Selamatkan Timun Emas!

"timun mas"
Dikisahkan nun jauh di jaman dulu. Adalah seorang janda sebatang kara, Mbok Sirni namanya, melakukan perjanjian bersyarat dengan Buto Ijo agar diberi seorang anak. Jika mendapat laki-laki, hak asuh sepenuhnya ada pada si janda. Namun jika perempuan, adalah si Buto Ijo alias Raksasa Hijau empunya.

Si Janda pulang membawa biji ketimun. Ditebar dan tumbuhlah dengan suburnya. Satu di antara puluhan mentimun ada yang istimewa. Besar dan cemerlang selaksa emas. Dengan hati-hati dibelah ia, dan ada sesosok bayi perempuan mungil di sana. Suka-citanya hanya terbilang sebatas sembilan tahun usia. Itu perjanjian akan dijemputnya si Timun Emas, nama anak itu, oleh si Buto Ijo.

“Dia masih terlalu kecil, tak kan kenyang perutmu”, kata si janda bermetafora sopan karena ada bocah mungil di dekatnya.

“Baik, tiga tahun lagi aku datang”, kata Buto Ijo sembari menelan liur sendiri.

Tiga tahun datang. Si mbok Sirni tegang. Segera mewejang Timun agar siap lari bersama bekal penangkal bala; Biji ketimun, jarum, garam, dan terasi.

Timun menangis. Ia yang belum tuntas masa kanaknya, kelak harus berlari dengan sepasang kaki kecil. Ia yang baru tadi malam menstruasi harus menghindar dari raksasa yang haus darah haidnya. Dua belas tahun usia, susunya masihlah rata. Tapi bagi durjana, itu sensasi luar biasa.

Terdengar dentam langkah mendekat cepat. Bumi bergetar. Timun dan Simbok tersadar.

“Run Timun.. Run!!” teriak Simbok Sirni …

————————————————————————————

Jawa Pos
24 Oktober 2008

SEMARANG – Ulah Syekh Puji, pengusaha nyentrik asal Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang menikahi bocah 12 tahun, Lutfiana Ulfa, terus menuai kontroversi. Bahkan, dari Jakarta, Komisi Nasional Perlindungan Anak sudah mengagendakan turun ke lapangan untuk mengumpulkan bukti tentang pernikahan pria bernama asli H Pujiono Cahyo Widianto tersebut.

Dan seterusnya …

————————————————————————————————————————

Berita itu sontak menyadarkan saya bahwa si Timun Emas masih perlu berlari. Rupanya empat ajimat dari simboknya tak cukup kuat melawan keperkasaan si Buto Ijo.

Lutfiana Ulfa, adalah satu dari Timun Emas yang perlu diselamatkan. Anak seumur itu tak cukup bijak untuk menentukan pilihan berkehidupan pernikahan. Sepintar apapun dia di kelas, sekolahannya pasti tak mengajar bagaimana berkeluarga apalagi cara merentang paha, baik untuk mekanisme reproduksi terlebih kenikmatan. Pilihan sama sekali tidak ada di pihaknya. Dia yang dipilih. Tak lebih layaknya seekor sapi. Tepatnya anak sapi.

Saya sebel terarus untuk meramaikan polemik ini. Karena seharusnya tidaklah perlu menjadi polemik. Jelas-jelas sebuah pelanggaran hukum. Tinggal comot para tersangkanya saja. Mereka adalah; Pujiono, Istri pertamanya, Tim pencari dan penyeleksi calon istri, penghulu, para saksi, orangtua Ulfah, perangkat desa yang hadir di pernikahan, dan polisi yang melakukan pembiaran. Adili. Seperti ketika saya tertangkap basah menerobos lampu merah, saya disidang.

Saat ini ajimat Timun Emas sudah mengejawantah dalam undang-undang. Setidaknya menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia ada tiga hal yang bisa menyelamatkan Ulfah dan menjerat Buto Ijo semacam Pujiono.

UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Di dalam UU itu disebutkan bahwa perkawinan dengan anak-anak dilarang. Paling tidak umur perempuan 16 tahun dan laki-laki 19 tahun untuk menikah.

UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Yang melarang persetubuhan terhadap anak.

UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Yang melarang mempekerjakan anak di bawah umur. Ulfah juga direkrut sebagai manajer perusahaan yang dimiliki Pujiono.

Apakah perangkat undang-undang itu mampu menghadapi orang yang karena memiliki pesantren dan kekayaan, lantas menasbih diri sebagai syekh itu? Apakah hukum positif negara ini berani menghadapi pelaku pedofilia seperti Pujiono yang acap menyodorkan hukum para raksasa hijau? Hukum yang juga disandarkan kepada tabiat nabi, di mana orang sejenis Pujiono merasa mendapat legitimasi? Mampukah hukum negara ini melindungi?

Kalau saya diminta memilih, tentu akan melindungi Timun Emas daripada timun nabi. Untungnya itu tak perlu terjadi. Yang pertama hanya dongeng. Kita bisa ambil maknanya saja, bahwa pedofilia ditentang secara tradisi dalam khasanah legenda jelata. Yang kedua, hukum tak berlaku surut ke masa nabi. Toh hukum kita juga tak boleh menginvasi ke sana. Maka saya bisa memaafkan nabi untuk ini. Tidak untuk Pujiono.

Save The Children!

This entry was posted in Lawan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

56 Responses to Selamatkan Timun Emas!

  1. martoart says:

    terima kasih untuk Jawa Pos, telah saya kutip beritanya, dan saya manipulasi fotonya. Tidak untuk tujuan komersial.

