Selamat Menyantap Tinja!

Dengan ini saya mengucapkan selamat menyantap tinja kepada siapapun yang dengan penuh suka-cita menerima kehadiran Undang-undang Pornografi.

Tulisan ini sengaja kasar, karena beberapa hal selain kemarahan. Dua di antaranya adalah;

Pertama, ini bukan tulisan yang bersifat jurnalistik. Artinya saya terbebas dari tuntutan untuk menerapkan kaidah jurnalisme.

Ke dua, karena kekasaran berada di wilayah lain di luar pornografi, maka kasar masih boleh. Juga setahu saya memang belum ada undang-undang kesopanan nasional. Jadi mumpung ekspresi kemarahan dalam bentuk tulisan masih memungkinkan, maka sebaiknya saya manfaatkan seburuk-buruknya.

Toh, kata Tinja memang ada dalam perbendaharaan Bahasa Indonesia sebagai kata benda.

tin·ja (kb); Kotoran atau hasil buangan yang dikeluarkan dari alat pencernaan ke luar tubuh melalui dubur, mengandung zat-zat makanan yang tidak dapat dicernakan dan zat-zat yang tidak berasal dari makanan, misalnya jaringan yang aus, mikroba yang mati. (Sumber; KBBI Daring)

Dia bebas nilai, sampai saya pakai sebagai kata ganti untuk produk perundang-undangan yang memang mirip tahi itu.

Bagaimana tidak, gagasan awal undang-undang ini bukan dari kepentingan yang sangat mendesak seperti pemberantasan korupsi atau narkoba misalnya, tetapi terlihat lebih kental pada muatan politis. Karenanya, ibarat makanan, dia adalah makanan sampah. Bukan dari pentingnya nilai gisi. Di dalam tubuh gedung perwakilan pun, junk food ini tidak terproses secara optimal. Para politisi yang bisa kita analogikan sebagai alat pencerna makanan, sudah tidak sehat. Kita tahu itu. Selain uzur, juga sudah pada penyakitan. Enzim pencerna yang dikeluarkan sudah terkontaminasi. Maka, ketika sampah itu terdorong oleh gerak pristaltis usus besar, sampah juga yang keluar. Garbage in, Garbage Out!

Tahi itu telah terhidang. Masih hangat baru mbrojol dari gedung pantat. Kuning lunak kehijauan bulat-bulat.

Ada kutipan menarik dari Mohammad Nuh, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, yang menurut saya pas banget untuk speech pembuka acara kenduri tahi ini;

Mudah-mudahan UU Pornografi ini bisa menjadi bagian dari persembahan dalam rangka memperingati 100 tahun kebangkitan nasional, 80 tahun sumpah pemuda, dan 10 tahun reformasi”.

Kemudian menurut Menteri Agama Maftuh Basyuni selaku wakil pemerintah;

Setuju atas pengesahan RUU Pornografi ini. RUU ini nondiskriminasi tanpa menimbulkan perbedaan ras, suku, dan agama. Substansi RUU juga dirasa tepat dan definisi dirasa sangat jelas. RUU ini untuk melindungi masyarakat dan sebagai tindak lanjut UU perlindungan anak dan penyiaran”.

Menteri Informasi berbicara layaknya Mentri Agama, Mentri Agama bicara layaknya Menteri Informasi. Sudah wajar bicara overlapping di negeri pemakan tahi seperti ini.

Sementara, dia yang bicara sesuai jalur, malah melupakan kepercayaan yang diberikan penumpang gerbongnya;

Tidak ada alasan untuk menolak UU Pornografi yang baru saja disahkan oleh DPR, karena sudah banyak korban terutama dari kalangan perempuan dan anak-anak akibat pornografi tersebut”.

Meutia Hatta, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan.

Saya baru sadar, rupanya kebijaksanaan tidak genetik.

Bagaimana dengan Balkan Kaplale?

Ah, tentu saja sebagai Ketua Pansus RUU Pornografi di gedung pantat itu, dia ibarat bakteri coli. Yang ngendon di dalam pantat. Bakteri yang justru hidupnya di dalam tinja. Jauh hari telah dinikmatinya sebelum disaji bagi anak negeri. Anda mau diberaki?

