beda, ada yang naik becak, naik ojek, naik bemo, naik bus kota, naik busway, naik limo, tapi tetep sama-sama bisa ke surga.. ^ ___ ^

  77. carrotsoup says:

    martoart said: Bagus kiranya melaksanakan syariah berbasis kerakyatan, sehingga tak ada yang memonopoli kunci surgawi.

    ide bagus tuh cak.. ^ ^bwt gw sebagai muslim, nabi muhammad itu justru sangat menerapkan syariah berbasis kerakyatan, soalnya kalo gw baca sejarahnya, yang menentang dakwahnya justru orang-orang kaya dan penguasa, sedang pendukung nabi muhammad justru kebanyakan dari golongan ‘lemah’begitu pula kalo gw liat sejarah yesus, budha dan yang lainnya.. justru penentang terbesarnya para penguasa, karena itulah gw tetap berkeyakinan bahwa bukan agamanya yang bermasalah, tapi agamawannyajadi ide syariah berbasis kerakyatan, gw setuju banget

  78. martoart says:

    carrotsoup said: berarti dalam hal ini kita berbeda pendapat cak.. terkait kontradiksi kalimat gw, maksudnya adalah membedakan antara kans pergi haji dengan kans ke surga..

    Sorry, salah gw nggak cermat baca. Artinya tidak ada kontradiksi dalam kalimatmu. Komen ini sekaligus meralat khusus kesalahan tersebut, bukan seluruh komen.Tapi aku tetap melihat gatra naik haji bagi yang mampu adalah sebagai klausul kesenjangan yang tak perlu enggan dalam meninjau ulang (bahasa orba kebawa-bawa, tapi tahu kan maksudnya?), sebab naik becak atau limosin, meski mungkin sampai surga, amat beda bau keringatnya.

  79. carrotsoup says:

    martoart said: Tapi aku tetap melihat gatra naik haji bagi yang mampu adalah sebagai klausul kesenjangan yang tak perlu enggan dalam meninjau ulang (bahasa orba kebawa-bawa, tapi tahu kan maksudnya?), sebab naik becak atau limosin, meski mungkin sampai surga, amat beda bau keringatnya.

    hahaha, okelah.. senang bisa sharing di sini, ide syariah kerakyatan-nya menarik

  80. martoart says:

    carrotsoup said: syariah kerakyatan

    jadi postingan panjangku itu emang intinya dua kata aja. Trims bro, sama-sama.

  81. aleichang says:

    Kang… ijin ngipi tulisan mu ya.. kayaknya menarik klo diangkat ke forum… terima kasih

  82. martoart says:

    Sila… kasih link forumnya, dang kasih link ini ya?

  83. rawins says:

    basic instict bangsa arab. sebagai bangsa pedagang sejak jaman purba, kepentingan ekonomi selalu terbawa dalam segala aspek. hanya saja dalam pelaksanaannya ada yang terselubung dan ada yang blak blakan. contohnya mungkin dinasti syeh maktoum di uea yang menjual dubainya dengan segala cara

  84. martoart says:

    rawins said: basic instict bangsa arab. sebagai bangsa pedagang

    menurutku lebih general ke trah timur tengah bro, termasuk yahudi. tradisi dagangnya emang ampuh.

  85. rawins says:

    tapi sebagai bangsa pedagang, mereka termasuk royal dan tidak pelit. tapi kenapa trus dianjurkan untuk belajar ke negeri china yang identik dengan mbethithil..?

  86. martoart says:

    rawins said: tapi kenapa trus dianjurkan untuk belajar ke negeri china

    itu hadist dhoif. Tapi tak begitu merugikan, sebab konteks belajar sebenarnya justru ke kebudayaannya yang tinggi.

  87. martoart says:

    carrotsoup said: gw tetap berkeyakinan bahwa bukan agamanya yang bermasalah, tapi agamawannya

    Ha ha baru nyadar, ternyata tetep ngeyel. ayo dilanjut lagi..