  2. cechgentong says:

    Nongol lagi satu orang edan yang tidak mengerti masalah reproduksi manusia. Lihat saja nanti anaknya dengan Ulfa akan mengalami kelainan karena untuk pria berumur diatas 45 tahun kualitas spermanya sudah berkurang maka saat akan dibuahi tidak sempurna jebule ya kelainan fisik

  3. ravindata says:

    Lagi2 penegak hukum akan diuji. Beranikah dia berhadapan dengan oknum pelanggar hukum yang bersandar di balik ‘kostum religius’nya ? Menyebut asma’ Allah tapi aniaya sesama, mengucapkan syahadat untuk melegalkan paedofilia ….. Naudzubillahimindzalik

  4. bolehkah Pujiono diganti dengan Hujatono?….

  5. rixco says:

    Agama di jadikan tameng dalam melegitimasi perbuatan kelainan seksual-nya terhadap anak di bawah umur…setuju comot aja orang-orang yang hadir pada saat perkawinannya..! termasuk orang tuanya yang telah menjual anaknya sendiri demi meraih iming-iming supaya anaknya menjadi pengusaha yang sukses dengan latar belakang pendidikan yang minim dan masih labil. Indonesia adalah Negara Berdasarkan Pancasila, Bukan negara Agama yang Mayoritas, jadi asas pancasila tidak mengurangi Asas Keber Agamaan melainkan mempersatukan bangsa indonesia menjadi bangsa yang Sopan saling menghargai antar sesama makluk beragama. jadi kalau dalil agama di bawa untuk melegitimasi perbuatannya, SURUH HENGKANG AJA DARI TANAH AIR INDONESIA. karena Indonesia bukan berdasarkan Undang-undang yang mengatur warga negaranya baik itu apapun agamanya Dimana Bumi di Pijak Di Situ Langit di Junjung.

  6. unclebowl says:

    Ol’ Dirty Bastard😀

  7. wiloemanies says:

    Lihat Kyai Puji jadi ingat tokoh Humbert Humbert si Phedophillia karya Vladimir Nabokov yang terobsesi dengan Lolita.Selain UU yang udah disebut di atas oleh Mas Marto, Kyai Puji juga bisa dijerat dengan Pasl 288 KUHP yang melarang seorang laki-laki untuk menyetubuhi seorang perempuan yang belum cukup umur meskipun itu dilakukan dalam ikatan perkawinan.

  8. aidavyasa says:

    Sebenernya sieh itu semua di serahkan ke perempuan tadi.Perempuan zaman sekarang, sama dengan zaman dulu kok … meski manusia itu anak zamanya. Dulu, gadis kecil sudah mampu di nikahkan, sekarang pun juga masih mampu. Kalau si anak perempuan tadi engga masalah, ya sudahlah biarin aja nikah dengan gadis kecil. Kalau dicerai malah bikin ribet di psikologisnya. Tapi kalau tetep nikah, ya paling ribetnya ribut pernikahan rumah tangga biasa. Urusan apakah siap atau tidaknya anak perempuan sekecil itu menikah, …menurut saya: SIAP :)Toh banyak anak perempuan yang lebih muda yang bahkan ngefans gila dengan Brad Pitt atau Pierce Brosnan (coba dihitung jarak umur anak 12 tahun dengan Brat Pitt atau Brosnan).yang penting, SAH dimata agama, dan atas dasar suka sama suka (akad!)Nah, sah ga sieh dimata agama?🙂

  9. aidavyasa says:

    wiloemanies said: Lihat Kyai Puji jadi ingat tokoh Humbert Humbert si Phedophillia karya Vladimir Nabokov yang terobsesi dengan Lolita.

    BTW, Lolita (diam-diam) juga menikmati Nabokov loh xixixixi

  10. martoart says:

    Buat Cech; Setahu aku, dalam biologi jika beda species emang gak bisa terjadi keturunan.Ulfa (Homo Sapiens) dengan Pujiono (Pitecantheropus Ereksiterus).Buat Avin; Penegak hukum kita kurang pede ketika dihadapi dengan hukum sono..Buat Kembangku; Boleh. Syekh-nya juga boleh diganti Sick.Buat Rixco; ntar lagi kita-kita yang disuruh hengkang. Barusan nongol UU tahi berlandas religi..Buat Uncle; he he he…Buat Diajeng (hmm); Ya, itu satu lagi ajimat yang seharusnya aku sebutkan juga. Trims tambahannya.Buat Aida; Sebenarnya juga harus diserahkan juga kepada sandaran hukum positif. Hukum juga berfungsi untuk menjaga perempuan atau siapapun yang lemah posisi bargainingnya. Seperti Ulfah kecil.Perempuan (dan laki-laki) sama dari dulu.. okay lah. Tapi peradaban berkembang. Semoga kamu gak setuju perempuan dipendam hidup-hidup lantaran gak berguna untuk perang di jaman pra Nabi.Aida sayangku… plis jangan disebandingkan para groupies yang rela ditiduri Brad Pitt. Untuk ditiduri. Aku gak yakin mereka akan sama-sama mau dinikahi secara kolosal. Satu lagi, bukankah kisah Grims, Hans Christian Andersen cuma selesai sampai pernikahan pangeran dan putrid? Gak pernah diceritakan KDRTnya, pembagian kerja, perselingkuhan, poligami, etc…Kamu yakin itu SAH secara agama? (tapi agama?.. ah..)Yakin suka-sama suka? (gak lihat ekonomi ortunya? Gak ngiler jabatan manajernya?)BTW; Semoga novel yang lebih dari sekali dibikin filemnya itu tidak menjadikanmu sepakat menyalahkan perempuan yang mengaku diperkosa tiga kali (sering kudengar cowok katro bilang; “diperkosa kok sampe tiga kali? Nikmatin tuuuh!).Nabokov bukannya tak mendapatkan persoalan tentang kelakuannya.