Saya menolak! Disobey!

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

26 Responses to Selamat Menyantap Tinja!

  1. martoart says:

    Juga selamat menikmati tulisan tahi ini.

  2. bbbnshoes says:

    martoart said: Saya menolak! Disobey!

    ikut !!!! uh bau kentut

  3. chanina says:

    siapa dulu yang nyoblos si balkan ini? jangan2 pabrik tinja.

  4. sulisyk says:

    ya memang tahiiii !!!!!!!!!!

  5. chanina said: siapa dulu yang nyoblos si balkan ini? jangan2 pabrik tinja.

    aku nggak lho Mbak…………

  6. hanikoen says:

    kok mambu arek yo?

  7. aidavyasa says:

    martoart said: Saya menolak! Disobey!

    Disobey sobey (Thukul MODE: On) Manusia itu anak zamannya. Kalau siap dengan zaman yang seperti ini, ya sudah nikmati saja. Kalau tidak siap ya sudah …😉

  8. agamfat says:

    Sayangnya, yang menolak adalah PDIP, yang sebenarnya setara dan sebangun dengan Golkar dalam bau tinja, meski kali ini melakukan tindakan benar….

  9. bbbnshoes says:

    agamfat said: Sayangnya, yang menolak adalah PDIP, yang sebenarnya setara dan sebangun dengan Golkar dalam bau tinja, meski kali ini melakukan tindakan benar….

    itu cuma gaya gayaan kok, cari simpati menjelang PEmilu

  10. hanikoen says:

    Tidak ada yang bener dimata mas Marto ya : Dua menteri overlapping. satu menteri bicara bener tapi melupakan kepercayaan penumpang gerbongnya. Sampeyan wae mas sing dadi menteri.

  11. klewang says:

    martoart said: Bagaimana dengan Balkan Kaplale?

    sori sedikit nyempal, tapi berita ini bener2 bikin gatel otak. sumber dari saudari Titiana Adinda.kira2 gini cuplikannya,Kepada kawan-kawanku Bangsa IndonesiaKawan, Senin, 13 Oktober 2008 kemarin, saya dan teman-teman Forum Yogyakartauntuk Keberagaman (YuK!) mengikuti acara `Dengar Pendapat dalam Rangka UjiPublik RUU Pornografi’. Acara yang diadakan oleh Pansus RUU Pornografi dariDPR berlangsung di Gedung Pracimosono, Kompleks Kantor Gubernur DaerahIstimewa Yogyakarta. Ketua Pansus RUU Pornografi, Balkan Kaplale, jugadatang ke acara itu. Sekitar enam puluh orang —pro (mayoritas) maupunkontra— hadir sebagai peserta forum. Dalam sesi dengar pendapat pertama,enam peserta dipilih untuk bicara. Acara sudah berlangsung sekitar 1 jamsaat seorang kawan dari Papua, Albert, ditunjuk moderator untuk menyampaikanpendapat. Albert datang mewakili 3000 mahasiswa Papua di Jogja, dan telahmeminta ijin pada dewan adat dan tokoh masyarakat Papua untuk mewakili wargaPapua dalam menyampaikan aspirasi. Di forum, ia mengusulkan agar RUUPornografi tidak disahkan. Sebab, RUUP tidak memberi ruang bagi kaumminoritas, dan membuat Negara Indonesia seolah-olah hanya milik sekelompokorang. Jika RUUP disahkan, lebih baik Papua melepaskan diri saja, karenatidak diperlakukan adil. Saat giliran Pansus bicara, Balkan Kaplale langsungmenanggapi pernyataan Albert. Balkan menyapa Albert dengan sebutan “Adinda”dan berkata: “Jangan begitu dong ah..overdosis. .tak usah ngapain keluardari NKRI. Timor-timur aja perdana menterinya kemaren mengadu ke Komisi 10,nangis-nangis, rakyatnya miskin sekarang. Betul, belajarlah ke Ambon, sayakebetulan dari Saparua loh. Kalau mendengar begini tersinggung! Belajarbaik-baik dari Jawa! (diucapkan dengan kencang dan bernada bentakan)” Balkanjuga berkata “Belajarlah baik-baik! Kalau perlu kau ambil orang Solo supayaperbaikan keturunan! (membentak)” Sebagian besar peserta forum langsungtertawa mendengar kalimat itu. Namun kemudian beberapa peserta lain dan parawartawan berteriak, “Rasis! DPR Rasis!!” Balkan: “Diam dulu nanti kita kasihkesempatan bicara, sampai malam kita di sini! Diam dulu! Ini kan hak KetuaDPR juga dong, Ketua Pansus!” nb: si nara sumber mengaku memiliki rekaman audionya dan bersedia berbagi dengan kita2.untuk lengkapnya bisa baca di http://groups.yahoo.com/group/musyawarah-burung/message/24412