  88. martoart says:

    carrotsoup said: sepakat cak, tinggal selanjutnya kita bahas mana yang lebih banyak maslahatnya, mana yang harus dibenahi dan mana yang perlu diubah… iya kan?^ __ ^

    Ok, gimana kalo kita mulai dengan mengamandemen Al Quran?

  89. apri23 says:

    waduh…glek…glek…ati-ati mas “mengkritik” haji =”mengkritik” Syariat = “mengkritik” Tuhanandai-andai….kenapa tidak ada..Pa Shahadat, Pak Sholat, Pak Puasa, Pak Zakat….kenapa yang ada cuman Pak Haji…?

  90. martoart says:

    apri23 said: ati-ati mas “mengkritik” haji =”mengkritik” Syariat = “mengkritik” Tuhan

    He he kalo tak menerima kritik, mereka akan kemakan kapitalisasi yg konon mereka lawan sendiri. Nah, berita yg saya link dari Republika di bawah ini menyodorkan lagi apa yg pernah dibilang Voltaire bahwa “Apabila sudah bicara uang, ideologi semua orang adalah sama”. Nah lo…http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/11/09/13/lrfxai-astaga-alquran-salah-cetak-menyebar-di-saudi

  91. t4mp4h says:

    hihi… baca tulisan lama.

  92. martoart says:

    t4mp4h said: hihi… baca tulisan lama.

    Dan masih relevan kiranya?

  93. liamahyudin says:

    rawins said: tapi kenapa trus dianjurkan untuk belajar ke negeri china yang identik dengan mbethithil..?

    Ralat : “belajarlah meskipun sampai kenegeri China” :DBukan dianjurkan ke China…tapi masa itu China negeri yang jauh. Jadi maksudnya belajarlah…meskipun sampai jauh ke China :))*Maaf mas Marto, gak nyambung dengan blog nya…tapi aku baca kok.Tambah yakin ga nyesel jadi kontakmu😀

  94. martoart says:

    liamahyudin said: gak nyambung dengan blog nya…tapi aku baca kok.Tambah yakin ga nyesel jadi kontakmu😀

    Trims masukannya Lia, Nyambung kok. Tapi sekali lagi, itu hadist yang kadarnya dhoif. Yang benar adalah ‘belajarlah sampai ke liang lahat’ (Atau sampai ajal menjemput, atau semacam itulah, yg intinya never-ending sinau).

  95. carrotsoup says:

    martoart said: Ha ha baru nyadar, ternyata tetep ngeyel. ayo dilanjut lagi..

    hahahaha, ini sama2 ngeyel ini, baru balik dan tau ternyata masih dilanjut

  96. carrotsoup says:

    martoart said: Ok, gimana kalo kita mulai dengan mengamandemen Al Quran?

    ngggg….kenapa harus diamandemen cak?

  97. gambarpacul says:

    eh tulisan lama ternyata..kalo liat ibadah haji saat ini kayaknya hanya orang-orang kaya saja yang berhak ke surga.

  98. widaperret says:

    Tulisannya gilaaaaa…. Berani juga menumpahkan dlmtulisan bro, gw dr dulu kepikiran ttng makna naik haji, tiap punya duit ga tertarik buat naik haji, nyokap yg ngomel2, kl berdebat sama nyokap berasa murtad jd mending diem aja. Vatican keren :-)tanah suci jg bukannya lg renovasi buat 40 thn ke depan? Ck ck ckbayangin tanah suci bisa di renofasi :-p

  99. martoart says:

    gambarpacul said: eh tulisan lama ternyata..

    Dan masih relevan kiranya?

  100. martoart says:

    widaperret said: Berani juga menumpahkan dlmtulisan bro

    Konon berbuat baik janganlah ditunda-tunda sist. he he..

  101. Sekedar pelengkap informasi.
    Korupsi Pelayanan Haji

    *benar-benar menyedihkan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s