  11. aidavyasa says:

    oihh …. katanya si perempuan 12 tahun itu menolak di cerai!! Hayoohh!! apa ityu namanyah?😛

  12. vistamylive says:

    aidavyasa said: oihh …. katanya si perempuan 12 tahun itu menolak di cerai!! Hayoohh!! apa ityu namanyah?😛

    caelah masa sih gadis kecil suka sama Kakek-kakek..! berfikir logis dong..! mungkin si cewe ini sudah di gagahi pujiono, dan si pujiono ini mengancam kalo seandainya di cerai dia nggak mendapatkan apa-apa sedangkan kehormatan dia sudah di buka segelnya oleh pujiono..? tujuan ulfa menikah kan mau di jadikan pengusaha kata “pujiono” kemungkinan juga desakan orang tuanya untuk tetap bersama pujiono..! coba deh lo liat fotonya Pujiono bersama istrinya, mimik muka ulfa keliatan murung dan tidak bahagia..? masa ada sih pasangan begitu ..Gue jadi geram ngeliat muka ayah ulfa yang seolah-olah sangat mendukung sekali perkawinan abnormal tersebut… ! paling banter bukan karna niat tapi Karena Uang ..! Ingat bos..! Pujiono sudah menikah dua kali dan kedua-duanya di ceraikan pujiono sekarang ulfa menjadi istri ketiga ..! dan selera pujiono ini ANAK KECIL mungkin mengidap penyakit PEDOFILIA kali.. bahaya kalo orang sudah banyak kena penyakit seperti ini, mungkin usia perkawinan bukan lagi di cari tahap kematangaannya tetapi di cari bibit-bibit yang usia dini..ANJING

  13. tukangtidur says:

    Preeet!Kok ya masalah beginian bisa-bisanya jadi tulisan di MP? Apalagi bagi mereka yang selama ini meneriakkan: Manusia Otonom, Free Willy, Kebebasan adalah keniscayaan… etc…eh, ada berita kaya beginian aja pada heboh. Kok ya pada jadi news cheerleaders gitu ya? Haha! Banyak yang pada sok tahu: si Ulfa itu sedih dan tidak bahagia, si Ulfa itu merasa bahagia… etc… emangnya itu penting? Hufff…Selamat menjadi cheerleaders aja deh =)

  14. martoart says:

    tukangtidur said: Kok ya masalah beginian bisa-bisanya jadi tulisan di MP?

    Komentar macem ginian juga boleh kok di MP saya. silakan..

  15. wiloemanies says:

    aidavyasa said: BTW, Lolita (diam-diam) juga menikmati Nabokov loh xixixixi

    Kalo udah baca novelnya, pasti udah tahu dong kalo novel ini bukan ditulis berdasarkan pengakuan Lolita tapi berdasarkan pengakuan dan perspektif si Humbert Humbert yang merupakan pengidap phedophilia.So, yang mengatakan bahwa Lolita menikmati hubungan abnormal itu adalah Humbert (Si Phedhopil).Tindakan menikahi (=menyetubuhi) anak di bawah umur merupakan tindakan yang sangat membahayakan bagi kesehatan reproduksi perempuan karena pada usia 0-18 tahun perkembangan reproduksi masih belum cukup matang untuk proses reproduksi, sehingga aktivitas seksual yang dilakukan pada anak biasanya akan berdampak buruk baik secara fisik dan psikis.Seorang anak perempuan “bisa” disetubuhi, namun hal tersebut TIDAK BAIK untuk kesehatan fisik dan psikis si anak.

  16. wiloemanies says:

    tukangtidur said: Selamat menjadi cheerleaders aja deh =)

    Selamat bergabung menjadi cheerleaders Bung tukangtidur!!! Dengan memberikan comment terhadap postingan ini menunjukkan bahwa anda tidak kebal terhadap news cheerleaders yang anda tertawakan, hehehehe

  17. tukangtidur says:

    wiloemanies said: Dengan memberikan comment terhadap postingan ini menunjukkan bahwa anda tidak kebal terhadap news cheerleaders yang anda tertawakan, hehehehe

    Siapa bilang saya kebal? Saya memang tidak kebal, saya cuma geli aja, makanya saya tertawa. toh, mas marto art mempersilakan saya untuk menulis komentar seperti itu. Bukan begitu, mas?Memang semua orang berhak menulis tentang apa saja tentang siapa saja diblognya masing-masing. Yang saya hairan, orang-orang yang selama ini mengedepankan HAM dan kebebasan individu, kayak kebakaran jenggot (atau malah seperti mendapat energi (semangat) besar untuk menjatuhkan salah satu agama samawi) setelah mendengar berita tsb.Euforia yang sangat menyedihkan.

  18. wiloemanies says:

    tukangtidur said: orang-orang yang selama ini mengedepankan HAM dan kebebasan individu, kayak kebakaran jenggot (atau malah seperti mendapat energi (semangat) besar untuk menjatuhkan salah satu agama samawi) setelah mendengar berita tsb.

    Woow, mungkin yang harus kita luruskan dalam diskusi ini adalah : tidak ada upaya untuk menjatuhkan salah satu agama samawi.Menurutku kasus phedhopilia adalah kejahatan seksual terhadap anak-anak yang terjadi merata di seluruh muka bumi dan lintas ras, suku maupun agama.Kebetulan saja dalam kasus yang kita bahas ini, Kyai Puji berlindung di balik salah satu agama untuk membenarkan tindakannya menyetubuhi anak kecil (dalam pernikahan). Aku sebut Kyai Puji sebagai Phedhophil karena dia sendiri mengakui di media sebagai orang yang “suka yang kecil”.

  19. martoart says:

    tukangtidur said: toh, mas marto art mempersilakan saya untuk menulis komentar seperti itu. Bukan begitu, mas?

    Betul. Karena itu yang berlaku dan terus dipelihara dalam paham kebebasan berpendapat, Paham kaum sekular, kaum liberal, dan yang mengakui semangat keberagaman. Nikmati itu, sebelum kenikmatan itu dirampok dari kehidupan kita.