  12. martoart says:

    Buat Erwina; kentut bisa dibilang porno gak?Buat Gracia; Gua Cuma kenal si Ona sih..Buat Sulis; Jangan makan tahi ya…Buat Kembangku; Aku juga nggak lo..Buat Koen; Menurut matamu, gak ada yang bener di mataku. Pasti ada dusta di antara mata kita.Setidaknya, Arek lumayan bener di lidahku. He he..Buat Ade; Undang2 penting buat alat peras.Buat Aida; Aku anak jaman, siap dengan semua ini. Untuk melawan, setidaknya menolak.Buat Agam; Semoga PDIP terus di jalan seperti ini. Dan PKB?.. Uuhh..Buat Erwina lagi; Semoga kali ini gak buat gaya-gayaan prapemilu.Buat Klewang; Pasti juga gak ada yang bener di mata Balkan. Setidaknya Tahi lumayan bener di lidahnya.

  13. blackdarksun says:

    di sebuah negara antah berantah yang semuanya kaum hawa memakai pakaian tertutup tak ada celah bahkan, hanya kain transparan sedikit di bagian matanya, tapi teuteuppppp……………….. liat kaum hawa bagai binatang kelaparan, nafsu bangkit melihatnya jalan sendirian tanpa pendamping…………………sebenernya letak nafsu terangsangnya di mana? di pikirannya kah atau di penglihatannya?

  14. rusaklah negeriku karena setan-setan berjanggut dan berjubah itu!

  15. moodyclay says:

    Aku juga mau underground aja bilangPORNO PORNO PORNO PORNO PORNO PORNO PORNOPORNO PORNO PORNO PORNO PORNO PORNO PORNOHah puas dah..wekekek

  16. papahende says:

    Ketika tai ada di perut ikan teri, tai dan rasa tai masuk ke mulut dan perut manusia. Ketika tai sekampung Yogya di gabung ke tanki biogas, gasnya bisa dipakai memasak oleh orang. Ketika tai dibiarkan tercampur dengan bahan organik lainnya, dipakai untuk memupuk tanaman, sayuran, dan buah-buahan organik, katanya enak dimakan orang yang marah2 karena kelaparan dan ndak sadar bahwa dalam perutnya ada setumpuk tai yang dibawanya ke sana kemari. Tai, oh tai, …..

  17. bbbnshoes says:

    martoart said: Buat Erwina; kentut bisa dibilang porno gak?

    bisa jadi porno klu dilakukan dimuka umum dan menimbulkan gangguan ketertiban umum…ngomongin partai kok semoga…emang itu pasti buat gaya gayaan prapemilu kok, genah gitu lho partainya mana…

  18. jojorohi says:

    martoart said: Bagaimana dengan Balkan Kaplale?

    Ironisnya, si Balkan ‘rasis’ Kaplale itu ternyata mertuanya Rahlan Nasidik, pengganti Munir di Kontras. Labelnya sih pejuang HAM, tapi mertuanya sendiri justru merusak bangunan HAM itu. Ironis!

  19. martoart says:

    jojorohi said: Ironisnya, si Balkan ‘rasis’ Kaplale itu ternyata mertuanya Rahlan Nasidik, pengganti Munir di Kontras. Labelnya sih pejuang HAM, tapi mertuanya sendiri justru merusak bangunan HAM itu. Ironis!