  20. tukangtidur says:

    wiloemanies said: Woow, mungkin yang harus kita luruskan dalam diskusi ini adalah : tidak ada upaya untuk menjatuhkan salah satu agama samawi.

    mungkin mbak memang bukan dari orang-orang yang semangat untuk menjatuhkan salah satu agama samawi. Tapi saya sudah lumayan sering mengikuti sepakterjang orang-orang yang gemar sekali menjatuhkan salah satu agama samawi ini dengan isu-isu poligami, pedophili, dll. Mungkin mba sudah tahu dengan faithfreedom institute. Itu sebabnya, dengan adanya berita ini, saya yakin mereka (para pencaci salahsatu agama samawi) amatsangatsenang sekali.fenomena pernikahan dini bukanlah fenomena baru. tapi kenapa baru sekarang mencuat seperti ini? There is something wrong…. saat ini sepertinya media sangat memegang peranan.

  21. tukangtidur says:

    martoart said: Nikmati itu, sebelum kenikmatan itu dirampok dari kehidupan kita.

    sayangnya, kenikmatan kita tak pernah selalu sama…

  22. vistamylive says:

    tukangtidur said: Tapi saya sudah lumayan sering mengikuti sepakterjang orang-orang yang gemar sekali menjatuhkan salah satu agama samawi ini dengan isu-isu poligami, pedophili, dll. Mungkin mba sudah tahu dengan faithfreedom institute. Itu sebabnya, dengan adanya berita ini, saya yakin mereka (para pencaci salahsatu agama samawi) amatsangatsenang sekali.

    bos… tapi yang dibahas disini adalah Sifat Pribadinya yang bobrok, tidak tau aturan yang berlaku di INDONESIA, sudah jelas Undang-undang MELARANG pernikahan di bawah usia 16 tahun kenapa PUJIONO ini melanggar..? dengan membuat tameng Agama sebagai penutup kelakuannya yang bejat. ini Indonesia bos…!! jadi hukum nya menganut pada hukum Indonesia bukan menganut pada hukum agama. saya rasa orang-orang tidak mempersoalkan masalah agama yang dianutnya tapi PRIBADINYA yang KELAIANAN SEKSUAL ITU

  23. vistamylive says:

    tukangtidur said: sayangnya, kenikmatan kita tak pernah selalu sama…

    yup, setuju tapi kalo kenikmatan yang melawan undang-undang harus bisa juga kita menikmatinya di dalam penjara…! jadi tergantung anda sendiri yang memilihnya ..!!

  24. rixco says:

    tukangtidur said: fenomena pernikahan dini bukanlah fenomena baru. tapi kenapa baru sekarang mencuat seperti ini? There is something wrong…. saat ini sepertinya media sangat memegang peranan.

    memang bukan fenomena bung..! tapi yang fenomena di sini adalah Pujiono yang sudah dua kali menikah dan bisa merasakan nikmatnya berhubungan suami istri berkali-kali kok mencari yang BAU KENCUR ..? kalo ini di biarkan mungkin suatu saat Bayi yang baru lahir akan di kawinkan ..kenapa berita ini terekspose di media masa..? karena TUHAN BENCI BOS kemudian tuhan membukakan AIBNYA karena niatnya sudah tidak benar mengawini anak tersebut..? dan tuhan memberikan PERINGATAN KEPADA PUJIONO ini untuk INTROPEKSI DIRI BAHWA PERBUATANNYA SALAH..

  25. someonein says:

    Setuju tulisannya, mas..Jaman gini, masih aja mencari berbagai macam alasan untuk membenarkan diri sendiri untuk bersikap semau dewe, menganggap diri sendiri seorang nabi dsb nya..mengorbankan pihak lain apalagi anak yang masih sangat muda..untuk kepentingan diri sendiri yang ga penting..

  26. tukangtidur says:

    vistamylive said: sudah jelas Undang-undang MELARANG

    tolong jawab dengan jujur, apakah mas seorang warga negara yang taat? Sudah berapa banyak undang-undang yang mas langgar? jangan sok nasionalis dulu lah.

  27. tukangtidur says:

    vistamylive said: yup, setuju tapi kalo kenikmatan yang melawan undang-undang harus bisa juga kita menikmatinya di dalam penjara…! jadi tergantung anda sendiri yang memilihnya ..!!

    tulisan mas ga jelas.

  28. tukangtidur says:

    rixco said: kenapa berita ini terekspose di media masa..? karena TUHAN BENCI BOS kemudian tuhan membukakan AIBNYA karena niatnya sudah tidak benar mengawini anak tersebut..? dan tuhan memberikan PERINGATAN KEPADA PUJIONO ini untuk INTROPEKSI DIRI BAHWA PERBUATANNYA SALAH..

    ngawur ini mas. Suara media bukan suara Tuhan. Media bukanlah satu-satunya sarana untuk mencari kebenaran. Tak ada yang namanya cover-both side untuk saat ini. Setiap media memiliki kepentingan. Jangan nelen mentah-mentah apa yang mas dapet dari media. Semua itu konstruk, mas. Konstruksi doang. Gak lebih dari itu. Katakanlah “A” kepada mainstream media, maka “A” yang kamu katakan akan menjadi panjang menjadi”ABCD”.

  29. tukangtidur says:

    someonein said: menganggap diri sendiri seorang nabi dsb nya..mengorbankan pihak lain apalagi anak yang masih sangat muda..untuk kepentingan diri sendiri yang ga penting..

    siapa yang nabi? siapa yang dikorbankan?Apakah kamu tetangga dekatnya atau kerabat dekatnya atau saudaranya, sehingga kamu merasa seperti betul2 memahaminya?

  30. vistamylive says:

    tukangtidur said: apakah mas seorang warga negara yang taat?

    kalo saya mengatakan YA..! emang kenapa…? sory bos..! gue bukan nasionalis gue hanya ingin menjadi warga negara yang baik ..!sedangkan mas sendiri dari tadi nanya molo ..? sekarang gantian gue yang nanya sama saudara :pertanyaan saya adalah …?1. Kalau saya boleh tau Wajar Nggak Anak kurang dari 12 tahun menikah..? 2. Mas Sudah Punya Pacar atau Istri ..? Apakah Pacar atau Istri Mas Usia 12 Tahun..?3. Apa pandangan Anda mengenai Nasionalise,..? kemudian apa hubungannya pelanggaran undang-undang dengan nasionalisme..? please berikan statmen anda..? Maaf Jawabannya jangan bawa-bawa nama agama..? ingat jangan bawa-bawa nama agama. bicaralah dengan hukum positif yang ada di indonesia

  31. vistamylive says:

    tukangtidur said: sayangnya, kenikmatan kita tak pernah selalu sama…

    tulisan Mas sendiri yang nggak jelas …? kalau di artikan secara logika berarti anda mendukung KELAINAN SEKSUAL “karena ada kata-kata kenikmatan tak pernah selalu sama” Kalau arti tadi melenceng bisa dong di jelaskan makna kata-kata mas sendiri ..?

  32. vistamylive says:

    tukangtidur said: tulisan mas ga jelas.

    kata anda sendiri “kenikmatan tak pernah selalu sama” kemudian saya menjawab : “setuju tapi kalo kenikmatan yang MELAWAN undang-undang harus bisa juga kita menikmatinya di dalam PENJARA …! jadi tergantung anda sendiri yang memilihnya ..!!” mau kenikmatan yang melawan undang-undang atau tidak pilihannya ada pada diri sendiri. Kalau di Interprestasikan ke PUJIONO dia sudah KENIKMATAN yang melanggar Undang-undang Hukum Positif di INDONESIA masa sih nggak bisa di jabarkan ..? please deh…

  33. vistamylive says:

    tukangtidur said: siapa yang nabi? siapa yang dikorbankan?Apakah kamu tetangga dekatnya atau kerabat dekatnya atau saudaranya, sehingga kamu merasa seperti betul2 memahaminya?

    kalau menurut anda sendiri gimana bos..? anda juga bukan tetangga dekatnya atau kerabat dekatnya atau saudaranya, kenapa anda merasa seperti betul2 memahaminya? apakah anda juga sama Pelaku Kelainan Seks juga..?

  34. rixco says:

    tukangtidur said: ngawur ini mas. Suara media bukan suara Tuhan. Media bukanlah satu-satunya sarana untuk mencari kebenaran. Tak ada yang namanya cover-both side untuk saat ini. Setiap media memiliki kepentingan. Jangan nelen mentah-mentah apa yang mas dapet dari media. Semua itu konstruk, mas. Konstruksi doang. Gak lebih dari itu. Katakanlah “A” kepada mainstream media, maka “A” yang kamu katakan akan menjadi panjang menjadi”ABCD”.

    wakakakakak… ooOOoo gitu ya… tapi kalo boleh saya tau Anda sendiri kenapa begitu ngototnya membela Pujiono ini ..? pasti punya alasannya dong… ! dan sebenarnya apa sih maksud kamu melakukan pembelaan ini semua..? kita tidak membicarakan suatu agama Agama yang kita soroti adalah prilakunya pribadinya. tolong di jawabya ku tunggu ya..

  35. martoart says:

    wah gudang kutinggal sebentar aja ramenya minta ampun. Angkat argumen masing-masing, jangan angkat pedang.tajamkan pisau analisa, jangan pisau beneran.lanjuuuut!!!

  36. tukangtidur says:

    vistamylive said: kalo saya mengatakan YA..! emang kenapa…? sory bos..! gue bukan nasionalis gue hanya ingin menjadi warga negara yang baik ..!

    itu hak kamu mas, mau jadi warga negara yang baik atau bukan. saya cuma nanya aja. takutnya, mas yang sepertinya fasih bgt ngomongin soal undang-undang, ga taunya mas termasuk warga negara yang mehong. tapi itu hak mas juga. gpp.baik, saya coba jawab satu-satu:1. Wajar aja. Kedewasaan, kesehatan, dan kesiapan seseorang untuk menikah ga dinilai dari usia. 2. (pertanyaannya ga penting sih, tapi saya jawab deh). Saya jomblo mas.3. Nasionalisme adalah candu. Nasionalisme adalah monster bagi kemanusiaan. Mengapa saya katakan demikian? Saya seorang internasionalis, dan menganggap bahwa sentimen kebangsaan adalah cikal bakal rasisme. Kita lebih mementingkan nation kita, daripada nation yang lain, padahal banyak sekali nation yang lain yang sangat membutuhkan uluran tangan kita. (Mengapa mas takut saya bawa-bawa agama? Tenang mas, ga usah takut kaya gitu)

  37. tukangtidur says:

    rixco said: wakakakakak… ooOOoo gitu ya… tapi kalo boleh saya tau Anda sendiri kenapa begitu ngototnya membela Pujiono ini ..? pasti punya alasannya dong… ! dan sebenarnya apa sih maksud kamu melakukan pembelaan ini semua..? kita tidak membicarakan suatu agama Agama yang kita soroti adalah prilakunya pribadinya. tolong di jawabya ku tunggu ya..

    saya nggak kenal pujiono, dan saya nggak ada maksud membelanya.di tulisan ini saya hanya ingin menunjukan kepada kalian semua, bahwa saya miris melihat kalian semua menjadi cheersleaders news seperti itu. Oke, itu hak mas untuk menjadi seperti itu. dan adalah hak saya juga untuk miris dan mungkin sedikit tertawa.salah satu contoh pertanyaan yang amatsangattidakpentingsekali yang diutarakan oleh seorang wartawan kepada istri pujiono:1. Apakah kamu bahagia menikah bersama pujiono? (What the hell! pertanyaan macam itu? sejak kapan jurnalisme di indonesia ini menjadi jurnalisme gosip seperti itu? celebrity fever!

  38. tukangtidur says:

    martoart said: lanjuuuut!!!

    maaf mas marto kalo jadi ramai.terimakasih telah memberi ruang untuk saya bermain.