    Yah bung, ironis memang. Dulu aku pernah mampir ke rumah si rasis ini. Bukan, bukan untuk ketemu dia, tapi untuk Onna anaknya dan Rahlan mantunya. keduanya sahabatku. Aku gak kenal Balkan waktu itu.Memang kebijakan (dan ketidkbijakan) tidaklah genetik. Apalagi ke Rahlan yg ga ada hubungan darah. Semoga kelak mereka berhadapan.

  20. klewang says:

    martoart said: Semoga kelak mereka berhadapan.

    huahahahaa..siapkan asbak dan gelas kopi, seru ni

  21. martoart says:

    papahende said: dimakan orang yang marah2 karena kelaparan dan ndak sadar bahwa dalam perutnya ada setumpuk tai yang dibawanya ke sana kemari.

    Tahi di perut sendiripun adalah sisa. Kalau ada yang mau makan tahi sendiri silakan saja. Aku ogah. Analogi tahi di ikan teri menarik juga, tapi kalo ada teknologi yang sudah mumpuni, saya akan makan teri tanpa tahi.Analogi tahi jadi bio gas adalah cerdas, tapi tak cerdas bila gas yang terbakar untuk memanasi panci masih dianggap sebagai tahi.Analogi tahi menjadi rabuk di akal masuk, tapi terlalu muluk menganggapnya masih sebagai tahi tatkala proses metabolisme tanaman disangka tak ada.

  22. papahende says:

    martoart said: Tahi di perut sendiripun adalah sisa.

    Menurut ane, cara makan tahi yang masih di perut, serahkan kepada kelenjar yang ada diusus yang akan menyerap zat-zat berguna untuk tubuh, kalau mau seperti model doggy yang diperut dimuntahkan dan kemudian dimakan kembali, kita kan bukan doggy.Saya harus pandai-pandai menyikapi, jangan-jangan UU Pornografi emang tahi, tapi juga tidak menutup kemungkinan merupakan tahi yang ada gunanya minimal untuk tukang tinja karena masih ada kerjaan menyedotnya, dan mungkin bagi ikan lele karena ternyata tukang tinja membuang hasil sedotannya ke sungai. Tapi hati-hatilah, karena tahi selain bau juga kemungkinan ada salmonela colie-nya.

  23. martoart says:

    papahende said: Menurut ane, cara makan tahi yang masih di perut, serahkan kepada kelenjar yang ada diusus yang akan menyerap zat-zat berguna untuk tubuh

    Tinja tuh yang udah pasca usus penyerap (12 jari n usus halus), lantas masuk usus besar di mana tak boleh lagi ada penyerapan. Orang yg biasa nahan boker, akan menyerap racun yang pada fitrah biologisnya udah siap dibuang. Cara saya menyikapi UU Porno itu adalah kewaspadaan akan asbabul nuzul dan niat politiknya.Tukang tinja tak perlu ada kalo produsen di dpr dan pemerintah gak bikin tahi.

  24. papahende says:

    martoart said: kalo produsen di dpr dan pemerintah gak bikin tahi.

    Walah, yo nyalahi kodrat to Mas Marto, kabeh menungso kuwi rak “harus” membikin tahi, yang tiap pagi ditabung di kamar mandi atau di buang di kali. Kalau berhenti produksi, yo ndak bakal dapet energi, tinggal sekarang memposisikan diri, energi tahi yang diperoleh dipakai untuk memproduksi yang manfaat apa hanya sekedar ngisi pundi-pundi. Nanti masalah ‘bermanfaat’ ini juga bisa didebatkan seribu hari seperti century itu, bermanfaat loh untuk pansusnya, minimal ada tambahan ‘energi’ sidang. Wis ah, mumet!

  25. martoart says:

    papahende said: kabeh menungso kuwi rak “harus” membikin tahi

    Kita semua sebaiknya menyadari; “Beraklah kalau itu sebuah keharusan, tapi jangan peper sembarangan. Di dunia beradab, baupun diupayakan untuk dibekap”. Percayalah, kalau nanti benar2 UU porno ini dilaksanakan setegak-tegaknya, Anda gak cuma pusing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s