  39. rixco says:

    tukangtidur said: di tulisan ini saya hanya ingin menunjukan kepada kalian semua, bahwa saya miris melihat kalian semua menjadi cheersleaders news seperti itu. Oke, itu hak mas untuk menjadi seperti itu. dan adalah hak saya juga untuk miris dan mungkin sedikit tertawa.

    aduh bos…! sebenarnya aku nggak peduli bahagia atau tidak pujiono menikah, yang jelas pujiono ini sudah melanggar hukum bos…!! dan sudah tersebar di seluruh indonesia, ..? apa mau di biarkan perkawinan yang abnormal tersebut ..? apa hukum positif di indonesia nggak di perdulikan..? dimana letak konsisten hukum di indonesia kalau hanya di pandang sebelah mata..! Indonesia negara hukum bos..! ada aturan mainnya..

  40. vistamylive says:

    tukangtidur said: itu hak kamu mas, mau jadi warga negara yang baik atau bukan. saya cuma nanya aja. takutnya, mas yang sepertinya fasih bgt ngomongin soal undang-undang, ga taunya mas termasuk warga negara yang mehong. tapi itu hak mas juga. gpp.baik, saya coba jawab satu-satu:1. Wajar aja. Kedewasaan, kesehatan, dan kesiapan seseorang untuk menikah ga dinilai dari usia. 2. (pertanyaannya ga penting sih, tapi saya jawab deh). Saya jomblo mas.3. Nasionalisme adalah candu. Nasionalisme adalah monster bagi kemanusiaan. Mengapa saya katakan demikian? Saya seorang internasionalis, dan menganggap bahwa sentimen kebangsaan adalah cikal bakal rasisme. Kita lebih mementingkan nation kita, daripada nation yang lain, padahal banyak sekali nation yang lain yang sangat membutuhkan uluran tangan kita. (Mengapa mas takut saya bawa-bawa agama? Tenang mas, ga usah takut kaya gitu)

    untuk jawaban nomor satu anda menilai bahwa “Wajar aja. Kedewasaan, kesehatan, dan kesiapan seseorang untuk menikah ga dinilai dari usia” sedangkan kalo di nilai dari Istri Pujiono Apa bisa di bilang DEWASA sedangkan orang yang dikatakan Dewasa ini bermur Minimal 17 Tahun. sedangkan istri pujiono ini baru usia 12 tahun..? masa di bilang dewasa, masalah kesehatan jelas nggak berpengaruh lah ..!! Pernikahan di bawah umur sangat tidak di anjurkan karena organ-organ reproduksinya tidak tumbuh dengan sempurna . APANYA YANG DEWASA .. BEGO LO mengatakan dewasa Anda mengatakan Kesiapan ..! bayi yang mau di peristri juga bisa di katakan SIAP tapi SIAP YANG BAGAIMANA ..? dari ketiga faktor tersebut tidak bisa di bilang DEWASA..! karena faktor UMUR yang paling Dominan kalau berbicara MASALAH PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR Apa anda masih menyangkal bahwa pujiono ini telah melanggar UU yaitu : UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Di dalam UU itu disebutkan bahwa perkawinan dengan anak-anak dilarang. Paling tidak umur perempuan 16 tahun dan laki-laki 19 tahun untuk menikah.UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Yang melarang persetubuhan terhadap anak.UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Yang melarang mempekerjakan anak di bawah umur. Ulfah juga direkrut sebagai manajer perusahaan yang dimiliki Pujiono.UU Perlindungan Anak. Pasal 26 ayat 1 poin c UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, disebutkan bahwa orang tua berkewajiban untuk tidak mengawinkan anak di bawah umurUU Perlindungan Anak. Pasal 26 ayat 1 poin c UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, disebutkan bahwa orang tua berkewajiban untuk tidak mengawinkan anak di bawah umur. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa definisi anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.Pasal 77 yang menyebutkan bahwa diskriminasi terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami kerugian baik materiil maupun moril sehingga menghambat fungsi sosialnya dapat dipenjara paling lama 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp100 juta.Masalah Nasionalisme adalah Candu..? Kemudian Anda katakan Monster bagi kemanusiaan …? semuanya tak lebih hanya BULLSHIT…! Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai sebagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warganegara, etnis, budaya, keagamaan dan ideologi. Kategori tersebut lazimnya berkaitan dan kebanyakan teori nasionalisme mencampuradukkan sebahagian atau semua elemen tersebut.kemudian anda mengatakan bahwa anda internasionalis PEDE BANGET..!! kata siapa lo seorang Internasionalis .? Jangan Sok Buat-buat pengakuan deh..!! emang seberapa perspektifnya sih ada bilang begitu..? anda bawa bawa “nation” (bangsa) ..? emang lo warga negara mana sih..? kalau masih di indonesia patuhi dong segala peraturan yang ada di indonesia lo masih tau kan pribahassa ” DIAMANA BUMI DI PIJAK DI SITU LANGIT DI JUNJUNG” ngerti nggak bos… sikap yang anda tunjukan MENANDAKAN ANDA ITU ORANGNYA TIDAK PUNYA SIKAP DALAM MENGAMBIL PILIHAN (PRO Engga – KONTRA juga engga)

  41. vistamylive says:

    tukangtidur said: dan saya nggak ada maksud membelanya.di tulisan ini saya hanya ingin menunjukan kepada kalian semua, bahwa saya miris melihat kalian semua menjadi cheersleaders news seperti itu. Oke, itu hak mas untuk menjadi seperti itu. dan adalah hak saya juga untuk miris dan mungkin sedikit tertawa.

    BILANG AJA NGGAK PUNYA SIKAP ..? JANGAN JADI BANCI DEH…!! sok-sokan bersikap netrral..! kalo lo bersikap NETRAL berarti KAMU SECARA TIDAK LANGSUNG TIDAK MENYALAHKAN GUE DONG YANG KONTRA TERHADAP “PERKAWINAN DI BAWAH UMUR” SEBENARNYA LO MENGIDAP KELAINAN JUGA YA..!! BANCI …>b

  42. tukangtidur says:

    vistamylive said: untuk jawaban nomor satu anda menilai bahwa “Wajar aja. Kedewasaan, kesehatan, dan kesiapan seseorang untuk menikah ga dinilai dari usia” sedangkan kalo di nilai dari Istri Pujiono Apa bisa di bilang DEWASA sedangkan orang yang dikatakan Dewasa ini bermur Minimal 17 Tahun. sedangkan istri pujiono ini baru usia 12 tahun..? masa di bilang dewasa,masalah kesehatan jelas nggak berpengaruh lah ..!! Pernikahan di bawah umur sangat tidak di anjurkan karena organ-organ reproduksinya tidak tumbuh dengan sempurna . APANYA YANG DEWASA .. BEGO LO mengatakan dewasaAnda mengatakan Kesiapan ..! bayi yang mau di peristri juga bisa di katakan SIAP tapi SIAP YANG BAGAIMANA ..? dari ketiga faktor tersebut tidak bisa di bilang DEWASA..! karena faktor UMUR yang paling Dominan kalau berbicara MASALAH PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR

    konsep kedewasaan yang ada di dalam kepalalo beda sama konsep kedewasaan yang ada di dalam kepala gue, Cung! (karena lo sempet manggil gue bos, maka elo gue panggil kacung)

  43. tukangtidur says:

    vistamylive said: BILANG AJA NGGAK PUNYA SIKAP ..? JANGAN JADI BANCI DEH…!! sok-sokan bersikap netrral..! kalo lo bersikap NETRAL berarti KAMU SECARA TIDAK LANGSUNG TIDAK MENYALAHKAN GUE DONG YANG KONTRA TERHADAP “PERKAWINAN DI BAWAH UMUR”SEBENARNYA LO MENGIDAP KELAINAN JUGA YA..!! BANCI …>b

    Cung, siapa bilang gue netral? Gue udah sempet bilang bahwa didunia ini ga ada yang netral. Permasalahan yang ingin gue kritisi adalah peran media, Cung. Bukan ngebela Pujiono. Siapa Pujiono? Dia juga cuma celebrity fever!Begitchu, Cung.

  44. tukangtidur says:

    Kalau mau dihukum, ya laksanakan aja hukumannya. Jangan sampai jadi berita gosip ala cek and ricek atau kabar-kabari.(kayanya diudahin aje ye percakapan kita di sini. Takutnya malah lebih rame dari acara gosip di tipi-tipi. Thanx for u all!)

  45. vistamylive says:

    bos sejarusnya kita malah berterimakasih terhadap media karena sudah memuat berita Pujiono ini ..!dan sudah semertinya di kembalikan ke rel-nya supaya masyarakat tau tindakan yang salah dan melawan undang-undang Positif di Negara Republik Indonesia. apa salahnya sih..! nunggu 16 tahun atau 18 tahun..? kita liat nanti gimana nasib ulfa kedepan dicerai apa tidak..!! jangan habis manis sepah di buang

  46. vistamylive says:

    tukangtidur said: Jangan sampai jadi berita gosip ala cek and ricek atau kabar-kabari.

    bukan sok bela-belain ya tapi mereka juga lebih mengutamakan fakta dan pendapat. yang jelas intinya adalah tindakan pujiono ini melanggar hukum positif yang ada di indonesia (UU) dan harus mendapat perhatian serius dari pemerintah, supaya tidak ada lagi pujiono-pujiono berikutnya : kalau tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah mungkin usia perkawinan akan lebih dini lagi …!

  47. martoart says:

    Oke, oke… Rasanya cukup ya diskusi kalian? emang sebaiknya diakhiri karena suasananya dah mulai pamer siapa yg lebih pinter. Gak perlu banget tuh. Kasih kesempatan ke yang lain. topik boleh berkembang, tapi sebaiknya tetep di wilayah “ketimunan”.

  48. rixco says:

    damai…damai… peace…sory all gue juga sempet terpancing esmosi ;-D

  49. wiloemanies says:

    Hmmm, huahahaha… !!!(Maaf ya kawan-kawan semua, aku tertawa terbahak-bahak saat baca comment2 kita di atas… Tapi memang lucu banget deh, hehehe….Kalo ga percaya coba baca lagi dari atas…. )

  50. wiloemanies said: Hmmm, huahahaha… !!!(Maaf ya kawan-kawan semua, aku tertawa terbahak-bahak saat baca comment2 kita di atas… Tapi memang lucu banget deh, hehehe….Kalo ga percaya coba baca lagi dari atas…. )

    bener Mbak, aku jg rajin ngikutin dongeng timun emas ini…dan gak pernah gak bs ketawa….ketemu di alam maya aja bs “kayak geto’ “, gemana ketemu di alam nyata ya?

  51. tukangtidur says:

    maaf juga udah OOT, terpancing emosi juga. nexttime saya akan lebih beretika lagi dalam berdiskusi.cheers =)

  52. luqmanhakim says:

    aidavyasa: “BTW, Lolita (diam-diam) juga menikmati Nabokov loh xixixixi”Maap nggak nyambung, tapi denger kata Lolita, saya kok ingetnya sama situs-situs bokep di internet yang memang nampilin di bawah umur gitu…Maria Ozawa kelahiran 8 Januari 1986, maen bokep pertama kali tahun 2004, berarti saat itu umurnya masih 18 tahun…. Ngkali masih sah ya, buat ukuran UU yang ada di Jepang. Film porno pertamanya diproduseri S1, saat itu masih malu-malu horny, mata yang nggak mau menatap lawan ‘main’nya. Di film-film selanjutnya udeh deh, makin meliar, membinal, syur, masyur sampe sekarang jadi bintang bokep terkaya dan diburu banyak produser di banyak negara, sampe kru-nya Steve Hirsch di Vivid Entertainment pun ikut-ikutan memburu, nawarin dengan bayaran yang kelewat tinggi dan bikin iri artis bokep bulek lainnya di Vivid Entertainment. Tapi Miyabi menolak maen sama orang bulek. “Sakkkiiitttt… Maen pilem bokep sama orang bulek! Mending sama orang Jepang aje, biar kecil, tapi ngangenin!”, begitu katanya… (Btw, ini Jepang apa Betawi ya? Ha ha ha)Konon kabar (gosip dari infotainment), Maria Ozawa juga udah nyobain seks saat susunya belom tumbuh, saat menstruasi masih itungan jari di usia 12 tahun. Gosipnya lagi dari infotainment (Setan! Saya kok jadi penggosip buat urusan bokep ya?), bisa jadi beruntungnya dia bukan sama orang macam Pujianto, tapi sama pacarnya sendiri yang usianya sekitar 15 tahun atas dasar suka sama suka, masih dalam tahap belajar mengeksplorasi alat reproduksi yang dimiliki masing-masing, buat saling mengerti utilitasnya.Analogi timun mas dan raksasa hijau cocok banget buat Lutfiana Ulfa. Tapi bisa nemuin analogi yang tepat buat Miyabi nggak Mas? He he he…Eh, btw, ini masih dalam wilayah ‘ketimunan’ kan?Masih boleh juga nggak didiskusiin?Maap, soale telat banget baca tulisan ini, jadi nggak ikutan diskusi dari awal, hiks…

  53. hitungmundur says:

    Saya suka personifikasinya, Mas. Entah dari mana sampeyan bisa dapat ide ini.Saya sejak kecil baca Timun Emas tapi waktu isu ini muncul saya enggak punya asosiasi ke situ.Tulisan ini terang buat saya meski sampeyan terpaksa harus menghadapi komentator-komentator kurang sopan di atas itu yang berusaha menggelapkan logikanya. Well done, Bru.Ciao.

  54. martoart says:

    wah, rupanya lama juga kamar ini tak aku bezoek. Maaf para pengunjung gudang, jadinya lama sekali kalian aku cuekin. Terimakasih S R, telah mengingatkanku melongok kamar gudang ini.>Wilujeng n Krisan; Diskusi menjadi menggelikan atau tidak memang tetep asyik. Aku suka kalian yang pintar menertawakan dan menertawai diri sendiri. Ini semua memang semacam otokritik. Konon modal utaa untuk Dewasa.>Ricxo, Vista, n Tukangtidur; Menjaga damai dan saling memaafkan, kemudian melongok setiap pernyataan yg pernah kita lansir, mengevaluasinya, dst konon juga modal mendewasakan diri. >Luqman; Wah, di sini kamu juara “Dewasanya” Man. he he.. (untuk menjawab komenmu kita perlu sesi khusus di acara kopdar brow..)>MartoArt; Kamu sok ngasih wejang kepada para pengunjung gudangmu, emang kamu dah merasa dewasa gitu?>S R; Nggak tahu, tiba-tiba nemu aja ide itu. Dan tentang komen yang ada, aku silakan semua mengengekspresikan dengan caranya masing-masing kok. Toh, sebagai pembelajaran bersama dan kalo kita ikuti, jelas banget semua hebat-hebat (pada akhirnya). Aku gak akan menghapus setiap komen dengan alasan like n dislike. setiap komentar adalah penggalan sejarah. baik-buruk jangan dihapus. sekalian latihan jadi moderator yg moderat dan penjaga arsip yg primpen. he he… emang kebaca sih siapa yang tampak bodoh dan melebar dalam berkomentar, tapi tak apa. Latihan agar jadi cerdas kalau yg bersangkutan membaca ulang.

  55. aleichang says:

    hemm…. perlu rasanya saya menyebutkan sebuah sumber disini …. : http://aleichang.multiply.com/journal/item/133/Bukti_Kekeliruan_Sejarah_Ttg_Aisyah_Istri_Nabi_Menikah_Di_Usia_Belia
    untuk kawan-kawan disini bisa membukanya… sebagai bahan dan data sejarah saja bahwa mungkin saja ada kekeliruan dari para perawi sejarah islam dahulu ketika berkata bahwa Aisyah menikah dengan Nabi sama persis dengan usia Ulfa. Melalui sumber dan kajian mendalam, tulisan tersebut mampu membuktikan bahwa usia belia Aisyah itu hanyalah mitos-mitos yang kontradiktif; para perawi sendiri bersilangan dan inkonsisten dalam menentukannya. ***Apapun alasannya menikahkan anak dibawah umur melanggar hukum… sangat sepakat dengan Kang Marto dalam hal ini. Legitimasi apapun; apakah ekonomi maupun agama (dengan mengacu pada sejarah agama yang salah tentunya) tidak dapat dibenarkan. Kekeliruan yang sudah mengkristal dalam cara pikir kebudayaan kita; yang memandang bahwa lelaki subjek dan wanita objek, lelaki pembuat keputusan dan wanita manut-manut, hingga lelaki bisa ‘memasukkan’ dan wanita ‘dimasukkan’ adalah sederet cara pandang tradisi kuno yang selaiknya berganti (http://aleichang.multiply.com/journal/item/124/PEKERJAAN_TANPA_PAYUDARA).
    Dalam hal ini seorang wanita bisa saja menolak ketika dimintai menikah ataupun menolak berhubungan badan. Namun tentunya hal ini terjadi pada wanita-wanita baligh, bukan pada gadis kecil yang masih menina bobo dengan permen, maen galah dan permainan seusianya. Dosa rasanya membiarkan gadis kecil seperti itu di ‘timuni’ permen buta ijo… tul tidak…? rasanya sudah selaiknya lelaki yang baik memuliakan wanita, juga sebaliknya :
    http://aleichang.multiply.com/journal/item/29/Bagaimana_Pola_Hubungan_Pria_dan_Wanita_itu_Terbentuk_pertama_kali….._

  56. martoart says:

    yaaaahhh! masukan yang bagus!!.
    So jangan keburu menuduh nabi pedofile. kita wajib melihat juga sumber2 alternatif. maka jangan sungkan, kunjungi link yang ditempel bung Alieke di atas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s